Accueil / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 343 Kesedihan yang Mendalam

Share

Bab 343 Kesedihan yang Mendalam

Auteur: Cynta
last update Dernière mise à jour: 2026-02-26 23:02:19

Trustin tampak sedang membantu Sarah dan Elena bersiap. Elena tampak jauh lebih tegar, meski matanya masih terlihat sayu akibat operasi semalam.

​"Semuanya sudah aman?" tanya Elena saat melihat Aiden masuk dengan wajah serius.

​Aiden mendekati Elena, ia berlutut di depan istrinya yang duduk di kursi roda, lalu mencium kedua tangan Elena dengan penuh hasrat melindungi. "Sangat aman, Sayang. Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu lagi. Aku janji."

​Aiden mengangkat tubuh Elena dengan sangat hati
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 345 Penyerangan Tak Terduga

    Disaat Aksa akan menarik pelatuknya, sebuah ledakan kecil terjadi di ujung koridor, memicu alarm kebakaran dan sistem penyiram air otomatis. Air mulai mengguyur seluruh koridor, menciptakan kekacauan seketika. ​Reno memanfaatkan momen itu untuk melempar alat transmisinya ke arah Aksa dan melarikan diri ke arah tangga darurat. ​"Berhenti!" teriak Aksa sambil melepaskan tembakan, namun pelurunya meleset karena pandangannya terganggu oleh guyuran air. ​Aksa segera mengejar, namun saat ia sampai di pintu tangga darurat, ia menemukan sesuatu yang membuatnya mematung. Di dinding pintu itu, tertulis sebuah pesan dengan tinta merah yang masih basah: ​"SAATNYA PEMBALASAN. SATU ANAK TELAH PERGI, ANAK KEDUA AKAN MENYUSUL." ​Darah Aksa seolah membeku. Pesan itu merujuk pada bayi Elena yang meninggal dan kini... ‘Target berikutnya.. Bayi Kenneth milik Audrey dan Denzel,’ gumamnya dalam hati. ​Aksa segera menekan interkom darurat yang terhubung ke seluruh pengawal. [KODE MERAH! LINDUNGI KAMA

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 344 Bayangan Pengkhianat

    Di ruang kendali bawah tanah, Aksa sedang duduk di depan deretan layar monitor dengan wajah yang sangat tegang. Tangannya bergerak lincah di atas keyboard, menelusuri jejak digital yang ditinggalkan oleh pesan misterius yang ia terima semalam. ​"Sial," umpat Aksa. Ia menemukan sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang. Aksa baru saja selesai melakukan audit pada sistem transmisi data mansion. Ada sebuah jalur komunikasi ilegal yang terhubung ke server luar tepat pada saat rombongan Denzel dan Aiden berangkat dari rumah sakit. ​"Data CCTV mobil... Seseorang menyadapnya secara real-time dari dalam sini," gumam Aksa pada dirinya sendiri. ​Ia memperbesar rekaman aktivitas di ruang kendali selama 24 jam terakhir. Matanya menyipit melihat salah satu staf teknis yang masuk tanpa izin log yang jelas sekitar pukul tiga dini hari, saat semua orang sedang fokus pada pembersihan sisa-sisa anak buah Viktor di lapangan. ​Aksa segera mengambil ponselnya dan menelpon Denzel, namun ia ragu

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 343 Kesedihan yang Mendalam

    Trustin tampak sedang membantu Sarah dan Elena bersiap. Elena tampak jauh lebih tegar, meski matanya masih terlihat sayu akibat operasi semalam. ​"Semuanya sudah aman?" tanya Elena saat melihat Aiden masuk dengan wajah serius. ​Aiden mendekati Elena, ia berlutut di depan istrinya yang duduk di kursi roda, lalu mencium kedua tangan Elena dengan penuh hasrat melindungi. "Sangat aman, Sayang. Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu lagi. Aku janji." ​Aiden mengangkat tubuh Elena dengan sangat hati-hati, menggendongnya menuju lift khusus, diikuti oleh Denzel yang mengawal Audrey, serta Trustin yang menjaga Sarah. ​Pemandangan di luar rumah sakit tampak seperti iring-iringan kepresidenan. Sepuluh mobil hitam antipeluru sudah bersiaga dengan mesin menyala. Para anggota tim elit berdiri dengan posisi tempur di setiap sudut jalan. ​Denzel memasukkan Audrey dan Kenneth ke mobil utama, sementara Aiden membawa Elena ke mobil di belakangnya. Trustin dan Sarah berada di mobil ketiga. ​Selama pe

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 342 Ketegangan di Akhir Pembersihan

    ​Kegelapan di sekitar mansion Shaquille terasa mencekam. Aksa mondar-mandir di ruang kendali dengan ponsel yang terus menempel di telinga. Nada sambung itu terdengar berulang-ulang tanpa jawaban. Denzel benar-benar tidak bisa dihubungi. ​”Sial! Kenapa di saat kritis seperti ini dia harus mematikan suara ponselnya?" umpat Aksa sambil membanting ponselnya ke atas meja operator. ​Ia menatap monitor CCTV yang memenuhi dinding ruangan. Kamera termal menunjukkan pergerakan di batas hutan luar pagar mansion. Ada sesuatu yang mendekat, tapi gerakannya sangat halus, hampir menyerupai hewan liar. ​[Tim Satu, periksa sektor Barat! Ada pergerakan mencurigakan!] perintah Aksa melalui interkom. ​[Akan aku periksa, Pak Aksa.] ​Aksa tidak bisa menunggu. Pesan ancaman dari nomor asing itu peringatan yang nyata. Ia mengambil senapan taktisnya, memeriksa magasin, dan keluar dari ruang kendali dengan langkah lebar. Ia harus membereskan ini sebelum matahari terbit, sebelum rombongan Audrey dan Elena

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 341 Ciuman yang Menyalurkan Kekuatan

    ​Di saat yang sama, di luar gedung rumah sakit, Aksa baru saja sampai di lokasi puing helikopter. Udara di sana masih terasa panas. Petugas pemadam kebakaran sedang mengemasi selang mereka. Aksa berjalan mendekati bangkai besi yang sudah menghitam itu. ​"Bagaimana?" tanya Aksa pada kepala tim identifikasi. ​"Kami menemukan potongan jari dengan cincin yang identik dengan milik Viktor. Tapi tubuhnya... hancur menjadi serpihan kecil karena ledakan bahan bakar," jelas petugas itu sambil menunjukkan kantong jenazah berisi puing-puing biologis. ​Aksa memperhatikan cincin itu. Memang benar, itu cincin keluarga Viktor. Namun, instingnya sebagai mantan agen lapangan merasa ada yang janggal. Ia melihat ke arah jalur pelarian yang mungkin diambil kalau seseorang sempat melompat sebelum ledakan. Ada semak-semak yang tampak patah di arah yang berlawanan dengan arah jatuhnya helikopter. ​Aksa berjalan menuju semak-semak itu, menyalakan senter kuatnya. Ia menemukan bercak darah. Kecil, namun mas

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 340 Ketegangan yang Tersisa

    ​Suasana di lorong VVIP rumah sakit itu perlahan mulai mendingin, namun sisa-sisa ketegangan masih begitu terasa. Bau mesiu yang tadi menyengat kini mulai tersamarkan oleh aroma pembersih lantai yang digunakan petugas rumah sakit di bawah pengawasan ketat tim elit Shaquille. Denzel berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke arah gedung parkir, lokasi di mana helikopter Viktor meledak beberapa jam lalu. Ponsel di sakunya bergetar. Sebuah panggilan dari Aksa. ​[Denzel, pembersihan di area dermaga dan gudang distribusi air sudah selesai. Tidak ada satupun anak buah Viktor yang dibiarkan lolos. Kami sudah memastikan jalur mereka terputus total,] suara Aksa terdengar serak di seberang telepon. ​Denzel menghembuskan napas panjang, matanya yang tajam menatap sisa-puing yang masih berasap di kejauhan. [Bagaimana dengan jasad Viktor? Aku ingin konfirmasi visual, Aksa. Aku tidak butuh laporan 'mungkin' atau 'kemungkinan'.] ​[Tim identifikasi sedang berada di titik jatuhnya bangkai he

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status