Beranda / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 39 Perburuan Denzel

Share

Bab 39 Perburuan Denzel

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-05 14:26:59

​“Ah..! Sial! Kemana Audrey?! Kenapa dia pergi diam-diam sepagi ini..!” kesal Denzel. Suara geramnya memecah keheningan kamar.

“Berani dia mengabaikan teleponku.. Aku pikir, setelah menjelaskan semuanya semalam, pagi ini akan baik-baik saja.. Tapi dia justru pergi gitu saja..”

Saat Denzel terbangun. Mata birunya terbuka, mencari kehangatan di sampingnya, tapi sampingnya sudah kosong dan sprei itu terasa begitu dingin. Denzel merasa sangat kesal tidak menemukan Audrey di sampingnya. Sentuhan Audrey, yang ia peluk erat sepanjang malam, telah hilang pagi ini.

Denzel melihat ke samping dan menemukan selembar kertas kecil di atas nakas. Catatan singkat itu terasa seperti tamparan yang halus. Denzel segera meraih catatan itu.

​’Ponselku mati. Aku berangkat lebih awal. Jangan cari aku di kantor.’

Denzel meremas kertas di tangannya. 'Ponsel mati? Itu alasan murahan. Dia menghukumku seperti ini.. Dia marah karena aku tidak pulang cepat, dan lebih parah lagi, karena foto sialan itu. Dia benar-b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Cynta
makasih kak..
goodnovel comment avatar
Lil Seven
waduhhh penasaran banget lanjutannya kaaa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 219 Gairah yang belum tuntas

    ​Denzel kembali ke dalam kamar. Suasana kembali sunyi, namun entah kenapa hatinya tidak tenang. Ia kembali berbaring ke atas tempat tidur, menarik tubuh Audrey ke dalam pelukannya lagi.​Audrey merasakan kehadiran suaminya, ia menggeliat dan membuka mata sedikit. "Denzel? Kamu dari mana?" suaranya serak, khas orang bangun tidur yang sangat seksi di telinga Denzel.​"Hanya memeriksa pekerjaan sebentar, baby. Maaf membangunkanmu," bisik Denzel. Ia mencium kening Audrey, lalu turun ke bibirnya dengan lembut, mencoba menghalau pikirannya yang mulai kacau. ​Audrey melingkarkan lengannya di leher Denzel, menariknya mendekat. "Kamu tampak tegang... Ada masalah?"​Denzel tersenyum tipis, tangannya mulai merayap di balik pakaian tidur Audrey, mengusap kulit hangat istrinya yang masih sensitif dari adegan panas mereka beberapa jam lalu. "Hanya masalah kecil di kantor, sayang. Tapi melihatmu seperti ini... Keteganganku rasanya pindah ke tempat lain.. Dibawah sini..” Denzel menarik tangan Audrey

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 218 Kegelisahan di dalam kamar

    ​Stella tersenyum tipis, senyuman yang terlihat sangat licik. Ia berdiri, merapikan gaun sutranya yang tersingkap. "Kamu akan menandatangani semuanya, Aiden. Karena jika tidak, aku tidak bisa menjamin keselamatan Audrey. Kamu tahu, kan? Aku punya akses ke orang-orang yang bisa menyelinap ke dalam penthouse Denzel tanpa terdeteksi. Satu kesalahan kecil darimu, dan Audrey akan mengalami 'kecelakaan' yang menyedihkan." ​Aiden membelalakkan matanya. "Kamu jangan berani menyentuhnya, Stella! Kamu tidak akan bisa melawan Papa Denzel! Kamu akan menyesal!" ​”Kita lihat saja, Aiden," sahut Stella sambil berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia menoleh sekilas. "Habiskan supmu. Aku memasukkan obat penguat di dalamnya. Aku ingin suamiku terlihat segar saat kita menandatangani masa depan kita besok pagi." ​KLIK. ​Pintu kembali terkunci. Aiden mengepalkan tangannya di bawah selimut, kukunya memutih karena menahan emosi dan rasa sakit yang memuncak. Di dalam ruangan yang sunyi itu, Aiden meras

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 217 Penjara berlapis emas

    ​Di kediaman Stella, Aiden duduk bersandar di ranjangnya, menatap nanar ke arah hutan pinus yang gelap melalui jendela besar. Luka di punggungnya berdenyut, namun luka di hatinya jauh lebih perih saat menyadari ia terkurung dalam ambisi gila Stella. ‘Aku tidak menyangka, dulu bisa terperangkap dalam jebakan Stella.. Wanita ini lebih gila daripada yang aku pikirkan.. Mama dan kakek telah memanfaatkan aku selama ini.. Apakah keluarga Shaquille juga akan membuang ku?’ pikir Aiden, ‘Mungkin inilah karma dari Audrey yang telah aku bohongi.. Memilih Stella hanya untuk kesenangan sesaat tapi kehancuran ku selamanya..’ ​Tiba-tiba pintu terbuka pelan. Stella masuk membawa nampan berisi sup hangat dan segelas susu. Ia tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai mata apalagi hatinya. ​"Kamu harus makan, Aiden. Tubuhmu butuh asupan kalau ingin segera menikah denganku dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu," kata Stella, suaranya terdengar seperti madu yang mengandung racun. ​Aiden

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 216 Penebusan diatas meja rias

    Di atas meja rias yang dingin, Audrey merasakan kontras yang luar biasa antara permukaan meja yang keras dan telapak tangan Denzel yang panas saat meraba pahanya, menyingkap sisa-sisa kain yang menghalangi penyatuan mereka. ​Denzel melepaskan tautan bibirnya sejenak, menatap Audrey dengan mata yang menggelap, sebuah tatapan yang penuh dengan rasa lapar dan hasrat cinta. ​"Kamu adalah candu, Audrey. Setiap inci dari tubuhmu itu wilayah kekuasaanku," bisik Denzel, suaranya serak dan bergetar karena menahan gairah yang sudah di ujung tanduk. ​Audrey mendesah, tangannya yang gemetar menarik kemeja Denzel hingga kancing-kancingnya terlepas, menampakkan dada bidang yang kokoh. "Maka kuasailah aku, Denzel. Buat aku melupakan segalanya kecuali namamu." ​Mendengar tantangan itu, Denzel menyeringai. Ia tidak langsung melakukan penetrasi. Ia ingin menyiksa Audrey dengan kenikmatan yang lambat. Denzel berlutut di antara kaki Audrey yang terbuka lebar di atas meja rias. Mata Audrey membelalak

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 215 Racun di balik topeng cinta

    ​Bau antiseptik yang tajam di ruangan itu terasa menusuk indra penciuman Aiden sebelum ia benar-benar mampu membuka matanya. Rasa nyeri yang luar biasa begitu terasa dari punggung hingga ke dadanya, bekas tusukan belati Velove, Mamanya yang hampir saja merenggut nyawanya. Kelopak mata Aiden yang berat perlahan terbuka sepenuhnya. Ia menatap langit-langit kamar yang asing, dengan lampu gantung kristal yang tidak dikenalnya. Aiden berusaha keras mengingat apa yang terjadi sebelumnya, di pemakaman, tembakan, teriakan Audrey, dan rasa dingin besi yang menembus dagingnya. ​"Audrey..." gumamnya lirih, suaranya serak dan nyaris tidak terdengar. Aiden mencoba menggerakkan tangannya, namun rasa lemas membuatnya kembali terkapar. Di saat itulah terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru mendekat. Pintu kamar terbuka lebar, menampakkan sosok Stella yang mengenakan gaun sutra merah darah, wajahnya tampak sangat lega, setidaknya itulah yang ingin ia tunjukkan. ​"Aiden! Astaga, syukurlah ka

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 214 Api Cemburu

    Audrey terdiam mendengar kata-kata Denzel, nada bicara suaminya juga tidak terdengar lembut. ‘Denzel sepertinya marah padaku, apa karena aku terlalu banyak membicarakan Aiden? Tapi itu hanya karena Aiden menyelamatkanku, aku gak ada pikiran atau perasaan apapun pada Aiden..’ monolog Audrey. Trustin melihat wajah muram. Audrey setelah peringatan Denzel. Ia melihat wajah Audrey tampak masam saat ini, Trustin pun mengambil alih pembicaraan. “Kita makan pagi dulu, masalah lain kita bicarakan nanti..” Makan pagi pun seketika berubah hening, suasana hangat sebelumnya kini berubah menjadi dingin. Denzel melirik ke arah Audrey, wanita itu menikmati makanannya sambil menunduk. ‘Apa aku terlalu kasar padanya?’ Denzel mulai gelisah melihat Audrey yang tampak diam. ‘Maaf Audrey, aku gak bisa mengontrol emosiku saya kamu terlalu peduli dengan pria lain..’ “Sayang, apa kamu tidak menyukai menu masakan hari ini?” Denzel berusaha membuka percakapan, tapi suasana disana tampak semakin tidak n

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status