Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 38 Menghindari Denzel

Share

Bab 38 Menghindari Denzel

Author: Cynta
last update Last Updated: 2025-11-05 11:41:30

​Audrey sengaja bangun pagi-pagi hari ini. Ia bertekad untuk menghindari Denzel, masih kesal karena semalam telah diabaikan pria itu. Audrey merasa harus menenangkan pikirannya dan memberi Denzel pelajaran kecil agar pria itu tidak berani lagi mengabaikannya.

Audrey bersiap dan bergegas berangkat saat masih pukul 6 pagi. Ia bergerak sangat pelan dan hati-hati agar tidak membangunkan Denzel yang tidur nyenyak di sampingnya, dengan tangan memeluknya erat.

​Setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Denzel yang semakin posesif, Audrey segera berpakaian dan meninggalkan catatan singkat di nakas.

​’Ponselku mati. Aku berangkat lebih awal. Jangan cari aku di kantor.’

​Awalnya Audrey bingung akan pergi kemana karena terlalu pagi. Ia tidak mungkin langsung ke kantor. Akhirnya, dia mencoba menghubungi Fiona saat dekat dengan perusahaan.

​[Fiona, aku ada di dekat kosanmu. Aku mampir sebentar ya. Butuh tempat buat refresh pikiran,] bisik Audrey di telepon.

​[Sekarang? Jam enam pagi?!] Fiona t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 218 Kegelisahan di dalam kamar

    ​Stella tersenyum tipis, senyuman yang terlihat sangat licik. Ia berdiri, merapikan gaun sutranya yang tersingkap. "Kamu akan menandatangani semuanya, Aiden. Karena jika tidak, aku tidak bisa menjamin keselamatan Audrey. Kamu tahu, kan? Aku punya akses ke orang-orang yang bisa menyelinap ke dalam penthouse Denzel tanpa terdeteksi. Satu kesalahan kecil darimu, dan Audrey akan mengalami 'kecelakaan' yang menyedihkan." ​Aiden membelalakkan matanya. "Kamu jangan berani menyentuhnya, Stella! Kamu tidak akan bisa melawan Papa Denzel! Kamu akan menyesal!" ​”Kita lihat saja, Aiden," sahut Stella sambil berjalan menuju pintu. Sebelum keluar, ia menoleh sekilas. "Habiskan supmu. Aku memasukkan obat penguat di dalamnya. Aku ingin suamiku terlihat segar saat kita menandatangani masa depan kita besok pagi." ​KLIK. ​Pintu kembali terkunci. Aiden mengepalkan tangannya di bawah selimut, kukunya memutih karena menahan emosi dan rasa sakit yang memuncak. Di dalam ruangan yang sunyi itu, Aiden meras

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 217 Penjara berlapis emas

    ​Di kediaman Stella, Aiden duduk bersandar di ranjangnya, menatap nanar ke arah hutan pinus yang gelap melalui jendela besar. Luka di punggungnya berdenyut, namun luka di hatinya jauh lebih perih saat menyadari ia terkurung dalam ambisi gila Stella. ‘Aku tidak menyangka, dulu bisa terperangkap dalam jebakan Stella.. Wanita ini lebih gila daripada yang aku pikirkan.. Mama dan kakek telah memanfaatkan aku selama ini.. Apakah keluarga Shaquille juga akan membuang ku?’ pikir Aiden, ‘Mungkin inilah karma dari Audrey yang telah aku bohongi.. Memilih Stella hanya untuk kesenangan sesaat tapi kehancuran ku selamanya..’ ​Tiba-tiba pintu terbuka pelan. Stella masuk membawa nampan berisi sup hangat dan segelas susu. Ia tersenyum, namun senyum itu tidak mencapai mata apalagi hatinya. ​"Kamu harus makan, Aiden. Tubuhmu butuh asupan kalau ingin segera menikah denganku dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu," kata Stella, suaranya terdengar seperti madu yang mengandung racun. ​Aiden

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 216 Penebusan diatas meja rias

    Di atas meja rias yang dingin, Audrey merasakan kontras yang luar biasa antara permukaan meja yang keras dan telapak tangan Denzel yang panas saat meraba pahanya, menyingkap sisa-sisa kain yang menghalangi penyatuan mereka. ​Denzel melepaskan tautan bibirnya sejenak, menatap Audrey dengan mata yang menggelap, sebuah tatapan yang penuh dengan rasa lapar dan hasrat cinta. ​"Kamu adalah candu, Audrey. Setiap inci dari tubuhmu itu wilayah kekuasaanku," bisik Denzel, suaranya serak dan bergetar karena menahan gairah yang sudah di ujung tanduk. ​Audrey mendesah, tangannya yang gemetar menarik kemeja Denzel hingga kancing-kancingnya terlepas, menampakkan dada bidang yang kokoh. "Maka kuasailah aku, Denzel. Buat aku melupakan segalanya kecuali namamu." ​Mendengar tantangan itu, Denzel menyeringai. Ia tidak langsung melakukan penetrasi. Ia ingin menyiksa Audrey dengan kenikmatan yang lambat. Denzel berlutut di antara kaki Audrey yang terbuka lebar di atas meja rias. Mata Audrey membelalak

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 215 Racun di balik topeng cinta

    ​Bau antiseptik yang tajam di ruangan itu terasa menusuk indra penciuman Aiden sebelum ia benar-benar mampu membuka matanya. Rasa nyeri yang luar biasa begitu terasa dari punggung hingga ke dadanya, bekas tusukan belati Velove, Mamanya yang hampir saja merenggut nyawanya. Kelopak mata Aiden yang berat perlahan terbuka sepenuhnya. Ia menatap langit-langit kamar yang asing, dengan lampu gantung kristal yang tidak dikenalnya. Aiden berusaha keras mengingat apa yang terjadi sebelumnya, di pemakaman, tembakan, teriakan Audrey, dan rasa dingin besi yang menembus dagingnya. ​"Audrey..." gumamnya lirih, suaranya serak dan nyaris tidak terdengar. Aiden mencoba menggerakkan tangannya, namun rasa lemas membuatnya kembali terkapar. Di saat itulah terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru mendekat. Pintu kamar terbuka lebar, menampakkan sosok Stella yang mengenakan gaun sutra merah darah, wajahnya tampak sangat lega, setidaknya itulah yang ingin ia tunjukkan. ​"Aiden! Astaga, syukurlah ka

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 214 Api Cemburu

    Audrey terdiam mendengar kata-kata Denzel, nada bicara suaminya juga tidak terdengar lembut. ‘Denzel sepertinya marah padaku, apa karena aku terlalu banyak membicarakan Aiden? Tapi itu hanya karena Aiden menyelamatkanku, aku gak ada pikiran atau perasaan apapun pada Aiden..’ monolog Audrey. Trustin melihat wajah muram. Audrey setelah peringatan Denzel. Ia melihat wajah Audrey tampak masam saat ini, Trustin pun mengambil alih pembicaraan. “Kita makan pagi dulu, masalah lain kita bicarakan nanti..” Makan pagi pun seketika berubah hening, suasana hangat sebelumnya kini berubah menjadi dingin. Denzel melirik ke arah Audrey, wanita itu menikmati makanannya sambil menunduk. ‘Apa aku terlalu kasar padanya?’ Denzel mulai gelisah melihat Audrey yang tampak diam. ‘Maaf Audrey, aku gak bisa mengontrol emosiku saya kamu terlalu peduli dengan pria lain..’ “Sayang, apa kamu tidak menyukai menu masakan hari ini?” Denzel berusaha membuka percakapan, tapi suasana disana tampak semakin tidak n

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 213 Rencana tersembunyi di balik gairah

    Denzel memperhatikan tatapan mata Audrey,ia tidak mampu menolaknya, “Baiklah, aku akan cari cara lain! Tapi sekarang, aku hanya ingin kamu memikirkan ku, baby! Lupakan Stella, apalagi Aiden!” Denzel mulai mencium Audrey lagi, kali ini dengan gerakan yang lebih menuntut. Ia ingin Audrey melupakan nama pria lain. Ciumannya turun ke puncak-puncak dada Audrey, memberikan sensasi gigitan kecil yang membuat Audrey melengkungkan tubuhnya dan mendesah nikmat.​"Denzel... Aaahhh... Kita baru saja..."​"Aku tidak pernah cukup sekali denganmu, baby. Terutama saat ada orang lain yang mencoba menarik perhatianmu," bisik Denzel sensual. Ia mengangkat tubuh Audrey, mendudukkannya di atas pangkuannya.​Dalam posisi yang sangat intim itu, Denzel menatap Audrey dengan tatapan lapar. Ia membiarkan tangan Audrey meraba otot-otot dadanya yang keras. "Hanya ada aku, Audrey. Katakan padaku bahwa kamu hanya menginginkan sentuhanku."​”Aku hanya ingin kamu, Denzel... Tidak ada yang lain di hatiku," rintih Aud

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status