Home / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 461 Perang di Atas Ranjang

Share

Bab 461 Perang di Atas Ranjang

Author: Cynta
last update publish date: 2026-04-23 17:53:20

Aiden sedang duduk di balkon, menyesap kopi pahit sambil menatap laut yang gelap. Elena sudah terbangun dan menghampirinya, melingkarkan lengannya di leher Aiden dari belakang.

​"Kamu tegang sekali, Aiden. Apa masalahnya sangat berat?" tanya Elena lembut.

​Aiden menarik tangan Elena ke depan, mencium telapak tangannya dengan lembut. "Hanya kerikil kecil, Sayang. Tapi aku harus memastikan kerikil itu tidak membuatmu tersandung."

​Aiden membalikkan tubuhnya, menarik Elena masuk ke dalam peluka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 555 Kebahagiaan Keluarga Harrison

    Suasana pagi di mansion hari ini terasa begitu hidup. Meja ruang makan panjang dipenuhi dengan berbagai hidangan sarapan kelas atas, mulai dari steak premium, croissant hangat, hingga buah-buahan segar yang aromanya menggugah selera. ​Seluruh keluarga besar berkumpul. Denzel duduk tegap di kursi utama sebagai kepala keluarga, memancarkan aura wibawa yang mutlak. Di sebelah kirinya, Audrey duduk dengan anggun mengenakan terusan sutra kasual berwarna pastel yang tetap memperlihatkan lekuk tubuh sintalnya. Di sisi lain meja, tampak Trustin, Sarah, Aiden, Elena, Aksa, dan Fiona. Sementara itu, Paman Jacksonville duduk agak di ujung, dengan santai memangku Kenneth yang sibuk mengunyah biskuit bayinya. Tiga stroller bayi portabel berbaris rapi di samping masing-masing mamanya, sesekali terdengar lenguhan kecil yang menggemaskan dari para bayi. ​Setelah pelayan selesai menyajikan kopi hitam pekat kesukaan Denzel, pria itu meletakkan cangkirnya dengan ketukan perlahan yang seketika membuat

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 554 Berkumpul Bersama

    ​Mobil Rolls-Royce hitam yang membawa Denzel, Audrey, dan Kenneth perlahan memasuki gerbang megah mansion utama Shaquille. Setelah berbulan-bulan berada di luar negeri untuk menuntaskan proyek dan akuisisi bursa efek, mereka akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air.​Di kursi belakang, Kenneth yang kini berusia hampir dua tahun tidak bisa diam. Tubuh mungilnya bergerak aktif, wajahnya menempel di kaca mobil dengan mata bulat yang berbinar cerah.​"Papa! Mama! Bayi! Lihat bayi!" seru Kenneth dengan suara cadelnya yang melengking lucu. Tangannya menepuk-nepuk kaca dengan tidak sabar.​Audrey terkekeh pelan. Ia merapikan rambut Kenneth yang sedikit berantakan, lalu menoleh ke samping, menatap suaminya. Denzel duduk dengan tegap, mengenakan kemeja formal hitam kegemarannya yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Tangan besar Denzel bergerak, menggenggam jemari Audrey di atas kursi, memberikan remasan posesif yang hangat.​"Dia benar-benar tidak sabar karena selama ini hanya meli

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 553 Tidak Ingin Berbagi

    ​[Iya, iya, Sayang, nanti biar Mama marahi Aiden ya,] bujuk Audrey dengan suara yang sangat lembut dan keibuan.[Elena, Bu Sarah, dengar ya. Kami sekarang sedang berada kapal pesiar beberapa hari. Tapi setelah itu kembali ke London memantau proyek. Kalian mau oleh-oleh apa nantinya dari sini? Katakan saja, biar aku dan Denzel belikan. Nanti aku kirim kalau sudah dapat.]​Elena langsung menghapus air matanya, matanya berbinar instan.[Benarkah, Ma? Aku mau cokelat premium yang ada di bursa London, dan... aku mau gaun bayi rajutan tangan asli dari sana!]​Bu Sarah yang sejak tadi menyimak di samping Elena akhirnya ikut tersenyum dan menggeleng pasrah melihat tingkah menantunya.[Aku tidak minta apa-apa, Audrey. Yang penting kalian berdua dan Kenneth pulang dengan selamat. Jaga kesehatan kalian di sana.]​[Pasti, Bu Sarah. Kami akan membawakan banyak oleh-oleh untuk kalian semua,] jawab Audrey manis.​Denzel yang merasa urusan keluarga ini sudah cukup mengalihkan perhatian istrinya, mula

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 552 Masalah Besar Itu Ternyata… 

    ​Sinyal holografik tiba-tiba berkedip tidak stabil karena guncangan ombak yang menghantam kapal pesiar cukup keras, memotong kalimat Trustin di saat yang paling krusial. Wajah panik Aiden dan tangisan manja Elena bergantian memudar, meninggalkan suara kresek digital yang mendebarkan di tengah keheningan kamar. ​Audrey menatap ponsel di tangan Denzel dengan jantung yang berdegup kencang, rasa penasaran yang besar seketika menyelimuti dadanya. "Denzel... apa yang terjadi di ibu kota? Apa yang dialami Elena?" ​Denzel tidak langsung menjawab. Mata gelapnya menyipit tajam menatap layar yang perlahan menggelap, memancarkan kilat kewaspadaan predatornya yang kembali terusik. ​Namun tidak lama, sinyal holografik yang sempat terganggu oleh guncangan ombak perlahan mulai kembali stabil. Cahaya biru kembali menerangi kabin kapal pesiar yang temaram. Begitu layar digital menampilkan kembali gambar dengan jelas, Audrey dengan tidak sabar langsung menyambar ponsel satelit dari genggaman Denzel.

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 551 Sosok yang di Rindukan

    Denzel mendengus kasar saat getaran di saku celananya yang tergeletak di lantai tidak kunjung berhenti. Dengan enggan, ia melepaskan sedikit pelukan posesifnya pada pinggul Audrey, lalu menjangkau ke bawah ranjang untuk menyambar ponsel satelit tersebut.Layarnya menyala terang, menampilkan panggilan video terenkripsi dari jalur pribadi kediaman utama mereka.​"Siapa yang menelepon, Daddy?" bisik Audrey parau.Suaranya masih serak, sisa dari jeritan gairah yang meledak beberapa saat lalu. Ia menarik selimut sutra merah marun itu untuk menutupi dadanya yang naik-turun, lalu menyandarkan dagunya di bahu kokoh Denzel.Denzel​"Elena dan Sarah," jawab Denzel pendek. Rahangnya yang tegas mengeras sejenak karena hasratnya yang membara terpaksa digantung begitu saja.Namun, melihat binar rindu di mata emerald Audrey, Denzel menghela napas panjang dan menggeser tombol hijau."Ya, ada apa?" Suara bariton terdengar sangat serak dan berat.​Begitu layar holografik terbuka, wajah panik Elena dan

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 550 Masih Panas

    ​Denzel melangkah dengan tergesa-gesa menyusuri dek dan menuruni tangga menuju kamar utama di bagian bawah kapal.Sepanjang langkahnya, Denzel tidak membiarkan bibir mereka terpisah. Ia terus melumat bibir Audrey dengan kasar dan menuntut, menciptakan suara kecapan basah yang intim di koridor kapal yang sunyi.Audrey membalas dengan keberanian yang sama, meremas rambut tebal Denzel, menyalurkan rasa nikmat yang mulai membakar jiwanya.​Begitu kaki Denzel menendang pintu kamar utama hingga terbuka dan menutupnya kembali dengan sentakan kasar, suasana di dalam kamar langsung berubah menjadi sangat panas dan mendebarkan.Denzel menurunkan Audrey di tepi ranjang king-size yang luas, namun ia tidak melepaskan kungkungannya.​"Nggak ada waktu untuk lepas pakaian pelan-pelan, Audrey," bisik Denzel parau tepat di depan bibir istrinya.​Tangan besar Denzel bergerak dengan cepat dan nakal. Ia menyambar bagian atas gaun sutra merah marun Audrey, menariknya turun dengan satu sentakan menuntut hin

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 247​ Ada Apa Sebenarnya? 

    "Pak Denzel! Pak Denzel! Ini darurat!" Terdengar suara panik Fiona dari balik pintu.​Denzel menggeram rendah, wajahnya menegang karena momen intimnya yang baru selesai terganggu begitu saja. Ia segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Audrey."Ada apa, Fiona?! Aku bilang jangan ganggu!" t

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 240 ‘Ketegangan’ di Toko Perhiasan

    Perjalanan menuju toko perhiasan berlangsung cepat dengan pengawalan ketat. Sesampainya di sana, mereka disambut langsung oleh pemilik toko.​"Pilihkan cincin yang paling murni untuk mereka," perintah Denzel pada pelayan toko.“Baik Pak Denzel,” pelayan toko iku langsung masuk untuk mengambilkan pe

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 237 Malam Panas di Kamar Lain

    Aksa tidak menjawab dengan kata-kata, ia justru memberikan senyum tipis yang menggoda, senyum yang jarang sekali ia tunjukkan kepada siapa pun kecuali Fiona. Pria itu kemudian melepaskan kemejanya, memperlihatkan tubuh atletis dengan beberapa bekas luka lama yang justru menambah kesan maskulin dan

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 243 Desahan Tengah Malam

    Suasana taman belakang yang sunyi tiba-tiba pecah oleh teriakan Aiden. Tangannya sudah mengepal, siap melakukan serangan kalau saja yang muncul adalah ancaman. Namun, begitu matanya memperhatikan sosok yang berdiri di di belakangnya, Aiden segera menurunkan tangannya.​"Papa?" gumam Aiden kaget.​T

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status