Beranda / Romansa / Gairah Terlarang Calon Mertua / Bab 64 Balas dendam Audrey

Share

Bab 64 Balas dendam Audrey

Penulis: Cynta
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-14 12:29:29

​Tatapan Aiden kini tertuju pada Audrey. Matanya memohon dan menuduh secara bersamaan. "Kamu boleh marah dan balas dendam padaku Audrey, tapi jangan hancurkan keluarga ku.. Selama ini Papa dan Mama baik-baik saja, mereka tidak pernah bertengkar.. Tidak mungkin kalau tiba-tiba mereka harus berpisah! Kamu boleh membalas ku, atau sebaliknya..." Aiden menjeda kata-katanya, memperhatikan manik mata Audrey bergantian, seolah mencari sisa-sisa cinta lama mereka.

"Sebaiknya kita lanjutkan pertunangan kita, aku akan membuat Stella pergi dan gak muncul dihadapan kita lagi, aku janji gak akan lagi menyakitimu, bagaimana?!" suaranya pelan, terdengar penuh harap, sebuah tawaran terakhir untuk kembali ke zona nyamannya.

​“Aiden! Jangan keterlaluan!” teriak Denzel, amarahnya hampir meledak melihat Aiden menawarkan hal gila itu.

​Sementara Audrey kini menatap mata Aiden yang benar-benar terluka. Rasa bersalah sempat menyentuhnya, tetapi ia mengingat air mata yang ia tumpahkan karena pengkhianatan Aid
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 225 Kekhawatiran Audrey

    Mobil Aksa masuk ke halaman dengan kecepatan tinggi. Ia langsung memarkirkan mobilnya di depan pintu utama mansion. “Kita sudah sampai, Trustin..” Aksa menoleh ke belakang memperhatikan Trustin dan Aiden yang wajahnya semakin terlihat pucat. “Oke, apa tim medis sudah siap..?” Trustin memastikan sambil melihat keluar jendela mobil. “Mereka sudah datang.. Itu mereka,” Aksa menoleh ke arah beberapa orang menghampiri mobil bersama pengawal. ​Trustin mengangguk lalu turun dari mobil dengan raut wajah yang tampak dingin. Ia memperhatikan Aiden yang tidak sadarkan diri saat diangkat oleh tim medis ke atas brankar. ​"Pastikan dia tetap hidup," kata Trustin pada Aksa. "Tapi pastikan juga dia tidak memiliki akses komunikasi ke luar. Aku tidak ingin ada hantu lagi dari masa lalu yang melacak tempat ini melalui dia." ​Aksa mengangguk. "Tenang saja, Denzel sudah memerintahkan pengamanan maksimal. Ruangan perawatan Aiden sudah diisolasi, sepertinya dia juga tidak bawa ponsel..” ​Trustin

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 224 Membawa Aiden Kembali

    Denzel dan Audrey sedang duduk diruang makan menikmati makan pagi bersama. Tapi suasana pagi itu terasa begitu bening sampai suara getaran ponsel Denzel diatas meja mengusik ketenangan mereka. ​Denzel melirik ke layar ponselnya, nama Aksa terlihat di sana. Ia meletakkan sendoknya, lalu menoleh ke arah Audrey sebelum menerima panggilan masuk itu. ​[Denzel, kami sudah dalam perjalanan kembali. Aiden sudah di mobil ku bersama Trustin. Tapi... Tadi sempat terjadi kekacauan besar. Tidak hanya mobil Stella dan pengawalnya yang ada di sana tadi, ada kelompok bersenjata lain yang mencoba menyerang, sepertinya mereka juga mengincar Aiden. Jadi tim terpaksa melemparkan bom rakitan agar bisa lolos,] lapor Aksa sambil terus melirik kearah spion tengah. ​Denzel mengerutkan kening, rahangnya mengeras. [Siapa mereka? Apakah orang-orang Stella juga?] ​[Bukan, Denzel. Mereka terlihat lebih profesional. Sepertinya keluarga Lorenzo Moretti yang tersisa atau musuh lama Tuan Shaquille. Aku sudah min

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 223 Tawaran yang menggoda

    ​Pria itu memperhatikan Stella dengan tatapan iba. Tanpa diduga, ia meraih tangan Stella yang terluka, mengusap punggung tangannya dengan gerakan yang sangat lembut namun terasa menjijikkan bagi Stella. Pria itu mencium jemari Stella yang berlumuran darah, seperti bentuk penghormatan yang penuh dengan niat tersembunyi. ​"Namaku tidak penting. Tapi aku dan kamu mempunyai tujuan yang sama, menginginkan Aiden dan kehancuran keluarga Shaquille. Kita bisa bekerja sama untuk menghancurkan Denzel, memusnahkan Shaquille," kata pria itu. Suaranya terdengar sensual namun terasa begitu mematikan. ​Pria itu mendekat satu langkah kearah Stella. Tangannya yang besar melingkar di pinggang Stella, menopang tubuh wanita itu yang hampir ambruk. Sentuhan itu tidak memiliki kehangatan, hanya ada ketegangan yang mendebarkan. ​"Kamu menginginkan Aiden karena hartanya, bukan? Kamu ingin menjadi Nyonya Shaquille yang baru," pria itu berbisik tepat di telinga Stella, membuat bulu halua wanita itu meremang

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 222 Kekacauan

    Melihat Aiden dibawa pergi, Stella tampak panik. ​"Aiden! Jangan! Lepaskan dia!" jerit Stella sambil mencoba menahan tangan Aiden.​Namun, sebuah moncong senjata dingin tiba-tiba menempel di kening Stella. "Diam atau otakmu berceceran di sini, Nyonya Stella," desis pria bermasker itu.​Aiden ditarik menjauh dari mobil Stella di tengah kepulan asap granat yang dilemparkan begitunsaja. Di kejauhan, Aiden melihat sebuah mobil sedan hitam elegan berhenti. Kaca jendelanya turun perlahan, menampakkan sosok Trustin yang menatapnya dengan pandangan tajam yang mematikan.​"Selamat datang kembali, Aiden.. Sepertinya kita belum sempat berkenalan, tapi kita punya banyak waktu.." gumam Trustin dingin.​Namun tiba-tiba, dari arah belakang, terdengar suara tembakan balasan. Sepertinya, Stella tidak hanya membawa pengawal biasa. Ada pihak ketiga yang diam-diam mengikuti mereka dan kini mulai melepaskan tembakan liar ke arah orang-orang Denzel.​"Aksa! Ada penyusup lain! Lindungi Aiden!" teriak salah

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 221 Sebuah perangkap

    ​Denzel menarik napas panjang setelah memutus sambungan teleponnya dengan Aiden. Amarah dan rasa muak masih terasa bergejolak di dadanya. Namun, saat ia berbalik hendak kembali ke tempat tidur, ia tertegun. Audrey sudah duduk bersandar di kepala ranjang, matanya menatap Denzel dengan tatapan yang sulit diartikan. ​"Siapa yang menelepon malam-malam begini, Denzel?" tanya Audrey pelan. ​Denzel terkejut, namun dengan cepat ia menguasai ekspresinya. Ia menghampiri Audrey, duduk di tepi ranjang lalu mengusap pipi istrinya dengan lembut. "Bukan siapa-siapa, sayang. Hanya urusan kantor. Tidurlah lagi." ​Audrey menggeleng perlahan, ia meraih tangan Denzel dan menggenggamnya erat. "Jangan bohong padaku, Denzel. Katakan apa yang terjadi. Aku mendengar kamu menyebut nama Aiden dengan nada marah. Ada apa? Apa Stella melakukan sesuatu padanya?" ​Denzel mendesah kalah. Ia tahu tidak bisa menyembunyikan ini dari Audrey. "Aiden menelepon. Dia disekap oleh Stella. Wanita gila itu ingin memaksanya

  • Gairah Terlarang Calon Mertua   Bab 220 Permintaan Aiden

    Pengawal itu memperhatikan wajah Aiden dengan tatapan tajam, ia terdiam cukup lama tanpa sepatah kata pun. Belum sempat ia bicara, Aiden kembali mengajukan sebuah permintaan. “Kalau kamu memang tidak bisa membawaku keluar dari sini, bolehkah aku pinjam ponselmu? Aku ingin menghubungi keluargaku..” Aiden melihat ke arah pengawal itu dengan tatapan memohon, “Tolonglah, aku akan minta perlindungan untukmu kalau kamu mau membantuku..” lanjut Aiden. “Pak Aiden, bukankah anda yang menginginkan nyonya Stella?!” pengawal itu mencoba mencari sebuah informasi dari Aiden. “Ya, sebelum aku menyadari dia perempuan gila!” geram Aiden. “Nyonya Stella sudah menyiapkan sebuah perjanjian dan rencana pernikahan dengan anda.. Selain itu, diluar sana.. Da yang sedang memantau ke arah sini..” Pengawal itu juga memberikan sebuah informasi yang tidak Aiden ketahui. “Siapa mereka?! Aku tidak ingin menikah dengan Stella.. Tolong, sambungkan aku dengan Keluarga ku..” pinta Aiden sekali lagi. “Baikla

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status