Share

Dibawa Pergi

Penulis: Otty A
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-24 12:00:54

"Maaf Bu, Levin pasti makan kue sagu buatan ibuku. Aku yang memberikannya, kemarin." Stevan, teman akrab Levin menjawab tanpa diminta.

Mata guru itu langsung mengarah pada Stevan. Memperhatikan mimik wajah remaja tersebut dengan seksama.

"Apa kau yakin Stevan? Kalian semua sudah tahu aturannya, tidak boleh membeli makanan di luar tanpa izin dari pihak sekolah." Guru pembimbing yang terkenal galak, memberitahu dengan suara lantang.

"Ya Bu. Jika Ibu mau, kue sagunya masih ada," sahut Stevan.

"Baiklah kalau begitu, karena datang terlambat dan tidak mandi tepat waktu, Levin dihukum push up 50 kali, besok pagi. Sekarang, pergilah mandi lalu datang ke sini lagi dengan pakaian yang rapi!"

Levin bergegas pergi ke kamarnya. Ia mandi dengan cepat lalu kembali lagi ke aula.

Saat ia kembali ke aula, beberapa temannya sudah selesai makan malam. Levin malah baru mengambil jatah makan malamnya. Ia duduk di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Kania Evie
kasian qmu boy ....jd ikut sedih ...hikhikzz
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Jeda Permainan

    Makan malam hari ini dimasak oleh Aurelia. Ana juga membantunya untuk menyelesaikan menu makanan penutup. Semua orang duduk di kursi dengan canggung. Johan sudah mendengar soal Asih yang dipecat oleh istrinya tanpa bermusyawarah dulu padanya, ia hendak bertanya tapi ada ragu yang membelenggu. Ia tak mau bahasan soal pembantu, membuatnya dan sang istri berdebat atau mungkin malah bertengkar hebat."Aku sudah memecat Asih." Tanpa diduga, obrolan Aurelia setelah makan malam langsung ke arah sana."Ya, Viko sudah menceritakannya. Papa hanya ingin tahu, kenapa Mama begitu marah hanya karena Asih pergi keluar sebentar.""Pergi ke toko perhiasan lebih tepatnya. Toko perhiasan langganan Mama! Seorang pembantu pergi ke toko perhiasan mewah, apa yang akan dia gunakan untuk membayar?" "Ma, dia kan sudah menikah. Sudah ada suami. Jadi wajar saja kalau dia pergi berbelanja perhiasan." Jawaban Johan masih terkesan membela Asih."Suaminya hanya karyawan biasa di perusahaan kita. Gajinya 2 bulan, ba

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Diusir

    Aurelia memindai ke seluruh ruangan dan dengan cepat, ia menemukan Asih yang sedang bicara dengan kasir."Benar benar keterlaluan!" Aurelia geram, ia berjalan menghampiri Asih. "Jadi, ini lah yang kau kerjakan jika tak ada orang di rumah. Kau keluar dari rumah dengan memperdaya anakku?!" Aurelia melotot, tatapannya membuat nyali Asih menciut.Semua orang yang ada di sana, melihat ke arah mereka berdua. Viko melongo, melihat Aurelia telah berhasil menemukan Asih. "Ma, kenapa Mama berteriak di tempat umum? Semua orang sedang melihat ke arah Mama, sekarang." Viko berusaha untuk mendinginkan hati ibunya."Benar sekali Nyonya. Lagi pula, aku datang ke sini bersama dengan suamiku," ucap Asih dengan suara bergetar."Suami? Mana suamimu? Ha! Mana suamimu!" Aurelia berteriak makin kencang. Dan satu t4mpar4n melayang ke wajah Asih."PLak!" Telinga Asih berdengung karenanya. Ia menutupi wajahnya, berusaha untuk melindungi diri."M

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Toko Perhiasan

    "Asih! Semalam Andrew meneleponku! Dia bilang, ponselmu tidak bisa dihubungi!" Tiba tiba Viko datang dan menyela pembicaraan.Aurelia menoleh ke arah Viko, begitu juga dengan Asih. Pembicaraan yang sempat terjadi di antara mereka berdua pun, terhenti. Aurelia kembali ke kamarnya untuk mandi. "Asih, ingat jangan pernah bocorkan rahasia kita kepada siapapun. Jika tidak, anak yang ada di dalam perutmu itu, mungkin akan kehilangan ayah untuk selamanya." Viko mengancam.Asih hanya bisa mengangguk setuju. Viko pun pergi dari hadapan Asih, kembali ke lantai atas.*****Jam 7 pagi, semua orang berkumpul di ruang makan. Viko makan dengan lahap, begitu juga dengan Johan. Kemampuan memasak Ana, tidak diragukan lagi. Semua orang yang menikmati sarapan, memuji makanan buatannya."Wah! Sarapan hari ini, enak sekali! Asih memang pintar memasak!" Johan bicara sambil mengunyah sisa makanan di mulutnya."Bukan dia yang memasak! Dia mana

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Menyewa Rumah?

    "Aku hanya meminta Asih untuk membuatkan teh. Itu saja kok." Viko berbohong."Teh? Di tengah malam seperti ini?""Iya, teh hangat! Memang kenapa kalau tengah malam, aku minum teh hangat?" "Kan ada aku, kenapa kamu harus minta bantuan Asih?" Nada suara Ana terdengar makin meninggi, dan terdengar jelas oleh Asih."Ana, ini hanya hal sepele. Kamu seharusnya tidak perlu bereaksi berlebihan." "Jadi aku yang berlebihan?" Ana mengerutkan kening."Sudahlah, aku malas berdebat. Aku mau tidur lagi." Viko pergi melewati Ana begitu saja. Ana menghembuskan nafas, ia melihat ke arah jam dinding. Karena tak mau perdebatan yang terjadi di antara mereka, sampai terdengar di telinga orang tuanya, Ana memilih untuk kembali ke kamar tamu.Ana merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia melupakan rasa hausnya yang melandanya, tadi. "Tidak mungkin Viko ke kamar pembantu di tengah malam, hanya untuk dibuatkan teh." Pikiran Ana mulai tida

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Rayuan Maut Sang Majikan

    "Menikah?" Andrew tampak mengerutkan kening. Tak paham dengan apa yang ditanyakan oleh Aurelia."Andrew, ayo masuk dulu. Duduk dengan tenang dan mengobrol di dalam." Viko menarik tangan Andrew, membawanya masuk ke dalam rumah."Tolong aku, Andrew. Apapun yang ditanyakan oleh ibuku, kau harus mengangguk." Viko bicara pelan, tapi suaranya masih terdengar oleh Andrew."Kenapa? Kenapa aku harus menjawab iya?""Aku akan membayarmu, sebanyak yang kau mau. Setelah pulang dari sini, akan kuberikan selembar cek kosong atas namamu dan kau bisa mengisinya sesuai dengan kemauanmu." Viko berbisik di telinga Andrew."Ada apa? Kenapa kalian berdua bicara berbisik-bisik? Apa yang ingin kalian sembunyikan dariku?" celetuk Aurelia yang berjalan di belakang mereka berdua."Tidak ada Ma. Aku dan Andrew hanya membicarakan masalah kantor." Viko dan Andrew duduk berdampingan. Aurelia duduk di depan mereka."Sekarang katakan yang sejujurnya. Ap

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Berhubungan Saat Haid

    "Bu Sandra, kenapa anda memanggilku dengan sebutan Nyonya? I- ini kan masalah sepele. Tidak seperti yang anda pikirkan." Aurelia merasa tidak enak hati. Tapi, ia juga tak pandai mencari alasan untuk membela Viko. Viko langsung melepaskan tangannya dari tub*h Asih. Ia berdiri tegak dan menjaga jarak. Sementara Asih, ia berjalan dengan tertatih, kembali ke dalam kamarnya."Apakah Viko masih tidak paham, jika sekarang dia sudah menikah?" sahut Sandra."Tentu saja Viko paham. Viko bahkan memahami tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Bu Sandra, tolonglah jangan terlalu khawatir. Semua hal butuh penyesuaian. Dan Viko, dia orang yang tidak tegaan dan suka menolong." Johan menyela pembicaraan. Ia berusaha menenangkan situasi yang mulai memanas."Sayang, sudahlah. Viko hanya menolong pembantu rumahnya. Itu hal yang sangat wajar." Arya memegang tangan istrinya."Ma," ucap Ana sambil menggelengkan kepala, memberikan tanda agar ibunya berhenti b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status