Share

Mediasi

Penulis: Otty A
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-19 21:31:28

"Rayhan, aku minta maaf. Aku tidak sengaja melakukannya."

Hembusan nafas Rayhan terasa hangat di wajah Novi. Tapi kali ini tersirat rasa emosi di wajah pria tampan yang sangat diidamkannya tersebut.

"Aku tidak bermaksud untuk membuat kekacauan di sini." Novi bicara pelan.

"Bersihkan semuanya!" Rayhan tiba tiba saja berteriak. Mulutnya terbuka lebar tepat di wajah Novi. Membuat Novi gemetaran.

Saking takutnya, Novi sampai mematung tak bergerak dari tempatnya sedikit pun.

"Apa kau tak mendengarkan aku? Bersihkan semuanya! Semua kekacauan yang sudah kau buat!" teriak Rayhan sekali lagi.

Kali ini tangan kekar Rayhan menarik lengan Novi dan mendorongnya ke lantai. Lalu berbalik pergi meninggalkan Novi begitu saja.

"Jika besok pagi lantai rumahku masih kotor, kau akan lihat apa yang bisa aku lakukan padamu!" Rayhan memperingatkan.

Novi dengan buru buru lari ke dapur. Ia mencari kain pel atau semacamnya. Novi melakukan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Pelukan Pria Lain

    "Hentikan! Aku sudah pernah bilang padamu, sampai m4tipun aku tidak akan pernah menerima pembantu sebagai menantu rumah ini!" Wajah Johan menegang. Rahangnya mengeras.Aurelia memegangi dadanya, ia kesulitan untuk bernafas. Semua fakta yang ada di depan mata, sungguh tak bisa diterima. Ia mengambil salah satu foto yang tercecer di lantai, mengamati wajah Viko dan Asih yang sedang mem4du kasih. Tiba-tiba, Aurelia pingsan tak sadarkan diri. Johan menoleh, ia menggendong istrinya dengan panik. "Cepat panggil dokter!" serunya pada pelayan rumahnya yang baru.Asih meninggalkan rumah keluarga Johan begitu saja. Membiarkan sisa foto dan beberapa bukti lain, berserakan di lantai.Asih berjalan dengan wajah menunduk. Sebenarnya ia juga merasa sedikit khawatir dengan kondisi Aurelia. Ia juga takut, dengan reaksi Johan ketika sedang marah. Saat akan melangkah melewati pintu pagar rumah mewah itu, Asih menoleh sejenak. Kilasan kenangan terbesit dal

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Terbongkar

    Andrew duduk di dalam cafe, ia memesan secangkir coklat panas. Wangi kopi menguar di udara, membuat atmosfer terasa lebih tenang dan menyenangkan.Taksi warna biru berhenti tepat di depan cafe, seorang wanita keluar dari taksi. Dia lah Asih. Di tangannya ia menjinjing tas kecil berisi sesuatu yang diminta oleh Andrew.Andrew melambaikan tangan, saat Asih masuk ke dalam cafe. Asih menoleh dan berjalan ke arah Andrew. Mereka duduk saling berhadapan."Aku datang membawa semua yang kau mau." Asih mengeluarkan beberapa lembar foto. Andrew memilih salah satu foto yang dibawa oleh Asih. "Aku ambil yang ini." "Apa hanya ini yang kau minta?""Tentu saja tidak, besok pagi kau akan pergi ke rumah mereka!" Andrew menjawab pelan, tapi nada suaranya terdengar penuh nada penekanan."Aku datang ke rumah Viko dan Ana?" Andrew menggeleng pelan. "Tidak, urusan Ana biarkan aku saja yang mengurusnya. Kau datang saja ke rumah maji

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Semuanya Hamil

    Jam menunjukkan pukul 3 pagi, setelah melakukan serangkaian tahap pemeriksaan, Dokter keluar sambil membawa laporan hasil pemeriksaan."Bagaimana kondisi anakku?" tanya Sandra dengan tangan dan kaki bergetar, saking paniknya."Tidak perlu khawatir, Bu. Saya justru akan memberikan kabar baik.""Kabar baik?" Sandra mengerutkan kening."Pasien sedang hamil. Tapi karena kondisi sangat lemah, pasien sampai pingsan.""Jadi Ana sedang hamil, Dok?" Wajah Aurelia seperti bunga yang sedang merekah. Mendengar menantunya hamil, ia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya."Ana, hamil?" Sandra bergumam kecil. Berbeda dengan besannya, Sandra justru merasa khawatir mendengar Ana sedang hamil.*****Pukul 7 pagi, Ana baru dibawa kembali ke rumah. Semua orang menemaninya, terutama Sandra yang tak ingin terpisah dari putrinya meski hanya sedetik."Viko! Hari ini, kau tidak perlu datang ke kantor. Ana sedang hamil, dan dia

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Perhatian Siapa

    "Status istri dan diakui oleh keluarga besar Viko. Tapi, kamu harus melakukan apa yang aku minta." Andrew menjelaskan, tapi Asih hanya diam. Asih bukannya menolak, ia hanya butuh waktu untuk berpikir. Apakah keputusannya untuk menerima tawaran Andrew, itu benar atau malah sebaliknya."Perutmu sudah membesar. Bayi yang ada di dalam rahimmu, akan segera lahir di dunia.""Ya aku tahu itu. Tidak perlu memberitahuku lagi! Aku sudah punya rumah, status kepemilikan rumah ini atas namaku. Ini bukan rumah kontrakan. Urusan uang belanja, aku mendapatkannya tepat waktu!" seru Asih menjelaskan semuanya. Ia tersinggung akan ucapan Andrew. "Tapi saat mengurus data kependudukan, kamu perlu nama ayahnya. Meski punya rumah, kamu hanya istri simp4nan saja. Kamu tidak bisa mengadu ke keluarga besarnya, kalau kamu ada masalah. Iya, kan?" Wajah Asih tertunduk lesu. Apa yang dikatakan oleh Andrew, memang benar adanya."Anakmu akan disebut sebagai anak h4ram, karena statusnya yang tidak jelas," imbuh Andr

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Sebuah Tawaran

    "Kalau tidak, apa? Apa kau mulai mengancamku? Apa kau lupa siapa dirimu? Apa kau lupa siapa orang yang selalu mendukungmu? Apa kau lupa, hidupmu mewahmu berasal dari mana?" Viko menyela perkataan Asih. Setiap kalimat yang dikatakan oleh Viko membuat Asih terdiam. "Apapun yang kau mau, aku berikan. Kemewahan, kemudahan, perhiasan, rumah dan makanan enak. Apa itu masih kurang?"Asih mulai menangis, ia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. "Aku ingin diakui. Aku tidak mau dijadikan wanita simpan4n." Suara Asih terdengar lirih di telinga."Aku tahu itu Asih. Aku tahu. Dan aku sedang berusaha. Semuanya butuh waktu. Karena perbedaan kita yang terlalu jauh. Keluarga besarku butuh waktu untuk bisa menerimamu." Viko menjelaskan, ia berharap agar Asih bisa percaya dengan kata-katanya.Asih terduduk di atas kursi. Ia tak mampu lagi berdebat, hanya air mata yang bisa mengekspresikan bagaimana perasaannya sekarang."Maafkan aku, karena masih be

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Tuntutan

    Viko pergi meninggalkan ruangannya. Ia menuju ke ruangan ayahnya yang saat ini sedang berbicara dengan klien. Viko yang panik, mulai kehilangan akal. Ia masuk tanpa permisi bahkan tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Saat Viko datang, semua mata tertuju ke arahnya. "Viko! Kenapa kau masuk tanpa mengetuk lebih dulu!" Johan yang tak suka dengan sikap anaknya, langsung menegur."Aku butuh uang. Ada hal penting yang harus aku lakukan." "Uang? Untuk apa? Dan berapa banyak? Lagipula kau kan punya rekening sendiri. Kenapa meminta uang padaku?" Johan menggeleng pelan. Ekspresi wajahnya datar, nada suaranya juga datar tapi penuh dengan nada penekanan."Uang di rekeningku habis. Aku tidak punya uang lagi." Viko terpaksa bicara jujur.Johan melihat ke arah langit-langit sambil menarik nafas dalam, ia mengatur emosinya. "Kita bicara ini, nanti setelah aku selesaikan urusanku!" Viko keluar dari ruang kerja ayahnya. Ia berdiri di depannya. Berj

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status