Share

Tenggelam?

Penulis: Otty A
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-22 21:21:29

Sementara di dalam rumah, akhirnya Sandra berhasil membujuk Ana. Ana akhirnya paham dengan apa yang dibicarakan oleh ibunya. Ia setuju untuk tidak ikut menjemput kakaknya.

Sandra berpamitan dengan putri kecilnya. Ia melambaikan tangan ke arah putrinya sambil menginjak pedal gas. Sandra melihat tatapan sedih putrinya. Tapi ia tetap berlalu meninggalkan Ana di rumah.

"Mama akan segera pulang sayang." Sandra menutup kaca mobilnya.

Sandra menyetir pelan. Ia menyalakan musik dan menikmati pemandangan.

Mini Zoo Seruni terletak di Desa Mranggi. Desa yang berada di daerah perbukitan Ranggi. Terdapat Danau yang cantik juga di sana.

Mobil Sandra berbelok ke kanan dan memasuki kawasan Desa Mranggi. Merasa bosan mendengarkan musik, ia mengambil ponselnya dan menelepon Arya.

"Ya sayang. Bagaimana harimu?" tanya Arya dari sebrang telepon.

" LAku sekarang sedang berada di Desa Mranggi."

"Desa itu kan cukup jauh dari kota. Untuk apa kamu ke sana?" Arya agak khawatir.

"Levin semalam minta dijemput la
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Tidak Pulang

    "Ayo kita pulang!" Suara Viko membuyarkan lamunan Ana. "Lho! Kok pulang? Kamu kan baru masuk ke dalam?" Ana heran melihat Viko yang sudah berdiri di dekatnya. "Saat aku masuk ke dalam, Andrew sedang tidur. Aku tak mungkin membangunkan dia, kan?" Viko berbohong. Yang sebenarnya adalah, ia tak berani bertatap muka langsung dengan Andrew. Ia takut jika kebohongannya akan terbongkar. "Iya, yang penting kita sudah menjenguknya." Ana mengangguk. Keduanya memilih untuk pulang ke rumah. ****"DUaR!" Malam ini, suara petir terdengar seperti b0m yang meled@k di udara. Ana duduk di ruang makan. Ia menunggu Viko pulang. Sesekali matanya melirik ke arah jam yang tergantung tak jauh dari sana. "Sudah jam 9 malam. Viko kenapa belum pulang?" Ana bicara pada dirinya sendiri. Ia menatap piring piring yang berisi makanan. "Aku sangat lapar. Apa lebih baik aku makan lebih dulu?" Ana agak ragu. Tapi sedetik kemudian, ia mengambil pirin

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Siapa Ibu Andrew Sebenarnya?

    "Kenapa melotot seperti itu? Wajahmu juga terlihat pucat. Ada apa Viko? Kau akan menjenguknya kan?" Ana mengguncang pelan bahu suaminya."Apa?" Viko yang panik, sedang memikirkan cara licik lain untuk mengh4bisi Andrew."Apa kau akan datang menjenguknya? Kalau kau datang, aku ingin ikut." Rupanya Ana masih menyisakan tempat istimewa untuk Andrew di hatinya."Tidak." Viko menggeleng."Apa maksudmu!" Ana mengerutkan kening, heran saat mendengar jawaban Viko."Maksudku, aku akan datang. Tapi untuk apa kau ikut menjenguk? Andrew kan temanku. Bukan temanmu." "Aku.... Aku hanya ingin ikut saja." Ana menundukkan wajahnya. "Baiklah kalau begitu. Cepat ganti bajumu. Kita pergi ke rumah sakit, sekarang." *****"Jadi ini merupakan kasus pembun*han? Siapa orang yang tega menyakiti anakku?" Ibu kandung Andrew kaget mengetahui fakta pahit itu."Iya Bu. Dan untuk pelaku, kami masih menyelidikinya." Polisi

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Berita di TV

    Pria berbaju kuning hendak kembali ke tenda, untuk mengambil sekop dan alat lain yang dapat membantu mereka untuk menggali tanah."Tolon-g...." Suara Andrew terdengar samar di telinga mereka."Suara siapa itu?" ucap si pria berbaju biru, kaget. Andrew menggerakkan tangannya, berusaha memberi tanda, jika ia masih hidup. "Tolong aku." "Dia masih hidup!" seru pria berbaju kuning.Mereka bertiga pun membawa Andrew ke rumah sakit. Mereka juga melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib.****Keesokan harinya, Viko mengajak Ana untuk pindah ke rumah miliknya yang lain. Rumah yang sudah kosong sejak 2 tahun terakhir itu, sudah dibersihkan secara menyeluruh. Atap rumah juga sudah diperiksa, untuk memastikan tak ada kebocoran saat hujan mengguyur."Bagaimana menurutmu? Apa kau menyukai rumah ini?" Viko memegang tangan Ana dengan lembut sambil mengajak istrinya melihat lebih dalam."Bagus. Rumahnya bagus. Aku m

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Dikubur?

    Sapta menghubungi Viko, sesaat setelah ia sampai di rumahnya. "Tugasku sudah selesai. Dia sudah m4ti. Polisi pasti akan menemukan j4s@dnya, dalam beberapa hari.""Apa kau serius?" Viko menjadi bersemangat, mendengar kabar tersebut."Tentu saja! Aku sudah membuangnya ke jur4ng, berikut dengan sepeda motor miliknya! Hahaha!""Hahahahaha! Bagus sekali Sapta!" Viko melompat kegirangan."Sekarang, berikan sisa uangku! Aku mau semua uangku dibayar lunas, malam ini!" "Tentu saja! Aku akan mentransfer uangnya ke rekeningmu, sekarang. Kau tunggu sebentar ya!" Viko mematikan sambungan teleponnya. Ia membuka aplikasi mobile banking, menulis jumlah uang yang cukup banyak dan mengirimnya ke rekening milik Sapta."Sudah selesai! Akhirnya masalahku sudah selesai. Sekarang, tidak akan ada yang tahu soal hubunganku dengan Asih. Aku bisa menjalani hidupku dengan damai." Viko bicara pada dirinya sendiri.Saat ini, Viko masih berada di kan

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Terjun ke Jur@ng

    Langit makin gelap, suara gemuruh petir juga terdengar. Di kanan dan kiri jalan hanya ada pepohonan yang tumbuh lebat. Jalanan beraspal terlihat makin sempit dan menanjak. Sepeda motor milik Andrew masih melaju kencang di jalanan. Hingga akhirnya, jalanan beraspal berganti dengan tanah basah. Mereka sudah melewati jalanan beraspal, menjauh sekitar beberapa kilo meter.Suara deru mesin sepeda motor berhenti. Kawan sejawat Sapta, memarkirkan sepeda motor milik Andrew di bawah pohon trembesi di dekat jembatan gantung tua yang sudah lama tidak pernah mendapatkan jatah pemugaran dari pemerintah kota setempat.Sapta juga mematikan mesin sepeda motor. "Terima kasih karena mau mengantarkan aku sampai di sini." Andrew turun dari motor. Matanya menatap nanar ke arah kawan sejawat Sapta. "Kau mau ini?" ucap pria berbadan cungkring dengan senyum mengejek."Kembalikan sepeda motorku!" teriak Andrew."Tentu saja! Ayo ambil saja sepeda motormu!"

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Trik Berhasil

    Pria berbadan kekar mengambil amplop coklat, membukanya lalu menghitung jumlah uang di depan pemberinya. "Hanya ini saja uang bayarannya?" Si pria melirik ke arah Viko."Pelunasannya setelah tugasmu selesai." "100 juta." Si pria menyodorkan tangan, mengajak bersalaman sebagai tanda kesepakatan."Baiklah!" Viko menyambut tangan si pria kekar dengan senang hati."Akan aku kerjakan mulai besok pagi." Si pria menyalakan ujung gulungan tembakau yang dibalut kertas. Menghisapnya dalam dalam, sembari mengamati foto Andrew. Viko pun berpamitan pulang.****"Asih, malam ini aku tidak bisa datang. Aku sudah mengirimkan uang ke rekeningmu. Kau bisa membeli makanan kesukaanmu untuk menemanimu malam ini." Tulis Viko di ponselnya. Dengan cepat pesan singkat itu mendapatkan 2 centang hijau. Tanda si penerima telah membaca isinya.Tak ada balasan, karena Asih hanya membaca sekilas lalu meletakkan ponselnya lagi di atas meja. Ana masuk ke dalam kamar, ia melihat suaminya sibuk bermain dengan benda p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status