공유

Part 57

last update 게시일: 2025-10-14 21:47:03

Setelah melewati masa observasi, hari ini Elma dipindahkan ke ruang rawat biasa. Elma pun terlihat lebih rileks dibandingkan saat berada ICU. Meski demikian, wanita itu merasa tidak betah berada di rumah sakit.

"Mama mau pulang, Gad, nggak enak di sini," rengeknya pada Jagad.

"Sabar ya, Ma, dokter belum ngizinin Mama pulang."

"Tapi Mama udah sehat. Mama baik-baik aja, Gad. Mama malah jadi tambah sakit tidur-tiduran terus."

"Yang menentukan udah sehatnya atau belum, dokter, Ma. Bukan Mama," jaw
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Ekarini
kabur sendiri saja sky kamu masih muda masih banyak yg bisa diraih diluar sana.alamat juga jagad ga berani kabur ini kok
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 172 (Tamat)

    Epilog Musim panas di Santorini selalu tampak seperti lukisan yang terlalu indah untuk menjadi nyata. Birunya laut terlihat seperti kaca cair yang memantulkan sinar mentari pagi, sementara bangunan-bangunan putih dengan kubah biru berbaris mengikuti kontur tebing seperti pahatan Tuhan yang terlalu sempurna. Di salah satu villa yang menghadap langsung ke tepi kaldera, Sky berdiri di balkon, memandangi laut luas. Rambut hitamnya ditiup angin Aegea, sementara gaun linen putihnya berkibar lembut. Setelah puas menikmati keindahan itu Sky melangkahkan kakinya ke kamar. Di sana ia melihat orang-orang yang dicintainya dengan sepenuh hati. Jagad yang hari ini berusia tepat 40 tahun berbaring di tempat tidur. Wajahnya terlihat damai. Di sisi Jagad, dua anak mereka juga tidur nyenyak. Deniz yang sudah berusia empat tahun, serta Elara, putri kecil mereka yang lahir tiga tahun yang lalu setelah mereka menikah secara resmi. Bibir Sky mengembangkan senyum melihat Elara tidur menempel di dad

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 171

    Sky dan Jagad pergi meninggalkan hotel dengan perasaan puas. Bukti-bukti pengkhianatan Leo sudah berada di tangan. Maka dengan itu tidak ada lagi alasan bagi orang tua sky untuk memaksanya kembali pada Leo."Mas, ini bukannya jalan ke arah rumah ya?" Sky bertanya heran melihat Jagad menyetir ke arah yang tidak asing lagi baginya.“Iya. Kita mampir sebentar ke rumah kamu.”Sky menegang. “Mampir buat apa? Kita udah punya semua buktinya, Mas.”“Justru itu. Mama kamu harus tahu kebenarannya.”"Nggak langsung ke pengacara aja, Mas? Biar kita lebih kuat.""Kita nggak punya uang, Sayang."Jawaban Jagad menghempaskan Sky pada realita bahwa mereka memang tidak memiliki apa-apa. Ada uang dari Marco, tapi tentu tidak cukup untuk membayar pengacara."Tenang aja. Mama kamu nggak akan berkutik setelah ngeliat ini.""Kamu yakin, Mas?" Sky masih merasa ragu."Cuma orang tua bodoh yang tetap menyuruh anaknya bertahan sama laki-laki padahal laki-laki itu udah jelas-jelas berkhianat. Sorry to say." Jag

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 170

    “Surprise,” ucap Jagad datar. Tidak perlu meninggikan suara. Tatapan matanya sudah cukup jadi ancaman.Leo masih belum sanggup mengatakan apa pun. Rasa terkejutnya terlalu besar.“Apa kabar, Le?” sapa Jagad pelan. “Asyik banget ya. Baru bebas satu hari gue udah dapat tontonan beginian.”"Lo ngapain di sini?" Itu yang dikatakan Leo setelah berhasil meredakan rasa terkejutnya."Lagi nyari bukti," jawab suara perempuan yang tiba-tiba muncul dari belakang Jagad. Sky.Untuk kedua kalinya Leo kembali dibuat kaget."S-sky. Kamu?""Ya, ini aku, kenapa? Kaget?" Sky tersenyum miring melihat Leo yang tampak begitu gugup.Belum sempat Leo menjawab apa pun, Sky menerobos masuk. Dan Leo tidak bisa mencegah.Lyra terkejut ketika melihat Sky tiba-tiba sudah berada dalam ruang matanya, lalu buru-buru menarik selimut sampai menutupi lehernya. Wajahnya pucat. Tubuhnya jelas telanjang di bawah selimut itu, yang terlihat dari bahunya yang terbuka, dari cara ia meremas kain seolah takut selimutnya jatuh se

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 169

    Gestur Lyra yang semula manja langsung terlepas dari lengan Leo ketika ia melihat ekspresi lelaki itu berubah tegang.“Apa maksudnya dia bebas?!” Leo menghardik pada lawan bicaranya. “Kalian bercanda?! Kalian pikir ini lucu?!”Sky refleks meremas tangan Jagad. Walaupun tidak tahu apa yang dibicarakannya, tapi mata merah Leo sudah cukup menjelaskan pada Sky bahwa lelaki itu sedang marah."Tenang. Dia nggak tahu kita di sini," kata Jagad mengusap lengan Sky.Leo berdiri diam beberapa detik, rahangnya mengeras, lalu mematikan teleponnya. Pria itu memaki sebelum melanjutkan langkah menuju mobil. Lyra tampak kebingungan, seperti tidak mengerti apa pun tentang masalah Leo.Mobil itu melaju pergi. Jagad bergerak cepat mengikutinya. Ia tidak ingin kehilangan jejak Leo.“Mas, kira-kira dia kenapa ya? Kok kayak lagi marah," tanya Sky ingin tahu."Mungkin karena dapat kabar dari polisi kalau aku udah bebas."Dan entah bagaimana tebakan Jagad selalu tepat."Terus kita ke mana, Mas?" Sky kembali b

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 168

    Deniz menendang-nendang di dalam bak mandinya, membuat kecipak air memercik ke lantai kamar mandi.Sky terkikik pelan. “Anak ini semakin besar semakin kuat,” ujarnya sambil menuang sedikit air hangat ke pundak Deniz. "Dia emang paling suka main air, Mas." Sky memandang Jagad memberitahu.Lelaki itu tersenyum sambil meneteskan sabun cair ke telapak tangannya untuk menyabuni Deniz."Dia pernah nangis karena nggak mau aku ajak selesai. Padahal udah kedinginan gitu." Sky melanjutkan ceritanya."Aku bisa bayangin gimana repotnya kamu waktu itu." Jagad menimpali sembari menyabuni sang putra dengan hati-hati."Iya. Tapi untung ada Marco," ucap Sky ringan, tanpa berpikir panjang.Jagad berhenti mengusap. Tangannya menggantung di udara selama hitungan detik. Tatapannya perlahan bergeser dari Deniz ke Sky.“Marco?” ulang Jagad dengan nada pelan, tapi jelas mengandung sesuatu.Sky mengangguk polos. “Iya. Dia bantu banyak. Termasuk--”Sky terhenti. Bibirnya tertutup mendadak. Matanya membesar sed

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 167

    Rengekan anak kecil sayup-sayup memasuki pendengaran perempuan yang sedang tidur itu. Lamat-lamat kelopak matanya terbuka."Deniz nangis ya, Mas?" tanyanya retoris."Kayaknya dia lapar, mau nyusu," jawab pria yang ditanya."Kok aku nggak dibangunin?" Sky buru-buru bangkit dan memakai pakaiannya. "Jam berapa ini?" Matanya tertuju pada jam digital di dinding. "Astaga, udah jam delapan!"Selama tinggal di apartemen Marco, ini adalah untuk pertama kalinya Sky terlambat bangun. Dan ini juga untuk pertama kalinya ia bisa tidur dengan nyenyak setelah sekian lama. Karena ada Jagad di sisinya. Biasanya setiap dua atau tiga jam Sky terbangun karena mimpi tentang Jagad. Tapi tadi malam tidurnya nyenyak sampai pagi."Kok nggak bangunin aku sih, Mas?" Sky memprotes."Aku nggak tega bangunin kamu. Kamu tidurnya nyenyak banget," jawab Jagad beralasan sembari memberikan Deniz pada Sky untuk disusui."Ini tidur nyenyak pertamaku." Sky menerima Deniz dan mendekap ke dada."Jadi selama ini nggak nyenya

  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 124

    Jagad menekan gas mobil semakin dalam. Kendaraan itu melaju meninggalkan gemerlap lampu Jakarta yang semakin mengecil di belakang mereka. Sky duduk diam di sebelahnya sambil berpikir ke mana sang kekasih akan membawanya.Perjalanan berakhir di dermaga kecil yang nyaris terlupak

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 122

    Sky menegang mendengar ucapan Leo. Dengan berani ia mendorong dada lelaki itu hingga tawanya terhenti."Kamu apain Mas Jagad?"Sky mulai berpikir Jagad tidak kunjung muncul karena sesuatu terjadi padanya. Dan penyebabnya adalah Leo. Apa jangan-jangan Leo ... membunuhnya?"Jawab aku, Leo! Kamu apai

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 119

    Setelah tiba di rumah sakit Sky langsung mendapatkan perawatan intensif. Dokter mengatakan, "Kondisinya cukup berat. Pasien mengalami pendarahan hebat dan tekanan darahnya sangat rendah. Kami akan berusaha menghentikan pendarahan dan menstabilkan keadaannya. Tapi mohon izin, kalau keadaannya membu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
  • Gairah Terlarang Sepupuku   Part 110

    Sky memandang jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul enam sore. Artinya sudah satu jam ia berada di tempat ini. Sendirian.Tadi waktu di kantor Jagad memintanya pulang lebih dulu ke apartemen mereka. Sedangkan lelaki itu masih ada urusan yang harus dibenahi.Duduk sendirian seperti saat ini memb

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status