LOGINA huge explosion brought Aaron to the fate of his love life. He doesn’t remember his past and yet, he was greeted by a new ‘family’ when he woke up. A house fills with eight doctors and the love story bloom between them. Bit by bit, Aaron starts to remember his past when he already in love with Hazel. While Hazel is still in trauma because of her past experience, she closed her heart tightly for years.Will their love succeed to bloom? Will Aaron stay with Hazel or pursue back his old love?This is a continuation from 10 Billion To Get A Wife!
View MoreAda Noda di Seragam Puteriku
"Kenapa harus pakai seragam, La?" tanyaku heran. Ini kan bukan kegiatan sekolah, tapi Laila memakai seragamnya.
"Em. Itu ...." Dua alisnya yang rapi terangkat. "Kayaknya supaya ada kesan acara pelajar deh, Bun. Entahlah. Laila juga nggak tau." Gadis itu tersenyum meringis. Itu pun sudah bagus karena akhir-akhir ini Laila jarang tersenyum. Belum lama. Tapi itu cukup mengganggu.
"Laila berangkat dulu, Bund. Assalamualaikum."
Puteriku berpamitan. Tak biasanya dia bela-belain keluar malam begini. Katanya karena tak enak sama temen sebangkunya yang ulang tahun.
"Hem. Ya. Waalaikumsalam. Pulang jangan malam-malam, ya."
Gadis itu mengangguk. Laila anak yang baik. Penurut dan tak neko-neko. Termasuk dalam bergaul. Selama SMP dihabiskan waktunya di pesantren, karena aku menikah kembali setelah bertahun-tahun menjanda, dan tak mau membawanya tinggal dengan ayah tirinya.
Namun, karena dia bilang tak betah dan ingin melanjutkan ke sekolah negeri, kami pun memutuskan mengeluarkannya dari pondok.
Entahlah, belakangan dia terlihat kurang ceria seperti saat beberapa kali pulang dari pondok dulu. Padahal seharusnya, setelah keinginannya berhenti mondok dituruti, dia senang, bukan? Pikirku dia masih perlu penyesuaian.
Langkah Laila berhenti, kala sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Aku yang akan menutup pintu mengikuti gadis itu. Namun, ada sesuatu yang membuatku mengerutkan kening.
Mas Heru? Benarkah dia menghubungi Laila? Apa ada sesuatu yang tertinggal?
"Ayah itu, La?" tanyaku dengan tenang. Mungkin tadi dia menghubungi, dan aku tak kunjung mengangkatnya, itu kenapa Mas Heru kini menghubungi Laila.
"Ah? Bukan, Bund." Laila tampak ragu. Ekspresinya membuat mata ini memicing curiga. Apa Ayah yang dimaksud adalah nama kontak untuk pacarnya? Ah, tidak. Kalau iya Mas Heru, kenapa dia harus menyembunyikannya?
Duh, kenapa aku jadi bertanya-tanya gak jelas gini. Aku terlalu curigaan gara-gara sikap Laila yang agak pendiam.
"Udah, Bund." Laila hilang di balik pintu yang ditutupnya.
"Ya." Aku mengangguk. Pasrah melepas gadisku itu pergi.
_______
Hari sudah malam. Tak biasanya Laila belum pulang jam segini. Apa motornya macet di jalan?
"Bund. Sedang apa?" tanya suamiku yang keluar dari kamar. Dia baru saja pulang dan berganti pakaian. "Makanan sudah ada?"
"Ya, Yah. Sudah aku siapin. Ini loh, Laila kok belum pulang, ya?" jawabku sembari berjalan ke arah dapur. Berniat menyiapkan makan dan menemani Mas Heru.
Kasihan, dia baru pulang kerja. Pasti lelah dan lapar. Aku tak boleh egois hanya memikirkan puteriku sendiri.
"Ehm, paling juga main sama temennya, Bund. Biasalah." Mas Harus yang mengekorku menyahut.
"Iya, tapi kenapa harus matiin ponsel?" gerutuku kemudian. "Bikin orang tua khawatir saja."
"Ya, yah. Sabar. Bentar lagi juga pulang. Dia lho udah gede, gak fair rasanya kalo Bunda over protektif gitu." Priaku itu memang paling bisa membuatku tenang.
Yah, lebih tepatnya memaksaku untuk tenang.
Kalau dipikir, selama ini sifat Mas Heru kelewat baik pada Laila. Bahkan lebih bijak dibanding aku yang ibu kandungnya.
Di tengah aktifitas Mas Heru makan, tiba-tiba saja terdengar deru mobil. Tak lama suara itu berhenti persis di depan rumah kami. Tanpa pikir panjang, aku pun bangkit untuk melihatnya.
"Sebentar, Mas." Aku bangkit dari duduk.
"Hem. Ya." Mas Heru tetap makan, menatap sebentar saat istrinya ini bergegas pergi meninggalkannya.
Sampai di depan, kubuka pintu. Melihat ke arah mobil berwarna merah. Siapa yang bertamu malam-malam begini?
Aku pun menajamkan mata. Dan alangkah terkejutnya aku melihat Laila yang tampak lemas dibopong teman perempuannya, Lintang. Aku tahu karena beberapa kali gadis itu main ke rumah.
Tak lama keluar seorang teman laki-lakinya, seketika pikiranku tak karuan. Berpikir dia adalah pacar anakku. Jujur saja. Aku sangat takut dengan pergaulan anak jaman sekarang, itu sebabnya tak rela Laila pacaran dan jadi korban laki-laki.
"Kamu siapa?" tanyaku, dengan nada sedikit ketus.
"Em, saya Aris, Bu. Teman Laila. Kakaknya Lintang."
"Oh." Dari sini aku pun mulai merasa tenang. Berarti dia ke sini karena Lintang, bukan karena pacaran dengan Laila. Lagian puteriku itu tak mungkin pacaran. Lihat saja, Aris bahkan tak berani menyentuh Laila hingga Lintang kesulitan sendiri menolong Laila.
"Bu, maaf, ini Laila!" Lintang tampak kesusahan karena membopong sendiri.
"Oh ya." Aku sampai lupa tadi khawatir melihat keadaan Laila. "Dia kenapa?" Nada suaraku kembali khawatir. Semoga Laila hanya kelelahan dan jatuh sakit di rumah temannya. Dia memang memiliki typus.
Dan kalau sudah kambuh seperti tak sadarkan diri karena saking sakitnya, katanya.
"Eum, saya kurang tahu, Bu." Lintang menyahut. Dia menyerahkan separuh tubuh Laila hingga kini aku dan dia berada di dua sisi gadisku.
"Ya Allah Laila, kamu buat Bunda khawatir saja."
Tapi tubuhnya tidak panas seperti biasa. Apa iya typus? Atau baru gejala?
Kami pun segera membawa Laila ke kamarnya. Lalu merebahkan di ranjang. Saat akan menutupkan selimut ke tubuh anakku, tak sengaja mataku menangkap sesuatu yang mencurigakan di rok berwarna abu-abu yang dikenakan. Sebuah noda mirip seperti darah yang belum lama mengering.
Apa itu darah haid? Tak mungkin Laila baru seminggu lalu bersih dari haidnya. Pikiran ini jadi tak karuan karena melihat noda itu. Apa itu darah perawan karena anakku diperkosa? Ya Tuhan.
Tapi siapa pelakunya?
Tak terima aku pun segera ke luar kamar dan membiarkan Laila beristirahat, kemudian menginterogasi kakak beradik itu sebelum pergi.
"Tunggu!" hardikku pada dua bersaudara yang akan pergi itu. Enak saja, apa mereka mau kabur?
Dua remaja itu, berhenti. Aku tersengal karena emosi bisa jadi mereka menipuku. Demi melindungi diri sendiri. Harusnya aku tak percaya, mana mungkin Aris kakaknya Lintang sedang mereka terlihat sebaya.
Pasti dua teman itu yang telah mengerjai puteri kesayanganku, Laila.
Next?
Somewhere in a hidden valley,"Master, this is the latest that we have?" A man with a suit, bow a little before he handed the file in his hand to the old man sitting at the big throne-like seat in the huge hall.Take the file, he flips it open. He takes a look at the content and grinning evilly."So, that child has been gone for training with Grim Reaper?" the old man said.A man from before nodded and reply "Yes.""Hmph...Let him learn and grow with that man. Once he turns adult, I gonna take back what's was mine..and of course, I will kill his master too or anyone who stops me." He stops for while.He took out a necklace from his suit and stare at it."He once takes my love and made her die because of the mission. He even let her bear his bastard child. And now? What a fate, that he needs to train my descendant. If you think I will turn out to be like Rong, you were wrong Grim. Let's live for a few years more to see ho
Nigel stands at the side of the garden, he needs to be a mascot for the children. When he saw Loula arrived, he was dumbstruck for a moment. He missed her so much but, he can't get close to her. Not at this moment.After the matrimony finished, they move to the grand marquee tent and have a buffet. All the team takes a round table that has been reserved for all the house members.Chase and Jerry make a toast to all the guests and they start to enjoy the party. Nigel was temporarily cast aside from the group with the children and bring a lot of balloons. Only one balloon remains on his hand.He walks over to the table and offers Loula a dance and the balloon. Loula didn't know who is that man is, so she was surprised by the invitation she got. She turns to look at Hazel and Akiko. Both of them shrugged their shoulder."Go on." Akiko sends her away with her hand waved to Loula.Aaron takes Hazel's hand and they went to the dance floor.
On the graduation day, Violet's mother and brother come with Chase's family. They also want to celebrate her important day as her family.Violet was awarded as the best student with the highest score in the exam and she also won a robotic competition last month in the first place. She gives her speech on the stage facing all other students and families that come to celebrate their daughter's graduation day.She tells the story about how she managed to come out from her dark days when she was in the middle of the exam period. She also mentioned the person who keeps supporting her from behind and thanks to all the individuals that help her during her worst time.After done with her graduation ceremony, Chase brings her to the candlelight dinner before he brings her to the National Amusement park in the middle of the City.He told her that they will only have dinner to celebrate her, but actually, after dinner, he wants to propose her.A
Loula startles at his confession. She then sits up straight and clenches her finger on the table cloth slowly. Tried to find some courage inside her heart."Listen, I really appreciate the feeling you have for me. I do, but, Jake.."She lowered her head and stare at the table before she continues again."I love someone else. That love seems still lingering in my heart. To love someone else right now is impossible for me. I really am sorry, Jake." She wants to stand up but immediately Jake holds her hand makes her stop for a bit."That's okay if you don't love me back. Please.. sit down and have dinner with me. At least as a friend?" he said tried to make it less awkward between them.Loula is taken aback, she then sits down and has a light dinner with him. Not like always when they always had dinner together. This time they are more silent than ever.After having dinner, Loula went to her hotel room and take a rest. She takes h












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore