Home / Fantasi / Geger Kahyangan / 718.Hutan Kuno

Share

718.Hutan Kuno

Author: Gibran
last update publish date: 2025-06-30 23:16:34

Gandi dan Sarasvati menghentikan langkah mereka di dekat pohon besar yang tumbang melintang di tengah jalan. Ukuran pohon itu mengingatkan Gandi saat dia pertama kali memasuki Tanah Kutukan bersama Bara Sena. Ukuran pohon yang tidak wajar.

"Pohon yang sangat besar..." batin Gandi sambil mengedarkan pandangan. Dia tak melihat pohon tinggi yang lain selain pohon raksasa yang telah tumbang tersebut. Hanya saja, di depan sana nampak kabut hitam sehingga mereka tak bisa melihat apa yang ada di depan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Geger Kahyangan   974.Satu Pukulan

    Blam! Tubuh Ning Yi menghantam lantai arena dengan keras. Bara Sena masih melayang di udara sambil menatap kearah wanita tersebut. Beberapa bagian tulang belakang wanita itu patah oleh serangan darinya. Semua dewa yang ada disana menyaksikan aura merah menyelimuti tubuh Ning Yi. Tulang yang patah itu secara aneh tersambung kembali membuat mereka semua menatap takjub tak terkecuali dengan Bara Sena yang ada di arena tersebut. "Inikah kekuatan Tiga Teratai Kehidupan?" ucap Dewa Cahaya tersebut. "Benar. Kemampuan ini sangat unik. Bisa menyembuhkan luka separah apa pun dalam waktu singkat selama dia masih menggunakan jurus tersebut. Jadi, selain kecepatan dan serangan yang meningkat hingga tiga kali lipat, kemampuan penyembuhan diri miliknya juga sama. Melawan orang-orang dari Keluarga Ning Yi sangat merepotkan." kata Jiao Fang. "Kemampuan Ning Yi saja sudah sehebat ini, bagaimana dengan para leluhurnya? Pasti tak kalah hebatnya," kata Bara. "Benar Tuan. Leluhur Ning Yi yang sudah m

  • Geger Kahyangan   973.Tiga Teratai Kehidupan

    Sepuluh Dewa itu saling berhadapan di pinggiran arena. Sun Wukong yang menjadi ketua dari kelompok kahyangan utara tertegun menatap kearah Bara dan kawan-kawan nya. "Sepertinya kita sedang bernasib sial... Kalau melawan Kahyangan Timur atau Kuil Naga Api, mungkin kita masih ada sedikit harapan. Tapi... Kenapa kita harus melawan orang-orang gila ini...?" gumam Sun Wukong. "Apakah kita akan menyerah? Sepertinya, melawan satu orang saja akan sulit bagi kita. Apalagi melawan mereka berlima. Kita sudah tahu, seperti apa kekuatan Bara Sena dan Sukma Geni," sahut Hong Xuan berbisik. Dia tak mau ada yang mendengar percakapan memalukan tersebut. Karena secara tidak langsung Hong Xuan telah mengakui kekuatan lawan dan merendahkan dirinya sendiri. Hal itu bukan tanpa sebab. Karena sebelumnya Hong Xuan pernah dipecundangi oleh Bara Sena padahal waktu itu dirinya sudah bersekutu dengan Triton dan Musai. Namun tetap saja, mereka semua tunduk di kaki sang Dewa Cahaya. "Menyerah? Apa itu terlihat

  • Geger Kahyangan   972.Menyerah

    Dua kelompok yang tengah bertarung memperebutkan nilai, saat ini saling berhadapan di tengah arena pertarungan. Oge, Kong Li dan Yukari berdiri di depan Empat dewa naga petir yang tentu saja memiliki kekuatan misterius. Alessa dengan kemampuan berpindah tempat secara singkat, dan tiga rekannya masih menjadi pertanyaan bagi Oge dan rekan-rekannya. "Pertarungan kelompok, DIMULAI!" seru Poseidon. Alessa yang sudah sejak tadi memendam kekesalan, tanpa banyak berpikir langsung melesat kearah Oge yang berada di posisi paling depan. Dewa Kerbau Gila itu menyeringai lebar kemudian mengeluarkan senjata andalan miliknya berupa gada bulat raksasa. Wung! Gada bulat itu menghadang pergerakan Alessa. Namun tiba-tiba saja wanita itu lenyap tepat disaat gada itu menerjang. Dum! Dentuman dahsyat mengawali pertarungan antar kelompok tersebut. Yukari yang merupakan Dewi Phoenix Biru segera merapal kekuatan miliknya untuk melacak tubuh Alessa. Lingkaran biru raksasa pun tercipta setelah mantra s

  • Geger Kahyangan   971.Tak Ada Lawan

    Tinju Raksasa Basundari menghujam ke lantai arena dengan keras, menciptakan dentuman yang mengguncang dan menyebar ke seluruh penjuru. Suara tersebut menggema dengan dahsyat, diikuti oleh gelombang kekuatan yang sangat kuat sehingga seolah-olah menyeret semua yang ada di sekitarnya, menyapu hingga ke tiap sudut arena pertarungan itu sendiri. Kejadian ini menambah ketegangan dari suasana pertandingan yang sudah mencekam, membuat setiap penonton menahan napas. Alessa yang saat itu tengah berdiri dengan penuh keberanian, langsung merasakan tekanan dahsyat yang tak terhingga dari Medan Pembunuh milik Dewi Raksasa tersebut, seolah-olah ada kekuatan luar biasa yang mendesak dirinya dari segala arah dan membuat udara di sekitarnya menjadi berat dan mencekam. Efek dari kekuatan ini menciptakan suasana yang menakutkan, menimbulkan kengerian yang mengguncangkan jiwanya, seperti berada di bawah bayang-bayang ancaman yang tak terlihat namun sangat nyata."Medan Pembunuh ini tidak hanya mengurang

  • Geger Kahyangan   970.Naga Petir Terkuat

    Aung Ma menatap kearah Alessa yang sudah berada di dalam arena pertarungan. Seringai menghiasi bibir pria tersebut. "Cih, kau sama sombongnya dengan teman bodohmu itu." ucapnya dengan nada sinis.Tak ada suara, tiba-tiba tubuh Alessa lenyap dari pandangan mata membuat Aung Ma terkejut dan langsung menciptakan perisai api yang mengelilingi dirinya.Duar!Terdengar suara ledakan keras dari arah atas perisai. Aung Ma terkejut dan menatap kearah atas. Namun ledakan kembali terjadi di sisi sebelah kanan. Duar!Aung Ma kembali terkejut kemudian menoleh. Namun lagi-lagi dia tak bisa melihat keberadaan lawan. Yang ada hanyalah aura petir di sekitar bekas ledakan."Apa yang tengah dia lakukan dasar bodoh! Serangan mu tak akan mempan pada perisai api milikku!" ucap Aung Ma.Alessa terus menyerang dari berbagai arah dan berbagai titik membuat para penonton bingung dengan apa yang tengah wanita itu lakukan.Berbeda dengan para penonton yang tidak tahu siasat apa yang Alessa rencanakan. Batara

  • Geger Kahyangan   969.Aung Ma

    Kong Li menoleh ke atas. Dia terkejut saat Tombak Petir Raksasa melesat begitu cepat kearahnya. Dewa Gajah Emas itu pun tak sempat untuk menahan serangan tersebut sehingga tombak itu menghujam tubuhnya dengan telak.BLEGAR!Ledakan besar terjadi setelah Tombak raksasa itu menembus tubuh Kong Li. Teman-temannya menatap tanpa kedip menyaksikan Dewa Gajah Emas itu terkena serangan.Icarus melayang di udara menatap kearah bawah sana. Kedua matanya menyala melihat Kong Li yang kini sudah kembali seperti semula namun dalam keadaan tubuh berlubang."Pertahanan nya memang sangat kuat. Bahkan setelah menerima serangan dariku, dia masih dalam keadaan hidup. Sungguh menakjubkan." batin Icarus. Saat dia hendak mengerahkan kekuatan kembali untuk menyerang, tiba-tiba Kong Li mengangkat tangannya pertanda dia telah menyerah karena lukaya yang terlalu parah dan tentu saja dia tak bisa lagi melanjutkan pertarungan. "PERTARUNGAN PERTAMA DI MENANGKAN OLEH ICARUS DI KUIL NAGA PETIR!" seru Poseidon.Par

  • Geger Kahyangan   920.Tebasan Pedang Dewa Matahari

    Bara Sena menatap kearah sosok yang masih hidup. Kedua matanya menyala kuning terang. Sosok itu tercekat melihat kedua mata Bara yang seolah memancarkan cahaya menyilaukan."Sekarang giliranmu," ucap pemuda itu kemudian terbang dengan cepat kearah sosok tersebut.Wut!Pedang Dewa Matahari di tangan

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Geger Kahyangan   913.Ribuan Pecahan Jiwa

    Cahaya terang menyilaukan mata keluar dari telapak tangan Bara Sena. Athena terkejut saat tubuhnya tiba-tiba terhisap oleh telapak tangan pemuda tersebut. Dia tak bisa berkutik hingga akhirnya tubuh Dewi Perang itu masuk ke dalam telapak tangan Bara yang merupakan Dunia Penyimpanan milik sang pemud

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Geger Kahyangan   935.Dewa Bintang Merah,(2)

    Tombak biru dengan ujung tombak menyala merah itu bergetar hebat setelah melihat Bara Sena yang mendekat kearahnya. "Kau menciptakan kehancuran seperti ini, siapa sebenarnya dirimu manusia?" tanya roh senjata yang ada di dalam tombak tersebut."Aku Bara Sena. Orang yang akan mengambil dirimu sebag

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Geger Kahyangan   942.Hamsika

    "Mati kau!" teriak Hamsika yang tiba-tiba muncul di belakang Bara Sena tanpa disadari oleh pemuda itu.Sut!Telapak tangan Dewi Hijau itu melesat dengan cepat menghantam punggung Bara Sena yang terbuka.Prak!Telapak tangan Hamsika menyentuh perisai cahaya yang sangat tipis. Bahkan periksa itu hamp

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status