공유

Dilema

작가: Rucaramia
last update 게시일: 2026-01-08 10:32:59

Jiyya berada diperpustakaan, duduk di balik meja sendirian sembari menggosok kedua matanya perlahan dengan telapak tangan. Ia bisa saja berkata bahwa kepalanya pening karena terlalu berkonsentrasi selama ia menulis buku baru pagi itu. Namun sejatinya, semua lebih seperti rutinitas biasa. Ia nyaris tak perlu mengerahkan fokus berlebih untuk menuangkan beberapa kata dari imajinasi ke dalam laptopnya.

Sebab alasan utama mengapa kepalanya terasa sakit bermula sejak ia berpisah dengan suaminya beber
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Gelora Hasrat Terlarang   Awal Baru Bersamamu

    Jiyya terkekeh pelan. “Ya… katakan saja. Siapa yang menyangka aku akan kembali pada orang itu?”Dean menggeleng dengan takjub. “Cinta memang tak pernah bisa ditebak.”“Kurasa begitu,” sahutnya, lalu menoleh ke arah jendela. “Tapi dia membuatku bahagia…” Keningnya sedikit berkerut. “Aku tak pernah menyadari bahwa aku bisa merasakan hal seperti ini pada seseorang…”Dean tersenyum lembut. “Itu hal yang baik, Jiyya. Kau pantas bahagia. Dan begitu juga Sir Joan.” Ia terkekeh kecil. “Kupikir pria itu akan hidup sendirian sepanjang hidupnya karena dia tidak pernah berkencan dengan siapapun setelah berpisah darimu…”Jiyya kembali menatapnya dan membalas senyum itu. “Ya… kadang aku pun masih sulit percaya bahwa dia menginginkanku, dari sekian banyak orang. Rasanya aneh.”Dean mengangguk memahami. “Bahkan istriku pernah berkata ia penasaran apa yang akan terjadi seandainya kau tidak menikah dengan Bestian.”“Aku tak percaya dia menyadari sesuatu…” gumam Jiyya. “Aku sendiri tidak peka.” Ia menga

  • Gelora Hasrat Terlarang   Dean dan Aku

    Setelah Bestian meninggalkan rumah yang mereka tempati selama ini, akhirnya kedua mata Jiyya terlepas dari pintu yang ia pandangi selama beberapa saat dan beralih pada serpihan porselen yang berserakan di lantai dapur.Pernikahannya telah usai.Dalam banyak hal, rasanya seakan ia kehilangan jati dirinya sendiri. Selama hampir sepanjang ingatan yang dimilikinya, ia adalah gadis yang mencintai Bestian. Jika bukan gadis itu, maka siapakah dirinya?Ia menatap pecahan-pecahan tersebut, sebagian tergeletak di genangan air, sebagian lain ternodai dengan warna merah darah Bestian. Perlahan Jiyya berlutut dan mengangkat salah satu serpihan kecil. Bentuknya segitiga tak beraturan dengan sisi-sisi bergerigi, basah oleh teh dan darah, semua ini tampak asing di telapak tangannya. Siapakah dirinya kini?Menggenggam serpihan pertama, ia mengambil yang kedua, menjepitnya di antara telunjuk dan ibu jari, merasakan sudut tajamnya menekan kulit, lalu meletakkannya bersama yang lain di telapak tangannya

  • Gelora Hasrat Terlarang   Kuturuti Maumu

    “Kau tidak ada di sini, Bestian,” katanya, kini suaranya pecah, amarahnya runtuh meninggalkan luka yang mentah. “Kau tidak ada… dan kau bahkan tidak terlihat peduli bahwa aku sendirian, bahwa aku membesarkan putri kita sendirian. Lebih buruk dari itu…” Ia berhenti, menelan tangisnya. “Lebih buruk dari itu… kau seolah tidak peduli bahwa kau meninggalkan putri kita sendirian.” Kukunya menancap di telapak tangannya. “Kau lebih memilih bersama perempuan tua itu. Kau tidak pernah mengabari kami. Kau tidak pernah sekalipun ingat pada Luna. Kau bahkan tetap berangkat meski kita berselisih paham. Aku tahu kau punya simpanan. Aku juga sudah pernah melihatmu bersama disaat seharusnya kau pulang. Saat kutanya, kau selalu mangkir, dan membuatku seperti satu-satunya orang tak waras yang mempertanyakan apa yang aku lihat. Bisa-bisanya sekarang kau bersikap seolah suci padahal kau melakukannya lebih dulu dariku! Kau pikir aku tidak tahu? aku diam karena selalu memikirkan Luna. Dia butuh kau sebagai

  • Gelora Hasrat Terlarang   Menyatakan Kejujuran

    Keesokan paginya, Jiyya terbangun di atas ranjang yang kosong. Ia masih dapat merasakan Bestian tampaknya sedang ada di dapur, sementara kehadiran Luna telah lenyap. Barangkali putri mereka telah berangkat lebih dulu kala itu. Perutnya terasa bergejolak. Inilah kesempatannya. Bestian sedang ada di rumah dan Luna tidak ada. Ia tidak bisa lagi menundanya.Tiba-tiba, perutnya terasa seperti sarang lebah yang terusik, ribuan sengat tak kasatmata berputar putar di dalam dirinya. Namun ia harus melakukannya. Ia memejamkan mata rapat rapat, menekan dahinya dengan kepalan tangan. Ia harus melakukannya. Tidak adil bagi siapa pun untuk terus menyeret luka ini dalam diam.Dengan helaan napas panjang yang berat, ia mengumpulkan serpihan keberanian yang tersisa, lalu menyingkirkan selimut dan bangkit untuk mengenakan pakaiannya. Bestian duduk di meja, secangkir teh berada di tangannya. Ia tengah membaca koran, namun ia mengangkat wajahnya ketika Jiyya memasuki ruangan.“Selamat pagi,” ucapnya tena

  • Gelora Hasrat Terlarang   Pulang

    Jiyya dan Luna baru saja menuntaskan makan malam mereka dan tengah membereskan meja, ketika Bestian tiba-tiba pulang dari pekerjaannya. Tepat ketika mendengar bunyi halus kenop pintu yang berputar, organ jantung Jiyya seakan luruh jatuh ke dalam perutnya. Tubuh pun ikut membeku seketika, sebuah piring masih tergenggam di tangan.Sebaliknya, Luna justru tersenyum lebar, matanya berbinar bagai fajar yang baru terbit, lalu berlari menuju pintu masuk. “Papa!” serunya riang, kedua lengannya melingkar erat di pinggang ayahnya saat pria itu melangkah masuk ke dalam rumah.Dengan segenap kekuatan yang tersisa, Jiyya memaksa wajahnya membentuk senyum yang tampak wajar. Ia menyaksikan Bestian membalas pelukan putri mereka. Ketika Luna menoleh sebentar ke arahnya dan memberi tatapan kecil yang sarat kekhawatiran, Jiyya membalasnya dengan sorot mata yang lembut, sebuah janji tanpa suara bahwa segalanya baik-baik saja. Namun, pada saat itulah pandangannya jatuh pada buku buku jari Bestian yang leb

  • Gelora Hasrat Terlarang   She is My Wife

    Bestian tak lagi berminat bermain kata. Tangannya mencengkeram gagang pedang di pinggangnya. Jemarinya memutih karena tekanan. “Dia istriku,” katanya, setiap suku kata terdengar seperti gigi yang digesekkan.Senyum itu lenyap dari wajah Joan. Ia menurunkan serbet yang kini bernoda merah. “Ya,” ujarnya tenang. Pandangannya sempat melirik pedang itu sebelum ia meraih gelasnya. “Dan rupanya butuh ancaman kehilangan Jiyya kepada pria lain untuk membuatmu mengingatnya. Dulu saja kau tidak peduli, terus membuatnya menderita, meninggalkan dia dengan alasan pekerjaan padalah sebenarnya selingkuh dibelakangnya dengan perempuan tua.”Nada getir tak mampu sepenuhnya ia sembunyikan. Ada kemarahan lama yang menyelinap ke dalam suaranya, kemarahan yang jarang ia izinkan muncul. Ia meneguk birnya, menekan serbet baru ke hidungnya, berusaha meredam bara yang hampir meluap.Bestian menatapnya dengan rahang mengeras, namun tak segera membalas.Sunyi yang tegang menggantung di antara mereka.“Dia tidak

  • Gelora Hasrat Terlarang   Kau Mau Menetap?

    Jiyya bersenandung kecil saat membilas sisa sampo dari rambutnya. Sesekali senyum lugu merekah di wajahnya, begitu cerah hingga ia harus menggigit bibir sendiri agar tidak tersenyum terlalu lebar.Joan membelikannya sebuah sisir. Terdengar konyol, memang. Hanya sebuah sisir. Namun ia benar-benar pe

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Gelora Hasrat Terlarang   Chaos

    Jiyya hanya bisa terpaku ditempat sebelum akhirnya orang yang ia sebut namanya berpaling dan sama persis Jiyya, ekspresi pria itu pun tampak terkejut. “Jiyya?”Meski tidak bisa mendengar dengan jelas, tapi dari gerak bibirnya Jiyya tahu bahwa suaminya baru saja menyebut namanya. Seluruh pemikiranny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Gelora Hasrat Terlarang   Mencari Celah

    Lebih dari seminggu telah berlalu sejak terakhir kali Jiyya melihat Joan. Sejak ia sendiri mengatakan padanya bahwa mereka tidak bisa terus bersama. Keputusan itu didasari atas kebahagiaan Luna, dan itu adalah hal yang wajar bagi seorang ibu untuk melakukan apapun demi anaknya. Hanya saja, sekarang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
  • Gelora Hasrat Terlarang   Begitu Saja

    Seperti orang bodoh, Joan bergegas masuk ke dalam kamarnya begitu mendengar suara jendela kamar di kamar sebelah terbuka. Ia mengintip dari balik jendela hanya untuk mendapati Jiyya dan Bestian keluar dari kamar berdua saja. Dan adegan berikutnya yang ia lihat adalah Bestian yang mencium Jiyya disa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-27
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status