Share

Bab 22

Aвтор: Joker Sarjana
last update publish date: 2025-12-13 19:58:48

Minggu berlalu dengan cepat. Sepanjang hari itu, aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar. Mempersiapkan mental untuk hari pertama kerja, sambil sesekali membantu Mama Jessica di rumah.

Kini, Senin telah tiba. Aku bangun lebih awal. Mandi, sarapan, lalu bersiap dengan setelan kemeja putih dan celana hitam, aturan pakaian untuk karyawan.

"Kamu tampan banget, Dit," puji Mama Jessica sambil merapikan kerah kemejaku. Tangannya bergerak lembut, jemarinya sesekali menyentuh leherku. "Pasti banyak
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 266

    Pagi itu dapur dipenuhi aroma roti panggang dan kopi yang baru diseduh. Radit berdiri di depan kompor, membalik telur dengan gerakan yang terlalu lambat, seolah takut api kecil itu bisa membakar sesuatu yang lebih besar.Maya menuang susu untuk Kara, senyumnya tetap tenang meski matanya sesekali melirik ke arah meja makan.Kara duduk di kursi tinggi, kakinya bergoyang-goyang. Di depannya tergeletak amplop kecil yang sama seperti kemarin, tapi kali ini stikernya bergambar dinosaurus biru. Mira duduk di sebelahnya, rambut panjangnya diikat sederhana, tangannya memegang gelas air dengan tenang.“Papa, ini surat baru dari Arka,” kata Kara sambil mendorong amplop itu ke depan Radit. Suaranya ceria, seolah sedang membagikan hadiah. “Kak Mira bilang Arka sudah mulai bergerak. Dia bilang dia mau lahir sebentar lagi.”Radit mengambil amplop itu dengan tangan yang terasa berat. Ia membukanya di depan semua orang, tidak lagi menyembunyikan. Di dalamnya ada selembar kertas kecil, tulisan tangan K

  • Godaan Mama Muda   Bab 265

    Pagi itu, Radit menuang kopi untuk dirinya sendiri, gerakannya lambat, seolah takut suara sendok yang menyentuh cangkir bisa membangunkan sesuatu yang lebih besar.Di meja makan, Kara sedang menggambar dengan krayon merah lagi. Mira duduk di sebelahnya, dagunya bertumpu di tangan, tersenyum melihat adik kecilnya bekerja. Maya berdiri di depan kompor, membalik telur, tapi matanya sesekali melirik ke arah meja.Kara mengangkat gambarnya tinggi-tinggi dengan bangga.“Papa, lihat! Ini surat dari Arka!”Radit hampir menumpahkan kopinya. Ia mendekat dan mengambil kertas itu. Di atas gambar bayi kecil yang tersenyum, ada tulisan tangan Kara yang masih agak miring, tapi jelas.“Untuk Papa, Aku sudah hampir lahir. Aku mau lihat rumah kita. Aku mau main dinosaurus sama Kak Kara. Jangan takut lagi ya, Papa. Aku sayang Papa. -Arka”Radit menatap tulisan itu lama. Huruf-hurufnya polos, tapi kata-katanya terlalu dewasa untuk Kara yang baru tujuh tahun.Maya mendekat, membaca dari atas bahu Radit. S

  • Godaan Mama Muda   Bab 264

    Radit berdiri di dapur, menuang kopi untuk dirinya sendiri. Bau kopi hitam yang pekat sedikit menenangkan sarafnya yang tegang. Di meja makan, Kara dan Mira sudah duduk bersama, kepala mereka hampir bersentuhan sambil melihat buku gambar.Kara menunjuk salah satu halaman dengan jari kecilnya. “Kak Mira, ini Arka yang kamu gambar. Lucu ya? Rambutnya keriting seperti Papa.”Mira tersenyum lembut, tangannya mengusap rambut Kara. “Iya. Arka mirip Papa. Matanya juga. Dia bilang dia sudah tidak sabar ingin lahir supaya bisa main dinosaurus sama kita.”Radit meletakkan cangkir kopi di meja dengan pelan. Suaranya tetap tenang meski dadanya bergolak.“Mira, kita perlu bicara. Arka bukan nama yang kami pilih. Dia hanya ada dalam mimpi burukku. Bagaimana kamu bisa tahu nama itu?”Mira mengangkat wajahnya. Matanya jernih, tidak ada rasa bersalah di dalamnya.“Aku juga mimpi tentang Arka sejak kecil. Dalam mimpi itu, dia lahir setelah Papa dan Mama saling memaafkan. Dia bayi yang ceria, suka terta

  • Godaan Mama Muda   Bab 263

    Meja makan pagi itu terasa seperti panggung sandiwara yang sangat pelan. Radit memegang sendoknya tanpa benar-benar mengaduk kopi.Maya duduk di seberang, tangannya memegang gelas susu Kara, tapi matanya sesekali melirik Mira dengan waspada yang ia coba sembunyikan.Kara makan sereal dengan riang, sementara Mira duduk tenang, kaos kebesaran Kara masih melekat di tubuhnya.Mira menatap Radit dengan senyum lembut, suaranya halus seperti hembusan angin pagi.“Papa, aku mimpi Arka lagi semalam. Dia kecil sekali, masih bayi. Dia tertawa saat aku gendong. Kamu juga ada di mimpi itu, Papa. Kamu memeluk kami semua.”Kara mengangkat kepala, mata besarnya penuh rasa ingin tahu.“Arka? Siapa Arka, Kak Mira? Namanya lucu. Kayak nama dinosaurus baru!”Mira tersenyum lebih lebar, tapi matanya tetap tertuju pada Radit.“Arka adalah adik kita yang belum lahir. Dalam mimpi aku, dia lahir dari Papa dan Mama. Lucu sekali, rambutnya mirip Papa.”Radit merasa udara di ruangan menjadi berat. Sendok di tang

  • Godaan Mama Muda   Bab 262

    Lampu ruang tamu sudah dimatikan, hanya menyisakan lampu tidur kuning lembut di kamar Kara.Radit berdiri di depan pintu kamar anaknya, tangannya ragu di gagang pintu. Di dalam, suara tawa kecil Kara dan Mira terdengar samar, seperti dua saudara yang sudah lama saling mengenal.Maya mendekat dari belakang, tangannya menyentuh punggung Radit dengan lembut.“Biarkan mereka malam ini,” bisiknya. “Kara senang sekali. Kita pantau dari sini.”Radit mengangguk, tapi hatinya tidak tenang. Ia mendorong pintu pelan. Kara sudah berbaring di tempat tidur, Mira duduk di tepinya, membacakan cerita dinosaurus dengan suara lembut. Boneka dinosaurus Kara tergeletak di antara mereka.“Kak Mira, cerita yang bagian T-Rex lindungi anaknya lagi,” pinta Kara dengan mata berbinar.Mira tersenyum, suaranya halus seperti sutra. “Dulu ada T-Rex besar yang sangat melindungi anaknya. Dia tidak pernah bohong pada anaknya. Selalu jujur, meski kadang menyakitkan. Karena itulah anaknya merasa aman.”Kara mengangguk s

  • Godaan Mama Muda   Bab 261

    Pintu apartemen masih terbuka lebar. Udara pagi yang sejuk masuk, tapi Radit merasa ruangan itu tiba-tiba menjadi sangat sempit.Di depannya berdiri Alya dengan senyum tenang, dan di belakangnya, gadis remaja tinggi ramping dengan rambut hitam panjang yang jatuh lembut di bahu.Matanya persis seperti mata Kara, tapi ada kedalaman yang membuat Radit merasa seperti sedang melihat cermin yang retak.“Hai, Papa,” kata gadis itu lagi, suaranya lembut, hampir manja. “Aku Mira. Sudah lama aku ingin ketemu kalian semua.”Kara langsung melepaskan tangan Radit dan berlari kecil memeluk pinggang Mira. “Kak Mira! Kamu benar-benar datang! Aku sudah cerita ke Papa dan Mama tentang kamu!”Mira membalas pelukan Kara dengan hangat, tangannya mengusap rambut adik kecilnya. “Iya, Kakak sudah janji kan? Kakak bawa es krim stroberi kesukaan Papa juga.”Maya berdiri di belakang Radit, tubuhnya tegang. Suaranya tetap tenang, tapi Radit bisa mendengar getaran kecil di dalamnya.“Alya… siapa ini? Kamu tidak p

  • Godaan Mama Muda   Bab 160

    Senin pagi, di Kantor PT Mitra Solusi Digital.Daily standup meeting berjalan seperti biasa. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda.Setiap kali mataku bertemu dengan mata Dinda di layar Zoom, ada senyum kecil yang tersirat. Senyum yang hanya kami berdua yang mengerti artinya.Mas Andi yang duduk

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-31
  • Godaan Mama Muda   Bab 137

    "Aku punya hutang ke bank," lanjutnya. "Sekitar lima miliar. Dan aku memang sempat telat bayar cicilan selama beberapa bulan karena cash flow yang macet."Aku mengepalkan tangan di atas paha."Tapi," Pak Darma mengangkat tangannya. "Itu sudah mulai teratasi. Aku sudah negosiasi

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-29
  • Godaan Mama Muda   Bab 136

    Aku bangun dengan pikiran yang masih kalut. Cek satu miliar dari Bu Siska tersimpan di laci meja, tersembunyi di balik tumpukan buku lama.Aku ingin bicara dengan Pak Darma hari ini. Tapi tidak tahu bagaimana cara membuka pembicaraan tanpa terlihat tidak sopan atau tidak percaya.Mama Jessica sudah

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-29
  • Godaan Mama Muda   Bab 138

    Tak terasa, dua minggu sudah aku bekerja di PT Darma Properti Sejahtera.Namun, setiap hari aku masuk kantor dengan perasaan cemas. Menghitung mundur deadline bank yang semakin dekat. Tinggal dua minggu lagi.Mama Jessica sudah berangkat ke Kalimantan seminggu yang lalu. Rumah terasa sangat sepi ta

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status