Share

Bab 72

Auteur: Joker Sarjana
last update Date de publication: 2026-01-07 12:42:19

Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Cukup lama, karena kawasan Citra Garden memang lumayan jauh dari kantor.

Tapi jarak bukan satu-satunya yang membuat perjalanannya terasa panjang. Rasanya, setiap kilometer yang kulalui seperti sedang menuntunku memasuki dunia yang bukan milikku.

Jalanan mulai berubah pelan-pelan. Dari jalan perkotaan biasa yang padat dan ramai, tiba-tiba melebar menjadi jalan raya yang lebar dengan pepohonan tinggi di kiri-kanan.

Rumah-rumah yang tadinya sederh
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 267

    Radit sedang menuang kopi, tiba-tiba bel pintu berbunyi. Suaranya pendek, dua kali, seperti orang yang sudah hafal rumah ini. Jam baru menunjukkan pukul delapan pagi. Terlalu pagi untuk tamu biasa.Maya mengangkat alis dari balik meja makan, sendoknya berhenti di udara. "Kamu pesan apa?""Enggak." Radit meletakkan teko kopi, tangannya agak licin. "Mungkin kurir."Tapi ketika ia membuka pintu, yang berdiri di depan bukan kurir.Alya tersenyum tipis, rambutnya terikat rapi, membawa kotak kue pastel yang kelihatan mahal. Di sampingnya, seorang perempuan lebih muda, mungkin awal dua puluhan, berdiri dengan sikap santai, tangan di saku jaket denimnya. Rambut hitam panjangnya sedikit berantakan karena angin pagi, tapi matanya tajam, seolah sudah menilai seluruh ruangan sebelum masuk."Pagi," kata Alya ringan. "Maaf datang mendadak. Aku bawa sarapan. Ini Mira, temanku. Dia baru pindah ke sini dan aku pikir... ya, kenalan dulu lah."Mira mengangguk kecil, senyumnya sopan tapi tidak berlebihan

  • Godaan Mama Muda   Bab 266

    Pagi itu dapur dipenuhi aroma roti panggang dan kopi yang baru diseduh. Radit berdiri di depan kompor, membalik telur dengan gerakan yang terlalu lambat, seolah takut api kecil itu bisa membakar sesuatu yang lebih besar.Maya menuang susu untuk Kara, senyumnya tetap tenang meski matanya sesekali melirik ke arah meja makan.Kara duduk di kursi tinggi, kakinya bergoyang-goyang. Di depannya tergeletak amplop kecil yang sama seperti kemarin, tapi kali ini stikernya bergambar dinosaurus biru. Mira duduk di sebelahnya, rambut panjangnya diikat sederhana, tangannya memegang gelas air dengan tenang.“Papa, ini surat baru dari Arka,” kata Kara sambil mendorong amplop itu ke depan Radit. Suaranya ceria, seolah sedang membagikan hadiah. “Kak Mira bilang Arka sudah mulai bergerak. Dia bilang dia mau lahir sebentar lagi.”Radit mengambil amplop itu dengan tangan yang terasa berat. Ia membukanya di depan semua orang, tidak lagi menyembunyikan. Di dalamnya ada selembar kertas kecil, tulisan tangan K

  • Godaan Mama Muda   Bab 265

    Pagi itu, Radit menuang kopi untuk dirinya sendiri, gerakannya lambat, seolah takut suara sendok yang menyentuh cangkir bisa membangunkan sesuatu yang lebih besar.Di meja makan, Kara sedang menggambar dengan krayon merah lagi. Mira duduk di sebelahnya, dagunya bertumpu di tangan, tersenyum melihat adik kecilnya bekerja. Maya berdiri di depan kompor, membalik telur, tapi matanya sesekali melirik ke arah meja.Kara mengangkat gambarnya tinggi-tinggi dengan bangga.“Papa, lihat! Ini surat dari Arka!”Radit hampir menumpahkan kopinya. Ia mendekat dan mengambil kertas itu. Di atas gambar bayi kecil yang tersenyum, ada tulisan tangan Kara yang masih agak miring, tapi jelas.“Untuk Papa, Aku sudah hampir lahir. Aku mau lihat rumah kita. Aku mau main dinosaurus sama Kak Kara. Jangan takut lagi ya, Papa. Aku sayang Papa. -Arka”Radit menatap tulisan itu lama. Huruf-hurufnya polos, tapi kata-katanya terlalu dewasa untuk Kara yang baru tujuh tahun.Maya mendekat, membaca dari atas bahu Radit. S

  • Godaan Mama Muda   Bab 264

    Radit berdiri di dapur, menuang kopi untuk dirinya sendiri. Bau kopi hitam yang pekat sedikit menenangkan sarafnya yang tegang. Di meja makan, Kara dan Mira sudah duduk bersama, kepala mereka hampir bersentuhan sambil melihat buku gambar.Kara menunjuk salah satu halaman dengan jari kecilnya. “Kak Mira, ini Arka yang kamu gambar. Lucu ya? Rambutnya keriting seperti Papa.”Mira tersenyum lembut, tangannya mengusap rambut Kara. “Iya. Arka mirip Papa. Matanya juga. Dia bilang dia sudah tidak sabar ingin lahir supaya bisa main dinosaurus sama kita.”Radit meletakkan cangkir kopi di meja dengan pelan. Suaranya tetap tenang meski dadanya bergolak.“Mira, kita perlu bicara. Arka bukan nama yang kami pilih. Dia hanya ada dalam mimpi burukku. Bagaimana kamu bisa tahu nama itu?”Mira mengangkat wajahnya. Matanya jernih, tidak ada rasa bersalah di dalamnya.“Aku juga mimpi tentang Arka sejak kecil. Dalam mimpi itu, dia lahir setelah Papa dan Mama saling memaafkan. Dia bayi yang ceria, suka terta

  • Godaan Mama Muda   Bab 263

    Meja makan pagi itu terasa seperti panggung sandiwara yang sangat pelan. Radit memegang sendoknya tanpa benar-benar mengaduk kopi.Maya duduk di seberang, tangannya memegang gelas susu Kara, tapi matanya sesekali melirik Mira dengan waspada yang ia coba sembunyikan.Kara makan sereal dengan riang, sementara Mira duduk tenang, kaos kebesaran Kara masih melekat di tubuhnya.Mira menatap Radit dengan senyum lembut, suaranya halus seperti hembusan angin pagi.“Papa, aku mimpi Arka lagi semalam. Dia kecil sekali, masih bayi. Dia tertawa saat aku gendong. Kamu juga ada di mimpi itu, Papa. Kamu memeluk kami semua.”Kara mengangkat kepala, mata besarnya penuh rasa ingin tahu.“Arka? Siapa Arka, Kak Mira? Namanya lucu. Kayak nama dinosaurus baru!”Mira tersenyum lebih lebar, tapi matanya tetap tertuju pada Radit.“Arka adalah adik kita yang belum lahir. Dalam mimpi aku, dia lahir dari Papa dan Mama. Lucu sekali, rambutnya mirip Papa.”Radit merasa udara di ruangan menjadi berat. Sendok di tang

  • Godaan Mama Muda   Bab 262

    Lampu ruang tamu sudah dimatikan, hanya menyisakan lampu tidur kuning lembut di kamar Kara.Radit berdiri di depan pintu kamar anaknya, tangannya ragu di gagang pintu. Di dalam, suara tawa kecil Kara dan Mira terdengar samar, seperti dua saudara yang sudah lama saling mengenal.Maya mendekat dari belakang, tangannya menyentuh punggung Radit dengan lembut.“Biarkan mereka malam ini,” bisiknya. “Kara senang sekali. Kita pantau dari sini.”Radit mengangguk, tapi hatinya tidak tenang. Ia mendorong pintu pelan. Kara sudah berbaring di tempat tidur, Mira duduk di tepinya, membacakan cerita dinosaurus dengan suara lembut. Boneka dinosaurus Kara tergeletak di antara mereka.“Kak Mira, cerita yang bagian T-Rex lindungi anaknya lagi,” pinta Kara dengan mata berbinar.Mira tersenyum, suaranya halus seperti sutra. “Dulu ada T-Rex besar yang sangat melindungi anaknya. Dia tidak pernah bohong pada anaknya. Selalu jujur, meski kadang menyakitkan. Karena itulah anaknya merasa aman.”Kara mengangguk s

  • Godaan Mama Muda   Bab 63

    Jam dinding menunjukkan pukul 10 malam ketika aku akhirnya memutuskan naik ke kamar. Koridor rumah sudah sunyi, hanya lampu kecil di ujung lorong yang menyala redup.Saat melewati kamar tamu, aku sempat melirik, pintunya tertutup rapat. Tidak ada suara apa pun dari dalam, seolah Kiara benar-benar s

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Godaan Mama Muda   Bab 68

    Jantungku serasa berhenti sejenak."Bukan cuma dipecat," lanjutnya kembali dengan santai. "Aku bisa bikin kamu gak dapat kerjaan di mana-mana. Aku punya daftar hitam di berbagai perusahaan. Sekali aku masukin nama kamu di sana... selesai. Kamu gak akan bisa kerja di kota ini lagi.""Papa, pliss jan

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Godaan Mama Muda   Bab 57

    Aku berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar dengan senyum lebar di bibirku. Pemandangan indah tadi, Kiara dengan handuknya terus berputar di kepalaku.Hingga saat ini, aku merasa aliran darah masih terpusat pada kejantananku. Si jantan benar-benar merespon dengan baik, dan mungkin ma

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Godaan Mama Muda   Bab 51

    Begitu pintu tertutup, suasana di ruangan berubah.Mama Jessica duduk di kursi yang tadi diduduki Kiara, sangat dekat dengan ranjang. Tangannya memegang tanganku dengan erat."Dit..." panggilnya pelan."Ya, Ma?""Kamu suka sama dia?"Pertanyaan itu membuatku terdiam."Kenapa tiba-tiba Mama nanya ka

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status