Beranda / Romansa / Godaan Mantan Istri / [134] Tidak Terburu-buru

Share

[134] Tidak Terburu-buru

Penulis: Kim Meili
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-23 19:47:15

Anika membuka mata secara perlahan, menatap langit kamar dengan sorot mata kosong. Dia mengalihkan pandangan, menatap ke arah Noah yang masih terlelap. Melihat sang suami yang begitu tenang membuat Anika mengalihkan pandangan. Dia meraih ponsel yang berada di nakas dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul tiga dini hari.

“Masih pagi,” gumam Anika.

Wanita itu kembali meletakkan ponsel di nakas dan membuang nafas kasar. Dia menutup mata secara perlahan, bersiap untuk kembali terlelap. Tapi, sebuah pikiran kembali terlintas dalam benaknya, membuat Anika membuka mata kembali.

“Ivana bilang kalau kemarahan itu bisa berarti tanda kehamilan,” gumam Anika dengan raut wajah berpikir. Dia seakan tengah menimang sesuatu. Hingga akhirnya dia membuka selimut dan turun dari ranjang.

‘Lebih baik aku periksa sendiri,’ batin Anika.

Anika mengambil alat tes kehamilan di laci meja riasnya dan melangkah ke arah kamar mandi. Dia mulai melakukan tes seperti yang disarankan Ivana. Meski usia pernik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Mantan Istri   [135] Tidak Mendapat Perlakuan Berbeda

    “Sayang, sebelum ke pesta, kita harus menghadiri beberapa rapat lagi. Karena kemarin kamu tidak berangkat, aku sudah menyuruh Kevin untuk membuat ringkasannya. Kamu hanya perlu pelajari garis besarnya saja. Terus mengenai gaun, aku akan suruh Kevin untuk mengantarnya.”Ivana yang berada di sebelah Arga hanya bergumam pelan dan menganggukkan kepala. Dia tidak banyak melayangkan protesnya. Daripada memikirkan ucapan Arga yang menurutnya bisa membuat pusing, Ivana lebih memilih menatap jalanan yang cukup tenang. Tidak banyak mobil yang melintas di sekitarnya. “Sayang, kamu tidak marah denganku, kan?” tanya Arga. Kali ini Ivana mengalihkan pandangan dan menatap ke arah sang suami dengan kening berkerut dalam. Dia menggelengkan kepala dan balik bertanya, “Memangnya Kenapa aku harus marah denganmu? Apa kamu membuat salah?”“Tidak. Cuma dari tadi kamu diam saja. Aku pikir kamu marah,” jelas Arga.Mendengar penjelasan sang suami, Ivana membuang nafas lirih dan mengalihkan pandangan. Dia ber

  • Godaan Mantan Istri   [134] Tidak Terburu-buru

    Anika membuka mata secara perlahan, menatap langit kamar dengan sorot mata kosong. Dia mengalihkan pandangan, menatap ke arah Noah yang masih terlelap. Melihat sang suami yang begitu tenang membuat Anika mengalihkan pandangan. Dia meraih ponsel yang berada di nakas dan melihat jam yang masih menunjukkan pukul tiga dini hari. “Masih pagi,” gumam Anika. Wanita itu kembali meletakkan ponsel di nakas dan membuang nafas kasar. Dia menutup mata secara perlahan, bersiap untuk kembali terlelap. Tapi, sebuah pikiran kembali terlintas dalam benaknya, membuat Anika membuka mata kembali. “Ivana bilang kalau kemarahan itu bisa berarti tanda kehamilan,” gumam Anika dengan raut wajah berpikir. Dia seakan tengah menimang sesuatu. Hingga akhirnya dia membuka selimut dan turun dari ranjang. ‘Lebih baik aku periksa sendiri,’ batin Anika. Anika mengambil alat tes kehamilan di laci meja riasnya dan melangkah ke arah kamar mandi. Dia mulai melakukan tes seperti yang disarankan Ivana. Meski usia pernik

  • Godaan Mantan Istri   [133] Kejahilan Arga

    “Kenapa kamu terus tertawa? Memangnya ada yang lucu?”Ivana yang sudah berada di mobil menatap ke arah sang suami yang tampak begitu ceria. Sejak meninggalkan rumah Anika, pria itu terus tertawa. Sekarang Ivana menjadi penasaran, apa yang menurut suaminya lucu? Rasanya tidak ada kejadian aneh yang dialaminya. “Kamu melihat bagaimana wajah Noah tadi? Benar-benar terlihat lucu,” ucap Arga. Ternyata semua karena reaksi yang diberikan Noah tadi. Ivana pun hanya bisa berdecak kecil dan menggelengkan kepala. Suaminya itu benar-benar tidak pernah membiarkan Noah tenang sedikit. Ada saja tingkah yang dilakukan pria itu. “Kenapa kamu suka sekali menggoda Noah?” tanya Ivana. Dia pikir waktu pernikahan Anika dan Noah, keduanya sudah benar-benar akur. Tapi ternyata suaminya masih saja suka membuat pria itu marah. “Soalnya dia juga sering sekali menggoda dan membuatku marah. Jadi, sekarang biar dia rasakan juga apa yang pernah aku rasakan,” jawab Arga tanpa menutupi apapun. Dia melakukan hal i

  • Godaan Mantan Istri   [132] Kekesalan Anika

    “Kalau begitu, kita pergi dulu. Terima kasih untuk jamuannya hari ini. Terima kasih juga untuk oleh-olehnya,” kata Ivana sembari menunjukkan paper bag yang diberikan Anika. Anika yang mendengar hal itu menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. Rasanya juga senang bisa bertemu dengan sahabatnya itu. Dia Jadi bisa meluapkan segala perasaan yang sejak lama dipendam, berbagi kebahagiaan dan bertukar cerita. Namun, hal lain ditunjukkan oleh Noah. Pria itu dengan raut wajah masam berkata, “Lain kali gak usah ke sini lagi. Aku jadi sulit berduaan dengan Anika.”Mendengar itu, Anika langsung mengikut suaminya keras. Dia menatap tidak terima ke arah pria tersebut. Padahal jelas-jelas dia menyukai kedatangan Ivana, tetapi Noah Seperti ingin merusaknya saja. “Jaga bicaramu,” kata Anika dengan suara pelan, tetapi menunjukkan ketegasan. Dia menekankan suara, seakan ingin menegaskan jika dirinya tidak setuju dengan ucapan sang suami. Noah jelas tidak terima, tetapi saat dia akan melayangkan pro

  • Godaan Mantan Istri   [131] Tidak Punya Malu

    “Sayang, makanannya sudah selesai. Ayo kita makan bersama.”Anika yang saat itu sedang sibuk bercerita dengan Ivana langsung mengalihkan pandangan. Dengan semangat dia mengajak Ivana untuk bangkit dan menuju ke arah ruang makan. Beruntung sahabatnya itu pun menurut dan mengikutinya. Hingga keduanya sampai di ruang makan, membuat Ivana yang melihat banyak sekali menu makanan langsung mengerutkan kening dalam. “Kamu yang memasaknya?” tanya Ivana dengan tatapan tidak percaya. “Tentu saja. Dari tadi aku tidak menemuimu karena mau memasak,” jawab Noah dengan percaya diri. “Benarkah?” Ivana masih tidak percaya. Kalau hanya satu atau dua lauk, dia bisa mempercayainya. Tapi sekarang bahkan ada sampai enam menu makanan yang tersaji di meja makan.“Ivana, jangan mengejekku. Meski seperti ini aku juga bisa memasak. Semua menu yang ada di meja juga hasil masakanku,” kata Noah dengan penuh percaya diri. Dia bahkan seperti tidak terima mendapat tatapan tidak percaya Ivana. “Aku bukannya tidak p

  • Godaan Mantan Istri   [130] Ingin Cepat Pulang

    “Apa saja jadwalku hari ini, Kevin?”Arga yang baru saja turun dari mobil langsung melangkah lebar ke arah ruang kerjanya. Raut wajahnya tampak serius dan terkesan buru-buru. Kevin yang biasanya selalu berada di sebelah pria itu juga terlihat sedikit kewalahan. “Hari ini ada rapat untuk membahas masalah produk baru di jam sepuluh, rapat dengan dewan direksi jam satu, bertemu Tuan Vincent untuk membahas kerjasama dan….”“Batalkan jadwal pertemuanku dengan Vincent,” sela Arga. Kevin yang mendengar hal itu langsung terdiam dengan kedua mata melebar. Mulutnya sedikit terbuka, merasa terkejut dengan ucapan tuannya. Kevin berusaha mencerna kembali perintah pria itu dan berdehem kecil, berusaha menormalkan suaranya. “Tuan, Anda yakin ingin membatalkan pertemuan ini?” Kevin bertanya dengan nada ragu-ragu. “Tentu saja, Memangnya kamu pikir aku terlihat sedang bercanda?”Lagi-lagi Kevin menelan saliva pelan. Dalam hati dia membatin, 'Pertemuan ini sudah yang ke lima kali dibatalkan. Kalau t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status