Share

83

last update Dernière mise à jour: 2025-12-26 23:47:24

"Line, aku takut kamu akan bernasib seperti aku."

"Cassie, aku akan baik - baik saja. Kamu dan Jason akan mengawasiku. Apa lagi Jason, meski dia kadang ke kanakan dia bisa di andalkan. Percaya padaku."

"Baik lah, jadi..."

"Jadi besok aku akan bertemu dengannya."

"Kamu sudah memberitahu Jason?" Tanya Cassandra mulai meragu.

"Belum, besok saja aku chat dia." Namun Cassandra tidak mau menunggu besok. Jadi diam - diam dia chat Jason dan menyuruhnya datang.

"Eeh sapa itu datang jam segini?" Caroline menatap jam didinding di atas pintu menuju dapur.

"Kamu chat Jason?" Tanya Caroline kemudian saat Jason terlihat membuka pintu pagar, mobil kuning yang sangat mudah di kenali menjadi latar belakangnya.

Cassandra mengangguk.

Tak lama sesosok anak lelaki jangkung memasuki ruang tamu dimana Caroline dan Cassandra duduk.

"Apa yang terjadi miss?"

"Nothing!" Jawab Caroline singkat.

"Besok dia berencana menemui Peter, kamu harus menemaninya." Cassandra langsung to the point.

"Tanpa d
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Godaan Nakal Brondong Manis   92

    "Siapa kau?" Teriak Amos. Jason menjawabnya dengan pukulan di bagian rahang. Amos kembali terjatuh dengan bunyi gedebuk, badannya yang besar terpelanting di lantai senam. "Kami sudah mendapatkan bukti kalau kalian penipu, jika tak mengembalikan semua uang yang sudah kalian tipu siap - siap saja viral dan mendekam di penjara." Caroline memperlihatkan video saat Paul memaksanya menscan barcode. Paul dengan mata merah terlihat kesal, tangannya mengepal tapi dia hanya diam di tempat dengan nafas cepat. Amos duduk kesakitan memegangi wajahnya. "Kamu ingin terkenal? aku akan mengunggah video ini beserta kesaksian para korban kalian. Mau coba?" Ancam Caroline dengan sudut bibir yang masih bengkak dan berdarah. "Kamu menjebakku? siapa kalian sebenarnya?" Teriak Paul frustasi. "Bukan menjebak, tapi mengikuti cara mainmu. Kamu masih ingat sama dia? gadis yang sudah kalian tip

  • Godaan Nakal Brondong Manis   91

    Caroline memperhatikan keliling, toko itu beraroma rempah yang membuat tubuh hangat hanya dengan menciumnya. Desainnya minimalis, tak banyak hiasan di dinding. Hanya beberapa figura berisi daun - dan bunga yang di keringkan. Si dekat pintu masuk sebelah kanan ada meja kasir, seorang ibu paruh baya dengan kaca mata baca duduk disana. Seorang gadis belasan tahun memakai celemek, sedang menyusun beberapa botol minyak zaitun di rak. Gadis itu berambut gelap yang ditutupi skraf. Caroline mendekati rak bagian teh dan kopi herbal yang di keterangannya bisa menurunkan berat badan. Caroline mengambil sekotak teh daun cina lalu membaca inggredent secara detail. "Maaf kak, apa kakak ingin menurunkan berat badan?" Tiba - tiba seseorang menepuk bahu Caroline dari belakang. "Maaf? siapa?" Tanya Caroline. "Kenalkan saya, Amos instruktur aerobik. Apa kakak berminat menurunkan berat badan?" "Saya, saya sebenarnya..." "Saya akan membantu kakak jika berminat, ini kartu nama saya. Dan se

  • Godaan Nakal Brondong Manis   90

    Caroline mematikan ponselnya dan mencoba untuk tidur.* "Line, Cass ayo banguun!" Deborah menarik selimut mereka berdua. "Masih ngantuk, biarkan aku tidur." Caroline menahan selimutnya, lalu kembali meringkuk. "Ayo Ra tidur lagi, ini hari yang indah untuk tidur." "Ayoo anak gadis ini sudah siang, aku sudah memasak sarapan. Ayo buruan bangun." Deborah menatap kedua temannya yang tidak bergerak di tempat tidur, dia menghela nafas lalu keluar dari kamar. [Jaas, ke rumah Miss Caroline, sarapan!] Deborah mengirimi Jason pesan. [Siap] 1 menit berikutnya balasan dari Jason masuk. Tak kurang dari 10 menit kemudian, Jason sudah berdiri di depan pintu rumah Caroline. "Kok sepi miss?" "Kedua dosenmu masih tidur, saya kesulitan membangunkan mereka." "Biar aku saja yang bangunin." Jason segera berdiri lalu masuk ke kamar. Caroline tidur disisi kiri, ada boneka teddy di pelukkanya. Sedangkan Cassandra tidur dengan posisi kaki menyentuh lantai sedangkan badannyan masih di ata

  • Godaan Nakal Brondong Manis   89

    Setelah drama pendek di dapur akhirnya mereka bertiga makan malam dengan tenang, tapi tidak setenang itu saat bel dari arah gerbang berbunyi."Siapa tu?" tanya Cassandra."Palingan Jason." Benar saja saat mengecek kamera depan, sebuah mobil kuning terparkir di depan pintu pagar."Masuk aja Jas, pintunya belum di kunci.""Selamat malam! wah semua dosen aku lagi ngumpul nih.""Ayo makan malam bareng, sebentar ya Miss ambilkan piring." Deborah berdiri akan mengambilkan Jason piring namun Caroline menahannya."Biar dia ambil sendiri Ra, dia tau tempatnya.""Hehehehe iya Miss, aku ambil sendiri saja." Jason nyelonong ke dapur mengambil piring.Setelah mengambil piring Jason duduk dengan tenang, Deborah mendorong nasi ke depan Jason sedangkan Cassandra mengambilkan Jason sepotong ikan dan mendorong semangkok besar sup iga."Eeeh terima kasih Miss.""Iya makan yang banyak ya besok temani kami." "Kemana Miss?" Jason menatap Cassandra penuh tanya."Ke toko Herbal green.""Buat apa?" tanya Ja

  • Godaan Nakal Brondong Manis   88

    "Pulang nanti kalian ikut saja kerumah." "Siap!" Jawab Cassandra. Sedangkan Deborah menatap mereka berdua tak yakin. "Cass, gimana kabar ibumu? apa dia menelponmu akhir - akhir ini?" tanya Caroline, karena ibunya Cassandra tinggal di luar kota bersama ayah dan adiknya. "Semalam dia menelponku, ibuku meminta maaf karena membuatku kesulitan. Aku mengatakan semua sudah selesai jadi tak perlu khawatir. Sekarang ibuku sudah pasrah tak lagi menjodohkanku." "Wah itu berita baik, selamat ya hidupmu jadi tenang." Caroline menepuk pelan bahu Cassandra. 14.00 Kelas berakhir, mereka bertiga masuk ke mobil merah Caroline. "Kita mampir supermarket dulu ya, dirumah stok makanan habis." "Oke." Jawab Cassandra. Caroline membelokkan mobilnya ke suoermarket terbesar di kota mereka, begitu masuk Caroline mengambil troli belanja. "Ayo kalian pilih aja cemilan yang kalian suka, biar Momy Caroline belikan." "Asyiiik Caroline traktirin." Seru Cassandra girang, berbanding terbalik dengan

  • Godaan Nakal Brondong Manis   87

    Mereka bertiga memesan makanan, lalu membawa nampan duduk di sudut yang agak sepi. Caroline dan Cassandra duduk di depan Deborah yang tidak bersemangat seperti biasanya. Padahal kantin adalah tempat favoritnya di kampus. "Ra, ayo makan dulu baru kamu bercerita." Cassandra mendorong semangkok sup ayam.Deborah hanya memandangi mangkok sup itu tanpa berusaha untuk mengambilnya."Aneh banget kamu, biasanya selalu semangat. Aku tak senang melihat kamu lesu gini. Ya kan Cass?""Iyaa niih, Ra coba kamu cerita ada apa sebenarnya? aku punya pengalaman yang ku sesali karena tidak dari awal bercerita. Saat aku bercerita dan Caroline membantu, ternyata masalah ku selesai. Andai dari awal.""Masalahmu apa? Masalahku sepertinya tidak bisa kalian bantu." Desis Deborah lemah."Kamu belum cerita gimana kami bisa bantu atau nggak?" Timpal Caroline."Baiklah aku akan bercerita terlebih dahulu, agar kamu bisa menilai masalahku,.." Akhirnya Cassandra bercerita tentang apa yang sudah dia lalui, demi mem

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status