Share

Bisakah Paman Mengajari Aku?

Penulis: Caramelly
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 07:10:05

“Bisa Tante,” jawab Lucy tersenyum.

Tidak lama Neil muncul menghampiri mereka. Neil berdiri di belakang Lucy, memegang kedua bahunya membungkuk seraya berbisik pelan.

“Bagaimana?” tanya Neil, suaranya terdengar rendah.

Lucy menoleh, menaikan pandangannya. Lucy tersenyum.

“Besok Tante mengajakku pergi.”

Neil mendekatkan wajahnya di telinga Lucy. “Beritahu aku, jika kamu tidak bisa. Aku bisa membatalkannya untukmu.”

Lucy menatap Neil dengan lembut, memegang tangannya.

“Aku akan pergi,” jawab Lucy pelan.

Kathy memperhatikan putranya. Sudah lama sekali, ia tidak melihat Neil dekat dengan perempuan manapun. Cara dia menatap Lucy memang berbeda, Kathy dapat merasakannya.

“Tenang saja, aku tidak menyusahkannya.”

Mendengar itu, Lucy dan Neil menoleh menatap Kathy.

“Lucy, bisa tinggalkan kami sebentar?” pinta Kathy.

Lucy berdiri. “Kalau begitu, Tante aku permisi.”

Sebelum pergi, Lucy dan Neil saling bertatapan. Setelah Lucy tidak ada, Neil duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Lucy.

Ibu dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Dia Masih Mencintaiku

    Wajah Lucy terasa panas, Neil tidak memberinya kesempatan untuk membalas ciuman itu. Tangan yang semula menekan dinding kolam, kini perlahan memeluk tubuhnya. Sesaat Lucy merasakan perasaan merinding, merasakan tangan Neil menyentuh kulit tubuhnya.Namun, yang membuat jantungnya semakin berdebar. Keberadaan di bawah sana, yang terasa menekan sisi sensitifnya bagian bawah. Mata Lucy melotot, ia merasakan Neil menggigit bibirnya menariknya. Lalu, ciuman itu terlepas.Wajah Lucy merah. Sementara Neil terlihat tenang dan tersenyum.“Kamu merasakannya?” tanya Neil menatap Lucy teduh.“Jangan berkata begitu.” Lucy menundukkan wajahnya.Neil mengangkat dagu Lucy. Wajah Lucy menengadah menatap wajah Neil, wajah Lucy semakin merah.“Sekarang kamu sudah menjadi milikku. Kamu sudah tidak memiliki alasan untuk menolak ku.”“Kamu ingin melakukannya di sini?” tanya Lucy dengan napas tertahan.“Kenapa tidak?” jawab Neil.Neil mendekat, lalu bibir keduanya kembali bertautan. Kali ini Neil membiarkan

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Janji Suci

    Robin menyerahkan tangan Lucy pada Neil. Lucy melihat Neil menangis, ia bertanya-tanya apakah dia sedang berakting. Atau memang air mata itu bentuk perasaannya yang tulus. Saat naik ke altar pernikahan, Lucy melihat pembawa cincin pernikahan di sisi Neil. Usianya tidak jauh beda dari Neil.Neil berbisik pelan di telinga Lucy, membuat semua orang penasaran. “Dia Andrew Valcour yang kamu cari.”Lucy dan Neil saling menatap, Lucy terlihat terkejut. Matanya bertemu dengan mata Andrew, lalu kembali menatap Neil.“Dia cukup tampan.”Neil tersenyum miring, matanya menunjukan rasa tidak senang Lucy memuji pria lain.Lucy dan Neil menghadap pendeta, saling berpegangan tangan. Neil dan Lucy saling mengucap janji suci pernikahan di hadapan Tuhan. Mereka sah menjadi suami istri, Neil menyempatkan cincin di jari Lucy. Begitu juga dengan Lucy yang menyematkan cincin di jari Neil.Neil mengangkat veil yang sedari awal menutup wajah Lucy. Mereka berdua saling menatap, setelah itu Neil meraih pinggang

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Sudah Mulai Menyukaimu

    Neil menundukkan kepala, menatap ke bawah paha yang terbuka lebar. “Kau pikir aku bocah kemarin sore yang marah karena hal itu?”“Jika bukan karena itu, apa yang membuatmu sampai tidak ingin melihatku belakangan ini?” tanya Lucy menatap Neil lekat-lekat. Lucy berjongkok, meraih tangan Neil. Neil menatap wajah Lucy. “Besok kita resmi menjadi suami-istri. Aku tidak mau ada konflik antara kita. Karena aku sudah menerima pernikahan ini. Paman, aku ingin belajar membuka hati. Belajar jatuh cinta padamu, bisakah Paman juga melakukan itu?”Neil meraih belakang kepala Lucy, membuat wajah mereka sangat dekat.“Tidak perlu,” jawab Neil membuat Lucy membelalak, terkejut. “Karena aku sudah mulai menyukaimu!”Deg! Lucy melotot. Ia menatap mata Neil, di matanya tidak ada kebohongan. Lucy membuka mulutnya, masih menatap Neil. Saat akan mengucapkan sebuah kalimat, Neil sudah lebih dulu menciumnya.Ciuman itu sangat dalam, hangat. Menenggelamkan mulutnya, Lucy memejamkan mata. Ia berinisiatif untuk m

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Sepenuhnya Menjadi Milikku

    Lucy terpaku, matanya melebar. Lucy mengingat malam dimana dia menggodanya. Ia tidak pernah melupakannya sama sekali. Ia tidak berpikir, Neil akan mengungkitnya sekarang. “Pa–paman serius ingin melakukannya sekarang?” tanya Lucy terbata.“Ya.” Neil melepaskan satu persatu helai pakaian di tubuh Lucy. Mata Lucy mendadak berkabut, saat Neil hendak menciumnya. Lucy memalingkan wajah, Neil tersenyum miring. Ia tahu Lucy tidak menginginkannya. Sebenarnya malam ini, Neil hanya ingin mengujinya. Lucy tidak pernah tahu isi hatinya.“Aku tahu kamu tidak pernah menyukaiku. Tapi, setelah menikah, kamu akan sepenuhnya menjadi milikku.”Ucapan Neil membuat Lucy terkejut. Neil menarik selimut menyelimuti tubuh Lucy sampai kepala, lalu keluar dari kamar. Lucy menarik napas, lalu menatap pintu yang sudah tertutup rapat.“Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu?”Setelah malam itu, Lucy dan Neil jarang bertemu. Neil sibuk dengan urusan di kantor, terkadang mereka hanya bertemu saat makan malam, atau sa

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Menginginkannya

    Lucy nyengir, mereka meninggalkan panti jompo menuju butik langganan keluarga Dravencourt. Sesampainya di butik, Neil dan Lucy disambut ramah oleh staf toko.“Pak Neil, tolong ikuti saya.”Neil dan Lucy dibawa ke salah satu ruangan VIP. Neil pun duduk di sofa, sementara Lucy masih berdiri terpaku menatap kelima gaun pengantin yang begitu cantik.“Aku ingin kamu mencoba kelimanya.”“Oke.”Tirai ditutup, Lucy mencoba satu persatu gaun pengantin itu. Saat tirai di buka, Neil menaikkan pandangan. Matanya tertuju pada Lucy yang kini memakai gaun pengantin.“Bagaimana Pak, Nona sangat cantik memakai gaun ini.”Lucy tersenyum, ingin mendengar jawaban Neil.“Ganti.”Lucy mencoba gaun yang lain. Hingga gaun pengantin yang keempat, Neil akhirnya berdiri. Ia melangkah menghampiri Lucy.“Cantik,” kata Neil. “Gaunnya.”Lucy membelalak. Ia sedikit kesal, tetapi memilih tidak menggubrisnya. Setelah memilih gaun pengantin, mereka juga pergi ke toko perhiasaan langganan keluarga Dravencourt. Rupanya N

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Gaun Pengantin

    Lucy berdiri. Christine dan Kathy terkejut, berpikir Lucy pasti menolak menyuapi Christine. Lucy berbalik badan, Kathy terkejut. Namun, ia jauh lebih terkejut saat melihat Lucy membawa kursi di seberang sana dan meletakkannya di sebelah Christine.Awalnya mereka mengira, Lucy akan kesal atau menolak. Lucy duduk tidak jauh dari Christine saat ini, tersenyum, dengan tenang ia mengambil garpu kecil itu. Kathy memperhatikannya, sementara Christine menatapnya, melihat reaksi di wajah Lucianna.“Nenek, ingin makan buah yang mana dulu?” tanya Lucy suaranya terdengar lembut.“Pir saja,” jawab Christine sambil berdehem.Lucy menusuk buah pir secara pelan-pelan, lalu menyuapi Christine. “Bagaimana, Nenek, buahnya manis?”“Manis,” jawab Christine kembali berdehem.“Sup buah pir bagus untuk kesehatan. Jika Nenek mau, aku bisa membuatkannya untuk Nenek.”Christine membeku.“Tidak perlu. Aku bisa meminta perawat membuatnya lain kali.”Christine mendesah. Ia memijat lututnya, Lucy memperhatikannya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status