Share

Bab 4

Jam menunjukan pukul 13.50. Cepat cepat lita bersiap untuk madrasah dinyah. Lita berangkat bersama santri putri yang lain, karena risma sudah berangkat lebih dulu. Risma ada jadwal piket hari ini. Dan dia harus berangkat lebih awal dari yang lainnya. Lita berpapasan dengan kang ikhsan yang juga akan berangkat dinyah.

" Sudah dibaca buku yang kemarin saya kasih ? " tanya kang ikhsan seraya menaikkan kedua alisnya.

' Sudah kang, terima kasih " jawab lita tanpa menoleh . Lita mempercepat langkahnya. Ia tidak mau berlama lama bertemu kang ikhsan. Lita langsung masuk kekelas A putri. Ia duduk dibangku paling depan bersama risma.

Jam pelajaran sebentar lagi dimulai. Lita dan risma sibuk membaca bukunya.

" Lo tau ga sekarang ustadz siapa yang masuk kelas kita ?", tanya risma sembari manaik turunkan alisnya.

" Emang siapa ?"

" Gus zafran ta "

" Oh , Gus zafran" jawab lita seolah tak peduli.Padahal dalam hati Lita benar benar bahagia bisa mengikuti pelajaran pria yang ia kagumi.Pasti ia lebih bersemangat dari pada kelas lainnya.Terlebih sejak kejadian semalam. Gus zafran sukses membuat lita tidak bisa tidur semalaman.

Tok..tok...tok

Seorang pria memasuki kelas A putri membawa kitab dan buku- bukunya ,yang tak lain adalah Gus zafran.

"Assalamualaikum wr.wb"

"Waalaikum salam wr.wb" jawab semua santri putri bersemangat.Tanpa basa basi Gus zafran langsung menuliskan materi di papan tulis.Semua santri terfokus ke tulisan yang ada didepan, terkecuali dengan lita, ia malah fokus memandang Gus zafran.

Gus zafran menjelaskan panjang lebar.Semua santri menganggukan kepalanya tanda sudah faham.

" Ada pertanyaan ?" tanya Gus zafran diakhir penjelasannya.Tampak semua santri terdiam.

" kalau tidak ada silahkan dicatat !!" sambungnya.

" Baik Gus" jawabnya serentak.

Semua santri putri mencatat materi yang diberikan Gus zafran.

"Eh Gus zafran ngelihatin lo terus tu", bisik risma.

" Ssstt...jangan berisik" ,Lita malas meladeni teman sebangkunya itu. Padahal sebenarnya lita salah tingkah mendengar ucapan risma.Tapi lita terus berfikir positif "ga mungkin juga seorang Gus zafran mandangin gue".

Jam pelajaran selesai,seluruh santri putra dan santri putri berhamburan keluar dari kelas masing- masing.Bersiap siap karena sudah tiba waktu ashar.

.

o0o

.

Pov: Gus Zafran

Sebenarnya aku tidak pernah merasakan yang namanya cinta. Diusiaku yang menginjak 25 tahun ini, aku lebih fokus pada hafalan dan kuliahku yang sebentar lagi sidang kelulusan.Aku menempuh pendidikan S2 master di salah satu Universitas Islam dikotaku. Aku terlalu sibuk dengan itu semua, terlalu sibuk mengejar akhirat dan juga karirku. Sehingga aku lupa bahwa aku juga kelah membutuhkan pendamping hidup.Hingga sore itu aku tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis, dia nampak terburu buru membawa kotak makanannya dan tidak sengaja menabrakku.Pertama kalinya saat mata kami saling bertemu, disitulah aku merasa ada sesuatu yang berbeda didadaku.Jantungku berdebar kencang,tubuhku kaku. Apakah ini yang namanya cinta?. Entahlah, tapi sejak pertemuan yang tidak disengaja itu, membuat pikiranku tidak karuan. Aku selalu bertanya tanya, siapa gadis itu, siapa namanya?.Parasnya sungguh indah, tatapannya sejuk, gayanya yang feminim dan anggun, sungguh ia sangat sempurna.

Sore itu ketika para santriwati berjalan menuju aula,aku melihatnya lagi.Sungguh aku tidak berani menatapnya.Aku hanya bisa menundukkan kepalaku saat berjalan melewatinya.Aku sangat penasaran,siapa nama gadis itu.Karena ia santri baru,jelas aku belum mengenalnya.Tiab - tibq aku teringat sesuatu. "Ya,semua santri yang ada disinikan pernah mengisi formulir,pasti datanya ada dikantor". Dengan cepat aku berjalan menuju kantor.Dengan rasa penasaranku ,aku membuka satu persatu berkas yang ada dilaci.Seketika aku menemukan foto dan formulirnya.

"Talita Adriana" nama yang bagus.Diam diam aku mencatat tanggal lahirnya.Ternyata usianya masih 18 tahun.Masih sangat muda,tapi kenapa aku bisa menyukai anak remaja reperti ini?. Ah ,ini gila.Benar benar diluar nalar.

Selesai sholat duha,aku baru teringat kalau ini adalah hari jum'at.Dan seperti biasa,jum'at pagi adalah jadwal latihan marawis atau rebana.Aku segera mengambil buku sholawat dan bergegas menuju aula.Dari kejauhan aku melihat gadis itu duduk dibarisan paling depan para santri putri.Mrngenaka gamis berwarna hitam motif bunga dan hijab berwarna peach.Sungguh cantik dan anggun.

Setelah kang ikhsan memperkenalkannya ,aku menyuruhnya menjadi vokal grup kami.Karena kebetulan vokal grup kami tidak ada yang perempuan.Betapa terkejutnya aku , mendengar suaranya yang sangat merdu.Ia j7ga hafal semua lirik sholawat.Bagaimana aku tidak mengaguminya ,kalau hobiku adalah hobinya juga.Pikiranku mulai kacau.

Disepertiga malam ,aku benar - benar belum bisa memejamkan mataku.Segera aku mengambil wudhu dan menunaikan sholat tahajud.Selesai sholat,aku menghafal Quranku.

"Ada apa dengan diriku, kenapa difikiranku hanya ada nama TALITA ADRIANA" ucap zafran sambil memijit pelipisnya.

Sepulang kuliah ,aku langsung kekantor pesantren.Jadwalku memang padat akhir akhir ini.Hingga pukul 17.30 aku masih berada dikantor.Aku sibuk mengurus data santri yang akan dimunaqasah(ujian) minggu depan.Karena yang mengikutinya adalah santri santri formal(sebutan untuk santri yang masih sekolah) dari tingkat Tsanawiyah.

Tok...tok...tok

Terdengar suara ketukan pintu.Aku mempersilahkannya masuk tapipandanganku masih kearah laptop.Karena aku harus menyelesaikan berkasku hari ini.

"Maaf Gus, ini ada titipan dari Umi"

Aku terkejut mendengar suara wanita yang sudah tidak asing itu.Spontan aku mengalihkan pandanganku ke arahnya.Badanku tiba tiba saja terasa kaku,jantungku terasa berhenti berdetak.

" Astaghfirullahaladzim", aku langsung tersadar dan mengembalikan pandanganku ke laptop.Aku terlalu takut menatap matanya.Aku juga tidak mau bertatapan wanita yang bukan mahromku.

Gadis itu meletakkan makanan dimejaku dan berlari keluar.Aku hanya menggelengkan kepalaku."Wanita yang cantik dan pintar" lirihku sambil tersenyum.

Selepas maghrib aku makan malam bersama Umi dan Abah.Aku memang anak tunggal.Jadi terasa sepi sekali rumah ini tanpa ada saudara.

"Gimana berkasnya le ?" abah memulai pembicaraan dimeja makan.

"Alhamdulillah sudah selesai Bah" jawabku.

"Minggu depan kamu yang antar anak anak munaqasah ya ! Ajak kang ikhsan dan juga santri putri untuk mendampingi anak - anak yang perempuan"

"Siap Bah"

Aku bingung ,siapa santri putri yang bisa kuajak.Sedangkan santri yang lainnya sedang sibuk mempersiapkan acara pengajian rutin bulanan disini.Tidak mungkin aku mengajak santri formal.

Adzan isya berkumandang,aku bersiap untuk sholat jamaah dimasjid.Selesai sholat isya,aku duduk diteras ndalem, mempelajari kitab dan materi yang besok akan kuberikan kepada santri kelas A putri.

Mataku tertuju pada kotak makanan diatas meja.Disitu tertulis nama Talita Adriana.Aku menjadi cemas.Tanpa fikir panjang aku mengambil kotak makanan itu dan mengisi makanan yang ada diatas meja makan. Aku buru buru kekantor setelah berpesan kepada salah satu santri putri yang ada dindalem untuk memanggilkan Lita.

Aku menunggunya hampir sepuluh menit dengan perasaan gelisah.Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, dan pintu terbuka. Aku sudah menduga, itu pasti Talita.

Aku memberikan makanan itu dengan cepat dan langsung pergi meninggalkannya.Ada rasa lega dihatiku melihat gadis itu masih baik-baik saja.

Satu hal yang aku suka darinya,ia mau belajar dengan fokus.Seperti saat dinyah sore itu, ia tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari bukunya.Memperhatikan penjelasanku dengan seksama, mendengarkqn bait demi bait yang kusampaikan.Tanpa menyadari bahwa aku memperhatikannya sejak tadi.

Kelas itu, terasa sangat singkat bagiku.Padahal sudah dua jam aku berada disitu.Hingga adzan ashar yang mengharuskan aku menutup pelajaran sore itu.Setelah menutup salam,dengan langkah cepat aku meninggalkan kelas.Ada semangat baru di hidupku.Semangat yang entah datangnya dari mana.Intinya hariku menjadi lebih berwarna.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status