Home / Romansa / HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA / TAWARAN PEKERJAAN DARI SI TAMPAN

Share

TAWARAN PEKERJAAN DARI SI TAMPAN

last update Last Updated: 2024-05-30 01:04:33

Namun sepertinya tidak bagi Pria itu, Julie pun Tak mempersalahkan karena saat itu kondisi Pria itu tengah dalam keadaan kritis. Justru Julie bersyukur karena Pria yang ia selamatkan telah sembuh dan sehat kembali.

Julie juga bersyukur karena ternyata Pria yang ia selamatkan adalah pemilik panti asuhan ini, seorang pria dermawan

Seorang Pria muda yang tampan, berkharisma dan juga cerdas yang bernama Andrean. Bagaimana tidak di usianya yang terbilang muda yaitu tiga puluh dua tahun berhasil membangun usahanya sendiri.

Andrean adalah pemilik Yayasan dan pemilik Perusahaan Farmasi tak hanya itu Ia juga pewaris satu satunya Rumah Sakit milik Ayahnya.

*Flash back*

Saat Andrean masih berusia 11 tahun, Saat dalam perjalanan pulang sekolah, Andrean tidak sengaja melihat Sebuah rumah bangunan kuno yang besar dihalaman tersebut terdapat berapa anak masih sangat kecil yang berwajah lesu bertubuh sangat kurus seperti kekurangan Gizi dan seorang Wanita bertubuh ramping berusia sekitar 30 an sedang menggendong dan berusaha menenangkan seorang bayi yang sedang menangis tak henti hentinya. Dan perempuan itu adalah bu. Catrine satu satunya pengurus yayasan yang masih tinggal.

Pada dinding samping bagian kanan terdapat plank yang bertuliskan *Orphanage* dan di pada pagar kayu pun terdapat plank juga yang bertuliskan *For Quick Sale*

Saat Itu juga Andrean merasa iba Ia pun berfikir, jika rumah ini di jual bagaimana dengan Anak- anak itu, dimana keluarganya, Bukankah seharusnya mereka memiliki Orang Tua, tubuh yang ideal untuk Anak-anak seusia mereka, istirahat yang cukup, bermain, bercanda.

Setelah menyaksikan apa yang Ia lihat di Panti Asuhan tersebut, Ia pun menceritakan pada orang Tuanya meminta ijin ayahnya sekaligus meminta Ayahnya agar mau membeli Rumah tersebut agar dapat melanjukan Panti Asuhan itu dan memberikan donasi agar Anak- anak mereka mendapatkan Gizi yang cukup serta pendidikan.

Ayah Andrean seorang dokter ahli bedah sekaligus pemilik Rumah Sakit, sedang Ibunya adalah seorang Profesor

Ayah Andrean pun bersedia dengan syarat Andrean harus bertanggung jawab atas Panti Asuhan tersebut dan belajar lebih rajin agar bisa mengikuti jejak sang ayah.

*Flash Back Off*

Julie salut atas keramahan dan kesopanannya meski berbeda kalangan. karena biasanya jarang ada orang di jaman sekarang yang berstatus tinggi peduli, ramah dan sopan pada orang yang berstatus rendah, kebanyakan dari mereka selalu merendahkan dan tidak bisa menghargai orang yang berstatus rendah.

Begitupun Andrean, Andrean sempat kagum atas kesederhanaan dan kecantikan alami yang terpancar dalan diri Julie meski tanpa makeup tebal, Rambut pirang alami.

tak seperti Wanita yang berada di kediamannya seorang Wanita yang selalu berpenampilan glamor tak hanya pakaian saja yang terlihat berlebihan menurut Andrean beberapa perhiasan yang di kenakannya terlalu berlebih dan sapuan make up yang mengikuti actris di negeri gingseng, warna rambut yang berubah menjadi coklat ke merahan.

sangat kontras dengan kriteria seorang wanita menurutnya.

yah, Wanita itu yang berada di kediaman nya tak lain adalah istrinya, namun tak seperti Rumah tangga pada umumnya, Bahkan Pernikahan Andrean dengan Seorang wanita yang bergelar Istri itu terbilang tidak sah, karena Andrean belum mendaftar kan Pernikahan mereka ke kantor Agama bahkan orang tua dari Andrean pun sebenarnya tak setuju bahkan tak pernah mendesak agar Putranya segera mendaftarkan Pernikahannya.

Bagi Andrean Julie memberikan kesan menarik yaitu kesederhanaan, kesopanan, keluguan dan itu semua memberikan kesan bahwa Julie memiliki hati yang murni hati yang bersih dan itu sangat jarang di era sekarang.

"Terima kasih banyak Tuan." Atas semua jasa-jasa Tuan. kami tidak tahu harus membalas jasa-jasa Tuan dengan apa." Ujar Julie saat berjabat tangan dengan Andrean.

"Tak perlu sungkan," kalau butuh apa apa katakan saja, Kalian bisa mengatakan nya pada bu Catrine, nanti biar beliau yang akan menyampaikan pada saya.

"Terima kasih. Tuan." Jawab Julie bersama dengan Anak-anak di Panti asuhan itu.

"Hmm sepertinya kamu yang tertua di sini ya?" Nama kamu siapa?

"Iya Tuan," Saya yang tertua disini Nama saya Julie Tuan.

"Berapa usiamu? saya dengar kamu sudah bekerja ya?" Tanya Andrean lagi kepada Julie.

"Umur Saya 20 tahun Tuan, namun saya baru dipecat dua minggu yang lalu," hingga detik ini saya belum menerima panggilan pekerjaan Tuan.

"Atas dasar apa kamu dipecat?" tanya Andrean yang kini tengah duduk di sofa ruang tamu begitu juga dengan Anak-anak yang lain.

Sedangkan Ibunya membantu bu Catrine mengambil minuman dan makanan untuk di sugguhkan kepada pemilik Yayasan.

"Saya di tuduh mencuri uang Tuan, tapi sungguh Tuan saya tidak mencuri apapun, Saya akan berdosa jika Saya berbohong Tuan!" jawab Julie dengan rasa takut.

"Mungkin Saya bisa membantu, Bagaimana kalau kamu kerja di perusahaan saya saja, " kebetulan saya sedang butuh resepsionis, Besok langsung saja datang ke kantor bertemu dengan Pak Daniel serta bawa Cv kamu jam sepuluh ya!.

Pak Daniel adalah asisten saya nanti beliau yang akan memberikan pengarahan, Disana nanti juga ada resepsionis senior dia yang nanti akan membantumu.

"Baik Pak, terimakasih banyak. Ucap Julie.

"sama-sama, Ucap Pria itu dengan kewibawaannya.

Setelah berbincang bincang, Andrean memutuskan kembali ke kediamannya, namun sebelum itu tak lupa Ia memberikan laptop dan beberapa kebutuhan lainnya kemudian menyerahkannya pada bu catrine selaku pengurus panti asuhan.

Penuh syukur bagi mereka semua karena mendapatkan dua laptop yang pasti dibutuhkan untuk membantu menunjang belajar.

Ke esokan hari Julie membantu ibunya terlebih dahulu, kemudian ia kembali ke kamar nya mengambil handuk dan mandi setelah mandi Julie pun bersiap siap memakai kemeja warna biru salur dan celana bahan hitam.

tak lupa Julie mengecek isi dalam tasnya surat lamaran pekerjaan yang ia persiapkan semalam.

Setelahnya Julie pun berpamitan kepada Ibunya dan Bu Catrine.

Mengambil sepedanya yang Ia parkir di halaman samping Panti asuhan dan mengayunkan sepedanya menuju alamat Perusahaan Farmasi 'Anvie Pharmaceutical Laboratories' yang di berikan Bu Catrine semalam.

Sampai di perusahaan Farmasi Julie memandang takjub pada sebuah bangunan yang berada di hadapannya, Gedung megah nan menjulang terpampang di hadapannya, terlebih saat Julie masuk ke area lobby Perusahaan, Julie semakin berdecak kagum dibuat nya, area lobby yang bersih harum megah nan modern namun ada sentuhan klasik di dalamnya dengan perpaduan warna antara white dan light grey dan sebuah jam dinding besar yang tergantung di atas depan pintu masuk Lobby, waktu yang menunjukkan pukul 9.45 menit menyadarkan Julie dari kekaguman.

Segera Julie ke bagian Resepsionis. "Permisi Saya...," Belum selesai bicara resepsionis itu memotong pembicaraan Julie, seolah tahu akan kedatangan nya.

"Julie ya...," Anda bisa langsung ke lantai dua, di sebelah kanan. pintu berwarna cokelat kayu. ujar resepsionis tersebut.

"Baik, Terima kasih."

Julie pun, Segera menuju ke lantai dua dengan menggunakan lift yang berbahan kaca.

Kemudian berjalan ke arah sebelah kanan lebih tepatnya ke arah pintu berwarna cokelat kayu.

Tok tok tok!

Julie pun membuka pintu ruangan tersebut, dan berkata "Permisi Pak!" di sana terlihat seorang pria yang juga tampan memiliki postur tubuh tinggi dan besar dengan warna rambut coklat sedikit pirang memakai setelan jas berwarna biru navy di padukan dengan kemeja polos berwarna biru langit dan dasi berwarna biru salur.

"Silahkan duduk!" Perintah Pria tinggi besar itu yang tidak lain adalan Pak Daniel Asisten Andrean.

Julie pun masuk dan duduk menurut petunjuk Pria tersebut.

Setelah berbincang dan wawancara, Daniel memanggil senior resepsionis lewat panggilan telepon.

Julie pun di perkenalkan dengan Resepsionis Senior dan mendapatkan pengarahan tentang Pekerjaannya.

Setelah selesai, Julie pun pamit undur diri, Dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pak Daniel dan Senior Resepsionis.

Julie berniat untuk segera kembali ke Panti Asuhan dan menyiapkan semuanya, karena besok Julie sudah mulai bekerja. Julie pun keluar dari bangunan tersebut lalu menuju area parkir yang berada di samping gedung.

Area parkir luas yang di dominasi oleh mobil hanya Julie yang mengendarai sepeda dan satu lagi adalah motor sport.

Namun saat Julie hendak mengambil sepedanya,

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    RENCANA

    Masih di kediaman Joeseph, Kemala terbangun dari tidurnya di pukul 8 pagi ia terkejut saat itu mendapati dirinya tak berbusana sama sekali bahkan pakaian berikut pakaian dalam pun berserakan di lantai kamar itu. "Apa yang terjadi semalam? Apa semalam kita?" Tanya Kemala kepada Joe. "Maaf semalam aku mabuk berat." Dalih Joe. Joe memang mabuk saat itu namun tak terlalu parah ia masih memiliki kesadaran saat itu. dan dengan sadar ia melakukan hubungan itu pada Kemala. "Sudahlah aku juga mabuk semalam." Jawab Kemala santai karena hal ini memang bukan yang pertama bagi nya, ia mulai berhubungan dahulu saat setelah acara prom night high party yang di adakan di sekolah untuk acara kelulusan. "Mau ku buatkan minuman untuk menghilangkan pengar?"tawar Joe sambil memakai pakaiannya. sama halnya dengan Joe hal ini juga bukan yang pertama bagi Joe, bahkan kejadian semalam adalah yang ketiga kalinya bagi dirinya. "Boleh! Jawab Kemala sambil ia bangkit dari tidurnya dan meraih pakaian nya

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    HUBUNGAN

    PLAAK!! Kemala menampar Julie dengan sangat keras, hingga memberikan bekas tanda merah pada pipi Julie. "Nona apa yang kamu lakukan! kenapa kamu menampar ku!" "HEI PELACUR!" JAUHIN SUAMI KU! AWAS KALAU SAMPAI AKU TAU KAMU MASIH MENGGODA SUAMI KU, 'KU BUNUH KAMU'. Bentak Kemala sambil menarik rambut Julie. AAAaaak , Tolong! Julie berteriak kencang karena sakit dikepala nya, "Aku gak kenal suamimu!" Teriakan itu memancing orang' di lantai dua untuk melihat, namun tak ada yang mendekat ataupun menolong Julie. hanya tatapan orang' yang terlihat menghina dan ada juga yang kasihan. Sedangkan Andrean sendiri memang sedang berada di lantai satu yaitu di ruang laboratorium. "GAK KENAL KAMU BILANG! KAMU KERJA PADA SUAMIKU DAN BAHKAN KALIAN JALAN BERSAMA. KAMU MASIH BILANG GAK KENAL!!" Julie menjadi lemas hingga tubuhnya merosot ke lantai dekat meja kerjanya. Ia tak menyangka dengan kenyataan yang ia dengar barusan, ternyata Bos nya yang bernama Andrean itu telah Menikah. "L

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    POV. ANDREAN

    "Habis dari mana kamu! pertanyaan itu membuat nya emosi, pasalnya mereka tak ada hubungan apapun, memang mereka terlihat sudah menikah namun bukan pernikahan pada umumnya. bagaimana mau mendaftarkan Pernikahan, Pernikahan mereka saja terbilang tidak sah. saat itu sebelum Pernikahan Andrean meminta bantuan kepada kawan lama yang belajar pendeta namun belum di Lantik Sebagai Pendeta untuk berpura pura sebagai pendeta bahkan sertifikat pemberkatan Andrean buat sendiri. menyalahi Hukum memang tapi mau bagaimana lagi Andrean tak ingin terjebak pada hubungan yg tidak semestinya. Andrean yakin bahwa Ia tak pernah menyentuh Kemala sedikit pun, bahkan mengenalnya saja tidak, Ia hanya tau dari bahwa Kemala pernah menempuh Pendidikan di tempat yang sama Massachusetts Institute Of Technology namun beda tingkatan. Andrean memang sudah pernah mengecek CCTV namun hasilnya nihil tidak ada vidio atau gambar apapun di tanggal itu. yang menunjukkan Ia mengajak Kemala ke hotel bahkan sama halnya

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    KETAHUAN

    "Hei... kalian, kalian disini dibayar itu untuk kerja ya bukan untuk enak enakan!" Baru saja mereka membicarakan Seseorang yang sejak lama menyukai Bos mereka, Tiba tiba sekarang wanita itu muncul di hadapan mereka dan menegur mereka. Wanita tersebut adalah Laretta yang terkenal memiliki karakter yang tidak ramah angkuh dan juga judes. Laretta selalu merasa bahwa Bosnya juga memiliki perasaan yang sama dengan diri nya. karena keramahan dan kebaikan sang Bos kepada nya lah membuat Ia berfikir Bos nya yang tidak lain adalah Andrean juga menyukai nya. "Maaf! Julie dan Mita pun kembali bekerja tak ingin meladeni Ucapan Laretta. Laretta pun kembali ke meja kerja nya. "Tuch kan lagaknya itu lho udah kayak Istri Bos aja! Ucap Mita Setelah kepergian Laretta. "Udah ah ngomongin dia gak ada habisnya." "BTW hari Sabtu ini kamu sibuk gak? tanya Mita. "Enggak, Kenapa? "Jalan yuk, nonton, habis gitu kemanalah gitu yang penting cari hiburan, atau makan sambil dengerin live music"...

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    TERBUKTI

    Dan wanita itu tidak lain adalah Clara, namun dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya kini Clara menjadi sangat cantik bahkan melebihi Julie mengenakan pakaian yang terlihat begitu modis dengan rambut ikal di bagian bawah rambut. "Hai Julie, lama tidak jumpa ternyata kamu masih sama ya udik, Ucap Clara dengan tatapan merendahkan, sejurus kemudian memperlihat kan diri nya sendiri sambil menggoyangkan tubuhnya sendikit dengan maksud menonjolkan dirinya. saat itu Julie memang sedang sendiri dan berada di dekat tepatnya di sudut rak display sedangkan Ibunya sudah jalan terlebih dahulu dan sedang mengantri di kasir. Dan tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat mereka berada, tepatnya di depan rak etalase ada Dave Pemilik Restoran tempat mereka bekerja yang sedang mencari barang yang dibutuhkan. Tentu saja Dave dapat mendengar percakapan mereka, awalnya Ia abaikan, namun setelah Ia mendengar suara Julie, Dave pun akhirnya mencoba memastikan dengan berjalan satu langkah kemud

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    INGIN MENCERITAKAN

    "Papa!! Madeline terkejut atas apa yang Putri nya katakan. " Iya Ma Papa, Kenapa sich Mama gak jujur aja sama Julie!" "Papamu memang sudah meninggal Julie, mungkin yang kamu lihat itu Saudara kembar Papamu, mereka itu kembali indentik perbedaan mereka hanya tinggi badan. "Lalu mengapa kita tidak pernah berkumpul dengan keluarga, kenapa kita tinggal disini? "Mama juga tidak tahu, mengapa mereka selalu menyalahkan Mama", ujar Madeline dengan helaan nafas. "Menyalahkan gimana Ma? tanya Julie yang memang sudah lama ingin tahu sebab mereka tinggal di Panti Asuhan. "yahh," (helaan nafas lagi terdengar dari bibir Madeline) cerita nya panjang Julie. "cerita in donk Ma! Julie sebenarnya sudah lama pingin tau kenapa kita tinggal disini? lalu keluarga?" pinta Julie "Disini, kami ini keluarga kamu Julie! "Julie tau Ma! disini lah keluarga Julie, tapi maksud Julie keluarga sedarah" selama ini Julie hanya tau grandma grandpa yang jauh sekali. "Cerita nya nanti saja ya Julie, se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status