Share

BERTEMU

Penulis: NiaVanyaChristi
last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-06 02:10:20

Saat itu, Pria yang berwajah mirip Ayahnya makan siang di sebuah Restoran tempat Julie bekerja bersama seorang wanita muda yang di rasa memiliki usia yang tak terpaut jauh dari Julie .

Namun Julie belum memberitahu kan kepada Ibunya, Bahwa ia bertemu dengan Ayahnya, Mungkin nanti jika waktu nya tepat.

Setelah satu jam lamanya, akhirnya Julie tiba di sebuah Panti Asuhan.

Panti Asuhan yang terdiri dari 17 orang. 15 orang di antara nya anak -anak termasuk Julie, Sedang 2 orang lainnya adalah Mama nya dan Bu Catrine mereka semua sudah seperti keluarga bagi Julie.

Julie sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bu. Catrine karena telah mengijinkan Julie dan ibunya tinggal, Sehingga dirinya dan ibunya bisa makan dan istirahat tanpa perlu memikirkan biaya.

Bagi Julie Panti Asuhan itu adalah Tempat ternyaman bagi dirinya dan juga bagi Anak -anak di panti asuhan itu. tempat yang penuh canda tawa, jauh dari iri dengki dan caci maki.

Disana mereka tidak hanya mendapatkan makanan namun juga mainan untuk anak-anak dan juga mainan edukasi.

tak hanya itu di yayasan juga menyediakan beasiswa hingga pendidikan high school.

Entah siapa pemilik Yayasan itu yang telah begitu dermawan.

Julie pun membuka pintu utama ruangan tersebut dan terlihat seorang wanita paruh baya dengan ramput pendek yang mulai memutih yang berusia Lima puluh satu tahun. Wanita tersebut adalah Ibu Julie yang bernama Clara yang saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu yang menghadap ke pintu sambil menyeduh minuman coklat hangat.

"Julie! Kok kamu baru pulang, dari mana saja?" Tanya Ibu Julie yang bernama Clara yang langsung menyambut Putrinya itu saat melihat Putri satu-satunya itu baru sampai padahal waktu telah menunjukkan pukul 11.00.

"Dari Rumah Sakit. Mam! Mama kok belum tidur?"

"Rumah Sakit? Kamu sakit ?" Tanya Ibu julie.

"Bukan, Mam." Tadi di jalan ada yang kecelakaan jadi tadi Julie bawa ke Rumah sakit Dulu. Jelas Julie.

"Ya sudah, tapi kamu gak papa kan?" Tanya Ibu Julie yang khawatir.

"Gak papa kok Mam, jangan kawatir."

"Ya sudah, Sekarang kamu mandi gih," Trus makan Mama bawakan makanan ke kamar kamu ya!" Semua udah pada makan soalnya dan udah pada tidur juga.

"Terima kasih. Ma."

Julie pun, segera masuk ke kamar nya yang berada di samping ruang tamu itu kamar yang jendela nya menghadap ke halaman depan dan melihat jam yang terpasang di dinding kamar nya yang menghadap pintu.

"Ternyata sudah pukul 11 malam, gumam Julie." Ia pun segera menaruh tas di rak serbaguna, menggantung jaket nya kemudian keluar kamar menuju kamar mandi mencuci tangan dan kaki.

"Tok tok tok, Julie!"

"iya mam," Julie pun segera membuka pintu kamarnya dan terlihat Ibunya tengah membawa nampan yang berisi makanan dan segelas air putih.

Julie pun segera makan, makanan yang telah di antarkan oleh Ibunya.

Setelah makan Julie segera mandi dan menggosok giginya, kemudian pergi tidur.

Ke esokan paginya Julie berniat mencari pekerjaan. karena tak ingin berlama lama menganggur. sebab ia adalah anak tertua di Panti asuhan itu sehingga Julie ingin memberikan contoh yang baik kepada adik adik kecilnya.

Julie mempunyai goal untuk bekerja dengan rajin, menabung dan melanjutkan pendidikan paling tidak hingga bachelor degree, dan mencari pekerjaan yg bagus agar bisa membahagiakan Ibunya.

Pagi hari nya seperti biasa ia beberes sebelum berangkat, membersihkan setiap ruangan di panti asuhan itu. Julie ingat bahwa ia belum memberitahu kan kepada Ibunya, bahwa ia telah dipecat rencananya ia baru akan memberitahukan hari ini.

"Pagi. Julie kok kamu belum siap siap masih pakai baju rumah?" Tanya Bu Catrine pengurus yayasan.

"Julie sudah di pecat Bu," jelas Julie kepada Bu Catrine pengurus Yayasan.

"Aapa di pecat kenapa?" tanya ibu Julie yang bernama Madeleine yang tak sengaja mendengar pembicaraan Julie dan Bu Catrine.

"Aku juga gak tahu mam tiba-tiba saja di pecat di tuduh ambil uang di kasir lah, sok kecentilan lah, sok cantik lah, perempuan nakal lah, padahal julie gak pernah macam macam Julie kerja pun sesuai dengan prosedur," jawab Julie menjelaskan kepada ibunya.

ya Julie ingat betul kejadian kemarin sebelum di pecat. Julie sempat melihat seorang Pria paruh baya dalam waktu cukup lama, itulah yang membuat Julie di tuduh yang tidak- tidak.

"Nanti Julie coba cari kerjaan lagi. Tambah Julie yang tak ingin Ibunya resah.

"Ya sudah gak papa, Sekarang bantuin Mama dulu gih!"

Selesai membantu ibunya dan sarapan bersama, Julie segera mandi kemudian, mempersiapkan berkas berkas lamaran pekerjaan karena ia berniat untuk mencari kerjaan ke beberapa tempat.

Setelahnya ia bersiap memakai pakaian rapi dengan setelan celana hitam basic di padukan blouse warna putih gading dengan kancing pita di bagian leher tak lupa Memoles wajah nya tipis tipis dengan compack powder berikut lipstik berwarna nude.

kemudian Mengikat rambut nya dengan mengkepang rambut kanan dan kirinya menjadi kan satu bagian di bagian belakang rambut.

Setelah di rasa rapi Julie pun berangkat mencari pekerjaan ke beberapa tempat namun hingga sore hari ia tak kunjung mendapatkan pekerjaan sama sekali .

Julie pun memutuskan untuk kembali ke Panti Asuhan, dan berniat kembali esok hari mencari pekerjaan.

Namun setelah 2 Minggu lama nya Julie mencari pekerjaan tak kunjung mendapatkan juga. akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke tempat tinggal nya meski hari masih siang.

Pagi hari ini agak berbeda dari biasa, mereka semua bangun lebih pagi membantu beberes dengan mengelap meja dan lain lain. sedangkan Julie membantu Ibunya memasak masakan Spesial, karena hari ini akan ada acara spesial yaitu pemilik yayasan ini akan datang untuk berkunjung dan akan memberikan donasi juga laptop untuk menunjang Anak -anak belajar.

Selesai beberes mereka semua mandi begitu pun dengan Julie. setelah mandi tak lupa Julie memoles wajahnya dengan bedak dan lipstik. namun dengan rambut yang di biarkan tergerai dan hanya memakai bando.

Setelah mandi mereka Semua berkumpul di ruang tamu termasuk Julie. menunggu kedatangan sang pemilik panti asuhan ini.

Ia penasaran terhadap pemilik panti asuhan ini, Seperti apa dirinya sekaligus Julie ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada pemilik panti asuhan ini, atas semua jasa-jasanya. Hati nya sungguh mulia, karena ia tak hanya mensupport makanan, susu bagi Anak anak yang masih membutuhkan susu tapi juga beasiswa pendidikan.

Tepat jam 11 siang sang pemilik Yayasan itu akhirnya datang, namun ia datang sendiri tanpa di temani asisten nya seperti biasa.

Seorang pria muda yang sangat tampan, berambut pirang berusia sekitar Tiga puluh dua tahun, memiliki tubuh atletis dengan tinggi badan 178 centimeter.

Julie terkejut karena ternyata Pemiliki Panti asuhan ini, Adalah seorang pria yang ia selamatkan waktu itu.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    RENCANA

    Masih di kediaman Joeseph, Kemala terbangun dari tidurnya di pukul 8 pagi ia terkejut saat itu mendapati dirinya tak berbusana sama sekali bahkan pakaian berikut pakaian dalam pun berserakan di lantai kamar itu. "Apa yang terjadi semalam? Apa semalam kita?" Tanya Kemala kepada Joe. "Maaf semalam aku mabuk berat." Dalih Joe. Joe memang mabuk saat itu namun tak terlalu parah ia masih memiliki kesadaran saat itu. dan dengan sadar ia melakukan hubungan itu pada Kemala. "Sudahlah aku juga mabuk semalam." Jawab Kemala santai karena hal ini memang bukan yang pertama bagi nya, ia mulai berhubungan dahulu saat setelah acara prom night high party yang di adakan di sekolah untuk acara kelulusan. "Mau ku buatkan minuman untuk menghilangkan pengar?"tawar Joe sambil memakai pakaiannya. sama halnya dengan Joe hal ini juga bukan yang pertama bagi Joe, bahkan kejadian semalam adalah yang ketiga kalinya bagi dirinya. "Boleh! Jawab Kemala sambil ia bangkit dari tidurnya dan meraih pakaian nya

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    HUBUNGAN

    PLAAK!! Kemala menampar Julie dengan sangat keras, hingga memberikan bekas tanda merah pada pipi Julie. "Nona apa yang kamu lakukan! kenapa kamu menampar ku!" "HEI PELACUR!" JAUHIN SUAMI KU! AWAS KALAU SAMPAI AKU TAU KAMU MASIH MENGGODA SUAMI KU, 'KU BUNUH KAMU'. Bentak Kemala sambil menarik rambut Julie. AAAaaak , Tolong! Julie berteriak kencang karena sakit dikepala nya, "Aku gak kenal suamimu!" Teriakan itu memancing orang' di lantai dua untuk melihat, namun tak ada yang mendekat ataupun menolong Julie. hanya tatapan orang' yang terlihat menghina dan ada juga yang kasihan. Sedangkan Andrean sendiri memang sedang berada di lantai satu yaitu di ruang laboratorium. "GAK KENAL KAMU BILANG! KAMU KERJA PADA SUAMIKU DAN BAHKAN KALIAN JALAN BERSAMA. KAMU MASIH BILANG GAK KENAL!!" Julie menjadi lemas hingga tubuhnya merosot ke lantai dekat meja kerjanya. Ia tak menyangka dengan kenyataan yang ia dengar barusan, ternyata Bos nya yang bernama Andrean itu telah Menikah. "L

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    POV. ANDREAN

    "Habis dari mana kamu! pertanyaan itu membuat nya emosi, pasalnya mereka tak ada hubungan apapun, memang mereka terlihat sudah menikah namun bukan pernikahan pada umumnya. bagaimana mau mendaftarkan Pernikahan, Pernikahan mereka saja terbilang tidak sah. saat itu sebelum Pernikahan Andrean meminta bantuan kepada kawan lama yang belajar pendeta namun belum di Lantik Sebagai Pendeta untuk berpura pura sebagai pendeta bahkan sertifikat pemberkatan Andrean buat sendiri. menyalahi Hukum memang tapi mau bagaimana lagi Andrean tak ingin terjebak pada hubungan yg tidak semestinya. Andrean yakin bahwa Ia tak pernah menyentuh Kemala sedikit pun, bahkan mengenalnya saja tidak, Ia hanya tau dari bahwa Kemala pernah menempuh Pendidikan di tempat yang sama Massachusetts Institute Of Technology namun beda tingkatan. Andrean memang sudah pernah mengecek CCTV namun hasilnya nihil tidak ada vidio atau gambar apapun di tanggal itu. yang menunjukkan Ia mengajak Kemala ke hotel bahkan sama halnya

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    KETAHUAN

    "Hei... kalian, kalian disini dibayar itu untuk kerja ya bukan untuk enak enakan!" Baru saja mereka membicarakan Seseorang yang sejak lama menyukai Bos mereka, Tiba tiba sekarang wanita itu muncul di hadapan mereka dan menegur mereka. Wanita tersebut adalah Laretta yang terkenal memiliki karakter yang tidak ramah angkuh dan juga judes. Laretta selalu merasa bahwa Bosnya juga memiliki perasaan yang sama dengan diri nya. karena keramahan dan kebaikan sang Bos kepada nya lah membuat Ia berfikir Bos nya yang tidak lain adalah Andrean juga menyukai nya. "Maaf! Julie dan Mita pun kembali bekerja tak ingin meladeni Ucapan Laretta. Laretta pun kembali ke meja kerja nya. "Tuch kan lagaknya itu lho udah kayak Istri Bos aja! Ucap Mita Setelah kepergian Laretta. "Udah ah ngomongin dia gak ada habisnya." "BTW hari Sabtu ini kamu sibuk gak? tanya Mita. "Enggak, Kenapa? "Jalan yuk, nonton, habis gitu kemanalah gitu yang penting cari hiburan, atau makan sambil dengerin live music"...

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    TERBUKTI

    Dan wanita itu tidak lain adalah Clara, namun dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya kini Clara menjadi sangat cantik bahkan melebihi Julie mengenakan pakaian yang terlihat begitu modis dengan rambut ikal di bagian bawah rambut. "Hai Julie, lama tidak jumpa ternyata kamu masih sama ya udik, Ucap Clara dengan tatapan merendahkan, sejurus kemudian memperlihat kan diri nya sendiri sambil menggoyangkan tubuhnya sendikit dengan maksud menonjolkan dirinya. saat itu Julie memang sedang sendiri dan berada di dekat tepatnya di sudut rak display sedangkan Ibunya sudah jalan terlebih dahulu dan sedang mengantri di kasir. Dan tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat mereka berada, tepatnya di depan rak etalase ada Dave Pemilik Restoran tempat mereka bekerja yang sedang mencari barang yang dibutuhkan. Tentu saja Dave dapat mendengar percakapan mereka, awalnya Ia abaikan, namun setelah Ia mendengar suara Julie, Dave pun akhirnya mencoba memastikan dengan berjalan satu langkah kemud

  • HARUSKAH MENJADI YANG KEDUA    INGIN MENCERITAKAN

    "Papa!! Madeline terkejut atas apa yang Putri nya katakan. " Iya Ma Papa, Kenapa sich Mama gak jujur aja sama Julie!" "Papamu memang sudah meninggal Julie, mungkin yang kamu lihat itu Saudara kembar Papamu, mereka itu kembali indentik perbedaan mereka hanya tinggi badan. "Lalu mengapa kita tidak pernah berkumpul dengan keluarga, kenapa kita tinggal disini? "Mama juga tidak tahu, mengapa mereka selalu menyalahkan Mama", ujar Madeline dengan helaan nafas. "Menyalahkan gimana Ma? tanya Julie yang memang sudah lama ingin tahu sebab mereka tinggal di Panti Asuhan. "yahh," (helaan nafas lagi terdengar dari bibir Madeline) cerita nya panjang Julie. "cerita in donk Ma! Julie sebenarnya sudah lama pingin tau kenapa kita tinggal disini? lalu keluarga?" pinta Julie "Disini, kami ini keluarga kamu Julie! "Julie tau Ma! disini lah keluarga Julie, tapi maksud Julie keluarga sedarah" selama ini Julie hanya tau grandma grandpa yang jauh sekali. "Cerita nya nanti saja ya Julie, se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status