Share

46. Cemburu

last update publish date: 2026-09-30 20:09:17

Chapter 46

Cemburu

Setelah melihat nama He Zizi kembali muncul di layar ponsel Zeyan, Anran kehilangan selera untuk melanjutkan makan walaupun berusaha mengabaikannya dan tetap mendengarkan pembicaraan Zeyan, tetapi pikirannya sudah tidak lagi berada di meja makan. Beberapa menit kemudian, Anran meletakkan sumpitnya dan mengusap bibirnya dengan tisu.

"Saya mau pulang."

Zeyan yang sedang mengambil minuman menatapnya. "Sekarang?"

Anran mengangguk. "Saya harus melipat pakaian sebelum pulang ke rum
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
krisna putra
gengsi bgt sih Anran,blg aja klo cemburu...
goodnovel comment avatar
unknown
mari kita lihat duda yg satu ini gimana cara dia menanggapi wanita cemburu.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    47. Jangan Terlalu Banyak Berpikir

    Chapter 47Jangan Terlalu Banyak Berpikir Zeyan menatap nama lokasi yang dikirimkan Anran padanya dan merasa sedikit aneh karena perempuan itu sedang berada di sebuah tempat bermain game. Seorang dokter muda yang kelihatannya cukup serius menjalani hidupnya ternyata bisa menghabiskan waktu luangnya di tempat seperti itu, tetapi Zeyan pun menyimpulkan kalau Anran mungkin hanya sedang melepas penat bersama teman-temannya dan tidak perlu mengkhawatirkannya.Namun, sepertinya tidak sesederhana itu karena Zeyan menyadari kalau Anran sedang cemburu. Sejak semalam, ketika Zizi meneleponnya beberapa kali ekspresi Anran berubah meskipun perempuan itu berusaha menyembunyikannya. Hari ini ketika Zizi kembali menelepon saat mereka sedang makan, Anran bahkan hampir tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya lagi sampai bersikap dingin dan kehilangan selera makan. Zeyan sempat berpikir Anran mungkin membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, tetapi ia tidak menyangka perempuan itu benar-benar mendiam

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    46. Cemburu

    Chapter 46CemburuSetelah melihat nama He Zizi kembali muncul di layar ponsel Zeyan, Anran kehilangan selera untuk melanjutkan makan walaupun berusaha mengabaikannya dan tetap mendengarkan pembicaraan Zeyan, tetapi pikirannya sudah tidak lagi berada di meja makan. Beberapa menit kemudian, Anran meletakkan sumpitnya dan mengusap bibirnya dengan tisu."Saya mau pulang."Zeyan yang sedang mengambil minuman menatapnya. "Sekarang?"Anran mengangguk. "Saya harus melipat pakaian sebelum pulang ke rumah orang tua saya."Zeyan tidak membantahnya dan mengangguk lalu membayar makanan mereka. Setelah itu mereka meninggalkan restoran dan sepanjang sepanjang perjalanan Anran lebih banyak diam, sementara Zeyan sesekali meliriknya, tetapi tidak mengatakan apa pun.Sesampainya di rumah, Anran langsung masuk ke kamar dan meletakkan tas di kursi kemudian duduk di tepi tempat tidur sambil menatap kosong ke depan. Sebenarnya ia menyadari jika dirinya sedang terlalu banyak berpikir, Zizi mungkin memang ha

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    45. Panggilan yang Mengganggu

    Chapter 45Panggilan yang MenggangguMenjelang pukul sepuluh malam, Anran akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dan setelah berganti pakaian, ia segera mengambil tas lalu berjalan menuju tempat parkir. Sebelumnya Anran sudah mengirim pesan kepada Zeyan untuk memberitahukan bahwa dirinya akan datang menjemput. Zeyan juga mengatakan bahwa malam ini ia bisa pulang lebih cepat karena tidak ada lagi hidangan yang harus dikerjakan setelah pukul sepuluh.Ketika Anran tiba di restoran, Zeyan sudah menunggunya di depan pintu. Pria itu mengenakan pakaian yang sama saat Anran mengantarkannya siang tadi, tetapi tetap terlihat rapi meskipun seharian bekerja. Begitu melihat mobil Anran berhenti, Zeyan langsung berjalan mendekat."Sudah selesai?" tanya Anran setelah menurunkan kaca mobil.Zeyan mengangguk. "Biar saya yang menyetir." Anran mengangguk lalu segera keluar setelah Zeyan membukakan pintu mobil untuknya, bebrapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Zeyan melaju dengan tenang di jalanan Shan

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    44. Dunia yang Sama

    Chapter 44Dunia yang SamaHal yang pertama Anran lakukan adalah melihat ponselnya dan benar saja sudah ada pesan dari Zeyan yang memintanya untuk memberitahunya jika Anran sudah bangun. Anran segeran mengirim pesan: Saya baru bangun. Anran lalu meletakkan ponselnya dan pergi mencuci wajahnya ke kamar mandi, ketika ia kembali balasan Zeyan sudah datang. Zeyan: Mau makan apa? Anran berpikir sejenak, bukan ingin menolak ajakan atau kebaikan Zeyan, tetapi di kulkasnya masih banyak stok bahan makanan yang bahkan belum sempat dimasak. Sejak berpacaran dengan Zeyan, setelah pulang bekerja ia jadi lebih sering makan bersama pria itu.Anran membalas: Saya mau mencuci dan bahan makanan di kulkas yang saya beli terakhir kali masih belum dimasak, saya mau masak sendiri hari ini. Tidak lama balasan Zeyan datang: Mau saya masakkan? Tentu saja dengan senang hati, batin Anran dan tanpa disadari senyumnya merekah. Anran membalas: Jika tidak merepotkan Anda. Tidak lama kemudian Zeyan sudah ber

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    43. Masa Lalu

    Chapter 43Masa LaluSetelah menghabiskan hari liburnya di rumah orang tua dan kembali mendapat jadwal masuk siang, anran belum sempat bertemu Zeyan. Rencana kecil di rumah orang tua Anran ternyata juga mendadak gagal, Yuan mengatakan ada kesibukan mendadak, padahal Anran sudah bersusah payah menyetir pulang ke rumah orang tuanya setelah bekerja.Paginya, Anran terbangun lebih cepat dari biasanya dan saat berusaha memejamkan mata lagi, ternyata kantuknya sepertinya sudah hilang. Mungkin karena terlalu memikirkan kejanggalan alasan kakaknya yang tiba-tiba membatalkan acara makan malam keluarga di rumah mereka. Kakaknya adalah orang yang sangat rapi, bahkan dalam hal kecil sekalipun. Namun, Anran tidak ingin mendesak kakaknya untuk mengatakan hal yang sebenarnya karena meskipun mereka sangat dekat, bukan berarti tidak ada batasan di antara mereka. Karena masih memiliki cukup banyak waktu sebelum berangkat bekerja, ia tidak langsung bersiap ke rumah sakit. Setelah beberapa saat memikir

  • HOT DUDA DI SEBELAH RUMAH    42. Pulang

    Chapter 42PulangSetelah menyelesaikan beberapa urusan di rumah dan beristirahat sebentar, Anran yang sedang mendapatkan liburnya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya pada sore hari. Sudah beberapa hari ia tidak pulang, bukan karena tidak ingin bertemu keluarganya, tetapi karena belakangan sela waktu luangnya ia lebih sering menghabiskan waktu bersama Zeyan.Anran sengaja membeli beberapa kotak makanan, kue, dan hidangan yang disukai orang tuanya dan neneknya. Saat memasuki rumah, ia mendengar suara percakapan dari ruang keluarga dan ternyata benar saja ibunya, ayahnya, dan neneknya sedang berada di sana.Anran baru berjalan beberapa langkah ketika ibunya langsung menoleh."Anda akhirnya pulang juga," kata Xu Jinghua sambil tersenyum. "Kata Yuan, Anda kemarin mentraktirnya makan?"Anran yang masih membawa beberapa kotak makanan langsung menghela napas panjang. "Mama benar-benar tidak bisa menunggu saya duduk?" Ia meletakkan kotak-kotak tersebut di atas meja sebelum duduk di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status