Kegelapan Yang Memburu Para Pangeran

Kegelapan Yang Memburu Para Pangeran

last updateLast Updated : 2026-06-26
By:  GREYWINDOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
4Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Crysta harus menerima kenyataan pahit saat ayahnya menjodohkan ia dengan salah satu pangeran dari kawasan timur. Tidak ada pilihan lain baginya karena ucapan King Brent bersifat mutlak dan tidak bisa dirubah. Ia yang hanya bisa menurut mengesampingkan perasaannya yang sebenarnya telah dilabuhkan pada seorang pangeran. Namun, setiap pangeran yang dijodohkan dengannya selalu tewas dalam tragedi mengenaskan. Dihabisi oleh satu orang yang sama. Yaitu sosok bayangan yang bergerak dalam kegelapan malam dan memiliki pasukan bernama army of the shadow. Membuat Crysta mendapat julukan putri yang dikutuk. Di saat berada dalam situasi sulit mencari kebenaran mengapa bayangan tersebut menghabisi pangeran yang dijodohkan dengannya, Crysta menemukan fakta tersembunyi mengenai pemimpin dari army of the shadow. Seperti apakah kisah Crysta sebenarnya? Siapakah sebenarnya sosok pembunuh tersebut?

View More

Chapter 1

1. Rencana Pernikahan

Hari itu, istana kerajaan Orva tak terlihat sepi seperti biasanya. Istana yang hanya diisi oleh barisan prajurit di tiap lorong itu kini diisi dengan banyaknya manusia yang mulai berdatangan. Mengenakan gaun terbaik dengan warna mencolok dan juga formalwear yang terbuat dari bordiran warna terang untuk pria.

Atas perintah King Brent, semua rakyat dari kalangan apapun diundang untuk masuk ke istana dalam rangka merayakan ulang tahun Princess Crystabelle. Sebuah perhelatan yang sangat berharga bagi rakyat Kerajaan Orva setiap tahunnya karena dianggap penting oleh kerajaan untuk merayakan hari bahagia sang putri bersama-sama. 

Bagaimanapun, rakyat adalah alasan mengapa sebuah monarki dapat berdiri.

Dari balkon di tengah-tengah aula istana, King Brent bersama Duke Milano tengah memantau setiap orang yang memasuki aula kerajaan.

‘’Apa semua pangeran dari tujuh kerajaan juga sudah hadir?’’

Tanpa memindahkan perhatian pada rakyat dan tamu kerajaan yang mulai berdatangan, King Brent menanti penasehat kerajaan menjawab pertanyaan yang ia ajukan.

‘’Prince Logan dari Kerajaan Agnar menjadi pangeran ke sepuluh dari enam kerajaan yang sudah terpantau hadir, Your Majesty.’’ 

Tolehan King Brent membuat Duke Milano memajukan satu langkah hingga kini sejajar dengan kursi kebesaran penguasa Kerajaan Orva. 

‘’Kau sudah mengirim semua surat undangan ke seluruh kerajaan yang ku perintahkan?’’ Suara tegas sang raja membuat Milano sedikit tertekan.

Laki-laki paruh baya berblazer mewah hitam dengan lis keemasan itu mengangguk pasti.

‘’Lalu pangeran dari kerajaan mana yang masih belum terlihat sampai saat ini, Milano?’’

‘’Valliant, Your Majesty. Prince Pascal.’’

Kabar tentang pemberontak yang menyerang perbatasan Kerajaan Valliant beberapa minggu lalu terdengar hingga ke seluruh penjuru negeri di kawasan timur, termasuk Kerajaan Orva. 

Mengingat King Lumiere sangat mengandalkan putra satu-satunya yang dikenal ahli dalam strategi perang dan cakap dalam menggunakan pedang, King Brent memaklumi ketidakhadiran Prince Pascal yang saat ini mungkin sedang bertugas menjaga kerajaannya.

Tapi King Brent tahu, bahwa ada seorang gadis yang kini sedang menyusuri lorong bersama pengasuh dan lima orang prajurit di istananya yang tak akan memaklumi keabsenan Pascal. 

‘’Crystabelle tidak akan menyukai ini.’’ Di antara pangeran-pangeran lain, hadiah dari Pascal menjadi hadiah yang paling dinantikan Crysta. 

Duke Milano mengulum senyum. Selain dikenal akan keindahannya karena berada di tengah-tengah teluk dan di kelilingi lautan biru, kerajaan yang dipimpin oleh King Lumierre dan Queen Ruby itu memiliki kehormatan dan kebanggaan yang terletak di diri Prince Pascal Tristan. Pangeran yang selalu mengenakan pakaian berwarna coklat gelap dan mengendarai harimau raksasa sebagai tunggangan.

Selain itu, Prince Pascal selalu memberikan hadiah yang sama tiap kali Princess Crysta berulang tahun. Sebuah kalung mutiara namun dengan warna berbeda setiap gadis itu bertambah usia. Dan hari di mana seharusnya Pascal memberikan  gadis berambut brunette itu koleksi mutiara dengan warna lain, pria itu malah tidak hadir..

Dari satu pintu masuk yang mempertemukan untuk masuk ke balkon, tampak dua orang wanita tercantik dari Kerjaan Orva saling tersenyum satu sama lain. Queen Ophelia dan Prince Crystabelle langsung mendapat sambutan dan semua orang segera membungkuk, memberi penghormatan ketika keduanya muncul bersamaan.

Ibu dan anak itu mengambil posisi masing-masing di samping sang raja. Duduk anggun bersama tatapan kagum dari rakyat, termasuk sepuluh pangeran yang hadir.

Melihat satu kursi yang kosong di antara para pangeran, Princess Crysta hanya bisa menghirup oksigen dengan kasar. Feeling King Brent tak pernah salah. Tapi Princess Crystabelle menutupinya dengan seulas senyum sambil melambaikan tangan pada rakyat yang mencintainya.

Silih berganti tamu kerajaan memberi selamat pada sang putri yang kini menginjak usia dua puluh tahun. Marquess, Count, Countess, Earl, Viscount, Baron, Baronet, Knight hingga rakyat, semua yang hadir mengadiahkan benda dan juga untaian kata indah untuk kesejahteraan dan juga kehidupan Princess Crysta. 

‘’Permata zamrud untuk anda, Your Higness.’’ Prince Axa, dari Kerajaan Mytris menghadiahi cermin oval dengan taburan batu hijau dalam kotak beludru.

Berikutnya, hadiah dari pangeran lain.

‘’Gaun sutra terbaik…’’

‘’Perhiasan…’’

‘’Kulit rusa…’’

‘’Buku langka…’’

Sang putri membiarkan Prince Jack menjadi pangeran terakhir yang mengecup punggung tangannya setelah memberikan hadiah. Dan Monic, pengasuh sang putri langsung mengumpulkan benda-benda yang dibungkus dengan cantik itu ke atas meja khusus untuk pemberian para pangeran dan juga bangsawan kerajaan.

‘’Senang mengetahui anda menyukai hadiah yang ku berikan, Princess.’’ Jack tersenyum, menatap takjub pada sang putri yang selalu bersikap ramah pada semua orang. 

‘’Tidak akan ada yang berani menolak hadiah dari pangeran kerajaan di atas gunung, Your Higness.’’ Crystal menarik tangannya dari Jack untuk memberi kesempatan pada rakyat bertemu dengannya. 

Masih dengan senyum yang dipertahankan, Crystabelle melihat Prince Jack kembali ke meja para pangeran sebelum beralih pada sepasang suami istri yang berada dalam barisan untuk memberinya berkat. 

Di sisi lain, alunan musik yang mengalun di antara tawa dan kebahagiaan banyak orang tiba-tiba terhenti karena King Brent bangkit dari singgasananya. Crystabelle lantas melirik sang ratu yang sama tak mengertinya mengapa penguasa Orva itu tiba-tiba menginterupsi. 

‘’Semoga langit dan bumi menjadi tempat yang teduh bagimu, Putriku.’’ Pria bersurai panjang bersama mahkota emas dengan kombinasi beludru merah di kepalanya berkata lantang.

Crysta tersipu malu. Padahal orang tuanya telah menjadi orang pertama yang melantunkan doa untuk hidupnya ketika sarapan bersama tadi pagi. Tapi sepertinya sang ayah ingin mengucapkan di ruangan luas dengan banyak pasang mata yang berasal dari luar istana sebagai saksi, selain para pelayan dan prajurit kerajaan tentunya.

‘’Sebagai raja dan ayah dari Princess Crysta, aku ingin memberitahukan pengumuman penting untuk semua yang hadir di acara ini. Pengumuman yang akan menjadi awal mula bagaimana sang putri akan memulai kehidupannya yang baru.’’

Suasana hening. Crystabelle mengernyitkan kening.  

‘’Hari ini, aku akan memilih salah satu pangeran dari enam kerajaan yang hadir sebagai pendamping untuk putriku.’’

Dengan segera ucapan sang raja disambut baik oleh rakyat, bangsawan dan juga para pangeran yang langsung tersenyum sumringah dari tempat mereka mendengarkan.

Momen emas yang tidak dihadiri oleh orang yang tepat membuat Crystabelle gundah dan menatap sebuah kursi kosong dari jauh. Perasaannya campur aduk. 

Di hari ulang tahun di mana ia belum memanjatkan pinta apapun pada langit, ia berharap saat ini Pascal muncul dari pintu besar berwarna emas di bawah sana. Tangan cantik itu saling bertaut— membentuk genggaman seolah tengah memanjatkan doa.

‘’Dan… aku sudah memutuskan, bahwa Prince Logan lah yang akan menjadi suami dari sang tuan putri.’’

Sontak semua orang bersorak-sorai. Tapi hati Crysta hancur. Kedua tangan yang bertumpu langsung terasa lemah dan terlepas begitu saja. Senyum yang terus melekat di wajahnya seketika pudar.

‘’Mother?’’ Ia meminta pembelaan pada sang ratu yang berjarak satu kursi. Berharap bila Ratu Ophelia berpihak padanya.

Tapi desahan berikut senyum paksa membawa kenyataan bahwa tidak ada yang bisa Ibundanya lakukan. Bila King Brent telah bertitah atau mengucap kata, maka tidak ada yang bisa diubah. Kata-kata sang raja adalah sumpah dan juga perintah. 

Pundak Crystabelle merosot rendah. Monic juga tertunduk sedih. Dia menjadi saksi bagaimana Pascal adalah orang yang selalu Crysta sebut ketika bercerita ataupun melakukan hal-hal yang ia suka. Meski pangeran dingin itu tidak mengetahui akan Crysta yang mendambakan Pascal untuk menjadi suaminya.

‘’Silakan, Prince Logan,’’ pinta sang raja pada pria bermata biru itu.

Logan berjalan dengan gagah dan bangga. Membusungkan dada di mana keirian dari pangeran lain membuatnya menjadi pemenang dalam aula istana. 

Rakyat saling menempelkan bibir ke telinga rekan di samping tatkala Logan berdiri di depan meja perjamuan yang ditempati keluarga kerajaan.  

Melirik Crysta yang memasang wajah datar dan enggan menatapnya, Logan mengulurkan tangan pada sang tuan putri. Membuat Crysta berhenti untuk memandangi daun pintu dan mulai membalas tatapan Logan. Memahami bahwa pangeran dari Agnar itu ingin dirinya berdiri di sampingnya saat memperkenalkan diri pada rakyat Orva.

Hati sebenarnya tak ingin, namun Logan dengan mata biru yang penuh harap membuat Crysta tak bisa menolak.

Crysta menerima telapak tangan Logan dan melepasnya ketika ia sudah berdiri di samping kakak dari Prince Tiago. Di hari seharusnya ia merasa bahagia karena akan berjumpa dengan Pascal, Crysta malah merasakan kesedihan yang tak pernah bisa ia bayangkan.

‘’Rakyat Kerajaan Orva—’’

RROOAARRRR!

Logan mundur satu langkah saat suara auman binatang buas mengisi keheningan. Terkejut, hingga tak sadar bahwa ia sudah berada di belakang Crysta. Menjadi hal yang paling memalukan bagi seorang pangeran bila tidak menjadi perisai untuk wanita yang akan menjadi permaisurinya.

RROOAARRRR! Auman itu terdengar kembali. Semua orang bertanya-tanya dengan panik. Suara menakutkan itu berasal dari luar.

‘’Periksa suara apa itu?’’ King Brent memberi titah. Semua prajurit bergerak.

Namun Jenderal Kerajaan Orva langsung membisikkan sesuatu di telinga sang raja yang kemudian membuat semua pergerakan prajurit terhenti ketika penguasa itu mengangkat sebelah tangannya ke atas.

‘’Buka pintunya!’’ 

Empat prajurit di pintu aula awalnya menatap ragu, tapi ketika tatapan tajam King Brent membuat prajurit berbaju besi gemetar takut, mereka bergegas untuk membukanya.

Pintu yang terbelah diiring suara deritan memperlihatkan sosok apa yang sedari tadi membuat bulu kuduk bergidik ngeri.

Seekor harimau raksasa berwarna keemasan muncul bersama penungangnya. Mengenakan zirah perang berwarna hitam lengkap dengan helmet yang menutupi wajah.

Crysta tak bisa membendung napas bahagia yang membuat dadanya naik turun karena melihat sosok yang ia tunggu. Terlebih, langkah besar hewan buas itu langsung mengarah kepadanya yang membuat ia dapat melihat wajah penunggangnya ketika melepas penutup kepala dari atas hewan tersebut.

‘’Pascal,’’ seru Crysta, lirih dan lega.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
4 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status