MasukKRAK!
Terdengar suara benda jatuh dari arah gudang. Penjaga pasar dan sejumlah orang di sana langsung menuju gudang tersebut. “Woi! Siapa di dalam itu! Cepat keluar!” Aneh, tiba-tiba jam tangan tadi mengeluarkan suara bus telolet yang memekakkan telinga. TELOLET… TELOLET… Panik, Aden berusaha mematikan suaranya dengan cara memencet hidung badut itu tapi tidak bisa. Suaranya justru berganti jadi suara musik mainan tembakan anak-anak. Fire…. Fire…. Ciuuuhh…. Ciuuuuhhh… BRAK! Seseorang menerjang pintu gudang. “Maling! Cepat keluar!” Lima orang mengerubungi Aden. “Ayo kita tangkap!” “Gebuki! Gebuki!” Aden membela diri. “Bukan. Aku bukan maling!” Tapi mereka tidak peduli apa pun penjelasan Aden. Bagi mereka Aden tetaplah penjahat yang harus ditangkap. Mumpung gelap. Aden merunduk dan berusaha melarikan diri. Dia pun bisa keluar dari gudang. Ketika hendak berlari kencang, tubuh Aden menabrak pria berbadan besar dan berotot. Gedebuk! Aden terjengkang ke belakang dan jatuh ke tanah. “Mau lari ke mana? Maling kau ya?” Matanya melotot seram. Tangannya mengepal, siap meninju wajah Aden. Aden tidak bisa memberikan alasan logis macam apa pun. Gudang itu memang berisi barang rongsok, tapi masih punya harga walaupun murah. Wajar kalau mereka menganggap Aden adalah pencuri. Sementara itu, jam tangan plastik badut murahan ini masih saja mengeluarkan suara musik layaknya mainan anak-anak. Pada detik berikutnya lebih dari lima orang sudah mengerubungi Aden, siap mengeroyoki Aden sampai babak belur. Tidak ada jalan keluar untuk kabur bagi Aden. Sungguh ini adalah malam yang panjang baginya. Di tengah rasa putus asa dan kepanikan lantaran suara bising jam tangan itu akhirnya Aden memencet-mencet hidung si badut. Sekonyong-konyong muncul laser merah dari mata badut tersebut. SRING! “Ah! Sakit!” Si botak memegangi celananya yang terbakar. “Aduuuuhhh…. pahaku….” Suara musik anak-anak di jam tangan mendadak mati. Lalu ada suara terdengar. “Bosku, silakan lawan mereka!” Ketika ada seseorang yang hendak meninju Aden, tiba-tiba Aden langsung mengarahkan jam tangan tersebut, lalu …. SRING! Pas kena lengannya. “Adaawww!!!” Menyaksikan dua temannya tergeletak dan mengerang kesakitan, maka yang lainnya pun langsung lari terbirit-birit melarikan diri. Setelah itu Aden bergegas pulang dengan membawa hadiah misterius yang sudah menyelamatkan dirinya. Keesokan harinya di Warnet MBG, tempat Aden bekerja, Aden penasaran dengan dua benda yang dia temukan di dalam gudang sesuai arahan dari pesan rahasia di darknet. Pesan tersebut mengatakan bahwa Chip Rahasia ini bisa dipakai di berbagai perangkat termasuk PC. Maka dari itu Aden meletakannya di PC Billing untuk membuktikan seperti apa kehebatan benda ini. Dan benar saja, terjadi sejumlah perubahan yang luar biasa. Namun, semua perubahan ini tidak akan ada artinya jika tujuan utamanya tidak tercapai. Secanggih apa pun teknologi dan secerdas apa pun dirinya, jika pelaku yang telah membunuh ayahnya tidak bisa ditemukan, maka semua hanya sia-sia belaka. Aden menamakannya Ace-Chip : Sebuah Chip super canggih yang terdiri dari CPU, GPU, dan NPU, serta dirancang untuk menjalankan model AI frontier dengan skala mencapai seratus triliun parameter tanpa perlu tersambung dengan internet. Dari sana dia pun merancang sistem operasi komputer karyanya sendiri : Ace-OS. Hingga melahirkan karya baru : Ace-AI. Semua karya tersebut tujuannya adalah tidak lain dan tidak bukan, yakni untuk mencari si pelaku serta menumpaskan kejahatan The Carbon dari muka bumi. Kematian tragis sang ayah membuat Aden tidak bisa tinggal diam. Menggunakan akses komputer di Warnet MBG, dia meluncurkan operasi pelacakan mandiri dengan penuh totalitas. Aden memulai dengan membedah ulang rekaman kamera pengawas (CCTV) lalu lintas di sepanjang koridor Jalan Sudirman. Namun, usahanya langsung membentur dinding tebal. Pelaku telah menyuntikkan malware bertipe log wiper yang secara otomatis menghapus rantai rekaman frame tepat tiga detik sebelum dan sesudah benturan terjadi, menyisakan berkas video yang rusak total. Tidak menyerah, Aden beralih menyisir lalu lintas data cellular tower (BTS dump) di sekitar lokasi kejadian untuk mengisolasi IMEI dan MAC Address perangkat yang terhubung saat tragedi berlangsung. Dia menulis skrip pemindai khusus berbasis Python untuk menyaring puluhan ribu paket data, mencari petunjuk adanya komunikasi terenkripsi yang mencurigakan. Hasilnya tetap nihil. Pelaku menggunakan protokol MAC spoofing tingkat tinggi dan jaringan proxy berlapis yang mengacak rute sinyal seluler hingga melompati belasan IP address virtual secara acak. Aden bahkan nekat menembus celah keamanan database kepolisian menggunakan teknik SQL Injection dan zero-day exploit sederhana demi mengakses berkas penyelidikan internal. Di sana, dia menyadari betapa rapinya kejahatan ini ditutup-tutupi. Seluruh jejak digital kendaraan sedan maut itu telah dibersihkan secara mutlak dari sistem pendaftaran kendaraan motor lokal; nomor rangka dan plat kodenya sengaja dihapus lewat perintah database purge dari jarak jauh. Segala upaya peretasan, analisis forensik digital, hingga pemindaian paket jaringan yang dilakukan Aden berujung pada jalan buntu. Pelaku bagaikan hantu digital yang menguap tanpa meninggalkan satu bit pun jejak enkripsi yang bisa dilacak. Kegagalan total ini menyadarkan Aden bahwa musuh yang dihadapinya bukanlah peretas amatir, melainkan entitas siber tingkat tinggi yang jauh melampaui batas kemampuannya. “Suatu saat kau pasti akan kutemukan!”===== [THE CARBON - BOUNTY BOARD :: TIER BRONZE] MISSION ID : #BRZ-8809-PLM TARGET : Devy [K-AI Corp - Lead Product Manager] VECTOR : Physical Reconnaissance & Local Sniffing LOCATION : Palembang, Indonesia (Local Coordinates Attached) ----------------- OBJECTIVE : 1. Deploy local Bluetooth ARP Spoofing / Wi-Fi MitM at target's proximity. 2. Intercept & exfiltrate local authentication tokens from target's device. 3. DO NOT ENGAGE SPEECH OR PHYSICAL CONTACT. REWARD : 0.05 BTC (~$3,200 USD) STATUS : CLAIMED BY [USER: BRONZE_BLUEX] ======= Aden kembali masuk ke rombongan. Riko tak henti ketawa sampai memegangi perut. “Astaga! Den, Den. Apa pula kau ini? Ada-ada aja! Rupanya kau ya anak kecil yang suka berdiri di pinggir jalan sambil teriak ‘Om Telolet Om’. Hahaha.” Seseorang menimpali. “Memang badut. Seperti jam tangannya. Lucu.” Seperti biasa, ketika terpojok dan tertekan, Aden berusaha tidak ambil hati. Sakit, tapi tetap dibawa hepi. Dia malah berdiri di samping Devy
Dan waktu itu pun tiba. Sabtu malam di pelataran Benteng Kuto Besak. Sebuah kawasan yang ramai kalau tiba libur akhir pekan. Di sana air Sungai Musi beriak-riak, menimbulkan gelombang kecil, menghanyutkan perahu ketek yang sedang melawan arus. Tak jauh di sana, Jembatan Ampera menjulang gagah, ikon kota yang sangat terkenal dan melegenda. Aden berjalan di tengah kerumunan orang-orang, menuju salah satu restoran ternama di Palembang : Riverside. Ketika di parkiran, tiga orang berbadan besar mengawasi Aden dengan pandangan penuh curiga. Mereka berpakaian serba hitam, berkaca mata, dan mungkin menyimpan senjata api. Melirik sekilas, Aden segera masuk ke area restoran. Suara ombak kecil terdengar saat Aden melewati jembatan besi yang menghubungkan lorong restoran menuju kapal terapung. Di sana lah Devy dan belasan teman SMA lainnya sudah berkumpul di satu meja bundar besar. Riko berdiri sambil bertelekan pinggang. Dengan raut wajah angkuh Riko berkata dengan nada menyindir, “Oh, t
“Aku punya info lain lagi…. Kau sampai memakai NIK KTP anggota keluarga mu supaya dapat pinjaman online.” Aden mengoles dagu. “Apakah ini lebih baik dari pada penjaga warnet?”Mereka berempat tercengang. Dari mana Aden tahu semua informasi itu?Kalau Aden mengarang cerita, seharusnya Ujang marah dan protes, tetapi Ujang malah kikuk dan diam seribu bahasa.Lagipula semua teman tongkrongan tahu bahwa Ujang memang penjudi dan pelaku pinjol. Hanya saja mereka tidak tahu sampai sedetail itu.Aden tidak perlu menekan tombol atau mengusap layar agar layar menampilkan data baru.Hebatnya, dia cukup memberikan perintah lewat pikirannya saja. Cukup bicara dalam hati, data terenkripsi langsung terbaca otomatis di jam tangan plastik murahan bermotif badut di tangannya.“Apa perlu aku sebutkan riwayat judi dan pinjol selama dari awal main sampai hari ini?”Ujang sontak bereaksi. “Jangan! Jangan! Jangan! Dek Aden, kau tidak perlu bicara lagi. Cukup. Aku minta maaf atas ucapanku tadi.”“Juga yang ke
Aden benci media sosial, tapi lebih benci lagi terhadap dunia nyata.Baginya, keduanya sama-sama menyeramkan dan menyakitkan.Di media sosial terlalu banyak penipuan, pamer, kebohongan, sandiwara, kesombongan, kemunafikan, hoaks, kedengkian, ironi, dan rasa haus validasi.Media sosial menyetir orang-orang agar mereka selalu tampil bagus. Menutupi aib dan celah, lalu menggantinya dengan kesempurnaan yang padahal itu hanyalah konten palsu.Mereka terjebak di dalam kehendak kosong yang sebenarnya tidak berguna. Memamerkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipamerkan.Aden benci Facebook, Instagram, apalagi Tiktok.Sedikit sekali pelajaran dan manfaat yang bisa diambil di sana, kecuali menimbulkan iri dan mematahkan semangat.Ah, Aden tidak suka berlomba-lomba untuk jadi yang terbaik hanya demi validasi dan popularitas.Tapi sebenci-bencinya Aden dengan dunia maya, dia lebih benci dengan kehidupan nyata.Jika di media sosial orang-orang bisa bersembunyi untuk melakukan kejahatan, maka d
Mang Bowo sempat bercita-cita ingin jadi tentara walaupun akhirnya dia selalu gagal. Skill menembak dan membunuhnya dia tuangkan di dalam PB dan PUBG.Meski fisik dan wajahnya tidak meyakinkan, tapi Mang Bowo sangat jago dalam berbagai permainan di warnet miliknya sendiri.Pas ‘mabar’, para bocil di sana dibuat terkagum-kagum berkat skill kelas dewa miliknya.Para bocil di sana kerap berteriak :“Mang Bowo GG!”“Mang Bowo GG!”Ketika mendengar lolongan dan pujian para pendengarnya, Mang Bowo langsung menyetel musik disko haram yang dilarang MUI lalu berjoget ria ala pecandu media sosial di Tiktok.Dulu nama warnetnya adalah Warnet Bowo. Tapi sudah berubah nama mungkin sejak lebih dari tiga tahun lalu. Jauh sebelum adanya program makan gratis yang diadakan pemerintah, entah siapa nama presiden Konoha yang punya ide itu.Warnet MBG tidak begitu terkenal di Palembang. Kendati begitu, pelayanan di sini dapat rating 4,9. Pelayanannya cukup bagus dan jarang terjadi kendala.Para bocil jaran
====== [SUDO] CARBON_NET_SINKHOLE :: INITIATED BY ACE OF SPADES ====== [+] PURGING 42.8 Gbps BOTNET TRAFFIC... [SUCCESS] [+] REVERSE ROUTING TO NULL INTERFACE... [DONE] [+] TARGET [K-AI_SEOUL_NODE_01] RESTORED [100%] ===== [ALL ATTACK VECTORS NEUTRALIZED] MESSAGE TO ATTACKERS: "Amateur DDoS. Traffic rerouted, nodes incinerated. Go back to school." -- ACE OF SPADES -- ===== Saluran yang tadi macet kini jadi normal kembali. Suara Devy mampu terdengar lagi. Dan layar Big Tech raksasa yang menampilkan presentasi di belakang Devy muncul tulisan : [SYSTEM SECURE] Ace of Spades Lalu layar menampilkan foto dan tulisan tentang Hexa AI. Para tim ahli menyampaikan pada para petinggi perusahaan bahwa semua sudah benar-benar terkendali. Tim media mengangkat dua jempol lalu kembali bertugas. Di atas panggung mewah, Devy menghela napas lega sambil mengelus dada. Tadi adalah dua puluh detik yang sangat amat menegangkan dalam hidupnya. “Syukurlah. Terimakasih, Tuhan, sud







