Compartilhar

Part 101: Memang Bucin

Autor: Ersula
last update Data de publicação: 2026-10-23 19:42:46

**"

"Senang?!"

Nathan berbinar-binar setelah mendapatkan ponsel baru. Bukan dari kakaknya, melainkan dari calon kakak iparnya.

"Janji jangan aneh-aneh, ya!" Kila menodongkan telunjuk ke wajah adiknya. "Uang buat beli ponsel itu bisa dipakai buat beli motor baru, tahu!"

"Iya, iya, Mbak!" jawab Nathan tanpa menoleh sedikit pun. Perhatiannya masih terpaku pada ponsel barunya.

Kila mendesah, memandangi bahu adiknya dengan kesal.

"Sudahlah. Yang penting Nathan senang." Aksara menepuk-nepuk bahu Kila
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 101: Memang Bucin

    **""Senang?!"Nathan berbinar-binar setelah mendapatkan ponsel baru. Bukan dari kakaknya, melainkan dari calon kakak iparnya."Janji jangan aneh-aneh, ya!" Kila menodongkan telunjuk ke wajah adiknya. "Uang buat beli ponsel itu bisa dipakai buat beli motor baru, tahu!""Iya, iya, Mbak!" jawab Nathan tanpa menoleh sedikit pun. Perhatiannya masih terpaku pada ponsel barunya.Kila mendesah, memandangi bahu adiknya dengan kesal."Sudahlah. Yang penting Nathan senang." Aksara menepuk-nepuk bahu Kila.Namun, Kila buru-buru menghindar.Aksara mengernyit, lalu melirik wanita itu dengan senyum jahil. "Kenapa? Sudah normal?"Kila mendelik. "Normal! Pokoknya jangan sentuh sembarangan!"Aksara terkekeh. "Masih ada ruang ganti di mall ini."Kila melotot. Dan dia tidak mau kejadian itu terulang, apalagi ada Nathan."Kita belum coba di toilet loh?" goda Aksara.Bibir Kila mengerucut. "Dasar sinting! Awas kalau sengaja ya?!""Baiklah." Aksara mengangkat kedua tangan, pura-pura menyerah. "Aku tidak a

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 100: Hyper

    ⚠️ CONTENT WARNING: 21+ ONLYBab ini mengandung konten eksplisit, aktivitas seksual dewasa, dan bahasa kasar.Harap bijak.***"Nggh!"Kila tersentak hebat, tubuhnya kejang di atas kasur. Entah sudah berapa kali puncak kenikmatan itu menghantamnya, sampai-sampai sekujur tubuhnya lemas seolah tak bertulang.Kedua kakinya masih bertumpu di bahu Aksara, pria itu masih menindihnya—membiarkan penyatuan mereka terkunci sampai gelombang terakhir itu benar-benar habis.Aksara mengatur napasnya. Dia menempelkan dahinya di dahi Kila, mengerang pelan sambil merasakan denyutan yang masih mencengkeramnya. Setelah gelombang itu mereda, dia bergerak pelan lagi dengan hentakan dalam yang lambat, sebelum akhirnya melepaskan semuanya di dalam.Tubuhnya menegang sejenak. Aksara tidak mencabutnya. Dia memeluk Kila erat, mengecup peluh di pelipis dan bibirnya yang masih terbuka."Kamu luar biasa, Sayang…" bisiknya serak, napasnya belum sepenuhnya tenang.Kila tersenyum lemas, lalu membalas kilat ciuman A

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 99: Jangan Bahas Lagi!

    ⚠️ CONTENT WARNING:21+ ONLYBab ini mengandung konten eksplisit, aktivitas seksual dewasa, dan bahasa kasar. Harap bijak.***Grab!Kila mencengkeram leher Aksara. Jari-jarinya membuat urat-urat leher pria itu menegang. Dengan tatapan liar penuh gairah, Kila menatap ke mata Aksara yang sudah digelapkan oleh birahi."Diam... dan nikmati saja," bisik Kila dingin.Aksara pun patuh.Tanpa memberi jeda lagi, Kila kembali menghentakkan pinggulnya secara penuh—menelan seluruh milik Aksara dalam-dalamnya."Argh--!"Erangan berat Aksara pecah di balik katupan giginya. Tangannya merambat naik, meremas gemas dada Kila yang bergoyang mengikuti hentakan liarnya.Kila memperketat cengkeramannya. "Kau suka ini, anak kucingku?""Y-ya..." lirih Aksara pasrah sambil menggigit bibirnya menahan nikmat.Kila memandangi bekas luka di bibir Aksara—bukti nyata pria itu telah menolongnya tadi. Pria ini pasti rela mati untuknya."Apa aku berhutang budi padamu?" bisik Kila pelan.Aksara terengah-engah membalas

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 98: Membela Kekasih 2

    ***Bab ini mengandung adegan intim/dewasa eksplisit (explicit sexual content)***Berita perkelahian antara Aksara dan Xavi dengan cepat menyebar ke seluruh kantor. Beberapa karyawan yang menyaksikan kejadian itu di ruang rapat maupun mendengar keributan dari luar mulai membicarakannya. Tidak butuh waktu lama sampai sebuah video yang merekam kejadian tersebut tersebar di media sosial.Dalam video itu, terlihat jelas Aksara melayangkan tinjunya ke wajah Xavi. Suara gaduh langsung memenuhi ruangan. Beberapa orang buru-buru mendekat untuk melerai, sementara yang lain hanya terpaku menyaksikan pertengkaran dua petinggi perusahaan tersebut.Namun, Aksara sama sekali tidak peduli.Setelah membuat hidung Xavi mimisan, dia baru menurunkan tangannya."Lain kali, jaga mulutmu ketika berbicara tentang orang lain."Xavi memegangi hidungnya. Darah mengalir di antara jemarinya, membuat wajahnya semakin merah karena marah."Brengsek! Kau pikir kau bisa melakukan ini kepadaku begitu saja?!"Aksara ti

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 97: Membela Kekasih

    ***Aksara melotot saat membaca pesan di ponselnya. Pesan yang dikirim Bu Sandra sejak satu jam lalu itu baru sempat dibacanya."Bisa lebih cepat lagi?" tanya Aksara kepada sopir.Kalandra melirik putranya yang tiba-tiba saja gelisah. "Ada apa, Nak?"Aksara tidak langsung menjawab. Dia menyandarkan punggungnya, berusaha menahan kegelisahan yang mulai bergejolak di dalam dirinya. Mobil mereka masih terjebak kemacetan, sementara pikirannya sudah tertuju pada Kila.Pesan itu berasal dari Bu Sandra. Isinya singkat, tetapi cukup membuat Aksara kehilangan ketenangannya. Kila terlibat masalah di kantin setelah menyerang salah seorang petinggi perusahaan.Aksara mengusap wajahnya kasar.Dia tahu Kila bukan tipe orang yang akan mencari keributan tanpa alasan. Namun, membayangkan kekasihnya harus menghadapi masalah sendirian di kantor pusat membuat rahangnya mengeras."Aksara?"Aksara mengangkat wajah. Dia segera mengendurkan rahangnya."Tidak ada apa-apa, Ayah."Kalandra mengamati putranya beb

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 96: Jangan Kurang ajar!

    ***"Halo, Kila."Seorang perempuan setengah baya menyapanya dengan ramah. Kila segera menoleh. Dia memang belum pernah bertemu perempuan itu secara langsung, tetapi wajahnya tidak asing karena mereka cukup sering berkomunikasi melalui pesan daring."Halo, Bu Sandra."Kila berdiri dan menyambut uluran tangan perempuan itu.Bu Sandra adalah sekretaris Pak Kalandra. Selama ini, Kila hanya mengenalnya melalui percakapan singkat terkait pekerjaan. Bertemu langsung dengannya di kantor pusat membuat Kila sedikit canggung, meski perempuan itu tampak cukup ramah."Bagaimana? Betah di Jakarta?" tanya Bu Sandra setelah mereka berjabat tangan."Ya, sementara betah, Bu.""Baguslah. Sudah mulai terbiasa dengan suasana kantor pusat?"Kila tersenyum kecil. "Masih berusaha menyesuaikan diri."Bu Sandra mengangguk, lalu melirik ke arah ruangan Pak Kalandra. Kila mengikuti arah pandangannya. Dari balik dinding kaca, Aksara terlihat sedang berbicara serius dengan ayahnya, Pak Kalandra. Keduanya sesekali

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status