Beranda / Romansa / Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku. / Part 92: Awas Ada Sekuriti!

Share

Part 92: Awas Ada Sekuriti!

Penulis: Ersula
last update Tanggal publikasi: 2026-10-14 22:28:54

***

⚠️ WARNING : Bab ini mengandung konten dewasa 21+ (Explicit Sex / Mature Content / Light Kink).

Harap bijak dalam membaca.

***

"Hm..." Kila melenguh pelan, membalas ciuman itu dengan kasar. Kila menarik kemeja Aksara, agar tubuh pria itu semakin merapat padanya.

"Cium aku... lebih kasar, Aksara..." bisik Kila lirih di sela-sela pertautan bibir mereka.

Napas Aksara memburu. Permintaan Kila membuat dirinya terbakar. Pria itu merengkuh tengkuk Kila, mempermainkan ujung lidahnya untuk memancin
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 96: Jangan Kurang ajar!

    ***"Halo, Kila."Seorang perempuan setengah baya menyapanya dengan ramah. Kila segera menoleh. Dia memang belum pernah bertemu perempuan itu secara langsung, tetapi wajahnya tidak asing karena mereka cukup sering berkomunikasi melalui pesan daring."Halo, Bu Sandra."Kila berdiri dan menyambut uluran tangan perempuan itu.Bu Sandra adalah sekretaris Pak Kalandra. Selama ini, Kila hanya mengenalnya melalui percakapan singkat terkait pekerjaan. Bertemu langsung dengannya di kantor pusat membuat Kila sedikit canggung, meski perempuan itu tampak cukup ramah."Bagaimana? Betah di Jakarta?" tanya Bu Sandra setelah mereka berjabat tangan."Ya, sementara betah, Bu.""Baguslah. Sudah mulai terbiasa dengan suasana kantor pusat?"Kila tersenyum kecil. "Masih berusaha menyesuaikan diri."Bu Sandra mengangguk, lalu melirik ke arah ruangan Pak Kalandra. Kila mengikuti arah pandangannya. Dari balik dinding kaca, Aksara terlihat sedang berbicara serius dengan ayahnya, Pak Kalandra. Keduanya sesekali

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 95: cabul

    ***"Wah, kamarnya besar banget!"Mata Nathan berbinar-binar begitu melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar hotel mewah itu.Kila akhirnya memutuskan membawa Nathan ke Jakarta untuk menenangkan diri sekaligus memantau kondisinya. Meninggalkan adiknya sendirian di kos setelah apa yang terjadi jelas membuatnya cemas. Lagipula, orang tua mereka baru akan datang ke Bogor beberapa hari lagi. Setidaknya, dengan ikut ke Jakarta, Nathan tidak perlu sendirian."Ya, tapi Mbak tidak bisa mengajakmu jalan-jalan. Mbak ke sini mau kerja," ucap Kila sembari meletakkan tas di dekat meja.Nathan langsung merebahkan diri di atas ranjang yang empuk. "Iya, Mbak, tenang saja. Nanti aku bisa jalan-jalan sendiri.""Iya, tapi yang penting kamu istirahat dulu sekarang."Nathan bangkit lalu berjalan menuju balkon, memandangi gedung-gedung tinggi di kota Jakarta dari balik kaca."Mbak ke kamar Mbak dulu, ya. Nanti jam dua belas kita ketemu di lobi untuk makan siang," ucap Kila sembari melirik jam di layar ponsel

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 94: Di Sofa Rumah Sakit

    🔞 [ MATURE CONTENT]Peringatan: Bab ini memuat adegan dewasa dan sensualitas eksplisit.***"Aku horny lagi, Sayang…," lirih Aksara, tepat di telinga Kila.Kila membeku. Dia tidak bisa menolak karena tubuhnya sendiri juga bereaksi."Jangan…" bisiknya. "Nanti Nathan bangun.""Makanya … jangan bersuara.""Aksara!""Ssst." Bibir pria itu menyentuh pelipisnya, seperti sedang menenangkan anak kecil yang rewel. Padahal tangan kanannya sudah meluncur masuk di antara paha Kila, jari-jarinya dengan tenang memainkan biji tersembunyi yang sudah mengeras."Hmm." Kila menggigit bibir. Matanya ke arah tirai. Di balik tirai pembatas, samar terdengar napas Nathan yang teratur, kadang tersendat, kadang bergumam samar… mungkin karena pengaruh obat. Aku ini kakak macam apa?Malah berhubungan seks di ruangan ini.Tapi sentuhan Aksara tidak berhenti. Jari-jari pria itu terus bergerak di antara pahanya, mengusap, menekan, memainkan bijinya yang sudah basah. Tubuh Kila mengkhianatinya lagi. Ia tanpa sada

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 93: Calon Kakak Ipar!

    ***Tok! Tok! Tok!Ketukan di kaca jendela membuat Aksara segera menurunkannya."Maaf, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang petugas sekuriti yang berdiri di samping mobil.Aksara menyunggingkan senyum santai. "Tidak ada, Pak."Petugas itu sempat melirik Kila yang duduk di samping Aksara. Rambut wanita itu sedikit berantakan, sementara pahanya tertutup jaket."Kami cuma sedang mengurusi sate," sahut Aksara sambil mengangkat kantong plastik berisi makanan di tangannya.Petugas itu mengerutkan dahi. "Oh, begitu... Tadi saya lihat dari monitor CCTV, mobilnya kelihatan berguncang."Aksara terkekeh tanpa canggung. "Oh, itu... Ada sambal yang tumpah di jok belakang, Pak. Kami sempat panik waktu membersihkannya.""Oh... begitu." Petugas itu mengangguk pelan, meski sorot matanya masih menyiratkan kecurigaan."Kalau begitu, kami mau naik ke atas sekarang, Pak," ujar Aksara, mengakhiri percakapan.Petugas sekuriti itu akhirnya mundur beberapa langkah dan mengangguk sopan. "Baik, silakan, Pak

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 92: Awas Ada Sekuriti!

    ***⚠️ WARNING : Bab ini mengandung konten dewasa 21+ (Explicit Sex / Mature Content / Light Kink).Harap bijak dalam membaca. ***"Hm..." Kila melenguh pelan, membalas ciuman itu dengan kasar. Kila menarik kemeja Aksara, agar tubuh pria itu semakin merapat padanya."Cium aku... lebih kasar, Aksara..." bisik Kila lirih di sela-sela pertautan bibir mereka.Napas Aksara memburu. Permintaan Kila membuat dirinya terbakar. Pria itu merengkuh tengkuk Kila, mempermainkan ujung lidahnya untuk memancing Kila."Aksara …""Nakal, ya? Minta apa, hmh?" goda Aksara berbisik rendah tepat di ujung bibir Kila.Kila memejamkan matanya. Perlahan mengusapkan bibirnya yang basah di bibir bawah Aksara."Cium aku…," lirih Kila memohon, suaranya nyaris tenggelam di antara napasnya yang memburu.Aksara kembali menyesap bibir Kila dengan rakus.Selanjutnya, di dalam kabin mobil, hanya terdengar suara kecupan basah yang intim serta deru napas mereka yang saling beradu panas."Mm... mau?" Kila berbisik manja, m

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 91: Akhiranya, Nathan Mengambil Keputusan.

    ***Pukul tiga sore, dokter datang memeriksa kondisi Nathan kembali. Menurut evaluasi, progres kesehatan Nathan sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Jika tidak ada keluhan mendadak hingga besok pagi, Nathan sudah diperbolehkan untuk pulang.Kabar baik itu tentu membuat orang tua mereka merasa lega. Setelah diyakinkan oleh Kila melalui sambungan telepon bahwa situasi sudah aman, mereka berencana akan menyusul ke Bogor pada akhir pekan nanti."Ya, syukurlah kalau sudah boleh pulang besok," ujar Kila seraya meletakkan ponselnya. "Tapi... artinya kamu gagal ikut ujian semester minggu ini, kan?"Nathan mengusap rambutnya yang berantakan. "Nanti ada jadwal ujian susulan atau remedial, Mbak. Aku tinggal melampirkan Surat Keterangan Dokter dari rumah sakit saja ke kampus," sahut Nathan.Kila menaikkan sebelah alisnya, memandangi adiknya dengan tatapan geli sekaligus menyindir."Ya? Surat keterangan izin sakit karena minum racun serangga?" singgung Kila tajam.Nathan seketika menga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status