Share

Bab 3

Author: Iola
Selfi mengangkat kepala, lalu berpikir dengan sangat serius sebelum akhirnya mengangguk. "Mau. Aku ikut Mama ke mana pun Mama pergi." Dia berhenti sejenak, lalu menambahkan pelan, "Papa selalu sibuk. Ada Mama temani aku juga sudah cukup."

Dunia anak-anak begitu sederhana dan lugas. Hati Valerie terasa perih. Dia membungkuk, lalu mencium kening putrinya. "Anak Mama yang baik. Kalau begitu, jangan bilang dulu soal ini ke Papa, ya?"

"Oke!"

Setelah menenangkan putrinya dan mengantarnya pulang untuk diserahkan kepada pengasuh, ponsel Valerie berbunyi. Yang menelepon adalah asistennya. Dari seberang telepon, suara sang asisten terdengar hati-hati, seolah takut Valerie akan marah di detik berikutnya.

"Nyonya, Pak Azka minta kunci Waterloo Residence. Sepertinya diberikan ke pacar barunya, namanya Zara, artis kecil yang belum terlalu terkenal."

Jari Valerie yang menggenggam ponsel sedikit mengencang. Waterloo Residence adalah properti miliknya sebelum menikah.

Pintar juga Azka memilih tempat.

Dia hanya menjawab datar ke arah telepon, "Aku tahu."

Setelah menutup telepon, dia mencari standar harga sewa rumah di ibu kota, lalu mengirimkannya kepada Azka. Kalau pria itu mau memasukkan wanita lain ke rumahnya, setidaknya harus bayar uang sewa.

Azka tidak membalas. Namun tak lama kemudian, pesan bank masuk dengan nominal transfer yang besar.

Beberapa hari berikutnya, Azka tidak muncul lagi dan Valerie malaj menikmati ketenangan itu. Dia tidak perlu lagi memperhatikan Azka pergi melakukan apa, tidak perlu lagi mengamuk demi mempertahankannya.

Bahkan, dia kembali menulis komposisi musik yang sudah dua tahun tidak disentuhnya. Saat perhatiannya tidak lagi tertuju pada Azka, seluruh dirinya terasa jauh lebih rileks. Hanya saja, dari media sosial teman-teman bersama mereka, dia masih bisa melihat jejak pria itu.

Malam sebelumnya di ruang VIP kasino, Azka menghamburkan uang tanpa ragu, sementara Zara bersandar manis di sisinya sambil tersenyum cantik.

Malam sebelumnya lagi adalah pesta kapal pesiar pribadi. Dalam foto, Azka melingkari pinggang Zara dengan latar kembang api yang meledak di atas laut. Postingan terbaru berasal dari seorang produser terkenal yang mengunggah foto kunjungan lokasi syuting.

Azka ternyata muncul di lokasi rekaman acara reality show percintaan. Dia duduk santai di samping monitor pengawas, tetapi pandangannya terus tertuju pada Zara.

Setelah bertahun-tahun, mantan kekasih lama itu bukan hanya berhasil mendapatkan kembali perhatiannya, tetapi juga mampu membuat Azka datang langsung mengunjungi lokasi syuting.

Lumayan hebat juga.

Pesta ulang tahun Selfi ditetapkan pada akhir pekan. Aula dipenuhi tokoh-tokoh elite, aroma parfum mahal bercampur dengan bayangan gaun-gaun mewah.

Sebelum acara dimulai, Valerie kembali pergi ke dapur untuk memeriksa menu satu per satu. Dia tidak boleh membiarkan ulang tahun ketiga putrinya mengalami kesalahan sedikit pun.

Saat kembali ke aula pesta, hal pertama yang dia lihat adalah wajah Safea yang suram. Selfi sedang dikelilingi banyak orang. Seorang wanita berjongkok di hadapannya.

Itu Zara.

Di tangannya ada gelang berlian mahal, sementara senyum tergantung di wajahnya. "Selfi, ini hadiah ulang tahun dari Kakak. Suka nggak? Kakak bantu pakaikan ya?"

Selfi tampak ketakutan dan tanpa sadar mundur sedikit.

"Nggak mau ...," gumamnya pelan.

Namun, Zara seolah tidak mendengarnya. Dia langsung memegang pergelangan tangan Selfi dan hendak memasangkan gelang itu, tetapi Selfi spontan menarik tangannya. Zara mengangkat kepala dan menatap pria yang berdiri di samping dengan mata berkaca-kaca.

"Selfi sepertinya nggak terlalu suka aku. Aku cuma ingin buat anak ini senang ...."

Melihat pemandangan itu, darah Valerie langsung terasa memuncak. Dia melangkah cepat ke depan, mendorong Zara menjauh, lalu langsung memeluk putrinya yang ketakutan dengan erat. Tanpa memedulikan Zara yang jatuh terduduk di lantai, Valerie menatap lurus ke arah Azka.

"Azka, aku sudah bilang jangan bawa sampah dari luar masuk ke sini dan mengotori mata putriku."

Suasana langsung membeku.

Zara yang terdorong ke lantai tampak terpaku sesaat sebelum matanya langsung memerah. Dengan wajah penuh keluhan dan kebingungan, dia memandang Azka.

"Pak Azka ... aku cuma ikuti perintah Bapak untuk ngasih hadiah ulang tahun ke Selfi ...."

Raut wajah Azka langsung menggelap. Dia melirik Valerie, lalu mengulurkan tangan membantu Zara berdiri.

"Sakit nggak jatuhnya?"

Zara memanfaatkan gerakannya untuk bersandar di lengannya sambil menggeleng pelan. Barulah Azka mengangkat mata lagi. Tatapannya dipenuhi rasa kesal. "Aku kira akhir-akhir ini kamu sudah belajar bersikap dan tahu batas. Ternyata aku terlalu berharap."

"Zara adalah asisten pribadiku yang baru. Hari ini aku bawa dia supaya dia mengenal kesukaan Selfi, jadi nanti lebih mudah merawatnya. Bahkan hal seperti ini pun nggak bisa kamu toleransi? Mana harga dirimu sebagai Nyonya Kinanjar?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 22

    Setelah kejadian itu, Azka tidak pernah muncul lagi. Hari-hari berlalu dengan tenang, seperti lembar demi lembar halaman buku yang dibalik.Studio Valerie perlahan mulai berjalan di jalurnya. Dia menggubah musik untuk sebuah film dokumenter independen. Melodi yang hening dan penuh kehidupan itu ternyata mendapat banyak pujian dari kalangan industri.Undangan kerja sama pun mulai berdatangan.Namun, Valerie memilih dengan sangat hati-hati. Dia hanya menerima proyek yang benar-benar menghargai musik itu sendiri. Dia tidak lagi membutuhkan dukungan dari gelar atau identitas siapa pun. Dia hanya "Valerie sang komposer".Selfi juga telah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mendapatkan teman-teman baru di sekolah yang baru.Revan mengisi kekosongan peran seorang ayah, bahkan melakukan lebih dari itu. Dia akan menemani Selfi membuat kerajinan tangan yang kekanak-kanakan, dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan aneh yang muncul dari imajinasi kecilnya, dan berjaga di samping tempat tid

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 21

    Revan perlahan mengangkat pandangannya ke arah Azka. Tatapannya dipenuhi ejekan yang tidak disembunyikan sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat tipis. Dengan suara tegas, dia berkata, "Saudara?""Azka, siapa yang bilang kami saudara kandung?""Maaf membuatmu kecewa. Aku bukan kakak kandung." Dia berhenti sejenak, lalu menoleh kepada Valerie. "Aku memang dipersiapkan keluarga mereka untuk menjadi calon suami Valerie. Aku tumbuh bersamanya, menjaganya, dan menunggunya.""Latar belakangku bersih, riwayatku bersih, dan sejak awal sampai sekarang, di hati dan mataku hanya ada dia seorang. Nggak akan pernah ada orang lain.""Lalu ...."Revan kembali mengunci pandangannya pada wajah Azka yang sudah pucat pasi."Sekarang ada seseorang di sisinya. Orang itu adalah aku. Mengerti?"Kata "calon suami yang dipersiapkan keluarga" bagaikan petir yang menyambar di siang bolong, meledak keras di benak Azka. Dia menatap Revan dengan tidak percaya, lalu memandang Valerie yang membiarkan semua itu terjadi,

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 20

    Terus-menerus menghindar dan menghalangi bukanlah solusi terbaik. Semakin dia menghindar, semakin erat Azka menempel. Justru itu akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam di hati putrinya.Valerie membutuhkan sebuah pembicaraan yang benar-benar tuntas. Bukan untuk rujuk kembali, melainkan untuk mengakhiri semuanya.Beberapa hari kemudian, setelah mengetahui bahwa Azka kembali mengirim sejumlah mainan mahal ke rumah ibunya, Valerie mengambil inisiatif meneleponnya.Telepon langsung diangkat."Valerie?""Besok pukul tiga sore, di Kafe Ocean." Suara Valerie datar tanpa emosi sedikit pun. "Kita perlu bicara. Berdua saja."Tanpa menunggu tanggapan Azka, dia langsung menutup telepon. Valerie tidak memberinya kesempatan untuk menawar, membantah, atau menyiapkan kata-kata.Di seberang sana, Azka memegang ponselnya dan terdiam selama beberapa detik. Tak lama kemudian, sudut bibirnya tak kuasa tersenyum.Tuh, lihat, 'kan? Dia tahu Valerie tidak akan mampu bertahan.Perang dingin, memblokir kon

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 19

    "Azka, dengarkan baik-baik. Valerie adalah adik yang dibesarkan dan selalu dijaga dengan sepenuh hati olehku!""Dulu gimana kamu bersumpah akan memperlakukannya dengan baik? Lalu apa yang terjadi? Kamu membiarkan sampah nggak tahu diri itu berkali-kali menindasnya, bahkan hampir membuat Selfi kehilangan nyawanya! Sekarang kamu masih berani datang kemari bicara soal urusan keluarga? Bicara soal orang luar?"Setiap kali Revan mengucapkan satu kalimat, wajah Azka menjadi semakin buruk.Detail-detail yang selama ini sengaja dia abaikan, kini dipaparkan dengan terus terang oleh Revan. Azka merasa sangat malu. Dia memaksakan diri untuk tertawa sinis. "Itu cuma kecelakaan! Zara dia ....""Diam!" bentak Revan langsung. Tatapannya dipenuhi rasa jijik yang tidak disembunyikan sedikit pun."Jangan sebut nama wanita itu lagi di sini. Tempat adikku nggak pantas dikotori sama dia! Sekarang aku kasih kamu peringatan terakhir. Segera lenyap dari hadapan adikku. Mulai sekarang, jangan dekati dia lagi d

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 18

    Namun sebelum Valerie benar-benar sempat melangkah maju, kehidupan tenang yang baru saja dia bangun kembali terusik.Saat itu, Valerie sedang membungkuk di depan meja audio untuk menyesuaikan hasil rekaman alat musik gesek yang baru selesai direkam. Pintu studio diketuk pelan. Dia mengira orang yang datang adalah teknisi rekaman yang sudah membuat janji sebelumnya. Oleh karena itu, dia bahkan tidak mendongak sedikit pun saat menjawab, "Silakan masuk."Pintu terbuka. Namun, tidak ada seorang pun yang masuk. Hanya keheningan yang perlahan menyebar.Gerakan Valerie terhenti. Dia perlahan berdiri tegak.Azka berdiri di ambang pintu. Dia mengenakan mantel abu-abu gelap yang rapi, tubuhnya tinggi dan tegap. Di tangannya ada sebuah kotak hadiah. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Tatapannya berat saat memandang Valerie.Azka yang memecah keheningan terlebih dahulu dengan suara yang tenang, "Ternyata kamu bersembunyi di sini demi mencari ketenangan?"Valerie meletakkan headphone yang ada di tangan

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 17

    Alis Revan sedikit berkerut, begitu tipis hingga hampir tidak terlihat. Namun, sesaat kemudian dia kembali memasang senyum santai khasnya."Ada apa ini? Bu, jangan-jangan Ibu lagi mengajak Valerie mengenang masa-masa susah? Jangan sampai adikku menangis lagi. Dia sekarang aset paling berharga di keluarga kita."Ibu Valerie melotot ke arahnya. "Lidahmu memang nggak bisa diam." Dia berdiri lalu berkata, "Sudahlah, kalian ngobrol saja. Ibu pulang dulu."Sebelum pergi, dia menepuk punggung tangan Valerie pelan. Tatapannya menyiratkan makna yang sulit dijelaskan. Lalu, dia benar-benar pergi.Studio kembali sunyi. Kini hanya tersisa mereka berdua.Revan berjalan ke depan meja kerja Valerie. Tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya bertumpu di tepi meja. Jarak mereka langsung menjadi sangat dekat. Aroma khas tubuhnya seketika memenuhi ruang di sekitar Valerie."Komposer hebat kita lagi mentok ide?" Sudut bibirnya terangkat dengan senyum menggoda yang sudah sangat familier."Keningmu berke

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 9

    Tatapan Azka jatuh pada alat perekam itu. Sebelum dia sempat bergerak, wajah Zara di belakangnya sudah berubah lebih dulu. Suaranya langsung dipenuhi tangis, air matanya mengalir deras."Bukan ... itu bukan suaraku ... palsu, semuanya palsu ....""Nyonya Kinanjar sebegitu membenciku ya? Merusak repu

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 8

    Setelah mengantar Selfi kembali ke vila dan memberi beberapa instruksi detail kepada pengasuh, Valerie mengurung diri di ruang kerja. Proses perceraian tinggal beberapa hari lagi selesai. Dia tidak ingin menimbulkan masalah tambahan lagi.Kalau Azka ingin mengakui anak Zara, biarkan saja. Kebetulan

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 7

    Hari peringatan 100 hari wafatnya ayah Azka, langit tampak muram. Valerie mengarahkan para pelayan menyiapkan semuanya dengan rapi. Itu adalah bentuk penghormatannya kepada pria tua yang memperlakukannya dengan baik semasa hidup.Suara mesin mobil terdengar dari luar rumah. Tanpa perlu menoleh, Vale

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 6

    Valerie bahkan tidak melihat wajah Azka. Dia langsung mengangkat layar ponselnya.Di sana terpampang email tuntutan dari pihak merek, surat pemutusan kerja sama, serta laporan perkiraan kerugian besar dari studio. Tatapan Azka menyapu layar itu dan alisnya sedikit mengernyit."Cuma kecelakaan kecil.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status