แชร์

Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru
Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru
ผู้แต่ง: Iola

Bab 1

ผู้เขียน: Iola
Suara bisik-bisik di seluruh ruangan langsung terdiam sejenak, lalu meledak kembali dengan volume lebih besar.

"Apa katanya? Diredam? Aku nggak salah dengar, 'kan?"

"Bukannya dulu dia selalu berharap semua orang tahu supaya Azka dipermalukan?"

"Iya. Waktu Azka ketahuan bermesraan sama model di mobil itu, dia langsung suruh orang menghancurkan mobil sport itu pakai palu."

"Yang waktu Valentine malah lebih parah. Pestanya belum selesai, kapal pesiarnya sudah dibakar."

"Setiap kali Azka cuma diam melihat dia bikin keributan. Setelah Valerie selesai bikin ulah, dia tetap selingkuh juga. Sekarang akhirnya dia sadar kalau mengamuk nggak bisa mempertahankan pria, jadi ganti strategi? Mulai belajar menahan diri dan pura-pura besar hati?"

Semua pembicaraan itu masuk jelas ke telinga Valerie.

Namun, dia seolah tidak mendengarnya. Dengan ketenangan yang dingin, dia terus melanjutkan jalannya acara. Semua orang mengira dia hanya sadar bahwa mengamuk tidak bisa mempertahankan Azka, jadi dia mengganti caranya.

Namun setelah dua tahun, dia juga sudah lelah.

Setelah pesta selesai, Valerie menggendong putrinya yang tertidur karena kelelahan kembali ke kamar. Kemudian, dia berbalik dan naik ke ruang kerja di lantai atas. Dia mengetuk pintu. Safea sedang duduk di sofa sambil memijat pelipisnya.

"Bu," panggil Valerie pelan.

Safea mengangkat kepala, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang tak disembunyikan sedikit pun.

"Valerie, kamu sudah banyak menderita .... Aku langsung telepon anak berengsek itu!"

Telepon tersambung. Dia menyalakan pengeras suara, lalu memarahi dengan suara tajam, "Azka! Malam tahun baru begini kamu malah pergi ke mana lagi? Cepat pulang sekarang juga!"

Dari seberang telepon terdengar suasana ramai bercampur suara tawa genit seorang wanita. Suara Azka terdengar malas dan santai, "Bu, aku lagi sibuk di sini. Besok aku pulang dan minta maaf."

"Hari ini ulang tahun gadis ini, aku sudah janji temani dia potong kue .... Oh ya, sampaikan ke Valerie, soal hari ini dia tangani dengan bagus. Sangat pengertian, akhirnya ada sedikit sikap seperti Nyonya Kinanjar. Suruh dia pertahankan terus. Sudah ya."

Saking marahnya, dada Safea sampai bergerak naik turun dengan hebat. Dia langsung melempar ponsel ke sofa. "Dasar anak berengsek!"

Namun, Valerie hanya tersenyum tipis dan tatapannya tampak tenang.

"Bu, kali ini aku datang bukan untuk menuntut keadilan."

Safea tertegun.

Valerie menatapnya, suaranya sangat pelan. "Lima tahun lalu, ibu kandungku mengalami gagal hati stadium akhir. Andalah yang berbaik hati mendonorkan separuh hati Anda untuknya. Aku nggak akan pernah melupakan budi itu."

"Karena itu, waktu Anda mengatakan ingin aku mengikat Azka supaya dia bisa lebih tenang dan berhenti bermain-main, aku setuju."

"Memang aku berhasil melakukannya. Tapi baru setelah Selfi genap satu tahun, dia kembali ke kebiasaan lamanya. Dua tahun ini aku sudah mengamuk, sudah gila-gilaan, sudah dipermalukan habis-habisan. Anda selalu melindungiku, tapi aku tetap nggak bisa mempertahankannya."

Safea menghela napas panjang. Dia menggenggam ujung jari Valerie yang dingin. "Anak baik, dulu memang aku yang mengikatmu dengan rasa utang budi. Katakan saja, syarat apa pun akan kupenuhi."

Valerie mengeluarkan sebuah dokumen dari tas tangannya, lalu mendorongnya ke depan Safea.

"Aku ingin bercerai, dan aku ingin hak asuh Selfi."

Tatapan Safea tampak rumit. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya mengangguk.

"Baik, akan kubantu urus. Tapi temani aku setengah bulan lagi."

Valerie tersenyum tipis, lalu mengangguk sebelum berbalik pergi.

Saat tangannya menyentuh gagang pintu, suara Safea terdengar dari belakang, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.

"Dulu ... jelas-jelas Azka yang jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama, lalu datang memohon padaku sambil bilang dia harus menikahimu ...."

Langkah Valerie nyaris tak terlihat berhenti sesaat.

Dulu Azka memang pernah tulus padanya.

Mantan playboy terkenal kalangan elite ibu kota itu pernah memutus semua hubungan yang seharusnya tidak ada demi Valerie, belajar untuk setia hanya pada satu wanita.

Saat melamar, dia pernah mendorong dokumen pengesahan seluruh aset atas namanya ke depan Valerie. "Semua milikku jadi milikmu, termasuk aku."

Pada malam Selfi lahir, Valerie mengalami persalinan yang sulit. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Azka memercayai dewa, memohon dengan mata memerah agar separuh umurnya ditukar demi keselamatan Valerie.

Dia sendiri yang memberikan semua pengecualian dan keistimewaan kepada Valerie, sampai semua orang percaya pada dongeng playboy yang bertobat.

Namun, ketulusan adalah hal yang paling mudah berubah di dunia ini.

Valerie menuruni tangga. Layar ponselnya tiba-tiba menyala. Transfer uang dalam jumlah besar dari Azka masuk, disertai satu pesan.

[ Mereka semua bilang kamu berubah, sekarang sudah tahu cara menjaga martabat dan bersikap dewasa? Serius? Aku malah jadi nggak terbiasa. ]

"Aku lagi di Kelab Serafina. Tempat yang bulan lalu kamu laporkan sampai ditutup, terus baru buka lagi."

"Nomor kamar V888. Datang bawakan kondom."

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 22

    Setelah kejadian itu, Azka tidak pernah muncul lagi. Hari-hari berlalu dengan tenang, seperti lembar demi lembar halaman buku yang dibalik.Studio Valerie perlahan mulai berjalan di jalurnya. Dia menggubah musik untuk sebuah film dokumenter independen. Melodi yang hening dan penuh kehidupan itu ternyata mendapat banyak pujian dari kalangan industri.Undangan kerja sama pun mulai berdatangan.Namun, Valerie memilih dengan sangat hati-hati. Dia hanya menerima proyek yang benar-benar menghargai musik itu sendiri. Dia tidak lagi membutuhkan dukungan dari gelar atau identitas siapa pun. Dia hanya "Valerie sang komposer".Selfi juga telah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mendapatkan teman-teman baru di sekolah yang baru.Revan mengisi kekosongan peran seorang ayah, bahkan melakukan lebih dari itu. Dia akan menemani Selfi membuat kerajinan tangan yang kekanak-kanakan, dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan aneh yang muncul dari imajinasi kecilnya, dan berjaga di samping tempat tid

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 21

    Revan perlahan mengangkat pandangannya ke arah Azka. Tatapannya dipenuhi ejekan yang tidak disembunyikan sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat tipis. Dengan suara tegas, dia berkata, "Saudara?""Azka, siapa yang bilang kami saudara kandung?""Maaf membuatmu kecewa. Aku bukan kakak kandung." Dia berhenti sejenak, lalu menoleh kepada Valerie. "Aku memang dipersiapkan keluarga mereka untuk menjadi calon suami Valerie. Aku tumbuh bersamanya, menjaganya, dan menunggunya.""Latar belakangku bersih, riwayatku bersih, dan sejak awal sampai sekarang, di hati dan mataku hanya ada dia seorang. Nggak akan pernah ada orang lain.""Lalu ...."Revan kembali mengunci pandangannya pada wajah Azka yang sudah pucat pasi."Sekarang ada seseorang di sisinya. Orang itu adalah aku. Mengerti?"Kata "calon suami yang dipersiapkan keluarga" bagaikan petir yang menyambar di siang bolong, meledak keras di benak Azka. Dia menatap Revan dengan tidak percaya, lalu memandang Valerie yang membiarkan semua itu terjadi,

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 20

    Terus-menerus menghindar dan menghalangi bukanlah solusi terbaik. Semakin dia menghindar, semakin erat Azka menempel. Justru itu akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam di hati putrinya.Valerie membutuhkan sebuah pembicaraan yang benar-benar tuntas. Bukan untuk rujuk kembali, melainkan untuk mengakhiri semuanya.Beberapa hari kemudian, setelah mengetahui bahwa Azka kembali mengirim sejumlah mainan mahal ke rumah ibunya, Valerie mengambil inisiatif meneleponnya.Telepon langsung diangkat."Valerie?""Besok pukul tiga sore, di Kafe Ocean." Suara Valerie datar tanpa emosi sedikit pun. "Kita perlu bicara. Berdua saja."Tanpa menunggu tanggapan Azka, dia langsung menutup telepon. Valerie tidak memberinya kesempatan untuk menawar, membantah, atau menyiapkan kata-kata.Di seberang sana, Azka memegang ponselnya dan terdiam selama beberapa detik. Tak lama kemudian, sudut bibirnya tak kuasa tersenyum.Tuh, lihat, 'kan? Dia tahu Valerie tidak akan mampu bertahan.Perang dingin, memblokir kon

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 19

    "Azka, dengarkan baik-baik. Valerie adalah adik yang dibesarkan dan selalu dijaga dengan sepenuh hati olehku!""Dulu gimana kamu bersumpah akan memperlakukannya dengan baik? Lalu apa yang terjadi? Kamu membiarkan sampah nggak tahu diri itu berkali-kali menindasnya, bahkan hampir membuat Selfi kehilangan nyawanya! Sekarang kamu masih berani datang kemari bicara soal urusan keluarga? Bicara soal orang luar?"Setiap kali Revan mengucapkan satu kalimat, wajah Azka menjadi semakin buruk.Detail-detail yang selama ini sengaja dia abaikan, kini dipaparkan dengan terus terang oleh Revan. Azka merasa sangat malu. Dia memaksakan diri untuk tertawa sinis. "Itu cuma kecelakaan! Zara dia ....""Diam!" bentak Revan langsung. Tatapannya dipenuhi rasa jijik yang tidak disembunyikan sedikit pun."Jangan sebut nama wanita itu lagi di sini. Tempat adikku nggak pantas dikotori sama dia! Sekarang aku kasih kamu peringatan terakhir. Segera lenyap dari hadapan adikku. Mulai sekarang, jangan dekati dia lagi d

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 18

    Namun sebelum Valerie benar-benar sempat melangkah maju, kehidupan tenang yang baru saja dia bangun kembali terusik.Saat itu, Valerie sedang membungkuk di depan meja audio untuk menyesuaikan hasil rekaman alat musik gesek yang baru selesai direkam. Pintu studio diketuk pelan. Dia mengira orang yang datang adalah teknisi rekaman yang sudah membuat janji sebelumnya. Oleh karena itu, dia bahkan tidak mendongak sedikit pun saat menjawab, "Silakan masuk."Pintu terbuka. Namun, tidak ada seorang pun yang masuk. Hanya keheningan yang perlahan menyebar.Gerakan Valerie terhenti. Dia perlahan berdiri tegak.Azka berdiri di ambang pintu. Dia mengenakan mantel abu-abu gelap yang rapi, tubuhnya tinggi dan tegap. Di tangannya ada sebuah kotak hadiah. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Tatapannya berat saat memandang Valerie.Azka yang memecah keheningan terlebih dahulu dengan suara yang tenang, "Ternyata kamu bersembunyi di sini demi mencari ketenangan?"Valerie meletakkan headphone yang ada di tangan

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 17

    Alis Revan sedikit berkerut, begitu tipis hingga hampir tidak terlihat. Namun, sesaat kemudian dia kembali memasang senyum santai khasnya."Ada apa ini? Bu, jangan-jangan Ibu lagi mengajak Valerie mengenang masa-masa susah? Jangan sampai adikku menangis lagi. Dia sekarang aset paling berharga di keluarga kita."Ibu Valerie melotot ke arahnya. "Lidahmu memang nggak bisa diam." Dia berdiri lalu berkata, "Sudahlah, kalian ngobrol saja. Ibu pulang dulu."Sebelum pergi, dia menepuk punggung tangan Valerie pelan. Tatapannya menyiratkan makna yang sulit dijelaskan. Lalu, dia benar-benar pergi.Studio kembali sunyi. Kini hanya tersisa mereka berdua.Revan berjalan ke depan meja kerja Valerie. Tubuhnya sedikit membungkuk, kedua tangannya bertumpu di tepi meja. Jarak mereka langsung menjadi sangat dekat. Aroma khas tubuhnya seketika memenuhi ruang di sekitar Valerie."Komposer hebat kita lagi mentok ide?" Sudut bibirnya terangkat dengan senyum menggoda yang sudah sangat familier."Keningmu berke

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 9

    Tatapan Azka jatuh pada alat perekam itu. Sebelum dia sempat bergerak, wajah Zara di belakangnya sudah berubah lebih dulu. Suaranya langsung dipenuhi tangis, air matanya mengalir deras."Bukan ... itu bukan suaraku ... palsu, semuanya palsu ....""Nyonya Kinanjar sebegitu membenciku ya? Merusak repu

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 8

    Setelah mengantar Selfi kembali ke vila dan memberi beberapa instruksi detail kepada pengasuh, Valerie mengurung diri di ruang kerja. Proses perceraian tinggal beberapa hari lagi selesai. Dia tidak ingin menimbulkan masalah tambahan lagi.Kalau Azka ingin mengakui anak Zara, biarkan saja. Kebetulan

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 7

    Hari peringatan 100 hari wafatnya ayah Azka, langit tampak muram. Valerie mengarahkan para pelayan menyiapkan semuanya dengan rapi. Itu adalah bentuk penghormatannya kepada pria tua yang memperlakukannya dengan baik semasa hidup.Suara mesin mobil terdengar dari luar rumah. Tanpa perlu menoleh, Vale

  • Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru   Bab 6

    Valerie bahkan tidak melihat wajah Azka. Dia langsung mengangkat layar ponselnya.Di sana terpampang email tuntutan dari pihak merek, surat pemutusan kerja sama, serta laporan perkiraan kerugian besar dari studio. Tatapan Azka menyapu layar itu dan alisnya sedikit mengernyit."Cuma kecelakaan kecil.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status