Short
Kuhadiahkan Nyawaku di Pesta Pertunanganmu

Kuhadiahkan Nyawaku di Pesta Pertunanganmu

作家:  Ameera完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9チャプター
3ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Penyesalan setelah kematian

Cinta Toxic

Cowok Brengsek

Pelakor

Penyesalan

Mengejar Istri

Selingkuh

Pada malam ketika Jordan Lutan melamar wanita yang merupakan cinta pertamanya, aku berdiri di teras lantai 33 sebuah gedung sembari menggenggam selembar hasil diagnosis yang menyatakan bahwa aku mengidap kanker lambung stadium akhir. Aku menatap pria di dalam ruangan itu. Dia setengah berlutut sambil memasangkan cincin berlian merah muda yang seharusnya menjadi milikku ke jari wanita lain. Agar tidak merusak momen bahagia mereka, aku terus menahan rasa sakit dan bersembunyi di balik kaca jendela. Hingga akhirnya, Jordan melihatku. Dia tidak terkejut dan juga tidak merasa bersalah. Tatapannya hanya dipenuhi rasa jijik. Dari balik kaca, dia menyeringai dingin, lalu menunjuk ke arah tepi teras. Dia menggerakkan bibirnya tanpa suara. "Kalau mau lompat, lompat saja. Jangan bersandiwara dan membuat orang lain muak melihatmu. Kalau kamu benar-benar berani mati, aku baru percaya bahwa kamu memang nggak berbohong." Pada saat itu, harapan terakhirku untuk bertahan hidup pun padam. Aku menatapnya … menatap pria yang telah kucintai selama sepuluh tahun itu, lalu akhirnya aku tersenyum. Itu adalah senyum lega karena akhirnya aku bisa melepaskannya. Aku berbalik dan memanjat pagar pembatas. Jordan, kamu sudah bebas. Nikmatilah hadiah besar dariku ini.

もっと見る

第1話

Bab 1

Sensasi saat tubuhku jatuh terasa begitu aneh. Rasanya seperti layang-layang yang talinya putus dan akhirnya terbebas setelah sekian lama tertahan.

Suara angin terdengar begitu nyaring dan menusuk, tetapi entah mengapa, aku justru merasa sangat tenang.

Selama enam bulan sejak aku didiagnosis mengidap kanker lambung, ini pertama kalinya aku tidak merasakan sakit.

Enam bulan terasa begitu panjang. Selama setengah tahun ini, duniaku hanya dipenuhi bau logam dan aroma disinfektan.

Setiap kali muntah, rasanya seperti seluruh isi perutku terkoyak. Setiap kali menelan sesuatu, rasanya seperti menelan bilah pisau.

Agar Jordan tidak mengira aku sedang mencari simpati, aku pun membuang tisu bernoda darah ke dalam kloset. Aku juga menggigit punggung tanganku sendiri agar tidak menjerit setiap kali rasa sakit menyerang.

Bahkan saat harus minum obat pereda nyeri, aku terpaksa menyembunyikan tablet-tablet itu di dalam botol vitamin.

Sebab, Jordan pernah berkata, "Nikita, perempuan sepertimu yang rela melakukan segala cara demi merebut kasih sayangku, bahkan kalau kamu mati di hadapanku sekalipun, aku tetap merasa tempat ini ternodai olehmu."

Sekarang, aku benar-benar akan mati di hadapannya.

Saat tubuhku terjun ke bawah, suara benturan keras menggema di lantai bawah. Rasa sakit yang luar biasa itu hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, yang tersisa hanyalah kegelapan dan hawa dingin.

Darah mengucur dari tubuhku dan menyebar di atas hamparan salju putih, membentuk pola yang sangat mirip dengan motif karpet buatan tangan mahal di dalam ruangan tadi.

Aku membuka mata, menatap langit malam yang gelap gulita. Kepingan salju jatuh di bulu mataku, menghadirkan rasa dingin.

Ternyata, begini rasanya mati. Tidak ada ketakutan seperti yang kubayangkan. Yang ada hanyalah kelegaan.

Aku menatap tubuhku yang tertekuk tidak wajar dan genangan darah merah yang mengerikan. Aku pun memaksakan diriku untuk tersenyum.

Jordan, malam ini adalah malam pertunanganmu dengan Yunita. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk kuberikan kepadamu. Jadi, anggap saja nyawaku ini sebagai hadiah untuk merayakan pertunangan kalian.

Mulai sekarang, kamu tidak perlu khawatir aku akan diam-diam memeriksa ponselmu, tidak perlu khawatir aku akan meracuni wanita pujaan hatimu yang lemah lembut itu, dan tidak perlu khawatir aku akan terus bertahan di posisi sebagai istrimu lagi.

Nikita-mu sudah meninggal.

Nikita Sumarni, wanita yang begitu kamu benci selama tiga tahun terakhir, akhirnya benar-benar pergi dari hidupmu.

Sebelum kesadaranku lenyap sepenuhnya, samar-samar aku mendengar sorak-sorai dari dalam aula pesta.

"Cium! Cium!"

Ramai sekali.

Pada detik-detik terakhir, samar-samar aku melihat wajah Jordan yang dingin. Hanya saja, kali ini dia tidak lagi mengernyitkan dahi saat menatapku.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
9 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status