ログインSaat lonceng pergantian tahun berbunyi, Valerie menerima hadiah pertama di tahun ini. Sebuah foto mesra suaminya bersama wanita lain. Sepuluh menit yang lalu pria itu masih menggendong putri mereka sambil bermain kembang api dan sepuluh menit kemudian dia sudah berguling di ranjang dengan orang lain. Hampir pada saat yang sama, tagar "Pewaris Grup Kinanjar bertemu diam-diam dengan artis pendatang baru di malam tahun baru" meledak dan menyapu seluruh internet. Di aula rumah utama Keluarga Kinanjar, semua tamu yang datang menghadiri pesta serempak memusatkan pandangan kepada Valerie, menunggu reaksinya. "Nyonya ...." Sang asisten berjalan cepat mendekat, terlihat sedikit gugup. "Untuk trending topic itu, apa perlu mengikuti cara lama, kita tambah dorongan supaya makin meledak?" Suara Valerie terdengar datar, "Nggak perlu. Hubungi divisi humas, redam beritanya." Asisten itu langsung terpaku.
もっと見るDalam penglihatannya secara samar-samar, terbayang seorang wanita berwajah pucat. Sosok perempuan lemah gemulai sedang tersenyum sembari mengelus wajahnya.
"Maaf, karena kamu harus menikah denganku." Satu kalimat yang terucap padanya membuat sesosok pria terguncang.Begitu terbangun, ia mendapati dirinya berada di pinggir laut. Pasir berwarna terang dan panas menjadi alas tidur, lalu langit yang kebiruan di atas adalah salah satu hal yang paling disukainya.Mata berwarna hitam, segelap rawa di dasar laut itu terus memandangi langit seakan ia sedang menunggu sesuatu datang. Padahal sudah jelas tidak ada siapa pun atau apa yang akan datang kepadanya."Eh?"Ketika melihat kedua tangan dan kakinya, segera ia sadar bahwa tubuh ini tidak seperti tubuhnya yang selama ini ia ketahui."Tubuhku terasa lebih kecil dari yang aku tahu. Tunggu, apa?! Ini 'kan—!"Dalam beberapa waktu kemudian, lelaki itu tersadar sepenuhnya. Kemudian beranjak dari sana dan lekas mencari tahu daerah apa yang ia singgahi saat ini. Ia merasa familiar."Seingatku, aku berada di sini saat usiaku masih 25 tahun. Aku terdampar ke wilayah yang tidak aku kenali karena orang-orang itu membuangku ke laut!" amuknya kesal seraya melirik ke segala arah di sekitar.Rupanya ia ingat ada kejadian itu. Lantas mengapa sekarang kembali terjadi? Tidak, setelah dipikir kembali, lelaki itu kemudian menyadari ada kemungkinan hal lain yang tidak masuk akal."Aku kembali saat sebelum kehancuran keluargaku? Kenapa bisa? Ini tidak masuk akal! Tapi kalau melihat pemandangan ini semua dan tubuhku yang seolah sedikit menyusut, maka mungkin ini terjadi!"Sosoknya terpantul di air laut yang jernih, memastikan bahwa dirinya benar-benar kembali ke masa sebelum kehancurannya nanti. Orang ini adalah mantan pendekar pedang dan ahli chi. Setelah setahun menikah dengan seorang gadis, putri dari orang biasa yang bangkrut, Ayah, Ibu, lalu istri dan anaknya terbunuh oleh sekelompok berjubah dengan simbol di punggung."Aku ingat jelas, harusnya aku mati di tangan kelompok itu! Tapi sebelumnya aku dengan tetangga kurang ajar itu saling lempar batu lalu kemudian kejadian itu terjadi begitu saja."Ia berjalan mondar-mandir seperti orang yang kebingungan. Sesaat setelah lama berpikir di sana, ia kemudian berhenti karena mengingat sesuatu lain."Aku rasa tidak mungkin karena saling lempar batu dia jadi dendam dan ingin membunuh sekeluargaku. Tapi aku rasa dia juga ada di situ meskipun hanya mengejek dari belakang. Lalu apa yang sebenarnya terjadi?"Kehancurannya di masa mendatang, di mana dirinya dan sekeluarga terbunuh dengan sadis justru bukan menjadi akhir baginya. Lelaki ini kembali ke masa lalu, entah apa penyebab yang sebenarnya."Kenapa bisa aku kembali ke masa lalu setelah mati? Dua tahun ke depan pun aku baru menikah, lalu setahun setelah pensiun aku mati di tangan kelompok itu."Ingatannya di masa depan tidak hilang, kini ia menjadi seseorang di masa lalu yang mengetahui masa yang akan datang. Suatu keajaiban ia kembali hidup seakan anugrah datang dan memberinya kesempatan kedua.SRAKK!Lelaki itu memukul pasir dengan amarah lantaran kematiannya begitu mengenaskan. Terlebih saat itu ia hanya bisa duduk pasrah tanpa bisa melawan mereka karena cacat."Kurang ajar. Awal dari kehancuranku sudah dimulai semenjak aku dibuang ke laut. Beruntung aku tahu siapa pelakunya, aku akan temukan dia dan menghabisinya sebelum dia membuatku cacat nanti!"Di masa kali ini, lelaki itu berencana mengubah masa depan yang jauh lebih baik agar kehancuran itu tidak akan terjadi dalam keluarganya. Dan titik awal kehidupannya saat ini adalah satu kejadian yang menjadi pemicunya."Awas kau, Wang Ji!"Tap!Tiba-tiba saja seseorang datang dari belakangnya sembari menepuk pundak. Betapa ia sangat terkejutnya karena sama tidak bisa merasakan hawa keberadaan orang ini."Musuh?!"Secara reflek, lelaki itu berbalik badan dan siap akan menyerang namun lagi-lagi ia dibuat terkejut karena orang yang datang adalah orang buta."Hei, apa kau mau kurma? Ini salah satu buah yang bisa dipanen di padang pasir. Ini enak loh."Lelaki buta yang sudah lansia mengatakan sesuatu yang tidak ia pahami sembari menawarkan suatu makanan kecil di tangannya. Ia tersenyum dan menunggu respon dari lelaki muda ini."Kau bicara apa?" tanya lelaki itu dengan bingung, sikapnya masih waspada."Oh, tunggu. Ternyata kau bukan dari daerah ini. Ya itu sudah kuduga. Seharusnya dari awal aku bicara seperti ini."Akhirnya lelaki buta mengatakan sesuatu dengan bahasa yang dipahami olehnya."Ini kurma. Buah kehidupan yang manis, cocok untukmu yang sedang letih. Ambilah," ucapnya sambil menawarkan kembali."Oh ya. Siapa namamu, bocah?" imbuhnya bertanya."Aku Wu Shi. Lalu kau sendiri siapa?" Setelah menjawab, Wu Shi lalu bertanya.Lelaki buta kembali tersenyum dan menjawab, "Aku Asyura. Aku juga punya nama lain Wang Yongchun. Lalu aku juga sering disebut Pendekar Buta, tapi untuk sekarang kebanyakan orang menyebutku sebagai, Raja Pengembara.""Sekarang adalah masa jahiliyah, masih banyak orang-orang bodoh di wilayahku. Lalu bagaimana denganmu yang terdampar sampai ke sini?" imbuhnya kembali bertanya."Aku dibuang ke laut oleh orang-orang yang iri denganku. Makanya aku harus cepat pulang dan mengurusi mereka."Kurma yang ditawari tidak disentuh olehnya sama sekali. Raja Pengembara itu lantas duduk di bebatuan sekitar sembari memakan buah-buahan tersebut."Aku akan membantumu, tapi dengan kondisi tubuhmu sekarang itu tidak mungkin.""Kenapa?" tanyanya kaget."Tubuhmu lemah. Kau yakin bisa pergi sendirian? Karena sehabis naik kapal kau belum tentu langsung sampai ke kampung halaman 'kan?"Wu Shi sejenak diam dengan mata terbelalak. Apa yang dikatakan Raja Pengembara benar adanya. Tempat ia berada seharusnya sangatlah jauh dari tempat ini maupun daratan di seberang."Lalu aku harus bagaimana?! Aku tidak bisa mengulur waktuku terlalu lama!" Wu Shi meninggikan nada suara."Mudah saja. Aku akan memperkuat fisikmu selama 7 hari."Sesuai perkataannya, Raja Pengembara membuat Wu Shi berlatih keras demi menambah kekuatan fisik, stamina dan mentalnya secara otodidak. Terlebih ia harus berlatih di bawah sinar matahari yang panas.7 hari pun berlalu, Raja Pengembara beranjak dari bebatuan, tempat duduknya."Tunggu sebentar! Apa aku hanya akan memperkuat fisik saja seperti ini? Aku tidak merasa ada perubahan sama sekali!" protesnya."Mengangkat beban berat, berlari di atas pasir, berenang dan lain halnya. Kita sudah melakukan itu semua.""Jangan memutarbalikkan fakta. Selain membuat fisikku kuat, aku juga membutuhkan seseorang untuk mengajariku teknik bela diri."Alasan mengapa Wu Shi meminta diajari teknik bela diri adalah karena ia yakin bahwa dari awal bertemu dengan Raja Pengembara, sosok pria itu sangatlah kuat meski tidak bisa melihat. Tapi, respon Raja Pengembara di luar dugaan."Alasan mengapa aku membuatmu bekerja keras adalah agar racun di dalam tubuhmu ternetralisir." Ia berkata sambil menunjuk Wu Shi dan tersenyum.Dan dalam sekejap, Raja Pengembara menghilang di depan mata. Tiba-tiba saja ia sudah berada di belakang Wu Shi dengan ujung kelima jari menyentuh lehernya."Kau sudah kuat. Sungguh kau tidak merasakan apa-apa?"Siang itu, Wu Shi tak menyangka akan dikalahkan oleh Raja Pengembara dalam sekejap mata. Terlebih, kekuatan yang meluap-luap di luar dan dalamnya, aliran chi meningkat cukup pesat."Ah, begitu. Tanpa aku sadari tenaga dalamku meningkat pesat dari yang seharusnya." Wu Shi sadar, pelatihan kerasnya bukanlah pelatihan sepele."Tapi guru, teknik—" Meski begitu ia masih meminta diajari.Raja Pengembara menyahut sebelum kalimat Wu Shi selesai, "Lagi pula, aku sudah kehilangan ilmu semenjak kembali ke negeri asalku."'Apa? Kehilangan ilmu tapi masih bisa mengalahkan aku?' batinnya bergidik, perasaan aneh ada pada dirinya.BRUK!!Wu Shi berlutut di hadapan Raja Pengembara sambil berkata dengan keras, "MAAFKAN AKU GURU! AKU SUDAH SALAH MENILAIMU. SELAMANYA TAKKAN AKU LUPAKAN HUTANG BUDI INI!"Setelah kejadian itu, Azka tidak pernah muncul lagi. Hari-hari berlalu dengan tenang, seperti lembar demi lembar halaman buku yang dibalik.Studio Valerie perlahan mulai berjalan di jalurnya. Dia menggubah musik untuk sebuah film dokumenter independen. Melodi yang hening dan penuh kehidupan itu ternyata mendapat banyak pujian dari kalangan industri.Undangan kerja sama pun mulai berdatangan.Namun, Valerie memilih dengan sangat hati-hati. Dia hanya menerima proyek yang benar-benar menghargai musik itu sendiri. Dia tidak lagi membutuhkan dukungan dari gelar atau identitas siapa pun. Dia hanya "Valerie sang komposer".Selfi juga telah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan mendapatkan teman-teman baru di sekolah yang baru.Revan mengisi kekosongan peran seorang ayah, bahkan melakukan lebih dari itu. Dia akan menemani Selfi membuat kerajinan tangan yang kekanak-kanakan, dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan aneh yang muncul dari imajinasi kecilnya, dan berjaga di samping tempat tid
Revan perlahan mengangkat pandangannya ke arah Azka. Tatapannya dipenuhi ejekan yang tidak disembunyikan sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat tipis. Dengan suara tegas, dia berkata, "Saudara?""Azka, siapa yang bilang kami saudara kandung?""Maaf membuatmu kecewa. Aku bukan kakak kandung." Dia berhenti sejenak, lalu menoleh kepada Valerie. "Aku memang dipersiapkan keluarga mereka untuk menjadi calon suami Valerie. Aku tumbuh bersamanya, menjaganya, dan menunggunya.""Latar belakangku bersih, riwayatku bersih, dan sejak awal sampai sekarang, di hati dan mataku hanya ada dia seorang. Nggak akan pernah ada orang lain.""Lalu ...."Revan kembali mengunci pandangannya pada wajah Azka yang sudah pucat pasi."Sekarang ada seseorang di sisinya. Orang itu adalah aku. Mengerti?"Kata "calon suami yang dipersiapkan keluarga" bagaikan petir yang menyambar di siang bolong, meledak keras di benak Azka. Dia menatap Revan dengan tidak percaya, lalu memandang Valerie yang membiarkan semua itu terjadi,
Terus-menerus menghindar dan menghalangi bukanlah solusi terbaik. Semakin dia menghindar, semakin erat Azka menempel. Justru itu akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam di hati putrinya.Valerie membutuhkan sebuah pembicaraan yang benar-benar tuntas. Bukan untuk rujuk kembali, melainkan untuk mengakhiri semuanya.Beberapa hari kemudian, setelah mengetahui bahwa Azka kembali mengirim sejumlah mainan mahal ke rumah ibunya, Valerie mengambil inisiatif meneleponnya.Telepon langsung diangkat."Valerie?""Besok pukul tiga sore, di Kafe Ocean." Suara Valerie datar tanpa emosi sedikit pun. "Kita perlu bicara. Berdua saja."Tanpa menunggu tanggapan Azka, dia langsung menutup telepon. Valerie tidak memberinya kesempatan untuk menawar, membantah, atau menyiapkan kata-kata.Di seberang sana, Azka memegang ponselnya dan terdiam selama beberapa detik. Tak lama kemudian, sudut bibirnya tak kuasa tersenyum.Tuh, lihat, 'kan? Dia tahu Valerie tidak akan mampu bertahan.Perang dingin, memblokir kon
"Azka, dengarkan baik-baik. Valerie adalah adik yang dibesarkan dan selalu dijaga dengan sepenuh hati olehku!""Dulu gimana kamu bersumpah akan memperlakukannya dengan baik? Lalu apa yang terjadi? Kamu membiarkan sampah nggak tahu diri itu berkali-kali menindasnya, bahkan hampir membuat Selfi kehilangan nyawanya! Sekarang kamu masih berani datang kemari bicara soal urusan keluarga? Bicara soal orang luar?"Setiap kali Revan mengucapkan satu kalimat, wajah Azka menjadi semakin buruk.Detail-detail yang selama ini sengaja dia abaikan, kini dipaparkan dengan terus terang oleh Revan. Azka merasa sangat malu. Dia memaksakan diri untuk tertawa sinis. "Itu cuma kecelakaan! Zara dia ....""Diam!" bentak Revan langsung. Tatapannya dipenuhi rasa jijik yang tidak disembunyikan sedikit pun."Jangan sebut nama wanita itu lagi di sini. Tempat adikku nggak pantas dikotori sama dia! Sekarang aku kasih kamu peringatan terakhir. Segera lenyap dari hadapan adikku. Mulai sekarang, jangan dekati dia lagi d
Tatapan Azka jatuh pada alat perekam itu. Sebelum dia sempat bergerak, wajah Zara di belakangnya sudah berubah lebih dulu. Suaranya langsung dipenuhi tangis, air matanya mengalir deras."Bukan ... itu bukan suaraku ... palsu, semuanya palsu ....""Nyonya Kinanjar sebegitu membenciku ya? Merusak repu
Setelah mengantar Selfi kembali ke vila dan memberi beberapa instruksi detail kepada pengasuh, Valerie mengurung diri di ruang kerja. Proses perceraian tinggal beberapa hari lagi selesai. Dia tidak ingin menimbulkan masalah tambahan lagi.Kalau Azka ingin mengakui anak Zara, biarkan saja. Kebetulan
Hari peringatan 100 hari wafatnya ayah Azka, langit tampak muram. Valerie mengarahkan para pelayan menyiapkan semuanya dengan rapi. Itu adalah bentuk penghormatannya kepada pria tua yang memperlakukannya dengan baik semasa hidup.Suara mesin mobil terdengar dari luar rumah. Tanpa perlu menoleh, Vale
Valerie bahkan tidak melihat wajah Azka. Dia langsung mengangkat layar ponselnya.Di sana terpampang email tuntutan dari pihak merek, surat pemutusan kerja sama, serta laporan perkiraan kerugian besar dari studio. Tatapan Azka menyapu layar itu dan alisnya sedikit mengernyit."Cuma kecelakaan kecil.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー