Short
Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru

Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru

By:  IolaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
22Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat lonceng pergantian tahun berbunyi, Valerie menerima hadiah pertama di tahun ini. Sebuah foto mesra suaminya bersama wanita lain. Sepuluh menit yang lalu pria itu masih menggendong putri mereka sambil bermain kembang api dan sepuluh menit kemudian dia sudah berguling di ranjang dengan orang lain. Hampir pada saat yang sama, tagar "Pewaris Grup Kinanjar bertemu diam-diam dengan artis pendatang baru di malam tahun baru" meledak dan menyapu seluruh internet. Di aula rumah utama Keluarga Kinanjar, semua tamu yang datang menghadiri pesta serempak memusatkan pandangan kepada Valerie, menunggu reaksinya. "Nyonya ...." Sang asisten berjalan cepat mendekat, terlihat sedikit gugup. "Untuk trending topic itu, apa perlu mengikuti cara lama, kita tambah dorongan supaya makin meledak?" Suara Valerie terdengar datar, "Nggak perlu. Hubungi divisi humas, redam beritanya." Asisten itu langsung terpaku.

View More

Chapter 1

Bab 1

Suara bisik-bisik di seluruh ruangan langsung terdiam sejenak, lalu meledak kembali dengan volume lebih besar.

"Apa katanya? Diredam? Aku nggak salah dengar, 'kan?"

"Bukannya dulu dia selalu berharap semua orang tahu supaya Azka dipermalukan?"

"Iya. Waktu Azka ketahuan bermesraan sama model di mobil itu, dia langsung suruh orang menghancurkan mobil sport itu pakai palu."

"Yang waktu Valentine malah lebih parah. Pestanya belum selesai, kapal pesiarnya sudah dibakar."

"Setiap kali Azka cuma diam melihat dia bikin keributan. Setelah Valerie selesai bikin ulah, dia tetap selingkuh juga. Sekarang akhirnya dia sadar kalau mengamuk nggak bisa mempertahankan pria, jadi ganti strategi? Mulai belajar menahan diri dan pura-pura besar hati?"

Semua pembicaraan itu masuk jelas ke telinga Valerie.

Namun, dia seolah tidak mendengarnya. Dengan ketenangan yang dingin, dia terus melanjutkan jalannya acara. Semua orang mengira dia hanya sadar bahwa mengamuk tidak bisa mempertahankan Azka, jadi dia mengganti caranya.

Namun setelah dua tahun, dia juga sudah lelah.

Setelah pesta selesai, Valerie menggendong putrinya yang tertidur karena kelelahan kembali ke kamar. Kemudian, dia berbalik dan naik ke ruang kerja di lantai atas. Dia mengetuk pintu. Safea sedang duduk di sofa sambil memijat pelipisnya.

"Bu," panggil Valerie pelan.

Safea mengangkat kepala, wajahnya dipenuhi rasa bersalah yang tak disembunyikan sedikit pun.

"Valerie, kamu sudah banyak menderita .... Aku langsung telepon anak berengsek itu!"

Telepon tersambung. Dia menyalakan pengeras suara, lalu memarahi dengan suara tajam, "Azka! Malam tahun baru begini kamu malah pergi ke mana lagi? Cepat pulang sekarang juga!"

Dari seberang telepon terdengar suasana ramai bercampur suara tawa genit seorang wanita. Suara Azka terdengar malas dan santai, "Bu, aku lagi sibuk di sini. Besok aku pulang dan minta maaf."

"Hari ini ulang tahun gadis ini, aku sudah janji temani dia potong kue .... Oh ya, sampaikan ke Valerie, soal hari ini dia tangani dengan bagus. Sangat pengertian, akhirnya ada sedikit sikap seperti Nyonya Kinanjar. Suruh dia pertahankan terus. Sudah ya."

Saking marahnya, dada Safea sampai bergerak naik turun dengan hebat. Dia langsung melempar ponsel ke sofa. "Dasar anak berengsek!"

Namun, Valerie hanya tersenyum tipis dan tatapannya tampak tenang.

"Bu, kali ini aku datang bukan untuk menuntut keadilan."

Safea tertegun.

Valerie menatapnya, suaranya sangat pelan. "Lima tahun lalu, ibu kandungku mengalami gagal hati stadium akhir. Andalah yang berbaik hati mendonorkan separuh hati Anda untuknya. Aku nggak akan pernah melupakan budi itu."

"Karena itu, waktu Anda mengatakan ingin aku mengikat Azka supaya dia bisa lebih tenang dan berhenti bermain-main, aku setuju."

"Memang aku berhasil melakukannya. Tapi baru setelah Selfi genap satu tahun, dia kembali ke kebiasaan lamanya. Dua tahun ini aku sudah mengamuk, sudah gila-gilaan, sudah dipermalukan habis-habisan. Anda selalu melindungiku, tapi aku tetap nggak bisa mempertahankannya."

Safea menghela napas panjang. Dia menggenggam ujung jari Valerie yang dingin. "Anak baik, dulu memang aku yang mengikatmu dengan rasa utang budi. Katakan saja, syarat apa pun akan kupenuhi."

Valerie mengeluarkan sebuah dokumen dari tas tangannya, lalu mendorongnya ke depan Safea.

"Aku ingin bercerai, dan aku ingin hak asuh Selfi."

Tatapan Safea tampak rumit. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya mengangguk.

"Baik, akan kubantu urus. Tapi temani aku setengah bulan lagi."

Valerie tersenyum tipis, lalu mengangguk sebelum berbalik pergi.

Saat tangannya menyentuh gagang pintu, suara Safea terdengar dari belakang, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri.

"Dulu ... jelas-jelas Azka yang jatuh cinta sama kamu pada pandangan pertama, lalu datang memohon padaku sambil bilang dia harus menikahimu ...."

Langkah Valerie nyaris tak terlihat berhenti sesaat.

Dulu Azka memang pernah tulus padanya.

Mantan playboy terkenal kalangan elite ibu kota itu pernah memutus semua hubungan yang seharusnya tidak ada demi Valerie, belajar untuk setia hanya pada satu wanita.

Saat melamar, dia pernah mendorong dokumen pengesahan seluruh aset atas namanya ke depan Valerie. "Semua milikku jadi milikmu, termasuk aku."

Pada malam Selfi lahir, Valerie mengalami persalinan yang sulit. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Azka memercayai dewa, memohon dengan mata memerah agar separuh umurnya ditukar demi keselamatan Valerie.

Dia sendiri yang memberikan semua pengecualian dan keistimewaan kepada Valerie, sampai semua orang percaya pada dongeng playboy yang bertobat.

Namun, ketulusan adalah hal yang paling mudah berubah di dunia ini.

Valerie menuruni tangga. Layar ponselnya tiba-tiba menyala. Transfer uang dalam jumlah besar dari Azka masuk, disertai satu pesan.

[ Mereka semua bilang kamu berubah, sekarang sudah tahu cara menjaga martabat dan bersikap dewasa? Serius? Aku malah jadi nggak terbiasa. ]

"Aku lagi di Kelab Serafina. Tempat yang bulan lalu kamu laporkan sampai ditutup, terus baru buka lagi."

"Nomor kamar V888. Datang bawakan kondom."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
22 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status