Home / Romansa / Half You / 3. Zoo Bar & Club

Share

3. Zoo Bar & Club

Author: NadraMahya
last update Last Updated: 2020-11-02 13:09:14

Rubby bernyanyi dengan suara nya yang khas, sedikit menggoyangkan badannya mengikuti irama dari musik DJ teman sekerjanya Evan. Sesekali Rubby melirik Evan dan memberikan senyuman kepada pria itu yang juga tersenyum.


"Oh I need some just real Freinds,......."


Rubby yang asik bernyanyi itu tanpa sengaja melihat seseorang yang dia kenal.


"Betty," gumamnya dalam hati tapi dia tidak percaya dengan penglihatannya itu. Tapi wanita itu tadi benar-benar mirip Betty dengan kaca mata tebal yang bertengger di hidung wanita berambut blonde sama sepertinya.

Setelah selesai gilirannya bernyanyi Rubby turun dari panggung dan digantikan temannya yang lain, mereka memang bergantian untuk meramaikan suasana di Bar itu.

Rubby mencari tempat duduk disisi sebelah kanan panggung, rok yang hanya sebatas paha nya itu memperlihatkan bentuk kakinya yang jenjang serta paha mulus nya. Beberapa pria melihatnya tapi Rubby tidak menanggapi, dia sibuk dengan ponselnya mengetikkan pesan untuk Betty.


Saat sedang asik membuka media sosial miliknya Rubby terkejut dengan kehadiran manager Bar nya.

"Rubby," panggil pria bernama Andreas itu.


"Ya pak," jawab Rubby berdiri dan tersenyum.


"Ikut saya sebentar." Rubby mengangguk dan mengikuti langkah bos nya itu masuk kedalam ruangannya.


"Rubby kamu ditawarkan job besar untuk besok malam, bayarannya sepuluh kali lipat dari gaji kamu saat ini. Apa kau mau menerima nya?" Rubby menaikkan alisnya dan keningnya berkerut, dia bingung pekerjaan semacam apa yang akan ditawarkan padanya. Dia bukan gadis bodoh yang langsung tertarik dengan embel-embel gaji besar.


"Rubby apa kamu mendengar saya?"

Rubby tersenyum dan mengangguk.


"Saya dengar pak, tapi saya bingung pekerjaan semacam apa yang akan bapak berikan. Saya tidak mau jika harus menjadi simpanan bapak." Andreas melotot dengan ucapan Rubby, bisa-bisanya dia memikirkan menjadi simpanan bos nya.


"Saya memang menyukai wanita cantik dan seksi, tapi sayangnya yang dirumah saya lebih nikmat dari kamu." Rubby tertawa didepan bos nya yang baik hati ini, ya Andreas memang adalah bos yang baik. Dia tahu kesulitan Rubby, Andreas lah yang menawari Rubby bernyanyi di Bar ini saat usianya sembilan belas tahun. Rubby yang tidak melanjutkan kuliahnya hanya bisa bekerja sebagai penyanyi di Bar ini, dan dia menjadi Diva di 'Zoo Bar & Club' bukan hanya karena suara nya yang indah, tapi Rubby adalah wanita yang ramah,cantik,dan selalu tersenyum. Banyak pria yang mengira Rubby adalah wanita penghibur seperti penyanyi lainnya tapi Rubby tidak sama seperti mereka, itu yang membuat Andreas pria berumur tiga puluh delapan tahun itu menganggap Rubby seperti adiknya sendiri.


"Kamu mendapatkan tawaran lagi seperti sebelumnya." Rubby mendengus dan duduk sambil menyenderkan punggung tubuhnya karena dia tahu tawaran apa itu, hanya saja kali ini gajinya yang begitu fantastis membuat Rubby tidak memikirkan hal itu.


"Apa tidak ada tawaran untuk menjadi istri dari para pria kaya itu."


"Kau sudah pernah mendapatkan tawaran seperti itu tapi kau tolak, apa kau lupa?"

Rubby merengut saat itu juga, dia menatap Andreas garang sedangkan Andreas tertawa.


"Aku bilang menjadi istri, bukan menjadi istri muda ataupun simpanan."


"Tetap saja ada istrinya," jawab Andreas lagi tak mau kalah.


"Pak bos bisakah berhenti menertawai hidupku yang malang ini?" Andreas diam karena tatapan Rubby yang akan mengamuk.


"Siapa pria hidung belang yang ingin aku menyanyi didepan nya secara live and private itu?"


"Dia salah satu teman bisnis pemilik tempat ini dan kau bukan hanya memanjakan mata mereka tapi semua rekan kerja yang datang kesana. Aku sudah memberikan tawaran ini kepada Sofia dan dia mau, hanya tinggal kau saja."

Rubby mengangguk tentu saja Sofia mau, ditiduri dua pria dalam satu malam saja dia mau.


"Aku tidak mau, aku hanya menunggu tawaran menikah dari pria tampan kaya raya dan juga tidak memiliki istri." Andreas tertawa lagi mendengar khayalan Rubby, tepat saat Rubby berdiri ingin pergi pintu ruangan Andreas itu terbuka Andreas tampak salah tingkah dan menunduk sopan Rubby tentu saja langsung membalik tubuhnya dan melihat sosok pria tampan yang pernah menolongnya itu.


"Andreas jika sudah selesai bermain dengan wanita ini kau bisa menyuruhnya keluar, ada yang harus aku bicarakan denganmu."

Andreas menyuruh Rubby keluar tapi Rubby hanya diam serta memicingkan matanya lalu kembali tersenyum.


"Baiklah permisi tuan yang terhormat, tapi saya belum pernah bermain-main dengan pria lain, kecuali anda ingin mengajak saya mungkin akan saya pertimbangkan."

Andreas memejamkan matanya akan perkataan genit Rubby sedangkan pria yang barusan masuk itu mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah Rubby seakan menguliti wanita itu. Tatapan yang sama dengan tatapan pria itu di Mobil, dingin dan penuh ancaman.



Bersambung....


Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Half You   77 :: End For Salvator ::

    Saat Kenan dan Rubby tiba di tempat rekan mereka yang lain, keadaan sudah sepi. Banyak tubuh tergeletak tak berdaya dengan mengenaskan bahkan ada beberapa yang masih sekarat menanti ajal.Tapi tidak terlihat dimana Keyond dan yang lainnya.Mereka terus berjalan sampai sebuah tawa membuat mereka menuju asal suara itu. Kenan dan Rubby terus awas dengan keadaan sekitar mereka.Ipad yang Rubby jaga mati-matian tergantung dibalik jaket kulitnya menggunakan rantai yang dibuatkan Kenan dimalam sebelum mereka berangkat.Kenan mengintip dari samping pintu yang terbuka disana mereka melihat Salvator sedang duduk dan tertawa seolah mengejek.Kenan dan Rubby keluar dari tempat mereka karena menyadari kalau Salvator sudah mereka dapatkan."Oh hai...Haslyn dan Mr.Rexton aku tahu kalian pasti terlambat karena mengurus Arlan," katanya lalu tertawa. "Gunakan waktu mu Haslyn, jangan seperti si Rexton yang malang karena harus membunuh adiknya sendiri." Iblis itu benar-benar tertawa meski sudah dipastika

  • Half You   76 :: Sekali Lagi Pergi ::

    Kenan masih memaksa Rubby untuk melakukan malam panas dengannya seperti hal yang sering mereka lakukan dulu. Tapi Rubby benar-benar keras kepala dengan tidak mau Kenan menyentuhnya.Kenan kesal dan ingin terus memaksa tapi dia tahu Rubby sedang hamil.Kenan mendudukkan Rubby di atas pangkuannya, menyentuh lembut pipi Rubby dan menatap mata wanita itu dalam."Aku benar-benar menginginkan mu terus berada di sisiku By. Jangan pergi, aku berjanji akan membuat semua lebih baik dan tidak akan ada yang berani menyentuh kalian berdua." Rubby tersenyum tulus, dia mengecup telapak tangan Kenan yang menyentuh pipinya."Aku minta maaf Ken, maaf karena aku meragukan mu." Kenan tersenyum lembut, menyatukan keningnya dan Rubby."Jadi apa jenis kelamin anak kita ? kau sudah periksa pagi tadi bukan ?""Kau tahu ?" tanya Rubby dan Kenan mengangguk membuat Rubby gemas."Kita memiliki anak kembar Ken," ujarnya. Kenan sangat bahagia mendengar hal itu, dia mencium bibir Rubby. "Mereka berdua akan secantik

  • Half You   75 :: Rencana Pernikahan ::

    Tiga hari Rubby menghilang dari jangkauan Kenan. Rubby sengaja mematikan akses Kenan menghubunginya begitu juga dengan Ron. Tidak boleh ada yang mengetahui apapun saat ini tentang Rubby, dan awalnya Kenan mengira Rubby tak ingin di ganggu karena dia sedang fokus dengan kesembuhan Arlan.Tapi nyatanya nihil saat Chris mengatakan mendengar tentang pernikahan yang sedang direncanakan Ron untuk Rubby dan Eldier.Sebelumnya Eldier diselamatkan oleh Rick teman Kenan yang membantunya karena sebelum mereka tiba di Kuril semua keluarga Eldier di bunuh oleh Demitry karena Eldier melindungi Rubby dan memberi tahu kepada Kenan apa rencana Demitry.Kenan meminta Rick menolong Eldier dan membawanya ke markas Kenan lalu Ron menjemput Eldier.Kenan sangat menyesali keputusannya menyelamatkan Eldier, dan apa tadi kata Chris. Ron menyiapkan pesta pernikahan Rubby dengan Eldier.Sial ! Rubby benar-benar sialan. Wanita itu memperlalukan dirinya sesuka hati tanpa berpikir tentang dirinya."Hubungi Ron den

  • Half You   74 :: Real Demon

    Saat Kenan dan Rubby tiba di tempat rekan mereka yang lain, keadaan sudah sepi. Banyak tubuh tergeletak tak berdaya dengan mengenaskan bahkan ada beberapa yang masih sekarat menanti ajal.Tapi tidak terlihat dimana Keyond dan yang lainnya.Mereka terus berjalan sampai sebuah tawa membuat mereka menuju asal suara itu. Kenan dan Rubby terus awas dengan keadaan sekitar mereka.Ipad yang Rubby jaga mati-matian tergantung dibalik jaket kulitnya menggunakan rantai yang dibuatkan Kenan dimalam sebelum mereka berangkat.Kenan mengintip dari samping pintu yang terbuka disana mereka melihat Salvator sedang duduk dan tertawa seolah mengejek.Kenan dan Rubby keluar dari tempat mereka karena menyadari kalau Salvator sudah mereka dapatkan."Oh hai...Haslyn dan Mr.Rexton aku tahu kalian pasti terlambat karena mengurus Arlan," katanya lalu tertawa. "Gunakan waktu mu Haslyn, jangan seperti si Rexton yang malang karena harus membunuh adiknya sendiri." Iblis itu benar-benar tertawa meski sudah dipastika

  • Half You   73 :: Mission 3 (Pulau Kuril)

    "Rubby aku menemukan seorang pria dan aku yakin ini Arlan Ozier." suara Keyond membuat Rubby berhenti dari pekerjaannya.Kenan yang sudah melepaskan jaket kulitnya karena basah ikut terdiam di belakang Rubby. Satu ledakan juga mengejutkan mereka."Aku akan ke posisi mu Key." Kenan memberi jawaban."Bergegaslah, aku harus menyelamatkan Veila.""Ken," kata Rubby."Jangan pikirkan apapun, lekas selesaikan ini lalu kita kesana memastikannya." Rubby membalik tubuhnya dengan cepat menyalin data ke Ipad lalu menentukan titik kordinat kemana kapal itu akan dijalankan sesuai rencana mereka semua.****Kenan meminta Rubby berlari pelan didepannya sementara dia yang menjaga dibelakang. Keadaan tempat itu sangat kacau, gedung pertama sudah hangus terbakar dan kobaran api itu lah yang membuat Rubby mundur."Rubby," panggil Kenan."A-aku...""Pegang tanganku dan tutup matamu, hanya tetap berjalan kau paham ?" Rubby mengangguk melakukan hal yang diminta Kenan."Ken aku meninggalkannya di pintu bagia

  • Half You   72 :: Mission 2 (Pulau Kuril)

    Sore itu pun tiba, dimana mereka semua sudah siap dan pergi dengan tidak mencolok.Kenan sudah menghubungi orang-orangnya untuk bersiap menyerang dermaga itu.Rubby memilih menggunakan celana berbahan training agar mudah untuk dia bergerak, serta tank top hitam di lapisi dengan jaket kulit pemberian Kenan. Didalam jaket itu sudah ada beberapa senjata yang akan dia bawa, dan yang paling dia sukai adalah senjata pemberian Kenan.Kenan sendiri sudah siap dengan pistol dan senjata laras panjang yang dia gantungkan menyelimpang di dalam jaketnya. Ada beberapa bom dalam saku dalam jaket.Earpiece mereka sudah terpasang sesuai dengan koneksi radio yang dibuat Rubby. Kenan juga memberikan alat itu kepada empat kepala anggota yang dia perintahkan agar mudah berkomunikasi.Dengan mengikat tinggi rambutnya lalu mengalungkan rantai yang dibuatkan Kenan untuk mengikat Ipad-nya Rubby benar-benar siap, begitu juga yang lainnya yang sudah membekali diri mereka dengan senjata dan alat-alat yang mereka

  • Half You   71 :: Arlan Ozier & Salvator (Pulau Kuril)

    Sosok pria dengan penuh ambisi berjalan dengan pandangan lurus ke depan. Di kiri dan kanan terdapat dua pria sebagai pengawal yang selalu menemaninya.Pria itu tersenyum saat melihat salah satu orang kepercayaannya mendekat dari arah yang berlawanan."Sir, Haslyn sudah berada di pulau ini." Lapor pria tersebut dan senyuman tipis tercipta di wajah si pria tua."Aku tahu gadis pintar itu tidak akan membuang kesempatan untuk mengejar ku," ucap Salvator kepada Demitry yang hanya memasang wajah datar.Mereka lalu berjalan menuju sebuah ruangan. Pintu ruangan itu terbuka setelah Salvator tiba didepan pintu.Beberapa orang dengan setelan berwarna putih tampak terdiam saat Salvator datang."Bagaimana ? Apa kalian sudah melakukan tugas kalian dengan benar ?""Sir maaf tapi sepertinya Mr.Ozier tidak sembarangan mengunci semua data yang dia punya termasuk sistem pengendali kapal selam itu." Salah seorang ilmuwan yang membantu Salvator berbicara.Salvator berdecak lalu berjalan mendekati Arlan Oz

  • Half You   70 :: Mission 1 (Pulau Kuril) ::

    Hari sudah gelap saat Kenan kembali, dia memang tadi tidak langsung kembali ke tempat mereka menginap. Dia pergi menemui beberapa orang yang ingin dia minta bantuan. Kenan yang memiliki jaringan luas tentu sangat tahu kepada siapa dia bisa mempercayakan keselamatan Rubby.Katakan Kenan egois karena dia hanya mementingkan Rubby, dia sudah menyusun rencana jika ada hal buruk terjadi kode yang dia berikan akan membawa Rubby dari dermaga itu secara paksa. Dan Kenan tentu tidak akan memberitahukan hal ini kepada Rubby.Dengan negosiasi yang alot akhirnya semua yang dia inginkan disetujui oleh rekannya. Kenan pun kembali menuju rumah tempat dimana mereka menginap.***Rubby mencebik melihat Kenan datang sudah gelap. Entah kenapa dia merasa Kenan habis bersenang-senang dengan wanita lain di luar, tapi saat Kenan mendekat pikiran Rubby tadi hilang.Konyol, pikirnya. Kenan bukanlah tipe pria yang suka genit dengan wanita. Usahanya saja sangat luar biasa dulu untuk menjerat Mr.Rexton ini."Hei k

  • Half You   69 :: Here ::

    Veila dan Keyond sepertinya sudah sampai, Rubby mendengar suara mobil lalu membuka cctv untuk memastikan.Dan benar itu Keyond dan Veila.Rubby mengutak atik lagi komputernya lalu menggeser sedikit kursi untuk menjangkau laptop yang sedikit jauh darinya.Sinyal mereka sudah semakin kuat saat Rubby mengeceknya.Rubby men-setting rancangannya agar bisa segera berfungsi. Dan melihat apakah Salvator sangat ingin tahu apa yang akan mereka bicarakan.Rubby menepuk tangannya tepat saat Keyond dan Veila menemuinya."Ada apa ?" kata Veila dan Rubby mulai akan menjelaskan lagi."Radio untuk alat komunikasi kita sudah terpasang, jika nanti aku akan mengganti frekuensinya aku akan katakan kepada kalian. Tapi untuk saat ini kita memakai frekuensi ini." Rubby menul

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status