Teilen

Bab 53

last update Veröffentlichungsdatum: 05.08.2026 22:32:37

Pagi harinya di kamar suite hotel, Renata terbangun dengan tubuh yang terasa begitu lemas dan pegal.

Seluruh persendiannya seolah meloloskan tenaga akibat penyatuan liar dan intens yang menguras habis ketahanannya sepanjang malam.

Namun, di tengah rasa lelah fisik yang menggejala, Renata mendapati dirinya diselimuti oleh kehangatan pelukan Daniel.

Tangan kokoh pria itu melingkar posesif di pinggangnya, mengunci tubuh mungil Renata di dada bidangnya yang hangat dan berpeluh tipis.

Saat mata Rena
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 89

    "Daniel, bagaimana kalau rencana ini justru menghancurkan kita berdua nanti?" bisik Renata.Suara Renata bergetar halus di tengah heningnya kabin mobil yang terasa makin sempit.Melihat wajah Renata yang diliputi keraguan dan beban pikiran yang berat, Daniel mengulurkan tangannya, mengusap lembut pipi Renata untuk menenangkan wanita itu."Hentikan pikiran burukmu itu, Renata," potong Daniel dengan nada suara yang amat lembut namun penuh penekanan.Ibu jarinya menyapu sisa kebasahan di pipi Renata, mengalirkan sensasi hangat yang menenangkan gelisah wanita itu.Pria tegap itu meminta Renata dengan tegas agar berhenti memikirkan rumitnya masalah keturunan dan ancaman jabatan tersebut."Semua ancaman dari Pria Tua itu adalah urusanku, kamu tidak perlu ikut memikirkannya," tegas Daniel.Matanya menatap dalam-dalam, mengunci pandangan Renata agar tidak berpaling sedikit pun darinya.Ia menegaskan bahwa semua itu adalah urusan dan permainannya sendiri, bukan hal yang harus membebani pikiran

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 88

    "Daniel... kamu tidak sedang bercanda, kan?" bisik Renata dengan suara bergetar.Matanya berkaca-kaca menatap pria di sampingnya, merasa dadanya mendadak dihantam rasa sesak yang luar biasa.Renata tertegun membisu mendengar penuturan itu; dadanya berdesir perih saat fakta rumit di lingkaran keluarga Gideon kembali membentang di depan matanya."Aku pernah bercanda tentang hal sepenting ini padamu, Renata?" balas Daniel balik bertanya.Tatapan matanya yang pekat mengunci wajah pucat Renata tanpa memberi celah sedikit pun untuk menghindar.Keheningan di dalam kabin mobil yang terisolasi itu makin menambah beban berat di antara mereka berdua."Lalu... apa jawabanmu pada Paman Harry?" tanya Renata dengan napas menahan tercekat.Ia meremas pinggiran pakaiannya dengan erat, mencoba memberanikan diri untuk menggali lebih dalam.Renata menatap wajah tegas Daniel dan bertanya apakah pria itu menyetujui perintah gila dari ayahnya untuk mencari surrogate mother."Menurutmu aku tipe pria yang aka

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 87

    "Daniel, bisakah kamu membantuku menaikkan sandaran kursi ini?" bisik Renata lirih.Suara Renata terdengar parau di tengah heningnya kabin mobil yang masih hangat oleh sisa-sisa gairah.Usai peraduan gairah yang melelahkan di dalam mobil, keheningan menyeruak menyelimuti keduanya."Kemari, biarkan aku yang merapikan pakaianmu dulu," sahut Daniel dengan nada suara rendah.Tangan tegapnya bergerak cekatan mengancingkan kemeja kerja Renata yang sempat terbuka berantakan.Sambil merapikan kancing kemejanya yang berantakan dan menata helai rambutnya, Renata akhirnya memberanikan diri."Sebenarnya... ada apa dengan panggilan telepon dari ayahmu tadi siang?" tanya Renata pelan.Matanya menatap lekat garis rahang Daniel yang mendadak kembali mengeras kaku saat pertanyaan itu terucap.Ia penasaran mengenai alasan di balik panggilan telepon dari ayah Daniel, Harry Gideon, yang sempat menyulut amarah pria itu sebelumnya."Pria tua itu selalu tahu cara merusak suasana hatiku," geram Daniel menaha

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 86

    "Daniel, pelankan mobilnya! Kita bisa kecelakaan kalau kamu menyetir seperti ini!" jerit Renata panik.Jarum spedometer di hadapan mereka terus merangkak naik, membelah keheningan malam yang makin pekat.Daniel menginjak pedal gas secara mendalam, membelah kegelapan malam hingga mobil beratap gelap itu melaju kencang menuju sebuah sudut jalanan yang sunyi dan terisolasi di bawah rindangnya pepohonan."Diam dan nikmati saja perjalanannya, Renata," potong Daniel dengan suara berat dan parau.Napasnya memburu tajam, diwarnai rasa cemburu dan hasrat terpendam yang siap meledak kapan saja.Tanpa mematikan mesin, Daniel menepikan mobilnya, melepas sabuk pengaman, dan langsung merengkuh tubuh Renata ke dalam pangkuannya secara dominan."D-Daniel! Apa yang kamu lakukan? Ini di dalam mobil!" seru Renata terperanjat.Namun ucapan Renata seketika teredam saat jemari tegap Daniel mencengkeram tengkuknya dengan sangat erat.Pertengkaran singkat mereka meluas menjadi lecutan gairah yang tak tertaha

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 85

    "Masuk ke mobil sekarang, Renata, sebelum aku kehilangan sisa kesabaranku!" dorong Daniel tegas.Cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Renata makin ketat hingga meninggalkan bekas kemerahan.Suasana dingin malam di pinggir jalan seketika mencekam saat Daniel menarik paksa pergelangan tangan Renata dan membawanya masuk ke dalam mobil mewah milik pria itu."Dokter Daniel, tunggu dulu! Anda tidak bisa memperlakukan Renata secara kasar seperti ini!" seru Dokter Julian.Langkah kaki Julian yang sempat ragu kini terhenti tepat beberapa meter di samping mobil mewah tersebut.Dokter Julian yang terpaku menyaksikan kejadian tersebut berusaha mencegah, namun intimidasi tajam dari tatapan mata elang Daniel membuat lidah dokter muda itu membeku kaku."Sekali lagi kamu ikut campur, kariermu di rumah sakit ini selesai malam ini juga," ancam Daniel dingin.Daniel memutar kepalanya lambat, melempar tatapan membunuh yang sanggup meremukkan keberanian siapa pun.Sensasi membeku seketika melingkup

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 84

    "Lucu sekali cerita pasien anak-anak itu, Julian," tawa Renata pecah di bawah lampu jalan.Gelak tawa kecil Renata atas seloroh hangat Dokter Julian membumbung di kesunyian malam.Di tengah kehangatan itu, sebuah mobil hitam mewah mendadak berhenti secara kasar di pinggir jalan, tepat di samping mereka.Decitan rem mobil yang berdecit nyaring seketika memotong gelak tawa di antara Renata dan Julian.Pintu mobil terbuka, dan sosok tegap Daniel melangkah keluar dengan aura dingin yang teramat mematikan.Langkah kakinya yang mantap dan teratur langsung memancarkan intimidasi tingkat tinggi di area taman luar."Dokter... Dokter Daniel?" cicit Renata bergetar begitu mengenali pria yang baru keluar dari mobil.Wajah Renata seketika memucat pasi, tawa hangatnya hilang tanpa bekas digantikan oleh kepanikan.Pria itu baru saja selesai menghadapi panggilan berat dari ayahnya, dan berniat mencari Renata di asrama.Daniel menatap tajam ke arah dua orang yang berdiri begitu dekat di bawah remang p

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status