Share

Bab 20~Teman Baru~

Author: Giana
last update publish date: 2025-09-18 22:55:10

Nadira menatap layar ponselnya sekali lagi, seolah ingin memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi. Pesan singkat itu benar adanya, menyebutkan panggilan wawancara dari sebuah perusahaan besar yang kemarin sempat ia kirimi lamaran. Hatinya bergetar hebat, antara bahagia, gugup, dan tidak percaya.

Tanpa pikir panjang, ia segera mengganti pakaian rumahnya dengan setelan formal sederhana. Kemeja putih dan rok hitam selutut ia kenakan seadanya. Setelah memastikan penampilannya cukup layak, ia menya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 75~Hati yang Tersakiti, Kini Berbalas~

    Nadira memberanikan diri untuk mengikuti intuisinya. Dia sudah memikirkannya matang-matang hampir sebulan ini. Hari ini juga, dia akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Aryan.Sekalipun Aryan sudah menangis sejadi-jadinya, bahkan bersujud di bawah kakinya agar dirinya batal meminta talak, nyatanya Nadira tetap pada pendiriannya. Dengan bantuan Paula dan dukungan dari keluarganya sendiri, Nadira mengambil keputusan terbesar ini untuk menyudahi penderitaannya.Memang sangat sakit, tetapi jika ini akhir yang harus dijalani, mau bagaimana lagi. Pernikahan yang ia pikir akan selamanya ... kandas karena lelah. Lelah sebab tak bisa lagi untuk terus menemukan alasan untuk mempertahankannya.“Nad, kamu siap?” tanya Paula yang berdiri di sampingnya.Tangan keduanya bertaut erat di depan gedung pengadilan agama. Tempat yang tak pernah terlintas di benak Nadira bahwa dia datang hanya untuk mengajukan perceraian.“Aku siap, La. Tolong terus temani aku, ya,” ujar Nadira dengan suara lemah.

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 74~Tentang Hati yang Tersakit~

    Nadira menangis sendirian di kamarnya setelah berhasil mengusir tiga orang yang begitu menyakitinya. Dia sungguh tak tahu, apakah keputusannya ini adalah yang terbaik. Atau malah, apa yang dia lakukan adalah bodoh. Membiarkan Aryan pergi dan melepaskan status pernikahan mereka, sama sekali tak pernah ada dalam rencana hidupnya.Dia pikir, selamanya hanya akan mencintai dan terus bersama Aryan. Biar pun sang mertua tidak kunjung memberikan restu bahkan hingga pernikahan mereka terjalin lama, Nadira mengira itu akan bisa dia lewati. Selama Aryan selalu di sisinya dan mendukungnya, dia pikir akan baik-baik saja.Namun, harapan itu akhirnya kandas. Pernikahan yang diawali dengan cinta di antara mereka, nyatanya tetap bisa hancur hanya karena restu yang tak kunjung didapat.“Nadira! ... Nadira, kamu di dalam, kan?!”Gedoran keras di pintu rumahnya membuat Nadira menghentikan tangisannya sejenak. Dia mengusapnya dengan buru-buru lalu berusaha bangun untuk membukakan pintu.Saat pintu baru t

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 73~Perpisahan yang Dipersiapkan~

    Nadira membuka pintu kamarnya. Dia yang keluar dengan membawa beberapa tas besar langsung disambut oleh Aryan dan Erlina yang kemungkinan besar sejak tadi menungguinya di depan pintu. Aryan awalnya terlihat lega saat mendekat, tetapi ketika dia bermaksud ingin memeluk Nadira, wanita itu langsung menolak kasar dan malah melemparinya tas besar yang sedang dipegangnya.“Mbak Nad ... aku dan Mas Aryan memang ada main di belakangmu. Namun, harusnya Mbak Nadira juga bisa memahami alasan kami melakukan itu. Mbak Nadira sibuk dengan kerjaan, Mas Aryan di sini kesepian. Belum lagi, kalian memang terlibat perang dingin beberapa waktu lamanya. Aku hanya ingin menghibur Mas Aryan saja, Mbak. Nggak lebih, kok.”Erlina bicara seolah tidak merasa bersalah sedikit pun. Nadira yang mendengarnya dibuat geram tak karuan. Ingin sekali rasanya Nadira memborbardir Erlina maupun Aryan dengan banyak umpatan. Namun, dia terlalu muak melihat kedua manusia di depannya sekarang. Atau memang mereka sudah kehilang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 72~Pengkhianatan yang Dibenarkan~

    “Nad, kamu salah paham. Dengerin dulu penjelasanku,” pinta Aryan untuk ke sekian kalinya.Nadira berjalan cepat masuk ke kamarnya, diikuti langkah kaki Aryan yang tidak kalah cepatnya. Aryan masih berusaha mengajak bicara Nadira, membuat atensi istrinya itu agar mau mengarah padanya.Saat ini, Nadira sudah menulikan pendengaran. Dia bergerak ke arah lemari pakaian, mengeluarkan segala baju milik Aryan untuk dibuang keluar begitu saja.Melihat hal demikian, Aryan seketika panik. Dia kembali memohon sambil memeluk tubuh Nadira dari belakang, menyuruhnya untuk berhenti dan mendengarkan penjelasannya dengan tenang. Amarah Nadira terlalu meledak untuk dirinya imbangi.“Aku minta maaf. Aku mengaku salah, Nad. Tapi dengar dulu penjelasanku. Semua ini terjadi bukan karena tanpa sebab. Aku khilaf!”Rasanya Nadira ingin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Aryan. Masih saja tidak mau mengakui pengkhianatannya. Bahkan masih punya muka untuk bilang semua ini beralasan.‘Memang ada alasan yang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 71~Pulang Untuk Dikhianati~

    Nadira memutuskan pulang lebih dulu ke kotanya. Tanpa memberi tahu siapa pun bahkan suaminya sendiri. Pikirannya terlalu kalut untuk menghadapi kenyataan soal apa yang Juan ucapkan beberapa jam yang lalu. Kini, ia sedang duduk sendirian di kursi bus. Otaknya penuh dengan nama Juan dan juga nama suaminya sendiri. Dia merasa seperti penjahat.Dia punya firasat tentang apa yang akan diperbuat Juan. Dia tahu itu, tetapi tetap memilih menemuinya. Itu suatu kesalahan besar yang menjadikannya sebagai penjahat. Dia mengkhianati suaminya, Aryan.Nadira menggigit bibir bawahnya resah. Dia mengabaikan panggilan telepon dan pesan yang Juan kirimkan terus-menerus. Lelaki itu pasti sedang sibuk mencarinya.“Aku tidak akan menghancurkan rumah tanggaku sendiri demi perasaan yang belum jelas ini,” gumamnya mempertahankan sikap tak acuhnya pada notifikasi ponsel dari Juan.Nadira tidak mau membiarkan atau memberi celah bagi siapa pun untuk jadi duri di pernikahannya. Sekalipun orang itu adalah Juan, le

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 70~Terluka Oleh Kebenaran~

    Juan tidak langsung melanjutkan.Dadanya terangkat perlahan sebelum dia menarik napas berat, lalu mengembuskannya panjang seolah ada sesuatu yang sejak lama menekan di rongga dadanya. Bibir bawahnya tergigit pelan, menahan ragu yang sejak tadi merayapi keberaniannya. Jemarinya saling bertaut di atas meja, mengencang sesaat sebelum akhirnya terlepas kembali.Di depannya, Nadira menatapnya dengan tubuh yang mendadak kaku.Juan tahu tatapan itu.Tatapan seseorang yang belum siap mendengar apa pun setelah kalimat barusan.Namun justru karena itulah dia sadar, jika hari ini kembali memilih diam, penyesalan itu akan mengikutinya jauh lebih lama dari yang bisa dia tanggung. Terlalu lama dia memendam semuanya sendiri. Terlalu lama dia berpura-pura bahwa perasaannya hanya akan lewat begitu saja seiring waktu.Nyatanya tidak.Waktu tidak menghapus apa-apa.Waktu hanya membuatnya semakin dalam.Besok Nadira akan pulang.Dan setelah itu, Juan sendiri akan kembali terbang ke negara lain untuk perj

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 46~Pekerjaan~

    Suara itu membuat Nadira menoleh cepat. “Oh, Pak Raka. Selamat pagi, Pak,” sapa Nadira dengan ramah setelah ia tahu bahwa itu adalah kepala tim nya.Raka tersenyum, tapi tatapan matanya tampak menelusuri jalan yang baru saja dilewati mobil Aryan tadi. “Tadi aku sempat lihat kamu turun dari mobil. I

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 45~Lebih Baik~

    Sinar matahari menembus tirai tipis, menebarkan semburat hangat ke seluruh ruangan. Aroma nasi goreng dan wangi kopi hitam menguar lembut dari dapur. Nadira sibuk di meja makan, menatap dua piring dengan potongan telur mata sapi di atasnya. Ia menoleh sekilas ke arah ruang tamu, tempat Aryan yang m

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 44~Rumah yang Diharapkan~

    Suara mesin mobil terdengar halus membelah keheningan malam. Lampu jalan berderet seperti garis cahaya yang memantul di kaca depan. Nadira menatap kosong ke luar jendela, pikirannya masih melayang pada kejadian di rumah tadi. Hatinya lega karena Aryan akhirnya mau membelanya di depan sang mertua, t

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 43~Menaruh Hati~

    “Menenangkan diri atau justru mencari kebebasan karena sudah bosan jadi istrimu dan menantuku, hah?!” suara Mala meninggi karena emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.Nadira hanya diam. Jemarinya yang tergenggam di tangan Aryan sedikit bergetar. Tapi sebelum ia sempat menjawab, Aryan sudah melangka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status