Share

29 ~ Sehari Sebelumnya

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2025-01-16 21:44:16

Sehari sebelumnya...

Pagi itu, setelah bercinta dengan Irene, Gerald pergi menemui Owen. Asistentnya, Victor telah mengatur segalanya dengan rapi, memastikan pertemuan ini berlangsung tanpa hambatan. Di Harold Hotel, Gerald tiba dan masuk ke presidential suite, di mana ada ruang kerja di dalamnya. Suasana mewah dan elegan menyambutnya, bahkan manajer Hotel yang langsung menyambutnya.

Ia sengaja memilih Hotel sahabatnya itu agar rahasianya tetap terjaga.

Begitu masuk ke dalam kamar presidential
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 99 | (21+) Bergeraklah Untukku, Love

    "Sayang..." Irene berbisik sambil menggigit bibir bawahnya, menatap Gerald dengan sorot mata yang menantang.Gerald memejamkan mata, menahan erangan yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia turun dari sofa dan meloloskan celana bahannya hingga jatuh ke lantai. Irene ikut bergeser, tangannya menyentuh bagian menonjol di balik boxer ketat Gerald. Ia memberikan kecupan-kecupan kecil di sana, menciptakan rangsangan yang membuat napas Gerald memburu."Love..." Gerald mengerang, tangannya mengusap rambut Irene dengan posesif.Irene menengadahkan kepalanya. Tangannya bergerak lincah menarik karet boxer Gerald, membebaskan kejantanan pria itu yang sudah mengeras sempurna dan penuh urat. Irene menjulurkan lidahnya, membasahi bagian kepalanya dengan sapuan yang pelan, lalu menghisapnya dengan ritme yang stabil."Oh, damn! Love!" Gerald menggeram keras. Ia mendongakkan kepala, menikmati setiap sensasi liar yang diciptakan mulut mungil Irene."Sayang... ah, terus... I like it, my love!" Gerald m

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 98 | (21+) Don't Stop Ge'

    Bab 98“I want to—”Belum sempat Irene menyelesaikan kalimatnya, Gerald sudah menarik tengkuknya, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang menuntut. Pagutan itu terasa panas dan haus, seolah membuktikan betapa mereka saling menginginkan.Gerald tidak berhenti di bibir. Ia menciumi rahang Irene lalu turun ke ceruk lehernya. Pria itu menyesap kulit lembut di sana cukup dalam hingga meninggalkan jejak kemerahan yang mencolok.“Euhm… Ge…” Irene mendesah rendah.Tangan Irene bergerak aktif. Ia menarik dasi Gerald hingga terlepas, lalu dengan jari yang sedikit gemetar, ia membuka satu per satu kancing kemeja pria itu. Begitu kemeja itu terbuka, Irene menyentuhkan telapak tangannya ke dada bidang Gerald, merasakan detak jantung pria itu yang berpacu kencang di balik kulitnya.Gerald mengerang pendek di tenggorokan. Ia menatap Irene dengan sorot mata gelap, lalu merebahkan wanita itu di atas sofa. Tubuh kokoh Gerald menindih Irene, mengunci setiap gerakan wanita itu.Tangan Gerald mulai menj

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 97 | Membuka Semuanya

    Irene mengepal tangannya erat, kuku-kukunya memutih saat ia menahan gejolak emosi di dalam dadanya. “Dan sekarang?” tanyanya, suaranya sedikit bergetar.Gerald menarik napas dalam, memejamkan mata sejenak seolah sedang mengumpulkan kepingan memori yang selama ini ingin ia kubur dalam-dalam.“Alea adalah putri salah satu rekan bisnis orang tuaku. Kami tumbuh bersama sejak bangku kuliah. Aku akui, dulu aku menyukainya—setidaknya, aku mengira begitu. Namun, jujur saja, belum pernah terlintas di pikiranku untuk menjadikannya pendamping hidup,” tutur Gerald dengan nada yang kini terdengar lebih tenang, meski ada jejak kepahitan di sana.Ia berhenti sejenak, menatap mata Irene dalam-dalam sebelum melanjutkan. “Kemudian, Austin Harold masuk ke dalam hidup kami. Kami bertiga menjadi sahabat karib. Namun, aku sadar bahwa Alea menaruh hati pada Austin.”Gerald tersenyum tipis, sebuah senyuman getir yang tak sampai ke matanya. Ia mendaratkan kecupan lembut di pipi Irene, sebuah tindakan yang bert

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 96 | Kebusukan

    “Tanyakan apa saja. Aku akan menjawab semuanya sekarang juga.”Irene menatap manik mata Gerald. Ada gejolak emosi di sana yang sulit ia definisikan—campuran antara kecemasan, dan keinginan untuk jujur. Irene menghela napas panjang, meredam rasa sesak yang sempat muncul.“Cukup ceritakan semuanya saja, Ge,” suaranya lembut namun sarat akan ketenangan yang menuntut. “Aku sendiri tidak tahu harus mulai dari mana.”Gerald mengusap pipi Irene dengan ibu jarinya, sentuhan yang sarat kasih sayang dan permohonan maaf tanpa kata. “Baik, Love. Akan aku ceritakan semua untukmu.”Saat pintu lift berdenting terbuka di lantai dasar, Gerald langsung merangkul pinggul Irene dengan posesif, seolah ingin memastikan wanitanya itu tidak akan pernah beranjak dari sisinya.Sementara itu, di lantai atas, atmosfer ruangan kerja Gerald telah berubah menjadi medan perang.“Lepas!” pekik Alea. Ia yang sudah kehilangan kewarasan akibat penolakan Gerald, melayangkan tamparan keras ke wajah Victor.PLAK!Suara itu

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 95 | Kehadiran Masa Lalu

    “Alea!”Suara berat Gerald menggelegar, membelah atmosfer ruangan yang sempat menegang. Sosok pria itu berdiri tegak di ambang pintu, rahangnya mengeras, dan matanya menatap tajam ke arah wanita yang kini membeku di tempatnya.Gerald sebenarnya sudah berada di sana selama beberapa menit. Ia sengaja tidak langsung masuk, membiarkan dirinya terpaku saat mendengar bagaimana Irene membela haknya dengan cara yang begitu anggun dan berwibawa. Rasa bangga membuncah di dadanya—wanitanya bukan hanya cantik, tapi juga memiliki benteng pertahanan yang tak tertembus.Tiga pasang mata beralih ke sumber suara. Alea, wanita yang sempat menghilang dari kehidupan Gerald selama bertahun-tahun karena ketakutan akan rahasia kehamilannya, kini berdiri di sana. Saat matanya bertemu dengan Gerald, Alea dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya. Ia memaksakan senyum yang manis dan innocent, seolah tahun-tahun pelarian dan pengkhianatan tidak pernah terjadi.“Gerald, kau di sini?” sapa Alea lembut, suaranya dibu

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   Bab 94 | Sisi Lain Irene

    “Entahlah,” sahut Irene ringan sembari mengangkat bahu. Namun, ia gagal menyembunyikan lengkungan tipis yang merekah di sudut bibirnya—sebuah tawa tertahan yang membuat matanya bersinar.Gerald, yang sedari tadi mengunci pandangannya pada Irene, tak membiarkan momen itu berlalu. Ia meraih jemari Irene, menuntun langkah wanita itu dengan gerakan posesif namun lembut hingga Irene terduduk di kursi kebesarannya—kursi yang biasanya menjadi singgasana dingin bagi sang CEO, namun kini terasa hangat karena kehadiran Irene.“Sayang…” gumam Gerald dengan suara bariton yang berat, menggetarkan udara di antara mereka. Ia mendekat, jempolnya mengusap lembut bibir ranum Irene sebelum ia menundukkan kepala dan melumat bibir itu dengan intensitas yang sarat akan kerinduan.“Uhm… Ge…” Irene mendesah, jemarinya mencengkeram kemeja sutra Gerald, berusaha menjaga keseimbangan di tengah serangan gairah yang mendadak.Ciuman itu semakin dalam, menuntut, dan penuh gairah, sebelum akhirnya Gerald perlahan m

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   86 ~ Aku Bodoh Bukan?

    Bab 86Gerald dan Victor berjalan cepat, meninggalkan kantor polisi dengan aura kemenangan yang tegas. Mereka tidak menyisakan satu pun keraguan bahwa ini adalah akhir dari kisah Owen dan Bertha.Mereka tiba di parkiran VIP bandara. Sampai di mobil, Gerald tersenyum lembut, senyum yang murni dan ha

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   85 ~ Kesempatan terakhir

    Bab 85"Pertemuan dua kekasih yang sungguh mengharukan…"Suara bariton yang dalam dan dingin itu memecah keheningan di lorong sel penahanan. Suara yang kini paling mereka benci dan takuti. Pandangan Owen dan Bertha mengangkat wajah mereka, tertuang pada sosok yang ada di sana.Berdiri di luar jeruj

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   84 ~ Akhir Owen dan Bertha

    Bab 84"Kau berengsek! Kalian semua berengsek!" raung Bertha frustrasi, seluruh harapannya hancur berkeping-keping. Satu-satunya harta yang ia andalkan berakhir membuatnya menyerahkan diri begitu saja. Mau lari? Ia tidak lagi memiliki energi untuk itu.Kerongkongannya kering, tubuhnya lemas, bahkan

  • Hasrat Terlarang : Dijual Suami Dimanja Presdir   83 ~ Perhiasan Peninggalan

    Bab 83"Maaf?" Staff tersebut terkejut, bukan karena nominal perhiasannya, tetapi karena ia tahu wanita yang di depannya ini adalah sosok yang angkuh dan arogan. Menjual perhiasan branded secara tiba-tiba, dengan penampilan berantakan, jelas bukan hal biasa."Kenapa?" tanya Bertha nyalang. Ia menat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status