LOGIN“Jual tubuhmu, Irene!” perkataan suami yang Irene cintai membuatnya harus berdiri di tengah panggung pelelangan wanita high class. Dengan penawaran tertinggi, akhirnya Irene menjadi milik salah satu pria diantara para pria yang datang. Di depannya, berdiri sosok pria bertopeng yang membelinya malam ini, menatapnya dengan sorot mata hangat, hingga ia mendengar bisikan lembut dan mendominasi, “Long time no see you, Nona Irene!” Seketika jantung Irene berdetak cepat, “Suara ini?” ia memberanikan diri menatap balik pria di depannya, “Tu-tuan Gerald?” Seketika pria itu tersenyum, “Mulai detik ini tidak kuizinkan orang lain memilikimu!” Bagaimanakah kehidupan Irene setelah menjadi alat bisnis suaminya sendiri? Apakah pria yang membelinya akan mengubah kehidupan Irene yang sesungguhnya?
View MoreBab 101 (Last Chapter)Austin yang tidak tahan pun hendak bergerak, namun Bella dengan cepat menahan tangan suaminya. “Why love?” tanya Austin.Bella menggelengkan kepalanya pelan. “Apa kamu tidak lihat kesungguhan Irene? Percayakan padanya.”Pria bertubuh tegap itu membuang nfas halus dan menyunggingkan senyum merekah. Ia paham dengan maksud sang istri.Jika sampai wanita yang bertindak saat ada gangguan dari wanita lain dan berani menghadapinya langsung, maka wanita itu benar-benar percaya akan pasangannya.Austin pun kembali merangkul pinggang istrinya, mengamati apa yang akan terjadi. Lagi pula di ruangan ini hanya berisi keluarga inti dan para sahabat dekat.Jadi apapun yang terjadi tidak akan menjadi omongan public.Dan inilah, Alea tiba di depan pengantin, namun Irene tak sedikit pun terintimidasi dengan tatapan penuh amarah dari Alea.Lagi pula ia sudah mendengar semua cerita dari Gerald. Percaya? Tentu saja ia percaya dengan apa yang calon suaminya itu katakan.Irene melangkah
Bab 100“Oh Gerald… Sayang…” jeritan kuat lolos dari mulut Irene saat mendapatkan pelepasan dan merasakan hangatnya cairan yang memenuhi perutnya.Tubuhnya bergetar hebat karena nikmat yang ia rasakan itu.Ia memeluk erat lelakinya itu.Yang selama ini ia tidak pernah rasakan ternyata bercinta bisa membuatnya menjadi seseorang yang liar. Dan sensasi itu yang hanya ia bisa dapatkan dari Gerald.Nafas mereka berdua masih tersengal-sengal.“Terimakasih sayang,” bisik Gerald kemudian kembali melumat bibir Irene penuh cinta. Begitu dalam dan penuh kelembutan.Mereka berdua menyatu dengan begitu hebatnya.Gerald merasa begitu luar biasa, karena bisa melihat kekasihnya itu yang bisa mengekspresikan dirinya. Dan itu membuat adrenalinnya semakin berpacu.“Kamu tidak kembali ke kantor, sayang?” tanya Irene yang terdengar seperti bisikan halus.Gerald menyunggingkan senyum tipis nan hangat, “Bagaimana mungkin aku ke kantor di saat seperti ini sayang.” Ia menggigit bibit bawahnya, tersenyum naka
"Sayang..." Irene berbisik sambil menggigit bibir bawahnya, menatap Gerald dengan sorot mata yang menantang.Gerald memejamkan mata, menahan erangan yang hampir lolos dari tenggorokannya. Ia turun dari sofa dan meloloskan celana bahannya hingga jatuh ke lantai. Irene ikut bergeser, tangannya menyentuh bagian menonjol di balik boxer ketat Gerald. Ia memberikan kecupan-kecupan kecil di sana, menciptakan rangsangan yang membuat napas Gerald memburu."Love..." Gerald mengerang, tangannya mengusap rambut Irene dengan posesif.Irene menengadahkan kepalanya. Tangannya bergerak lincah menarik karet boxer Gerald, membebaskan kejantanan pria itu yang sudah mengeras sempurna dan penuh urat. Irene menjulurkan lidahnya, membasahi bagian kepalanya dengan sapuan yang pelan, lalu menghisapnya dengan ritme yang stabil."Oh, damn! Love!" Gerald menggeram keras. Ia mendongakkan kepala, menikmati setiap sensasi liar yang diciptakan mulut mungil Irene."Sayang... ah, terus... I like it, my love!" Gerald m
Bab 98“I want to—”Belum sempat Irene menyelesaikan kalimatnya, Gerald sudah menarik tengkuknya, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang menuntut. Pagutan itu terasa panas dan haus, seolah membuktikan betapa mereka saling menginginkan.Gerald tidak berhenti di bibir. Ia menciumi rahang Irene lalu turun ke ceruk lehernya. Pria itu menyesap kulit lembut di sana cukup dalam hingga meninggalkan jejak kemerahan yang mencolok.“Euhm… Ge…” Irene mendesah rendah.Tangan Irene bergerak aktif. Ia menarik dasi Gerald hingga terlepas, lalu dengan jari yang sedikit gemetar, ia membuka satu per satu kancing kemeja pria itu. Begitu kemeja itu terbuka, Irene menyentuhkan telapak tangannya ke dada bidang Gerald, merasakan detak jantung pria itu yang berpacu kencang di balik kulitnya.Gerald mengerang pendek di tenggorokan. Ia menatap Irene dengan sorot mata gelap, lalu merebahkan wanita itu di atas sofa. Tubuh kokoh Gerald menindih Irene, mengunci setiap gerakan wanita itu.Tangan Gerald mulai menj
Gerald kembali mencumbu Irene penuh damba, liar dan menuntut. Tanpa Irene duga, pria bertubuh atletis itu mengangkat tubuhnya ala bridal, "Tidak disini." Kemudian ia melangkah menuju salah satu ruangan. Irene yang diangkat ala bridal cukup terkejut hingga spontan mengaitkan kedua tangannya di leher
Irene terkejut mendengar suara berat pria yang saat ini berbisik di telinganya, terasa familiar, suara yang tak dapat ia lupakan, suara seorang pria yang sudah mengambil ciuman pertamanya saat itu, "Tu-tuan Gerald?" paraunya.Pria bertopeng itu pun cukup terkejut saat Irene masih mengingatnya, ia t
“Aoch!” Irene memijit keningnya yang terasa perih, ia perlahan membuka matanya, “Ini dimana?” wanita cantik itu terkejut melihat ruangan yang asing bahkan pandangannya membulat saat mendapati tubuhnya telah mengenakan gaun berwarna merah maroon yang sangat seksi.“Tunggu! Jangan bilang... Ini—“ Ire
Irene terkejut. Tubuhnya membeku seketika, seolah kata-kata Owen baru saja merampas semua kehangatan yang tersisa dari tubuhnya. Wajahnya memucat, bibirnya bergetar saat mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menanggapi pernyataan suaminya. Bagaimana bisa Owen, pria yang selama ini ia cintai da
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore