Home / Romansa / Hasrat Terlarang Kakak Ipar / [128] Dapatkan Kembali

Share

[128] Dapatkan Kembali

Author: Kim Meili
last update publish date: 2026-06-02 18:17:57

“Sialan! Semua Sialan!”

Sean yang merasa kesal langsung menyingkirkan semua barang di meja kerja. Napasnya terdengar memburu dengan rahang mengeras. Tatapannya tajam, siap menerkam siapa saja yang ada di depannya. Emosinya benar-benar memuncak. Bahkan Revan yang tidak sengaja ada disana pun hanya bisa diam.

“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Simon. Aku ingin membunuhmu!” teriak Sean lagi. Setiap mengingat mengenai Simon, rasanya dia ingin memaki.

Reva yang ada di sana hanya menatap kegilaan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [133] Tinggalkan Dia

    Hening. Olivia hanya diam, duduk berhadapan dengan Gauri. Sudah hampir sepuluh menit mereka berada di sana, tetapi tidak sepatah kata pun terucap. Olivia tahu apa yang akan dikatakan wanita di depannya. Semua pasti berhubungan dengan Simon.“Aku dengar kamu pergi dari rumah keluarga Charles, Olivia.” Gauri mulai membuka suara. Meski terdengar santai dan tenang, tetapi jelas terlihat aura dingin di sekitar wanita itu. Gauri juga tidak menunjukkan keramahan sama sekali.Sedangkan Olivia yang ditanya hanya menganggukkan kepala. Dia tidak mau banyak berpikir dan menyangka. Dia yakun, Gauri tahu karena berita itu sudah menyebar luas.“Apa yang kamu pikir saat itu? Kenapa kamu keluar dari sana?” tanya Gauri.Kenapa? Olivia membuang napas kasar. Dengan tenang dia menjawab, “Aku hanya ingin bebas saja, tidak mau terkekang di rumah keluarga yang tidak benar-benar mencintaiku.”Mendengar itu, Gauri terdiam, menatap Olivia yang terlihat mantap saat menjawab. Dia memperhatikan Olivia yang tampak

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [132] Tidak Akan Membiarkan Pergi

    Sean diam, memakan sarapan tanpa semangat. Dia masih kepikiran dengan kepergian Olivia dan masalah perceraiannya. Dia tidak pernah membayangkan hal ini akan mengusik ketenangannya. Hingga dia mendesah kasar dan berdecak kecil.“Kenapa, Sean?” tanya Charles yang duduk di depan Sean.Sean yang ditanya pun menatap ke arah sang papa. Dengan lesu dia menjawab, “Aku benar-benar buntu, Pa. Aku bingung, bagaimana harus menaklukan Olivia? Sedangkan sampai sekarang aku belum menemukannya. Semalam aku ke rumah Simon, tetapi dia juga tidak ada di sana.”‘Bonusnya mukaku yang babak belur,’ batin Sean. Dia tidak berani mengatakan dengan sang papa jika pelaku yang melukai wajahnya adalah Simon. Kalau sampai tahu, papanya pasti akan mengamuk lagi,“Kalau kamu mencari di rumah Simon, jelas tidak ada, Sean. Olivia bukan orang bodoh yang mau tinggal di rumah Simon dengan ikatan mereka sekarang,” kata Charles.“Kalau begitu, kemana aku harus mencarinya? Di apartemen tidak ada juga,” sahut Sean. Dia sudah

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [131] Membuat Keputusan Besar

    “Elsa, kamu mau kemana?”Elsa yang baru membuka pintu kamar pun langsung terhenti. Dia menatap ke arah Keisha yang baru saja datang. Jemarinya langsung meremas tali tas, merasa tidak nyaman dengan kedatangan sahabatnya itu.“Kenapa diam saja?” tanya Keisha sembari mengeluarkan belanjaan yang baru saja dibelinya.Namun, Elsa tidak menjawab sama sekali. Dia masih merasa bimbang untuk mengatakan tujuannya kali ini. Bahkan, Elsa tidak beranjak dari tempatnya. Dia masih mematung dengan perasaan menimang.‘Haruskah aku bilang tujuanku?’ batin Elsa.“Oh iya, aku baru membeli beberapa ikan. Tadi aku lihat di supermarket dan aku membelinya untukmu. Nanti aku masakan dan kamu harus makan. Supaya bayi dalam kandunganmu sehat,” lanjut Keisha tanpa curiga.Mendengar sahabatnya itu sangat antusias dengan kandungannya, Elsa semakin tidak tega. Dia merasa bersalah dengan Keisha. Hingga dia menarik napas dalam dan membuang kasar.“Aku sudah memutuskan akan menggugurkan kandunganku, Keisha,” ucap Elsa

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [130] Percepat Perceraiannya

    Sean mengamati rumah di depannya dengan sorot mata tajam. Sudah hampir dua jam dia duduk di dalam mobil, berharap rumah yang tidak diterangi lampu itu kembali menyala. Dia bahkan dengan setia menunggu, tidak meninggalkan tempatnya sama sekali. Hingga sebuah mobil sampai di depan rumah, membuat gerbang otomatis langsung terbuka. Melihat itu, Sean langsung keluar dan melangkah lebar.“Simon.”Simon yang mendengar suara itu pun menghentikan niatnya untuk masuk. Melihat Sean yang terburu-buru, dia yakin ada hal serius yang ingin dikatakan. Hal yang membuat Simon tersenyum sinis dan memperhatikan lekat.“Tuan muda keluarga Charles mencariku. Ada yang bisa dibantu?” tanya Simon dengan senyum manis yang jelas mengejek.Mendengar itu, Sean mendengus kesal. Dia tahu kalau Simon sedang merendahkannya, tetapi dia tidak memiliki waktu untuk memprotesnya. Hingga dia berkata, “Serahkan Olivia denganku.”Simon ingin tertawa keras mendengar ucapan Sean. Dia sudah membawanya pergi dengan segala cara d

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [129] Tidak Bisa Melepaskannya

    “Aku dengar kamu membawa Olivia keluar dari rumah keluarga Charles, Simon. Apa itu benar?”Simon yang ditanya hanya diam dengan sebelah bibir terangkat. Rasanya memuaskan bisa melihat ekspresi penuh kekesalan di wajah sang papa. Dia sudah membayangkan sorot mata angkuh itu hanya bisa menahan emosi dalam waktu yang lama, tetapi hal itu baru tersampai sekarang.“Kamu benar-benar nekad, Simon.”Simon mengalihkan pandangan, menatap ke arah sahabatnya dan mengulas senyum lebar. “Aku hanya melakukan hal yang sudah lama ingin kulakukan, Cakra. Jadi, aku rasa ini bukan masalah. Lagi pula cepat atau lambat semua itu pasti akan terjadi,” sahutnya tanpa rasa bersalah.Benar-benar sudah tidak tertolong. Cakra hanya bisa menghela napas ketika mendengar jawaban tanpa rasa bersalah dari sahabatnya. Benar-benar menyebalkan. Dia khawatir kalau Charles akan melukai Simo, tetapi yang dikhawatirkan justru bersikap menyebalkan.“Kamu tahu keluarga Charles tidak pernah mau ditentang, Simon. Kamu melakukan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [128] Dapatkan Kembali

    “Sialan! Semua Sialan!”Sean yang merasa kesal langsung menyingkirkan semua barang di meja kerja. Napasnya terdengar memburu dengan rahang mengeras. Tatapannya tajam, siap menerkam siapa saja yang ada di depannya. Emosinya benar-benar memuncak. Bahkan Revan yang tidak sengaja ada disana pun hanya bisa diam.“Aku benar-benar ingin menghabisimu, Simon. Aku ingin membunuhmu!” teriak Sean lagi. Setiap mengingat mengenai Simon, rasanya dia ingin memaki.Reva yang ada di sana hanya menatap kegilaan sahabatnya. Sudah lama dia tidak melihat Sean yang seemosi ini. Dulu dia melihat Sean mengamuk seperti ini karena Simon yang mendapat pujian dari Charles. Sekarang, dia kembali melihat dan penyebab utamanya pun masih Simon.‘Sebenarnya mau sampai kapan mereka ini mau bermusuhan,’ batin Revan. Rasanya sudah muak melihat keduanya bertengkar dan saling adu kekuatan.Revan masih duduk dengan sebelah kaki disilangkan. Kedua tangannya disedekapkan, memperhatikan Sean yang sudah sedikit mereda. Sahabat

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [96] Melakukan dengan Sengaja

    “Kamu yakin tidak mau menginap di rumahku saja?”Olivia yang hendak membuka pintu langsung berhenti ketika mendengar pertanyaan Simon. Dia mengurungkan niatnya sejenak, memperhatikan pria yang tengah menatapnya penuh harap. Melihat Simon begitu menantikan jawabannya, Olivia tersenyum tipis. Sebelah

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [95] Tidak Terjawab

    “Sebenarnya ke mana dia? Kenapa dari tadi tidak mengangkat panggilanku sama sekali?”Sean yang baru sampai rumah sudah menggerutu. Pasalnya sejak tadi Olivia tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal sudah berulang kali dia menghubungi wanita itu, tapi tidak satupun yang diangkatnya. Sean me

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [94] Bagaimana Kalau Mereka Jahat?

    “Kenapa kamu tidak mengangkatnya?”Olivia yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap ke asal suara. Sebelah bibirnya terangkat, diikuti tawa kecil dan menggelengkan kepala. Dia memilih menyadarkan kepala di dada bidang Simon dan mengelus pelan. “Biarkan saja. Biar dia terus mencari di sana sam

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [93] Mulai Berbeda

    “Aish, dia ini ke mana? Kenapa dari tadi ditelepon tidak diangkat?”Sean yang sudah berulang kali menghubungi Olivia mulai merasa kesal. Pasalnya, wanita itu tidak mengangkatnya sama sekali. Sean juga sudah mencari ke semua tempat, tetapi tidak menemukannya sama sekali. Sean mendesah kasar dan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status