Beranda / Romansa / Hasrat Terlarang Kakak Ipar / [60] Apakah Sebuah Kebetulan?

Share

[60] Apakah Sebuah Kebetulan?

Penulis: Kim Meili
last update Tanggal publikasi: 2025-12-20 10:41:40

Maldives.

Olivia yang baru saja keluar dari bandara langsung memasuki mobil yang sudah dipesan oleh keluarga Charles. Manik matanya menatap sekitar jalanan yang begitu ramai, tapi juga terasa menenangkan. Dia menghirup dalam-dalam udara yang terasa begitu segar. Bibirnya juga mulai tertarik, membentuk senyum yang terlihat begitu manis.

“Olivia, ingat apa yang baru saja aku katakan. Kamu tidur di sofa dan aku akan tidur di ranjang,” kata Sean kembali.

Olivia yang sedang menikmati suasana sekit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [122] Memiliki Kesepakatan

    “Kamu katakan dengan mereka kalau rapat akan dimajukan satu jam lagi, Dafa,” perintah Simon.Dafa yang mendengar pun langsung menganggukkan kepala dan menuruti perintah atasannya. Dia sudah mengirimkan pesan ke semua karyawan yang akan ikut rapat hari ini. Dia kembali menatap sang atasan yang sedang sibuk memeriksa tumpukan dokumen.“Ada lagi, Tuan?” tanya Dafa.“Tidak ada. Kamu bisa keluar,” jawab Simon.Dafa kembali menurut. Dia membalikkan tubuh dan melangkah ke arah pintu.Sedangkan Simon yang sejak tadi sibuk pun mulai teringat sesuatu. Dia menghentikan pekerjaan dan menatap ke arah Dafa. Dengan cepat dia berkata, “Tunggu.”Dafa siap keluar, tetapi mendengar ucapan Simon, dia menghentikan niat. Dafa kembali menatap ke arah Simon dan bertanya, “Ada yang bisa saya bantu lagi, Tuan?”“Olivia sudah berangkat? Kalau sudah, suruh dia masuk,” jawab Simon.“Sejak tadi Nona Olivia belum masuk kerja, Tuan.”Belum masuk? Simon menatap ke arah Dafa dan bertanya, “Apa dia mengajukan cuti hari

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [121] Mencari Cara Melarikan Diri

    “Sean. Charles. Keluarkan aku! Aku mau pergi dari tempat ini!” Olivia yang berada di kamar langsung berteriak keras. Tangannya terus memukul pintu, berharap teriakannya di dengarkan. Meski dia sendiri tidak tahu, apakah di luar masih ada orang atau tidak. “Sean, kamu benar-benar bajingan!” maki Olivia lagi. Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Olivia yang merasa kesal pun menghentikan teriakan. Pasalnya sudah lebih dari tiga puluh menit dia terus berteriak, tetapi hasilnya sama. Semua orang tuli dan tidak memperhatikannya sama sekali. “Sialan,” omel Olivia sembari menendang pintu, “kalau tahu akan begini, semalam aku pergi saja biar tidak ada yang tahu.” Olivia menarik napas dalam dan membuang kasar. Sekarang Charles secara terang-terangan menunjukkan sikapnya. Pria itu bahkan tidak segan melakukan cara kasar dan memaksa, membuat Olivia memilih duduk dan memasang raut wajah berpikir. “Kalau Charles tidak seperti dulu lagi, berarti aku juga harus mengubah rencanaku,” gumam Olivi

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [120] Kurung Dia!

    Apa? Dia mau mengaturku lagi? Mendengar keputusan Charles yang menurutnya tidak masuk akal, Olivia tertawa kecil, menertawakan diri sendiri. Pasalnya, selama ini dia tidak pernah menyadari sifat Charles yang selalu mengekangnya. Dulu dia merasa jika itu semua karena kepedulian pria itu. Tapi sekarang berbeda. Olivia sudah tahu semua kebenarannya. Dia tahu sikap Charles kali ini hanya untuk menahannya saja.Olivia yang merasa sesak pun membuang napas kasar. Dia mendorong Sean dan mulai bangkit. Manik matanya menatap ke arah Charles yang sudah berdiri di depannya.“Olivia, papa tahu kalau Sean sudah membuat kesalahan besar, tapi sekarang dia sudah bertobat. Dia ingin memperbaiki hubungan kalian. Jadi, berilah dia kesempatan sekali lagi,” ucap Charles dengan tatapan tajam, seakan tidak mau dibantah.‘Ingin memperbaiki hubungan? Benar-benar munafik,’ batin Olivia dengan tatapan sinis. Dia mengalihkan pandangan. Menatap Charles membuat rasa muak dan kesalnya semakin bertambah.Sedangkan Se

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [119] Keinginan yang Tidak Bisa Dikabulkan

    Olivia menatap tampilan dirinya di cermin, menarik napas dalam dan membuang kasar. Berulang kali dia melakukan hal yang sama untuk menghilangkan perasaan mengganjal dalam hatinya. Hingga dia yang merasa membaik pun mulai melangkahkan kaki.“Setelah ini aku tidak akan ada hubungan apa pun dengan keluarga Charles,” gumam Olivia sembari membuka pintu kamar dan keluar.Olivia mulai menuruni satu per satu anak tangga, membawa koper berisi pakaian miliknya. Hari ini, apa pun yang akan dikatakan Charles, Olivia tidak mau mendengarnya sama sekali. Dia hanya ingin melakukan apa yang dia mau. Pergi dari tempat itu adalah salah satunya.Setelah sampai di lantai dasar, Olivia segera melangkah lebar. Dia tidak mengalihkan pandangan sama sekali. Bahkan saat melewati ruang makan, Olivia tidak mempedulikan apakah ada mertua dan suaminya atau tidak. Hingga seseorang menahan tangannya, membuat langkah Olivia terhenti.“Kamu mau kemana, Olivia?”Olivia yang ditanya hanya diam. Dia malah mengalihkan pand

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [118] Menyelesaikan Hubungan Gila

    Simon membuka mata secara perlahan. Hal pertama yang dilakukan adalah menatap ke arah Olivia yang masih terlelap dalam dekapannya. Melihat Olivia yang begitu tenang, Simon mengulas senyum tipis. Sebelah tangannya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya, ingin melihat wajah tenang wnaita itu tanpa gangguan.“Aku benar-benar ingin membawamu pulang, Olivia. Aku benar-benar ingin merebutmu dari Sean,” gumam Simon dengan ekspresi serius. Sudah lama menahan, sekarang dia merasa kalau waktunya mengambil apa yang diinginkan sejak lama.Namun, Simon harus membuat rencana yang matang. Dia tidak bisa berjalan seperti apa yang diinginkan. Pasalnya, ada Olivia yang harus dilindungi. Dulu, Charles demi melindungi diri sendiri bisa melukai orang tua Olivia, tidak meninggalkan bekas sama sekali. Jadi, kalau untuk melukai Olivia, jelas pria itu bisa melakukan dengan mudah.‘Aku harus hati-hati. Sekarang aku harus membuat Charles berada dalam kendaliku supaya Olivia bisa aman,’ batin Simon.Se

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [117] Tanpa Pengaman

    Simon yang baru saja memasuki kamar Olivia dibuat terkejut. Kedua matanya melebar saat melihat pakaian yang sudah tertata rapi di dalam koper. Dengan penuh tanya, dia mendekat ke arah wanita itu“Olivia, kamu mau kemana?” tanya Simon dengan pandangan bingung. Awalnya dia hanya berniat mendatangi Olivia. Entah kenapa perasaannya tidak tenang sama sekali setelah mengetahui bahwa Charles mendatangi mamanya, tetapi siapa sangka dia malah melihat hal yang membuatnya bingung.Sedangkan Olivia yang ditanya hanya diam. Dia masih menormalkan detak jantungnya karena ulah Simon yang datang lewat balkon. Padahal penjagaan di luar cukup ketat, teapi entah bagaimana caranya pria itu bisa masuk ke kamarnya.“Olivia, kamu mau pergi?” tanya Simon lagi. Dia masih mengamati Olivia, mencoba mencari tahu dari sorot mata wanita itu.Olivia mendesah kasar. Dia awalnya terlihat tenang, tetapi setelah itu ekpresinya mupai berubah. Dia yang awalnya tenang, mulai menunjukkan kekesalan yang selama ini disimpanny

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [72] Berniat Membalas Dendam

    “Simon benar-benar sudah kurang ajar. Dia berani mempermalukanku di depan umum. Aku akan membalasnya setengah ini.”Sean yang sudah berada di kamar semakin merasa kesal setiap kali mengingat perlakuan Simon terhadapnya. Baginya, Simon hanyalah anak dari seorang penggoda yang tidak diharapkan untuk

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [75] Tidak Benar-benar Melawan

    Simon langsung menghindar ketika pria di depannya mulai menyerang. Dia yang hanya seorang diri langsung melangkah menjauh. Sayangnya serangan demi serangan terus saja mengerangnya. Simon juga sudah berusaha untuk melawan. Hingga salah satu anak buah Sean mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke arah S

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [74] Sean Menggila

    “Masih ingat kembali kamu, Olivia?”Olivia yang baru memasuki kamar penginapan langsung disambut dengan pertanyaan sinis dari Sean. Olivia pun memilih diam. Dia melangkahkan kaki, meletakkan tas dan menuju ke arah sofa. Dia tidak mau mempedulikan Sean yang terlihat sedang menahan emosi. “Pagi suda

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [73] Tidak Mau Menghentikan

    Elsa membuang nafas kasar. Dia melongok ke arah jalannya di depannya, menanti seseorang dengan perasaan cemas. Entah Sudah berapa kali dia mengalihkan pandangan, terasa tidak tenang sama sekali. Hingga dia melihat siluet yang sejak tadi ditunggunya, membuat Elsa tersenyum dengan penuh kelegaan. “A

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status