공유

Kambing Hitam

작가: Nona Lee
last update 게시일: 2026-01-09 14:27:16

Malam merayap sunyi di rumah besar itu, namun di paviliun belakang, udara terasa begitu berat. Andra menyelinap masuk ke kamar Sri dengan napas yang memburu. Tanpa suara, ia langsung menghampiri ranjang dan mendekap tubuh Sri dari belakang. Pelukannya terasa posesif, seolah ia sedang mendekap harta karun yang nyaris hilang.

"Sri... kau membuatku hampir mati berdiri tadi," bisik Andra di ceruk leher Sri. Suaranya bergetar antara rasa takut dan gairah yang masih tersisa. "Apa yang akan kau lakuk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Diambang Keraguan

    "Sri! Tunggu! Sri, kuingatkan kau untuk berhenti!" teriakan Andra menggema di koridor panjang yang menuju ke arah taman samping. Sri terus melangkah dengan cepat. Gaun putihnya berkibar, membelah udara yang terasa berat oleh ketegangan. Ia tidak ingin mendengar apa pun lagi. Baginya, tugasnya sudah selesai, kehancuran Andra sudah di depan mata. Namun, Andra tidak menyerah. Ia berlari dan berhasil mencengkeram lengan Sri tepat di dekat pintu keluar menuju taman. "Lepaskan aku, Andra! Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" bentak Sri sambil mencoba menyentak tangannya. "Dengarkan aku dulu! Hanya lima menit, kumohon!" raung Andra dengan mata merah dan wajah yang berantakan. Di kejauhan, dekat gerbang besar yang menjulang, Arka berdiri mematung. Ia melihat konfrontasi itu. Ia sempat ingin maju, namun tatapan Sri mengisyaratkan agar ia menunggu. Arka mengepalkan tangannya, bersandar pada pilar gerbang, membiarkan istrinya menyelesaikan urusan terakhirnya dengan iblis dari masa lal

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Kenyataan Yang Pahit

    "Apa kau bilang, Sri?!" suara Andra meninggi, bergetar antara amarah dan ketakutan yang mendalam. "Jaga bicaramu! Jangan meracuni pikiran Sarah dengan omong kosong!" Sri tidak bergeming. Ia masih berlutut di depan Sarah, menatap wanita yang pipinya masih memerah akibat tamparan itu dengan tatapan yang nyaris seperti belas kasihan. "Nyonya... apakah anda tahu jika Andra, suami yang Anda puja ini, adalah seorang pembunuh?" Sarah terengah-engah, air matanya tertahan di pelupuk mata saat ia menatap Sri dengan nanar. "Apa... apa maksudmu? Apa yang kau bicarakan, Sri?" "Hentikan, Sri! Cukup!" Andra mencoba menarik lengan Sri untuk berdiri, namun Sri menyentak tangan itu dengan kasar. Kekuatan dalam gerakan Sri membuat Andra terhuyung mundur. "Kenapa, Andra? Kau takut rahasia busukmu tercium?" Sri bangkit berdiri perlahan, auranya kini berubah menjadi sangat dominan dan mengancam. Ia menatap Andra dengan kebencian yang sudah membusuk selama bertahun-tahun. "Nyonya Sarah, beberapa tahun l

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Ketahuan Basah

    Pagi itu, udara di dalam rumah utama terasa begitu statis, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah habis tersedot oleh rahasia yang menyesakkan. Sarah bangun dengan perasaan yang aneh. Mimpi buruk semalam tentang surat-surat kosong yang ia tanda tangani terus menghantuinya. Dengan langkah yang sedikit gontai, ia menuju ruang kerja pribadi Andra, berniat mencari berkas investasi yang suaminya sebutkan semalam. Ia hanya ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya baik-baik saja. Andra sedang berada di kamar mandi saat Sarah mulai memeriksa laci meja jati yang biasanya terkunci. Namun, entah karena kecerobohan atau rasa percaya diri yang terlalu tinggi setelah kemenangan semalam, Andra lupa mencabut kuncinya. Tangan Sarah gemetar saat ia menarik sebuah map cokelat tebal dari tumpukan paling bawah. Begitu ia membukanya, jantungnya seolah berhenti berdetak. Kertas-kertas yang ia tanda tangani semalam kini tidak lagi kosong. Di atas sana, tertera barisan kalimat hukum yang dingin dan

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Apa Yang Akan Kau Lakukan?

    Malam itu, angin berembus cukup kencang, membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa kegelisahan yang menyelimuti paviliun belakang. Sri berdiri di teras kecil, menyandarkan tubuhnya pada tiang kayu yang dingin. Matanya menatap hamparan langit malam yang hitam pekat, tanpa bintang, seolah-olah langit itu sedang memantulkan kekosongan yang ada di dalam jiwanya sendiri. Ia memegangi perutnya yang kini terasa hampa, sebuah pengingat fisik akan harga mahal yang telah ia bayar demi sebuah rencana. Langkah kaki yang ringan dan sangat ia kenali terdengar mendekat. Arka muncul dari balik bayang-bayang, mengenakan jaket tipis untuk menghalau dingin. Ia berdiri di samping Sri, ikut menatap ke arah yang sama, namun pikirannya sepenuhnya tertuju pada wanita di sampingnya. "Kau seharusnya tidak berada di luar sedini ini, Sri. Udara malam tidak baik untuk pemulihanmu," ucap Arka dengan nada suara yang rendah dan penuh perhatian. Sri tidak menoleh. "Langit malam ini sangat gelap, Arka. Begitu gel

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Dilema Perasaan

    Malam semakin larut saat Andra duduk di tepi ranjang paviliun, tempat Sri masih dalam masa pemulihan. Cahaya lampu tidur yang temaram membiaskan bayangan mereka di dinding, menciptakan suasana yang intim namun sarat akan rahasia gelap. Dengan suara rendah yang penuh kepuasan, Andra menceritakan segalanya, tentang surat anonim Bi Minah yang berhasil ia gagalkan, ancaman yang ia berikan pada pelayan tua itu, hingga keberhasilannya mendapatkan tanda tangan Sarah di atas dokumen-dokumen kosong. "Segalanya sudah hampir selesai, Sri," ucap Andra sambil menggenggam tangan Sri, matanya berbinar dengan kegilaan yang ia sebut sebagai cinta. "Semua aset, rumah ini, saham perusahaan... sebentar lagi semuanya akan berpindah ke namaku. Sarah tidak akan punya apa-apa lagi. Kita akan bebas. Kita akan memulai hidup baru tanpa ada yang menghalangi." Sri terdiam, matanya menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat. Ia benar-benar terkejut. Ia tahu Andra adalah pria yang licik, namun ia tidak me

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Rahasia Dalam Genggaman

    Suasana kamar utama yang dingin mendadak terasa mencekam. Sarah menggeliat di balik selimut sutranya, matanya perlahan terbuka karena mendengar suara gesekan kain yang tidak wajar. Di bawah remang lampu tidur, ia melihat siluet suaminya sedang membungkuk, tangannya merogoh ke dalam tas kerja miliknya dengan gerakan yang terburu-buru. "Andra? Apa yang kau lakukan?" suara Sarah yang serak karena baru bangun tidur memecah kesunyian.Andra tersentak hebat, jantungnya seakan melompat ke tenggorokan. Namun, dengan kecepatan seorang pembohong ulung, jemarinya sudah lebih dulu meremas selembar kertas kecil yang baru saja ia temukan di kantong dalam tas itu. Ia berbalik dengan senyum tenang yang dipaksakan. "Ah, kau terbangun, Sayang?" ucap Andra sambil memasukkan kertas itu ke saku celananya dengan gerakan yang sangat halus. "Aku hanya mencari korek api gas yang kupinjam darimu tadi siang. Aku ingin merokok di balkon tapi tidak menemukannya di laci." Sarah menyipitkan mata, menatap suaminy

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Ciuman Panas Di Dapur

    Pukul lima pagi. Udara di area belakang rumah keluarga Pratama masih terasa menggigit, namun di dalam ruangan cuci yang lembap di dekat dapur, atmosfer terasa begitu panas dan menyesakkan. Di balik pintu kayu yang tertutup rapat, Andra memojokkan Sri ke dinding keramik yang dingin. Napasnya memburu

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Perasaan Yang Kembali Goyah

    Kantor pusat Pratama Group yang biasanya menjadi tempat Andra memamerkan kekuasaannya, kini terasa seperti penjara. Di atas meja kerjanya, tumpukan dokumen audit internal dan kontrak kerjasama terbengkalai. Pikiran Andra tidak lagi berada pada angka-angka pertumbuhan perusahaan, melainkan pada arom

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Gairah Yang Menggoyahkan

    Malam itu, rumah besar keluarga Pratama tampak tenang, namun di paviliun belakang, ketegangan yang berbeda sedang membara. Andra menyelinap masuk ke kamar Sri dengan langkah yang jauh lebih percaya diri daripada biasanya. Ia tidak lagi tampak seperti pengecut yang bersembunyi di dalam lemari, ia da

  • Hasrat Terlarang Sang Pelakor   Terpojok!

    Di tengah keheningan butik yang mencekam, Andra menarik napas panjang. Alih-alih menunjukkan kepanikan, ia justru melepaskan tawa yang terdengar sangat ringan, seolah-olah tuduhan Sarah adalah lelucon paling konyol yang pernah ia dengar tahun ini. "Astaga, Sarah..." ucap Andra sambil menggelengkan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status