LOGINSemua pria itu mengerutkan kening, setelah mendengar perkataan cemoohan Erfan."Siapa kau? berani sekali meremehkan keluarga kelas 2?" teriak pria bertubuh kurus."Berisik! sebaiknya kalian enyah dari sini! jika tidak...aku akan menghancurkan kalian!" balas Erfan, dengan nada dingin.Sebelum para pria itu menjawab, ada seorang pria muda lain menghampiri, kelompok para pria itu."Ada apa ini?" tanya pria muda itu dengan nada santai."Tuan muda Reza, dia sangat arogan!" ucap pria gemuk itu mengadu.Yang di sebut tuan muda Reza itu, melirik Erfan. "Siapa dia?" tanya tuan muda Reza."Dia kekasih kedua wanita cantik itu! tadinya kami ingin membawa kedua wanita itu untuk bersenang-senang, tapi dia datang!" ucap salah satu pria.Tuan Muda Reza, menatap Frisa dan Tesa, dia pun sangat tertarik, dengan kecantikan dan tubuh kedua wanita itu.Erfan yang menyadari tatapan pria itu, yang tertuju ke tubuh Tesa dan Frisa, dia langsung berkata dengan dingin."Hati-hati tatapanmu, jika tidak, aku akan
Pantai tidak lah jauh dari hotel, cukup beberapa menit, mereka sudah sampai di pantai. Saat mobil Erfan masuk ke dalam parkiran pantai, itu langsung menjadi pusat perhatian. Selain suaranya yang merdu, mobil Erfan terlihat sangat mewah. "Itu Lamborghini Urus!" ucap Seorang pria, sambil menyenggol temannya, sambil menunjuk mobil Erfan. "Orang besar mana, yang datang untuk berwisata," balas Temannya, sambil menatap mobil Erfan, dengan tatapan berbinar.Mobil Erfan dan mobil terparkir, Erfan dan para wanita pun keluar dari dalam mobil.Saat melihat para wanita itu keluar dari mobil, para pengunjung khususnya pria langsung menatap dengan tatapan menyala."Wow, para wanita itu sangat cantik!" ucap seorang pria, dengan mulut terbuka, sampai air liurnya hampir jatuh.Saat Melihat Erfan yang bersama para wanita itu, para pengunjung pria menatap iri, dan penasaran."Siapa pria itu, kenapa banyak wanita cantik di sekelilingnya?" tanya seorang pengunjung pria, dengan nada cemburu."Bro, apa
Erfan meletakan ujung senjatanya di depan pintu gua Bu Jessy, lalu menekannya ke depan."Ahh...ini ahh...terlalu besar!" pekik Bu Jessy, sambil mendesah antara nikmat dan ada rasa sakit."Ternyata milikmu begitu sempit! sebesar apa milik suamimu itu," ucap Erfan, sambil terus mendorong ke depan, memaksa senjatanya masuk ke dalam gua."Ahhh...milik suamiku sangat kecil. Sayang masukkan langsung saja, aku akan menahannya," balas Bu Jessy. Erfan langsung menghentak dengan keras. PLAKK..."Ahhh..." suara erangan nikmat keluar dari keduanya. Akhirnya tubuh mereka menyatu sepenuhnya. Kedua memejamkan mata, menikmati sensasi kenikmatan. "Sayang...milikmu...emm...benar-benar besar, dan sangat panjang!" ucap Bu Jessy, dengan nada berat."Milikmu juga, sangat sempit, ini sangat nikmat!" balas Erfan, dengan nada penuh kenikmatan.Setelah terdiam sebentar, tubuh Erfan mulai bergerak."Ahh...ahh...sayang langsung bergerak cepat sayang! tiduri aku dengan keras!" pinta Bu Jessy."Ahh...kamu mema
Di dalam kamar mandi, Erfan mengisi bathtup dengan air, lalu memberinya sabun, yang sudah di siapkan. Sambil menunggu, dia kembali berciuman panas bersama Bu Jessy. Tangannya mulai meraba tubuh seksi itu, dan akhirnya hinggap di dada besar yang masih tertutup bra renda hitam. Erfan meremas dada Bu Jessy, sampai wanita itu melepaskan bibirnya dari bibir Erfan, lalu mengeluarkan suara desahan yang menggoda. "Ahh...remas lebih keras sayang!" pinta Bu Jessy. Erfan langsung meremas dada besar itu lebih keras, yang membuat desahan Bu Jessy semakin keras. "Apakah enak sayang?" tanya Erfan, nadanya penuh godaan. "Ahh...enak sayang! terus sayang!" balas Bu Jessy, sambil terus mendesah merdu. Satu tangan Erfan, turun ke bagian bawah tubuh Bu Jessy, jari nakalnya itu bermain di area pintu gua wanita itu, yang masih tertutup cd. "Ahh...ahh...terus sayang! jangan berhenti, enak sayang," desahan Bu Jessy semakin liar, tubuhnya bergeliat kepanasan. Bibir Erfan menyerang leher wanita itu, me
"Hey gadis kecil, sini ibu baru pengen gendong kamu, boleh ga?" Serina berbicara, dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.Nayla menatap Serina, dengan tatapan ragu."Ibu? ibu aku dua," Nayla kebingungan."itu ibu baru lagi, jadi ibu Nayla ada 3," ucap Dewi, yang ada di samping Erfan, sambil menunjuk Serina."Ibu balu lagi? banyak banget ibu aku," ucap Nayla, dengan polos.Perkataan Nayla itu membuat semua wanita tertawa."Hey, gadis baru 3 loh, belum bibi yang lainnya, nanti juga jadi ibu sama," ucap Bu Susan."Ayah aku satu, ibunya kok banyak?" tanya Nayla, dengan ekspresi bingung. "Tentu saja, karena ayah ini, sangatlah tampan," balas Erfan, dengan nada narsis.Mendengar perkataan Erfan, membuat semua wanita hampir terjatuh."Pria nakal ini, benar-benar sangat narsis," ucap Bi Ayu, dengan ekspresi tak berdaya.Erfan hanya tertawa, melihat ekspresi aneh para wanitanya.Serina yang ingin menggendong Nayla, langsung merebut Nayla dari pangkuan Erfan. Nayla tidak menolak, karena d
Erfan, tersenyum nakal, tangannya masuk ke dalam kerah dress Serina, lalu meremas dada besar dan padat itu. "Ahh...sayang...kamu pengen yah?" tanya Serina, dengan nada penuh godaan. "Tentu saja, aku sudah lama gak di kasih jatah sama kamu," balas Erfan, sambil terus meremas dada Serina. Hasrat Serina menjadi terpancing, dan akhirnya menyala sepenuhnya. "Ahh...aku juga mau! gimana kalo kita main bentar, gak tah nih," ucap Serina, sambil menggeliat menggoda. "Tapi ini siang hari, gimana kalo ada yang liat?" tanya Erfan, dengan nada khawatir. "Cari tempat yang sepi, main dengan cepat," balas Serina, yang sudah tidak tahan, guanya sudah sangat gatal. Erfan mengangguk, dengan ekspresi penuh hasrat. Dia melajukan mobilnya dengan cepat, sambil mencari tempat yang sepi. Tidak lama, Erfan membelokkan mobilnya, ke sebuah jalan masuk hutan. Setelah melaju beberapa puluh meter, Erfan menghentikan mobilnya. "Di Sini aman kali," ucap Erfan, sambil melepas sabuk pengamannya. "Kal







