LOGINSalah mencintai gadis dan menikahi yang lain membuat mereka akhirnya bersandiwara, itu adalah pernikahan yang terjadi antara Devano Herdian dan Aluna Varetta. Bahkan mereka terus bersandiwara, sampai suatu hari Aluna hamil karena Devano sempat hampir depresi karena merasa dikhianati oleh Amanda, pulang mabuk dan dengan sengaja memaksa Aluna hingga mereka akhirnya bercinta. *** "Putra kita sudah hampir bersekolah, Aluna, kamu tidak pernah hamil lagi, ya?" Aluna menatap suaminya yang baru bertanya lalu tersenyum pelan. "Aku rutin minum obat kontrasepsi selama ini karena bagiku cukup hanya satu, kasihan dia nanti kalau misalnya hubungan sandiwara ini ketahuan. Dia akan sedih kalau tahu cinta orang tuanya selama ini ternyata palsu." Devano terkejut mendengar ucapan istrinya. Pernikahan Sandiwara, dia baru ingat dengan hal itu. Dia pikir hubungan mereka sudah berjalan dengan lebih baik, tanpa sandiwara. Namun nyatanya, sandiwara ini tetap terjadi. Pantas saja, Aluna sama sekali tak pernah mau merepotkan dan menuntut banyak padanya.
View MoreAluna keluar dari dalam ruangan meeting setelah semuanya selesai dbicarakan. Dia menatap Devano yang sedang melangkah di depannya, lalu mendengus pelan mengigat masalah yang terjadi hari ini disebabkan oleh manusia ini."Tolong tetap profesional, Tuan Devano," ucap Mahen, salah satu CEO yang lain saat mereka sedang berdekatan. "Apa maksudmu, Tuan Mahen?" Aluna berdiri dibelakang mereka, tersenyum kecil dan mendengarkan semuanya. "Saya tahu, bahkan semua orang di perusahaan ini juga tahu bagaimana hubunganmu dengan Amanda, tapi bukan berarti dia bisa bersikap seenaknya dan divisi mereka juga bisa bekerja sesuka hati. Ini perusahaan sementara Amanda hanyalah bagian dari staf penyuntingan project, tidak seharusnya wanita itu dibiarkan sesukanya dalam bekerja. Apalagi dia berada di divisi serius, harusnya dia dan tim lebih teliti lagi dlaam bekerja," ujar Mahen dan Aluna bisa melihat wajah Devano yang masam akibat teguran itu."Saya sama sekali tidak ada memberikan kemudahan untuknya.
Devano berhenti mengetuk pintu saat sudah terbuka dan menampilkan Aluna di sana. Mereka bersitatap sejenak, Devano menatap Aluna yang menatapnya tanpa ekspresi dengan gaun malam merah maroon yang terlihat seksi di tubuhnya yang terawat dan menarik. "Kenapa sampai mengunci pintu?" tanya Devano ketus, sambil mengalihkan pandangannya dari tubuh itu. Memang tubuh Aluna lebih seksi dan menarik daripada Amanda, wanita ini juga lebih cantik daripada Amanda. Tetapi Devano sudah lama menyukai Amanda, dia tidak peduli cantik atau tidak Yang penting dia suka. Dan dia tidak suka dengan Aluna, makanya tidak pernah mempedulikannya. "Kau tidak lihat ini sudah jam berapa?" tanya Aluna gantian, wajahnya terlihat tenang walau menahan kesal. "Sudah hampir jam 2 malam, sudah tidak ada siapa-siapa lagi yang bangun. Pelayan-pelayanku juga sudah tidur, aku sengaja menutup pintu dan menguncinya supaya tidak ada orang jahat masuk." Devano tak langsung menjawab, dia melangkah masuk ke dalam. "Ini rum
"Sudah selesai, kita langsung saja temui Bastian. Aku akan makan malam dengannya dulu, baru pulang dan langsung istirahat." Aluna berkata sambil memberikan berkas terakhir pada Leny. "Nona, tapi ada jadwal malam ini Anda dan Tuan akan makan malam di rumah keluarga Herdian. Apakah Anda tidak akan datang?" tanya Leny sambil mengikutinya yang sudah memakai tas dan berjalan keluar dari ruangan. Aluna menarik napas mendengarnya. Benar juga, ada janji makan malam yang akan dilakukan dengan keluarga pria itu. Aluna lupa karena memang tidak diberitahu Devano lagi tadi, tapi sepertinya ini sudah menjadi jadwal penting sampai Leny juga tahu. "Kutunggu di bawah, coba datangi ruangan Devano dan tanya padanya apakah jadi pergi atau tidak." Leny mengangguk paham, langsung melakukan pekerjaan yang diminta oleh Aluna. Sementara Aluna sendiri sedang menarik napas dan mengumpulkan kesabaran, datang ke kediaman keluarga Herdian hanya akan membuatnya bersandiwara sebagai istri pria itu. Ini bukanlah
Amanda terlihat menahan kesal mendengar ucapan Aluna, tapi tak ada yang dia katakan lagi melainkan langsung pergi meninggalkan mereka. "Menyebalkan sekali," ucap Bastian sambil mendengus. Aluna tersenyum pelan, lalu menyesap kopinya dah menarik napas dalam-dalam. "Entah kenapa melihatnya saja sudah membuatku muak," ujarnya sampai Bastian menatapnya. "Tapi aku tidak bisa membencinya juga, dia sepupuku walaupun jauh." "Kau bisa membencinya, bagiku dia bukan siapa-siapamu. Hanya wanita biasa yang karena dia hubunganmu dengan Devano juga tidak sebaik orang-orang pikir." Bastian berkata tanpa menyembunyikan rasa kesalnya pada Amanda. Aluna tersenyum dan menggeleng pelan. "Kenapa aku yang diperlakukan seperti ini tapi kau terlihat sangat keberatan? Devano itu laki-laki, kau tidak sepemikiran dengannya? Kalau misalnya suatu saat kau harus menikah dengan orang yang terpaksa kau nikahi sementara kau memiliki wanita lain yang kau cintai, apakah kau akan memperlakukan wanita yang kau ni
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.