LOGINShara baru membalas pesan Erfan setelah 2 jam pesan dari Erfan di kirim. Shara memberi tahu, jika acaranya di adakan malam hari. Erfan membalas, jika dia akan berangkat ke kota untuk menghadiri acara tersebut. Shara sangat senang, dia pun ingin Erfan menjemputnya, dia rumahnya nanti. Erfan tentu saja setuju, dengan permintaan Shara.===Sore hari tiba, Erfan melajukan mobilnya keluar dari Kampung Mawar. Erfan memakai mobil Lamborghini Veneno Roadster nya yang sudah lama tida dia pakai, semenjak memiliki mobil Lamborghini Urus.Karena Erfan menggunakan mobil sport nya itu, dia sampai di kota memakan waktu lebih lama.Sampai di kota, Erfan langsung pergi menuju rumah Shara, karena Shara mengirim lokasinya.Mobil Erfan masuk ke dalam sebuah kompleks, yang cukup mewah. Mungkin saja kompleks tersebut, adalah kompleks tempat orang kaya dari kota zau tinggal.Masuknya mobil sport mewah, menjadi pusat perhatian penghuni kompleks."Wow, ada Lamborghini masuk ke sini! apa ada yang memiliki
Saat di perjalanan pulang ke hotel, Erfan teringat jika dia memiliki janji ingin membelikan mobil untuk Geya, dan Erfan juga janji kepada Anne akan memberikan hadiah, Karena Anne sudah mengurus proyek pembangunan cabang perusahaan.Erfan pun pergi ke deler mobil tempat dia membeli mobil Lamborghini urus waktu itu.Sampai di sana, Erfan langsung di sambit oleh sales cantik, bernama Sania yang melayaninya dulu."Tuan muda, kita bertemu lagi," ucap Sania, nada bicara sangat genit."Iya nona, aku ingin membeli beberapa unit mobil," balas Erfan, sambil menyeringai nakal.Sania berdiri di hadapan Erfan, dia bertanya dengan nada menggoda."Mobil apa yang tuan muda inginkan?" "1 unit mobil BMW M2, 3 unit mobil BMW M4," balas Erfan. Erfan membeli BMW M2 untuk Geya, dan BMW M4, 1 unit untuk Anne, dan yang dua unit lagi untuk di pakai wanita lainnya, jika mereka ingin pergi menggunakan mobil.Mendengar itu Sania terkejut, tapi tidak lama ekspresinya berubah menjadi senang."Tuan muda, apa kamu
Karena dress yang Nyonya Gina pakai, memiliki kerah rendah, sehingga Erfan bisa melihat belahan dadanya yang begitu dalam, apa lagi dalam posisi Nyonya Gina membungkuk.Menyadari tatapan Erfan yang tertuju ke dadanya, senyuman nakal, terlukis di bibirnya."Silakan tuan muda, adanya kopi hitam, tidak ada kopi susu," ucap Nyonya Gina, sambil membusung dadanya, saat menyebutkan kata "Susu"Tenggorokan Erfan menjadi kering, melihat tindakan wanita dewasa itu."Apa wanita ini mencoba menggodaku," gumam Erfan di dalam hari. Tubuhnya mulai memanas, tapi dia berusaha menahannya."Wanita ini sangat menarik," gumam Erfan, matanya terus menelusuri tubuh Nyonya Gina.Nyonya Gina tersenyum menggoda, dia berbalik pergi mengambil dokumen di meja kantornya lalu kembali. Nyonya Gina duduk di samping Erfan, jaraknya begitu dekat dengan Erfan, sampai Erfan bisa mencium aroma wanita tubuh wanita itu."Tuan muda, ini dokumennya," ucap Nyonya Gina, dengan nada suara menggoda, sambil meletakkan dokumen itu
Tuan Tanji ragu-ragu sejenak, lalu dia memutuskan untuk berbicara."Tuan muda, apa anda berminat berinvestasi lagi, ke bisnis keluarga saya yang lain?" tanya Tuan Tanji, dengan ragu.Erfan mengalihkan pandangannya kepada Tuan Tanji, lalu menjawab."Tergantung bisnis apa dulu itu," "Bisnis tersebut adalah bisnis perhiasan, Ibu Reza yang menjalankannya. Aku memiliki rencana, untuk memperbesar bisnis perhiasan tersebut," ucap Tuan Tanji."Bisnis perhiasan yah," ucap Erfan, mengangguk-angguk kan kepalanya, sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya."Tuan muda tidak perlu khawatir, bisnis perhiasan sangat stabil, apalagi semakin hari harga perhiasan semakin tinggi," ucap Tuan Tanji."Benar tuan muda, bisnis perhiasan yang saya jalankan keuntungannya cukup tinggi dan terus meningkat," sahut Nyonya Gina, Ibu Reza.Erfan menatap Nyonya Gina dan Tuan Tanji, lalu bertanya dengan dengan ekspresi serius."Seberapa besar dana yang kalian inginkan?" "Tidak ada batas tuan muda, semakin besar sem
Setelah Frisa tidur pulas, Erfan pergi ke kamar tempat para wanita lainnya berada. Saat di masuk ke dalam kamar, matanya langsung berbinar. Dia melihat para wanita sedang duduk di atas kasur, mereka sudah menggunakan pakaian tidur seksi tembus pandang, memperlihatkan lekuk tubuh menggoda itu samar-samar."Sayang, sini!" ucap Serina, dengan nada lembut, tapi seringai nakalnya nya itu, benar-benar membuat Erfan kepanasan.Erfan melangkah maju, matanya masih menatap lurus tubuh para wanita. Setelah sampai di sisi kasur, para wanita itu langsung menariknya, mereka pun mengerumuni Erfan.Permainan panas pun terjadi, suara erangan dan benturan kulit bergema di dalam kamar. Erfan tidak gentar, walau harus bermain dengan banyak wanita, dia terus bekerja keras untuk memuaskan satu persatu wanita.====Pagi hari tiba. Erfan dan para wanita bersiap-siap pergi ke tempat wisata selanjutnya. Terlihat wajah para wanita sangat segar, tapi tidak dengan Erfan.Malam tadi Erfan benar-benar di peras o
Hari pun semakin larut, Erfan dan para wanita kembali ke hotel.Erfan masuk ke dalam kamar hotel, tapi wanita yang mengikutinya hanyalah Frisa."Fris, yang lainnya gak ikut ke kamar ini?" tanya Erfan santai, sambil duduk di atas kasur.Frisa duduk di pangkuan Erfan sambil menjawab."Para bibi menyuruhku menemani kakak," Erfan langsung mengerti, jika Frisa ingin tidur dengannya."Apa kamu sudah siap?" tanya Erfan, sambil tersenyum nakal. Tangannya melingkar pinggang sempit wanita itu.Frisa melingkarkan tangannya di leher Erfan, lalu menjawab dengan nada penuh godaan."Tentu saja, aku siap! aku udah belajar banyak gerakan loh,""Bagus," ucap Erfan, tanpa membuang waktu, dia langsung mencium bibir Frisa dengan ganas. Frisa menanggapi ciuman Erfan tidak kalah ganas.Tangan Erfan menggerayangi tubuh Frisa, lalu berhenti di dada besar wanita muda itu, Erfan pun meremasnya dengan keras.Bibir mereka terpisah, suara desahan indah keluar dari mulut Frisa."Ahh...enak kak! lebih keras kak," u







