LOGIN"Identitas? Identitas apa?" tanya Tante Yurike. "Sebenarnya, beberapa tahu lalu aku adalah seorang pembunuh top dunia. Julukanku, mawar berdarah," ucap Jessy. Mendengar kata "pembunuh" semua wanita tersentak kaget. Tante Yurike dan Nyonya Kartika lah yang paling kaget, karena mereka tahu jelas apa itu "pembunuh top dunia." "Ja-jadi... kamu itu... mawar berdarah... yang selama ini... me-menduduki peringkat nomor 1 pembunuh top?" ujar Tante Yurike dengan nada terbata-bata. "Iya, itu memang aku," balas Jessy. Nyonya Kartika menghela nafas panjang, berusah menenangkan hatinya yang kacau. "Jessy, kamu kenapa bisa berakhir di sini?" tanya Nyonya Kartika. "Aku sudah muak membunuh. Aku mau menghabiskan sisa hidupku seperti wanita biasa. Punya suami, punya anak, membangun keluarga kecil yang bahagia. Jadi aku memutuskan untuk bersembunyi di kota ini. Setelah aku ketemu mantan suamiku itu, akhirnya aku berakhir di kampung ini," balas Jessy. Semua wanita mengangguk paham. Setela
"Aku mau yang paling cantik!" ucap salah satu pria sambil menunjuk Dewi. "Tiga wanita muda itu bagus juga," ucap pria yang masih agak muda, sambil menunjuk Diva, Tesa, dan Frisa. "Yurike buat aku. Aku juga mau yang itu!" ucap pria bertubuh agak besar sambil menunjuk Susan dan Sandra. "Jangan biarkan mereka bunuh diri!" ucap pria tua. Para wanita Erfan semakin ketakutan, mereka gak takut mati, api mereka gak mau sebelum mati di tiduri para pria itu. Saat para pria sedang sibuk memilih, tiba-tiba salah satu pria Erfan berkata. "Aku menyerah! Aku bakal jadi wanita kalian, kalian jangan bunuh aku yah." Mata semua wanita Erfan tertuju ke wanita itu. "Jessy... apa maksudmu!" teriak Dewi dengan nada penuh amarah. "Kak Jessy... kamu mau khianati Erfan! Aku gak nyangka kamu seperti itu!" teriak Shara. Jessy diam, tak menjawab perkataan para wanita itu. Ekspresinya tampak senang, tak beriak sama sekali. "Gak ada pilihan lain," ucap Jessy di dalam hatinya. "Jessy... kau sungguh men
Dua mobil yang lolos sudah tiba di pintu masuk kampung. Namun kedua mobil itu terpaksa berhenti, karena ada 4 orang pria berdiri menghalangi jalan."Hmm... kalian berlima lawan mereka! Kita yang mengurus para wanita itu," ucap pria di mobil yang pertama alat komunikasi."Baik!" terdengar suara belasan dari alat komunikasi tersebut.Lima pria yang ada di mobil belakang turun, lalu menyerang ke empat pria bawahan Erfan.Terlihat kelima pria itu tampak kuat, bahkan bawahan Erfan hanya bisa imbang melawan mereka. Jika kelima lagi ikut menyerang, kemungkinan besar bawahan Erfan akan kalah.Mobil yang pertama melaju masuk ke dalam kampung."Sialan! Bagaimana ini! Para Nona pasti celaka," teriak pria berambut keriting dengan panik."Mau bagaimana lagi, para sialan ini ternyata sangat kuat!" balas pria bertato naga di wajahnya dengan ekspresi sangat muram."Kita harus cepat habisi mereka, siapa tahu masih bisa menyelamatkan para Nona," ucap pria yang sudah agak tua. Ekspresi pria itu tampak t
Di malam hari, pas di jam tengah malam. Terlihat belasan mobil sedan hitam melaju di jalanan pedesaan."Ternyata ini tempat Tuan Muda Erfan bersembunyi selama ini," ucap seorang pria berpakaian serba hitam yang ada di dalam salah satu mobil sedan tersebut."Hati-hati, jangan sampai lengah! Di sini pasti sudah di jaga ketat," ucap pria di sampingnya.Tak lama setelah pria itu berbicara, terlihat puluhan pria berdiri menghadang jalan. "Hmm... sulit banget bersembunyi dari mereka. Aku kira mereka berjaga di sekitar vilanya," ucap pria berpakaian hitam itu.DOR... DOR... DORTerdengar suara tembakan di luar."Hati-hati!" ucap salah satu pria berpakaian hitam, sambil menunduk.PRAKK... PRAKK... PRAKKKaca mobil itu hancur oleh beberapa peluru sniper."Sialan, ayo cepat keluar! Jangan sampai mati di sini," ucap salah satu pria dengan panik.Semua pria berpakaian hitam di dalam belasan mobil itu keluar dari mobil.Para pria yang menghadang mereka menatap tajam. Aura mereka semua tampak sang
"Tenang saja, sepertinya mereka belum memata-matai sampai ke bagian paling dalam," ucap Erfan. "Semoga saja begitu! Kalau sampai mereka tahu bagian paling dalam, itu sangat berbahaya!" balas Tuan Surya. "Tuan Muda, anda dapat informasi ini sari siapa?" tanya seorang wanita dewasa yang cukup cantik. "Dari si bodoh Tuan Muda Wings itu. Aku banyak mengorek informasi dari dia. Bukan cuma mata-mata, aku juga dapat banyak informasi tentang keburukan Keluarga Wings!" ucap Erfan. "Benarkah?" tanya Tuan Surya dengan serius. "Tuan Muda coba ceritakan, apa saja keburukan yang pernah mereka lakukan," ucap seorang pria. Erfan menceritakan semua informasi yang dia dapatkan dari Tuan Muda Wings. Tak hanya menceritakan, dia juga memberikan bukti rekaman yang dia ambil. Setelah selesai mendengar, semua orang tampak sangat geram. "Sialan! Ternyata mereka yang memberikan akses narkotika di Ibu Kota. Mereka sangat pandai bersembunyi dari kita," ucap seorang pria tua. "Aku gak nyangka, ternyata K
Keesokan paginya, Erfan pergi memberitahu ayahnya tentang informasi yang dia dapatkan dari Tuan Muda Wings, serta informasi mata-mata yang dikirim oleh Keluarga Wings.Setelah mendengar itu, Tuan Wijaya tak tinggal diam lagi. Dia langsung pergi ke kantor pusat Keluarga Purnama, untuk menyelesaikan para tikus itu. Sebelum pergi, Tuan Wijaya berpesan, kalau nanti siang, Erfan harus pergi bersamanya ke istana pemimpin negara untuk mendiskusikan masalah Keluarga Purnama.===Di sebuah ruang mewah tampak seorang pria paruh baya duduk di kursi pemimpin. Di sisi kanan dan kirinya, duduk beberapa pria dan wanita."Ku dengar, bocah Erfan itu ada di ibu kota," ucap pria paruh baya itu dengan nada sinis."Iya ayah. Kalau kata berita sih, kemarin malem dia muncul di Club miliknya," balas seorang pria dewasa."Hmm... kalian ada yang tahu gak, dia pulang ke sini bawa para wanitanya, atau nggak?" tanya pria paruh baya itu."Nggak! Menurut informasi, dia pulang ke ibu kota sama ayahnya. Nyonya Kartik
"Sayang, malam ini aku tidur sama kamu yah!" ucap Yesi, karena malam ini gilirannya.Erfan tersenyum, lalu menarik gadis cantik dan seksi itu ke pangkuannya."Malam ini giliranmu kan?" goda Erfan."Iya. Kau sudah menahannya, kamu harus membuatku puas!" balas Yesi dengan tegas."Tentu saja, aku akan
Tuan Gubernur mendekat ke Erfan. "Tuan Muda, anda dan putri saya...serius memiliki hubungan?" tanyanya dengan canggung. "Ayah, kenapa kamu bayak bertanya! tentu saja benar!" Diva menyela dengan kesal. "Gadis nakal, diam!" tegur Tuan Gubernur. "Itu benar! di masa depan anda tidak perlu sungk
Tiba-tiba di luar, terdengar Sirene mobil polisi. Beberapa polisi langsung menyerbu masuk ke dalam rumah Wandi yang semakin membuat ketakutan Lusi.Para warga kampung tersebut, berdatangan, termasuk keluarga Lusi, karena mereka di beri tahu oleh warga, ada polisi yang mencari Wandi. "Sialan, lepas
Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu