Home / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 305 Di Layani Ibu Dan Anak++

Share

Bab 305 Di Layani Ibu Dan Anak++

Author: Tristar
last update publish date: 2026-03-09 12:00:00

"Apa kalian puas?" tanya Erfan kepada kedua wanita itu.

Bu Sandra dan Geya mengangguk, tanda mereka puas dengan tindakan Erfan.

"Mereka pantas, mendapatkan itu!" ucap Geya dengan nada kesal.

"Orang seperti mereka, gak hidup enak," tambah Bu Sandra.

"Oke. Sekarang masalah sudah selesai. Kalian lupakan masalah ini, hiduplah dengan baik di masa depan," ucap Erfan dengan bijaksana.

Bu Sandra dan Geya mengangguk. Senyuman cerah terlukis di wajah me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 483 Viona Sangat Menyedihkan

    Erfan yang belum puas, kembali menerjang suami Viona. Dia menjambak rambut pria itu, lalu menghantamkan wajah pria itu ke tanah. BUGHH... BUGHH... "A-ampun... arghh... sakit... arghh..." teriakan memilukan keluar dari mulut pria itu. "Bajingan! Ini hukuman untuk orang yang berani mengambil wanitaku secara paksa!" teriak Erfan sambil terus menghantamkan wajah pria itu. Terlihat, darah segar sudah melumuri wajah pria itu. Bahkan, darah itu mengucur cukup deras. Viona tersandar dari keterkejutannya. Terlihat, mata wanita itu perlahan memerah. Air mata pun akhirnya menetes keluar. "Erfan... apa kamu... mau balas dendam lagi sama aku. Kamu belum cukup membuatku se menderita ini," ucap Viona dengan nada penuh kesedihan. Mendengar ucapan Viona. Erfan berhenti memukuli pria itu. Dia bangkit, lalu menatap ke arah Viona. Melihat dengan jelas wanita yang tampak sangat lusuh itu. Mata Erfan sedikit memerah. Erfan melangkah menghampiri Viona. Viona tak berusaha menghindar sama sekali. D

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 482 Hajar!

    Melihat penampilan wanita itu, Erfan merasa sangat sakit hati. Wanita yang dulu memukau, kini benar-benar sudah kehilangan sinarnya. Erfan hanya diam seperti patung, sambil menatap lurus ke arah Viona. Viona tak menyadari, keramaian di tempat Erfan. Karena hari sudah mulai gelap, kebetulan di tempat Erfan berada, sangat minim penerangan. "Bro... bro... kenapa diam saja! Ayo kita samperin Viona!" ajak Remon sambil menggoyang-goyangkan tangan Erfan. Erfan tersadar. "Ayo kita ke sana!" ucap Erfan. Saat dia hendak melangkahkan kakinya, dia melihat seorang pria melangkah cepat mengikuti Viona dari belakang. "Tuan Muda, itu suaminya!" ucap bawahan Erfan sambil menunjuk pria itu. "Oh... ternyata dia," ucap Erfan dengan suara dingin. Sorot matanya tampak menajam. "Sialan, dia sebagai pria malah membiarkan wanita mendorong gerobak!" geram Derix dengan ekspresi penuh amarah. "Pria seperti itu, harus di hajar sampai mampus!" geram Remon. "Ayo! Cepat kita ke sana Bro!" teman dan bawahan

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 481 Viona!

    Remon dan beberapa orang lainnya, melangkah pergi ke tempat para pedagang itu. Melihat itu, para pedagang dan pengujung, menjadi sedikit panik. Namun, mereka semua tidak ada yang pergi, karena takut di sangka yang tidak-tidak. Saat Remon dan yang lainnya sudah dekat, mereka melemparkan senyuman tipis ke arah para pengujung dan pedagang itu. Melihat keramahan kelompok Remon, mereka menjadi tenang. Remon menghampiri gerobak yang menjual bakso. "Tuan, tolong bikinkan 5 porsi bakso yang paling enak di sini!" ucap Remon dengan nada hangat. "Ba-baik Tuan Muda!" balas pria penjual bakso dengan nada kaku. "Mau di makan di sini, atau di bungkus?" tanya pria itu. "Makan di sana saja!" Remon menunjuk tempat mobil di parkir. "Baik Tuan Muda," pria itu mengangguk. Kemudian, dia buru-buru membuat pesanan Remon. Para Tuan Muda itu, satu persatu pergi ke tempat pedagang makanan yang mereka menikmati. "Nyonya... di sini jual apa?" tanya Dean sambil melihat lihat deretan daftar menu yang di p

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 480 Pinggiran Kota

    Singkat cerita, keesokan harinya. Di sore hari, Erfan beserta teman pria dan beberapa bawahannya pria, sedang menuju ke tempat Viona berada. Bawahan Erfan yang dulu di tugaskan Erfan untuk mencari tahu kebenaran tentang Viona, di suruh menunjukkan jalan oleh Erfan. Karena, hanya orang itulah ~ yang tahu persis di mana Viona tinggal dan di mana Viona berjualan. Deretan mobil sport, melesat ke arah pinggiran kota. Pemandangan tersebut, tentu saja menjadi pusat perhatian para pengendara lainnya. "Kenapa para orang kaya itu melaju ke arah pinggiran kota, ada hal besar apa di sana?" ucap salah satu pengendara dengan ekspresi heran. "Mungkin mereka cuma jalan-jalan," balas orang yang duduk di kursi penumpang. Setelah menghabiskan waktu lebih sari 30 menit, kelompok Erfan ~ akhirnya sampai di tempat tujuan. "Benar ini tempatnya?" tanya Erfan sambil melirik pria yang duduk di kursi penumpang. "Benar Tuan Muda. Nona Viona suka berjualan di daerah sini!" balas pria itu. Di tempat ters

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 479 Monica Punya Ciri Sama Seperti Jessy

    Monica memeluk leher Erfan, membenamkannya wajahnya di leher pria itu. Dia tidak langsung menggerakkan pinggulnya, karena dia ingin menikmati sensasi penyatuan dengan Erfan, yang sudah lama tidak dia rasakan. "Tuan Muda, kalau aku gak jadi wanita resmi mu, apa kamu bakalan terus berhubungan seperti ini sama aku?" tanya Monica. "Mungkin nggak! Setelah aku menikahi semu wanita resmi ku, aku bakalan berhenti melakukan hubungan gelap," balas Erfan dengan nada santai. Mendengar itu, Monica merasa sangat bingung. Dia tidak rela mengakhiri hubungan dengan Erfan, dia juga merasa sangat berat, jika harus meninggalkan suaminya. "Siapa yang harus aku pilih?" itulah yang terus di pertanyakan Monica di benaknya. "Ahh... sudahlah, lupakan saja dulu. Aku pikirkan lagi nanti," ucap Monica. Dia melonggarkan pelukannya, lalu pinggangnya mulai dia gerakkan naik turun. "Ahhh... ahh... aku mulai," ucap Monica sambil menatap Erfan dengan tatapan panas. "Silakan! Keluarkan goyangan terbaikmu, sayang!

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 478 Kerinduan Rindu Bercinta

    Erfan menjilati seluruh permukaan apem itu. Setelah itu, dia fokus menjilati titik paling sensitif di sana. Tak hanya cukup menjilat, Erfan pun menambahkan hadirnya untuk memainkan apem wanita itu. Dua jari tangan Erfan masuk ke dalam, lalu bergerak maju mundur di sana. "Ahh... ahh... enak banget, ahh... terus... jangan berhenti," Monica tampak semakin liar karena kenikmatan yang di rasakannya. Suara becek, di hasilkan dari permainan Erfan. Suara-suara itu menjadi dorongan tersendiri, untuk meningkatkan hasrat bercinta. Di bawah permainan Erfan, Monica tak bisa bertahan lama. Hanya beberapa menit singkat, dia sudah mencapai puncaknya. "Tuan Muda... aku keluar!" teriak Monica dengan tubuh yang menegang hebat, kepala mendongak, dan matanya tang terpejam rapat. Bersamaan dengan Erfan yang menarik wajahnya ~ cairan hangat menyembur deras dari apem wanita itu. Karena posisi yang belum jauh, cairan itu menyiram telak wajah Erfan. "Ahh... ahh, nikmat banget... aku sangat rindu kenikma

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 196 Memikat Dosen Cantik!

    Tuan Gubernur mendekat ke Erfan. "Tuan Muda, anda dan putri saya...serius memiliki hubungan?" tanyanya dengan canggung. "Ayah, kenapa kamu bayak bertanya! tentu saja benar!" Diva menyela dengan kesal. "Gadis nakal, diam!" tegur Tuan Gubernur. "Itu benar! di masa depan anda tidak perlu sungk

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 85 Kenikmatan Desi

    Di dalam kamar, Desi melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan berani. "Tuan muda, kamu harus melepas semua pakaian mu!" ucap Desi, dengan nada menggoda. Erfan menyeringai nakal, dia sudah yakin, pasti akhirnya akan berakhir di ranjang kenikmatan. "Kalo gitu buka saja!" balas Erfan, tanpa ra

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 74 Hukuman Wandi

    Tiba-tiba di luar, terdengar Sirene mobil polisi. Beberapa polisi langsung menyerbu masuk ke dalam rumah Wandi yang semakin membuat ketakutan Lusi.Para warga kampung tersebut, berdatangan, termasuk keluarga Lusi, karena mereka di beri tahu oleh warga, ada polisi yang mencari Wandi. "Sialan, lepas

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

    Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status