Accueil / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 360 Emily Pamer

Partager

Bab 360 Emily Pamer

Auteur: Tristar
last update Date de publication: 2026-04-04 14:48:26

"Sayang, kamu boros banget sih. Mobil kayak gitu pasti mahal," ujar Bu Susan dengan nada tak berdaya.

"Gak apa-apa, yang penting kalian suka, masalah uang gak masalah sama sekali," balas Erfan dengan nada santai.

Bu Susan hanya bisa menghela nafas.

Walau dia merasa enggan saat Erfan menghamburkan uang untuk membeli hal seperti itu, dia diam-diam senang karena Erfan selalu berusaha agar wanitanya bahagia.

Sementara itu, Bu Dita merasa semakin iri.

"Huh, andai saja aku wanitanya. Past
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 487 Anggap Kalian Lagi Gak Beruntung

    Beberapa saat kemudian, Erfan sampai di sebuah bangunan tinggi, yang terlihat dari luar tampak terbengkalai. Namun, saat Erfan masuk ke dalam, terlihat di dalam bangunan itu banyak sekali orang.Saat melihat Erfan, orang-orang itu langsung menyapanya dengan hormat."Tuan Muda," ucap mereka serentak."Gak perlu begitu sopan!" balas Erfan sambilmelambaikan tangannya."Tuan Muda, para bajingan itu sudah di tempat eksekusi," ucap seorang pria bertubuh tinggi kekar."Oke. Remon sama yang lainnya ada di sini?" tanya Erfan."Mereka semua ada di sana, lagi minum-minum," balas pria itu.Erfan mengangguk, lalu dia melangkah pergi ke ruangan yang di maksud pria kekar tadi.Setibanya di sana, terlihat belasan orang yang sedang berlutut, dengan tubuh yang di ikat kuat. Semua orang itu tampak menyedihkan, dengan luka memar yang memenuhi wajah mereka.Dari semua orang itu, terus meronta dan berteriak meminta di lepaskan."Apa maksudnya ini? Aku gak pernah menyinggung kalian, kenapa kalian melakukan

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 486 Banyak Jejak Pria Lain

    "Anak aku? Kok bisa?" teriak Erfan dengan ekspresi penuh keterkejutan. "Aku lebih sering bercinta sama kamu. Lagi pula, pas si bajingan itu meniduriku, cuma dua kali dia mengeluarkannya di dalam. Jadi... anak di kandunganku itu, sudah pasti anak kamu," balas Viona. Erfan mematung, saking terkejutnya. "Maaf, Fan... aku gak menjaga baik kandunganku. Gara-gara jatuh, aku keguguran," ucap Viona dengan air mata yang menetes keluar dari sudut matanya. Erfan menghela nafas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang kacau itu. "Ini semua gara-gara si bajingan itu! Kalau bukan gara-gara dia, aku gak bakalan kehilangan anakku!" gumam Erfan di dalam hatinya. "Lihat saja... kau pasti menderita di tanganku!" Erfan menghapus air mata di sudut mata Viona. "Sudah... gak apa-apa! Semua sudah terjadi. Di masa depan, kamu juga pasti bisa mengandung lagi anakku." Viona mengangguk pelan. "Besok, aku antar kamu ke rumah sakit. Kamu harus periksa kesehatan tubuhmu. Selain bekas para bajingan itu ~ y

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 485 Bawa Viona Pulang

    Setibanya di rumah, Viona menatap seisi rumah Erfan dengan tatapan linglung. Dia masih merasa seperti bermimpi, bisa melihat rumah itu lagi. Tuan Wijaya yang kebetulan sedang duduk di di ruang keluarga bersama beberapa bawahannya, langsung bangkit saat melihat Erfan membawa Viona. Erfan menatap Tuan Wijaya. "Ayah sialan, aku berhasil bawa menantumu kembali," ucap Erfan dengan nada arogan seperti biasanya. Melihat Viona, Tuan Wijaya buru-buru melangkah menghampiri. "Baguslah... baguslah, kau berhasil bawa dia pulang," ucap Tuan Wijaya dengan ekspresi penuh syukur. Melihat pria tua itu, Viona buru-buru menyapanya dengan hormat, namun sedikit gugup. "Tu-Tuan." "Viona... maafkan pria tua ini! Gara-gara saya gak menyelidiki lebih dalam masalahmu, kamu jadi menderita," ucap Tuan Wijaya dengan nada meminta maaf. "Tuan, kamu tidak salah. Saya sendiri yang salah. Saya yang memendam masalah s

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 484 Tanpa Ampun

    Beberapa menit kemudian, bawahan Erfan yang pergi menangkap keluar suami Viona dan keluarga Viona kembali. Masing-masing menyeret satu orang. Terlihat, ada 5 pria dan 4 wanita. "Lepaskan! Kalian siapa... mau apa kalian!" orang-orang itu tampak terus memberontak. BUGHH! Bawahan Erfan memukul orang itu. "Diam kau bajingan!" Saat seorang pria paruh baya melihat ke arah suami Viona, pria itu langsung berteriak histeris. "Rizal... itu kamu!" teriaknya. Semua orang yang di seret pun menatap ke arah suami Viona yang bernama Rizal itu, dengan ekspresi penuh keterkejutan. "A-ayah!" Rizal berkata pelan. "Akhirnya kalian sampai!" ucap Erfan sambil menatap orang-orang yang di seret itu. Saat keluarga Rizal dan keluarga Viona melihat Erfan yang sedang memeluk Viona, mereka semua langsung memucat. Jelas, kalau mereka langsung mengenali so

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 483 Viona Sangat Menyedihkan

    Erfan yang belum puas, kembali menerjang suami Viona. Dia menjambak rambut pria itu, lalu menghantamkan wajah pria itu ke tanah. BUGHH... BUGHH... "A-ampun... arghh... sakit... arghh..." teriakan memilukan keluar dari mulut pria itu. "Bajingan! Ini hukuman untuk orang yang berani mengambil wanitaku secara paksa!" teriak Erfan sambil terus menghantamkan wajah pria itu. Terlihat, darah segar sudah melumuri wajah pria itu. Bahkan, darah itu mengucur cukup deras. Viona tersandar dari keterkejutannya. Terlihat, mata wanita itu perlahan memerah. Air mata pun akhirnya menetes keluar. "Erfan... apa kamu... mau balas dendam lagi sama aku. Kamu belum cukup membuatku se menderita ini," ucap Viona dengan nada penuh kesedihan. Mendengar ucapan Viona. Erfan berhenti memukuli pria itu. Dia bangkit, lalu menatap ke arah Viona. Melihat dengan jelas wanita yang tampak sangat lusuh itu. Mata Erfan sedikit memerah. Erfan melangkah menghampiri Viona. Viona tak berusaha menghindar sama sekali. D

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 482 Hajar!

    Melihat penampilan wanita itu, Erfan merasa sangat sakit hati. Wanita yang dulu memukau, kini benar-benar sudah kehilangan sinarnya. Erfan hanya diam seperti patung, sambil menatap lurus ke arah Viona. Viona tak menyadari, keramaian di tempat Erfan. Karena hari sudah mulai gelap, kebetulan di tempat Erfan berada, sangat minim penerangan. "Bro... bro... kenapa diam saja! Ayo kita samperin Viona!" ajak Remon sambil menggoyang-goyangkan tangan Erfan. Erfan tersadar. "Ayo kita ke sana!" ucap Erfan. Saat dia hendak melangkahkan kakinya, dia melihat seorang pria melangkah cepat mengikuti Viona dari belakang. "Tuan Muda, itu suaminya!" ucap bawahan Erfan sambil menunjuk pria itu. "Oh... ternyata dia," ucap Erfan dengan suara dingin. Sorot matanya tampak menajam. "Sialan, dia sebagai pria malah membiarkan wanita mendorong gerobak!" geram Derix dengan ekspresi penuh amarah. "Pria seperti itu, harus di hajar sampai mampus!" geram Remon. "Ayo! Cepat kita ke sana Bro!" teman dan bawahan

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 196 Memikat Dosen Cantik!

    Tuan Gubernur mendekat ke Erfan. "Tuan Muda, anda dan putri saya...serius memiliki hubungan?" tanyanya dengan canggung. "Ayah, kenapa kamu bayak bertanya! tentu saja benar!" Diva menyela dengan kesal. "Gadis nakal, diam!" tegur Tuan Gubernur. "Itu benar! di masa depan anda tidak perlu sungk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 85 Kenikmatan Desi

    Di dalam kamar, Desi melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan berani. "Tuan muda, kamu harus melepas semua pakaian mu!" ucap Desi, dengan nada menggoda. Erfan menyeringai nakal, dia sudah yakin, pasti akhirnya akan berakhir di ranjang kenikmatan. "Kalo gitu buka saja!" balas Erfan, tanpa ra

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 74 Hukuman Wandi

    Tiba-tiba di luar, terdengar Sirene mobil polisi. Beberapa polisi langsung menyerbu masuk ke dalam rumah Wandi yang semakin membuat ketakutan Lusi.Para warga kampung tersebut, berdatangan, termasuk keluarga Lusi, karena mereka di beri tahu oleh warga, ada polisi yang mencari Wandi. "Sialan, lepas

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

    Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status