Home / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 359 Cukup Dua Ronde

Share

Bab 359 Cukup Dua Ronde

Author: Tristar
last update publish date: 2026-04-03 21:06:30

Emily tak ingin membuang waktu, dia langsung saja bergoyang.

Baru saja di goyang, Erfan sudah bisa merasakan rasa nikmat dari goyangan itu.

"Emm... ahhh, goyanganmu... terasa nikmat, ahh..." ucap Erfan dengan nada penuh kenikmatan.

"Ahhh... ahhh, Ini baru awal, Tuan Muda. Aku... aku akan mengeluarkan semua keterampilanku," balas Emily dengan nada genit, sambil terus meningkatkan keterampilan goyangannya.

Benar saja, semakin lama, keterampilan goyangan wanita itu semakin lincah. Rasa yang di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 360 Emily Pamer

    "Sayang, kamu boros banget sih. Mobil kayak gitu pasti mahal," ujar Bu Susan dengan nada tak berdaya. "Gak apa-apa, yang penting kalian suka, masalah uang gak masalah sama sekali," balas Erfan dengan nada santai. Bu Susan hanya bisa menghela nafas. Walau dia merasa enggan saat Erfan menghamburkan uang untuk membeli hal seperti itu, dia diam-diam senang karena Erfan selalu berusaha agar wanitanya bahagia. Sementara itu, Bu Dita merasa semakin iri. "Huh, andai saja aku wanitanya. Pasti aku pun dapat bagian," gumamnya di dalam hati. Karena rasa iri nya itu, dan juga dia telah memiliki perasaan kepada Erfan, rasa cinta kepada suaminya pun mulai memudar. === Di sisi lain, tampak Inka masuk ke ruangan yang tadi di jadikan tempat bercinta oleh Erfan dan Emily. Karena Emily tak kunjung keluar dari ruangan tersebut.Saat di melihat kondisi Emily, matanya membelalak. Emily belum membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa permainannya bersama Erfan tadi. Tubuhnya masih polos tanpa pak

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 359 Cukup Dua Ronde

    Emily tak ingin membuang waktu, dia langsung saja bergoyang. Baru saja di goyang, Erfan sudah bisa merasakan rasa nikmat dari goyangan itu. "Emm... ahhh, goyanganmu... terasa nikmat, ahh..." ucap Erfan dengan nada penuh kenikmatan. "Ahhh... ahhh, Ini baru awal, Tuan Muda. Aku... aku akan mengeluarkan semua keterampilanku," balas Emily dengan nada genit, sambil terus meningkatkan keterampilan goyangannya. Benar saja, semakin lama, keterampilan goyangan wanita itu semakin lincah. Rasa yang di rasakan Erfan pun terasa semakin nikmat. Erfan berpikir, jika Emily di bandingkan dengan para wanitanya, Emily tak kalah sama sekali dalam keterampilan goyangannya ini. Bahkan, wajah dan bentuk tubuh, tak kalah dari beberapa wanita Erfan. === Di luar ruangan tempat Erfan dan Emily bercinta. Tampak Inka berdiri di sana, dengan wajah merah, dan mata sayu. "Ahhh... ahhh, terus... enak banget, ahh..." desah Erfan. "Tuan... batangmu sangat nikmat, ahh..." desah Emily. Suara-suara menggairahkan

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 358 Jangan Di Dalam!

    Erfan bergerak cepat, merebahkan wanita itu di sofa, lalu menekannya. "Nona, kamu sangat cantik... tapi kenapa mau tidur dengan banyak pria? Apa kamu hyper, atau terpaksa?" tanya Erfan, sambil menggesekkan ujung batangnya di apem wanita itu. "Emmm... ahhh, aku... terpaksa! Tapi itu semua... demi uang," balas Emily terus terang. "Yang penting semua kebutuhan terpenuhi, aku rela melakukan apapun." Erfan mengangguk mengerti. Memang tak sedikit wanita seperti Emily, yang rela menjual tubuhnya demi uang. Bahkan, awalnya beberapa wanita Erfan pun begitu."Aku masukin, yah," ucap Erfan, sambil menekan masuk batangnya ke apem wanita itu."Ahhh..."Desahan panjang keluar dari mulut Emily, dan tubuhnya tampak menegang, ketika dia merasakan batang besar itu merasuk masuk ke dalam tubuhnya."Ahhh... Tuan Muda... batangmu... besar banget, ahh... terasa sesak di dalam milikku," ucap Emily dengan suara berat, tertahan."Wajar saja... milikmu belum pernah di masuki batang sebesar milikku. Jadi ma

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 357 Emily, Sales Menggoda

    Beberapa menit kemudian, pembelian 20 unit mobil Porsche telah selesai. "Tuan Muda, semuanya sudah selesai. Jadi kita bisa mulai," ucap Emily, sambil duduk di pangkuan Erfan. Tangannya di lingkarkan di leher Erfan, sikapnya itu tampak sangat menggoda. Erfan melirik Inka yang masih duduk di sampingnya. "Apa kamu mau menonton?" tanya Erfan dengan nada main-main. Inka bangkit berdiri, raut wajahnya sedikit cemberut. "Tuan Muda, jangan lupa! Kalau Tuan Muda ke Kota Hua, Tuan Muda harus mengabariku," ucap Inka dengan tegas. "Hey, ini seperti aku yang punya hutang kepadanya. Padahal dia lah yang punya hutang tubuh kepadaku," gumam Erfan di dalam hati dengan nada heran. Pada akhirnya, Erfan mengangguk kepalanya sebagian jawaban. Inka menyunggingkan senyuman menggoda, sambil mengangkat rok mini nya dengan jarinya ke atas. Sampai, Erfan bisa melihat jelas, CD renda ungu yang di kenakan wanita itu. Karena CD itu sangat tipis, Erfan bisa melihat samar-samar belahan apem serta bentuk ape

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 356 Dua Sales Menggoda

    Beberapa saat kemudian, mereka tiba di dealer mobil. Erfan mengajak para wanita itu untuk masuk, namun mereka memilih tetap menunggu di dalam mobil, karena Bu Dita enggan ikut masuk. Pada akhirnya, Erfan masuk seorang diri ke dalam dealer tersebut. Sesampainya di dalam dealer, Erfan langsung disambut oleh dua sales wanita berpenampilan menarik. Namun, di antara mereka, dia tak melihat Sania ~ sales yang biasanya melayaninya. Kedua sales yang menghampiri Erfan tampak jelas sudah mengenalnya. "Selamat datang Tuan Muda, ada yang bisa kami bantu," ucap sales wanita berambut coklat. "Saya ingin membeli mobil Porsche 20 unit, apa dealer ini biasa menyediakannya?" tanya Erfan tanpa basa basi. Mendengar itu, kedua sales itu mematung sejenak. Tak lama, mereka kembali sadar. "Apa Tuan Muda serius? Ingin membeli mobil Porsche sebanyak itu?" tanya sales berambut hitam bergelombang. "Tentu saja saya serius," balas Erfan dengan nada santai. Kedua sales itu saling menatap, tampak kilatan p

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 355 Siap Bercerai

    Terlihat, Erfan bersandar di sandaran tempat tidur. Sementara itu, Nyonya Gina bersandar di dadanya, sambil memeluknya."Nyonya, apa kamu puas?" goda Erfan."Gak perlu bertanya... aku bukan hanya puas, tapi sangat puas!" balas Nyonya Gina dengan suara pelan."Hehehe..." Erfan terkekeh."Nyonya mau pulang, atau menginap di sini?" tanya Erfan."Menginap saja! Kalau pulang, aku takut suamiku meminta jatah kepadaku," balas Nyonya Gina."Kenapa takut? Suamimu gak sekuat aku, hanya butuh waktu sebentar untuk melayaninya," ucap Erfan dengan nada main-main."Iya, kalau masalah itu emang gak masalah. Tapi, lihat vaginaku yang sudah di penuhi cairanmu," ucap Nyonya Gina sambil menunjuk apemnya yang tampak di lumuri cairan Erfan dan cairan Erfan masih mengalir keluar di sana."Walau aku membersihkannya, cairanmu tak akan hilang sepenuhnya. Kalau suamiku melihat sisa cairanmu, dia akan menyadari kalau aku sudah tidur dengan pria

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 73 Menjebak Wandi

    Mobil Lamborghini Urus, melesat kencang di jalanan desa. Emosi Erfan sangat membara, sampai patanya pun memerah. "Wandi yah. aku Erfan, pastikan besok kau tidak akan bisa tersenyum selamanya." ucap Erfan dengan nada dingin. Dengan kecepatan tinggi, Erfan hanya memerlukan waktu 1 jam, untuk samp

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 86 Main Gila Di Warung Bu Susan

    Anne menatap mereka dengan tatapan menggoda, lalu dia bertanya kepada Desi."Gimana? hebat bukan?" tanya Anne, dengan nada main-main."Sangat hebat! jika bermain 1 jam lagi, aku sepertinya akan pingsan!" jawab Desi, dengan nada penuh kepuasan."Gak ada kan? yang sekuat pria nakal ini?" tanya Anne,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 77 Janjian Bersama Bu Susan

    Siang hari,Erfan dan Serina, baru terbangun dari tidur nyenyak nya. Lusi sudah bangun, dia menunggu di ruang tamu. Saat melihat Serina dan Erfan keluar dari kamar, seringai terlukis di bibirnya."Tidur kalian begitu nyenyak, jam segini baru bangun!" ucap Lusi, sambil tersenyum aneh. Dia tidak menu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 85 Kenikmatan Desi

    Di dalam kamar, Desi melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan berani. "Tuan muda, kamu harus melepas semua pakaian mu!" ucap Desi, dengan nada menggoda. Erfan menyeringai nakal, dia sudah yakin, pasti akhirnya akan berakhir di ranjang kenikmatan. "Kalo gitu buka saja!" balas Erfan, tanpa ra

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status