Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 5 Belanja Untuk Wanita

Share

Bab 5 Belanja Untuk Wanita

Author: Tristar
last update Last Updated: 2025-12-12 06:26:00

Erfan dan Anne pun sampai di mal.

Mal tersebut hanya mal biasa, bahkan merek ternama, hanya ada beberapa.

"Apa tuan muda ingin membeli pakaian?" tanya Anne.

Erfan mengangguk,

Erfan mengajak Anne, pergi ke toko pakaian mewah, Anne hanya bisa mengikuti Erfan. Baru kali ini, Anne masuk ke tempat pakaian mewah, walau pun dia sering ke mal ini.

Saat anne melihat harga satu pakaian disana, dia sangat terkejut. Pakaian paling murah di sana berharga beberapa juta.

Erfan memilih beberapa pakaian yang di sukai, tanpa menyadari, keterkejutan sekretaris nya itu.

"Nona Anne kalo ada yang kamu suka ambil saja!" ucap Erfan, dengan nada santai.

"Tidak tidak tuan, harganya sangat mahal." ucap Nona Anne, buru-buru menolak.

"Udah, gak papa, ambil saja!" ucap Erfan, dia tidak peduli sama sekali, dengan harga beberapa juta itu.

Anne tetap menggelengkan kepalanya.

Karena Anne terus menolak, Erfan memilih 2 pakaian yang sangat bagus untuk Anne, dan Ares juga membeli 2 untuk Serina dan 2 untuk Bi Ayu.

"Tuan muda, anda membeli pakaian wanita sangat banyak," Anne berkata, sedikit bingung.

Erfan tidak menjawab, dia langsung membayar semua pakaian yang di beli dan juga Erfan membeli skin care wanita untuk Anne, Serina, dan Bi Ayu. Erfan mengeluarkan uang 120 jut untuk membeli semua hal yang dia inginkan.

"Nih untuk mu," Erfan memberikan 2 kantung belanja.

Saat Anne mau menolak, Erfan memelototi nya.

"Jangan menolak atau aku akan marah!" ucap Erfan, dengan nada serius, dan tatapannya mengandung kemarahan. tapi sebenarnya dia hanya berpura-pura marah.

"Baik baik tuan muda," Anne ketakutan, akhirnya menerima pemberian Erfan.

Anne mantap wajah Erfan, harinya menjadi kacau.

"Anne Anne, jangan berpikir yang tidak tidak, ingat kamu punya suami," gumam Anne dalam hati.

Setelah berbelanja, mereka meninggalkan mal.

Diperjalankan pulang, Anne terus mencuri curi pandang, tanpa sepengetahuan Erfan.

Erfan mengantarkan Anne, sampai ke depan gang untuk ke rumahnya, karena rumah Anne berada di tengah kampung.

Erfan pun melajukan mobilnya ke vila,

====

Keesokan hari,

Erfan keluar dari kamar, dia menuju keruangan makan. Ditangan nya, Erfan membawa 2 kantung belanja.

"Pagi Serina," sapa Erfan, dengan ceria.

"Pagi, tuan muda," sapa Serina, sambil tersenyum indah.

"Nih, untuk kamu," ucap Erfan, sambil memberikan 2 kantung belanja.

"Apa ini, tuan muda?" tanya Serina penasaran.

"Itu pakaian dan Skin care, kebetulan kemarin aku pergi ke kota, dan mampir ke mall untuk membeli pakaian. Aku melihat pakaian dan skin care itu, aku berpikir itu cocok untukmu," ucap Erfan santai.

"Tapi tuan muda, ini seperti nya sangat mahal," ucap Serina, dengan nada tidak enak.

"Enggak kok, udah terima saja oke!" ucap Erfan dengan tegas.

"Tapi suami ku pasti curiga, karena aku tidak pernah memakai pakaian bagus, dan skin care." ucap Serina, dengan nada tidak berdaya.

Erfan sangat kasihan kepada wanita ini. Serina sangat cantik, tetapi kehidupannya begitu kurang beruntung.

"Kalo kamu gak mau membawanya ke rumah, kamu bisa menyimpannya disini. kamu bisa memakainya saat berada di vila," ucap Erfan, memberi saran.

Wajah Serina sedikit memerah, dia menebak-nebak pikiran Erfan.

"Berati hanya tuan muda, yang bisa melihat ku memakai make up, dan makai baju bagus ini," ucap Serina wajahnya sedikit memerah.

Erfan terkekeh,

"Hehehe, begitulah," Erfan berkata, tanpa malu sama sekali.

Serina tidak menjawab lagi, dia hanya diam, entah apa yang di pikirkan.

Setelah mereka sarapan seperti biasa, Erfan pergi ke kantor.

Hari ini Erfan sangat sibuk, karena mengurus dokumen pembelian tanah, dan juga 15 truck yang dibelinya, datang pada siang hari.

Saking sibuknya, Erfan sampai tidak sempat pulang ke vila untuk makan siang. akhirnya, Serina mengantarkan makan siang ke kantor.

===

Jam 6 sore, Erfan baru menyelesaikan pekerjaannya.

Dia pergi dari kantor,

"Sangat melelahkan, aku butuh belaian," Erfan berkata sambil melajukan mobil nya keluar dari desa.

Erfan ingin pergi ke warung Bi Ayu, wanita dewasa ber anak satu itu.

Saat Erfan sampai di warung Bi Ayu, warung tersebut sedang ramai pengunjung.

Erfan menunggu, sampai semua orang selesai berbelanja di warung, barulah Erfan menghampiri Bi Ayu.

"Ehh, tuan muda kamu datang, ayo masuk!" sapa Bi Ayu dengan nada menggoda.

"Seperti biasa Bi, Kopi, sama Mie," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

"Apa enggak memesan pelayanan bibi?" tanya Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Itu nanti saja. sekarang ngopi dulu," Erfan berkata, sambil menyeringai nakal.

"Oke deh," jawab bi ayu, sambil bertingkah genit.

Sambil menunggu, Erfan menyalakan rokis nya.

"Tuan muda, hampir saja aku ketahuan, pada malam itu," ucap Bi Ayu sambil memasak.

"Emangnya kenapa bi?" tanya Erfan sedikit terkejut.

"Bibi pulang telat, tidak seperti biasanya. Tentu saja suami bibi bertanya untung saja bibi pintar membuat alasan," ucap Bi Ayu sambil terkekeh.

"Bagus lah bi," ucap Erfan, dia pun sedikit gugup, saat mendengar perkataan Bi Ayu tadi. Jika sampai ketahuan, itu akan sangat memalukan.

Mie dan kopi pun selesai, Bi Ayu meletakkan mie dan kopi di depan Erfan.

Bi Ayu duduk di sebelah Erfan.

"Bi nih aku ada hadiah buat bibi," ucap Erfan sambil memberikan 2 tas belanja.

"Apa ini tuan muda?" tanya Bi Ayu penasaran.

"Pakaian." jawab Erfan sambil tersenyum main main.

"Ini pasti masahal kan?" tanya Bi Ayu.

"Enggak kok. Aku berpikir, pakaian itu sangat cocok untuk Bi Ayu, jadi aku membelinya," ucap Erfan.

"Apa yang tuan muda ingin kan? sebagai gantinya," Bi Ayu berkata, dengan menggoda sambil mengelus paha Erfan.

"Apakah bibi mau? aku lagi pengen nih," ucap Erfan, dengan nada nakal.

"Boleh aja sih, tapi gak boleh lama lama, nanti kaya kemarin," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum menggoda.

"Mau main di mana," tanya Erfan, dengan tidak sabar, senjata miliknya itu, sudah sangat tegang sekarang.

"Tempat biasa aja!" ucap Bi Ayu sambil menatap dengan penuh godaan.

"Oke," Erfan menjawab, lalu buru buru menghabiskan mienya.

Seperti biasa, Erfan melajukan mobil nya sedikit ke depan ke tempat yang sepi. Tidak lama Bi Ayu datang langsung masuk kedalam mobil.

"Ayo tuan muda," ucap Bi Ayu, dengan nada genit.

Erfan langsung melajukan mobilnya.

Sampai di tempat biasa, mereka keluar dari mobil.

Erfan langsung memeluk Bi Ayu, lalu mendaratkan kecupan di leher Bi Ayu.

"Ahhh sayang," Bi Ayu mengerang nikmat.

Tangan Erfan, meremas gunung besar Bi Ayu dengan keras.

Mereka melakukan pemanasan, yang cukup lama. setelah dirasa cukup, permain inti pun dimulai. Erfan bermain dengan keras membuat Bi Ayu kewalahan.

Area tersebut dipenuhi suara ambigu yang membuat hati panas.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 216 Malam Panas Bersama Diva++

    "Ahh...gadis nakal, apa sekarang kamu merasakan sakit?" ejek Erfan.Diva membuka matanya menatap Erfan dengan tatapan tegas."Enggak kok! aku...aku hanya salah bicara!" ucapnya dengan nada tinggi.Diva benar-benar tidak mau di anggap lemah.Erfan tertawa kecil, karena merasa lucu dengan gengsi wanita muda ini.Air mata yang sedikit keluar dari sudut mata Diva langsung Diva hapus."Hey, kamu menangis!" goda Erfan."Apa sih! enggak juga," balas Diva dengan kesal.Erfan mengelus pipi merah muda wanita itu, lalu berkata dengan penuh penghargaan."Wanitaku ini benar-benar kuat! aku salut," Diva mendengus bangga, lalu dia membalas."Hmph, tentu saja! aku memang lah kuat, rasa sakit sedikit ini tidak ada apa-apanya untukku," Erfan mencium bibir seksi wanita itu dalam-dalam, Diva langsung menanggapi yang akhirnya mereka berciuman dengan panas.Setelah puas berciuman bibir mereka terpisah."Sayang, aku mau foto dulu!" ucap Diva sambil mengambil ponsel miliknya yang tidak jauh darinya."Memfo

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 215 Diva Sangat Tangguh++

    Tidak lama Diva kembali. Saat Erfan menatap penampilan wanita itu, api hasrat di tubuhnya semakin membara.Diva mengenakan lingerie seksi berlubang berwarna hitam, yang yang menempel erat di tubuh menggodanya itu."Sayang, apakah indah?" tanya Diva sambil berpose menggoda.Erfan menelan ludah, lalu menganggukkan kepalanya. Matanya tidak berkedip, menatap lekat tubuh panas itu.Diva berjalan menghampiri Erfan, dengan gerakan perlahan dia naik ke atas tempat tidur, matanya terus menatap Erfan dengan tatapan panas dan penuh godaan.Tanpa membuang waktu Erfan langsung menarik wanita itu kemudian menekannya di bawah tubuhnya."Ahh...sayang ayo makan aku!" goda Diva.Erfan dengan ganas menyerang bibir wanita, Diva tidak menghindar dia menanggapinya secara langsung. Mereka pun berciuman dengan panas, lidah keduanya saling melilit, menari, di dalam sana.Tangan Erfan meremas gundukan besar yang kenyal dan padat milik Diva dengan keras, yang membuat wanita itu mengeluarkan suara desahan merdu

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 214 Rido Menjalankan Tugasnya

    Beralih ke Dika, dia nampak sedang berjalan ke menuju ke arah lift hotel berada.Tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggilnya."Dika!" Dika langsung menoleh ke arah suara itu."Kamu Do, mau ke mana?" tanya Dika.Rido terkekeh, sambil berkata."Hehe, aku mau mengajakmu bersantai di tempat kolam berenang!" Ternyata pria itu adalah Rido, setelah Rido pulang dari kamar tempat Erfan berada dia pergi ke kamarnya untuk merancang rencana lalu pergi mencari Dika, akhirnya dia bertemu Dika di tempat tersebut."Bersantai? ayo kalo gitu!" Dika setuju begitu saja."Ehh, ke mana pacarmu? tumben gak ngikut," Rido basa basi menanyakan Geya."Dia lagi mencari uang untukku!" ucap Dika dengan santai, tapi tidak mengatakan hal spesifiknya.Mendengar pertanyaan Dika, Rido mengerutkan keningnya."Mencari uang? apa maksudmu?" tanya Rido.Dika mengibaskan tangannya."Udah, jangan banyak tanya dulu! ayo kita cari tempat bersantai," Dika tidak mau memberi hal spesifiknya.Rido mengangguk saja, dia tidak

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 213 Geya Kembali Di Jual++

    Sambil berjalan, Rido dan Bayu mengobrol."Do, kamu pikirkan baik-baik cara mendapatkan bukti itu, jangan sampai Dika tahu ataupun curiga," ucap Bayu dengan serius.Rido mengangguk tegas."Tenang saja, aku pasti hati-hati,"Bayu berpikir sejenak, lalu berkata."Kalo bisa, bukti itu harus berbentuk rekaman audio jika bagusnya video. Karena itu akan menjadi bukti yang kuat!" Rido berpikir sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Bayu."Tapi gimana cara aku mendapatkannya?" Rido belum memiliki ide yang bagus.Bayu berpikir sejenak, kemudian berkata."Aku ada saran untukmu!" Rido menatap Bayu dengan serius.Bayu melanjutkan."Gali informasi langsung dari mulut Si Dika! kamu ajak dia mengobrol tetang hubungannya dengan Geya sampai dia mengucapkan semua rahasianya. Jangan lupa kamu rekaman obrolan itu, jika bisa rekaman video,"Mendengar ide dari Bayu, Rido langsung setuju. "Ya...ya itu ide bagus! Si Dika pasti mengatakan semuanya," "Tapi ingat jangan sampai menim

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 212 Berkhianat Karena Uang!

    Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhatikan para gadis itu, sambil sesekali memberi pembelajaran ke para gadis itu.Sedangkan Erfan dan Dosen Erika berbaring di kasur dengan posisi intim. Dosen Erika berada di atas tubuh Erfan.Bibir keduanya terjerat dalam ciuman panas.Tangan Erfan meremas pantat gagah wanita itu dengan penuh gairah."Ahh...sayang, jangan nakal! Dosen Ratna ada di sini," ucap Dosen Erika, tapi tidak ada rasa malu sama kali di ekspresi wajahnya.Erfan menyeringai nakal, lalu berkata."Ciuman sama meremas pantat apa bedanya?" Dosen Erika terkikik genit."Hihi, kamu emang nakal yah!" Erfan kembali mencium bibir wanita itu, tangannya meremas area-area yang nyaman di remas di tubuh wanita itu termasuk payudara.Do

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 211 Rencana Erfan Dan Para Wanita

    Erfan berpikir, lalu berkata. "Sebaiknya jangan hubungi secara langsung!" Erfan merubah ide untuk menghubungi Rido. "Ehh, kenapa sayang?" tanya Dosen Erika dengan bingung. Wanita lainnya pun menatap Erfan kebingungan. Erfan melanjutkan perkataannya. "Jika kita menghubunginya langsung dia akan panik. Begini saja! cari mahasiswa pria yang kenal dengan Rido lalu suruh dia mengajak Rido ke sini!" "Iya benar sekali! kita lakukan itu saja!" satu persatu wanita bersahutan menyetujui rencana itu. "Bayu...Si Bayu cukup di takuti, dan dia juga sangat royal! jika Si Rido di ajak pergi oleh Si Bayu pasti tidak akan menolak," Diva berkata terburu-buru. "Iya Si Bayu cocok! lagian ayah Si Bayu kan rekan bisnis kamu juga sayang!" ucap Yesi. "Oh, dia juga anak dari rekan bisnisku?" Erfan bertanya. Dia tidak terlalu tahu satu persatu anak dari rekan bisnisnya. "Iya sayang! dia pernah mengejek Dosen Benny saat Dosen Benny menyinggungmu waktu di kampus," Diva mengingatkan Erfan. Setelah mende

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status