Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 6 Kehidupan Serina

Share

Bab 6 Kehidupan Serina

Author: Tristar
last update Last Updated: 2025-12-13 02:56:00

1 jam kemudian, permainan terhenti, terlihat tubuh keduanya bergetar hebat. mereka sedang bahagia mendapatkan apa yg mereka inginkan.

"Bi ayo kita masuk kedalam mobil dulu! sangat banyak nyamuk di sini," ucap Erfan, badan nya sudah mulai gatal, karena gigitan nyamuk.

Bi Ayu terkekeh,

Merekapun masuk kedalam mobil, sambil membawa pakaian mereka. Di dalam mobil, mereka saling berpelukan.

"Bi Ayu kenal Serina gak?" tanya Erfan tiba-tiba.

"Tentu saja, bibi tau memangnya kenapa?" tanya Bi Ayu, dengan nada genit.

"Enggak bi," Erfan bingung, mau berkata apa.

"Jangan jangan, tuan muda suka ya sama Serina," ucap Bi Ayu, sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga.

Erfan hanya tertawa kaku, sambil menundukan wajahnya, dia sedikit malu.

"Hey Serina sudah punya suami, sama kayak bibi, bedanya dia belum punya anak," ucap Bi Ayu dengan nada genit.

"Tapi jujur saja bi, aku menyukainya, apa lagi sekarang Serina bekerja di vila tempat tinggalku ." ucap Erfan, dia berkata dengan jujur.

"Kalo seperti enak, tuan muda tinggal goda saja, nanti lama lama pasti luluh. Tapi, untuk menjadikan wanita tuan muda pasti sulit, kecuali dia cerai dengan suaminya," ucap Bi Ayu, sambil tersenyum nakal.

"Aku bukan hanya ingin tubuh nya bi, tapi juga ingin hatinya!" ucap Erfan, dengan nada serius.

"Bibi tidak bisa membantu tuan muda, tapi bibi hanya bisa memberi tahu tuan muda. Jika ingin meluluhkan Serina, cukup beri perhatian," ucap Bi Ayu, dengan nada serius, sambil menatap Erfan.

"Kenapa begitu bi?" tanya Erfan, penasaran.

Bi Ayu menghela nafas pelan,

"Dia sungguh wanita cantik yang tidak beruntung, suami nya tidak pernah memperhatikankannya. suaminya itu seorang pria bejat, dia menikahi Serina hanya ingin menidurinya," ucap Bi Ayu.

"Sial, ternyata begitu," Erfan merasakan panas dihatinya saat mendengar hal ter.

"Lihat saja, Serina bahkan tidak mampu membeli pakaian. Jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan pun harus mencari sendiri. Suaminya itu, tidak pernah memberi nya uang sepeserpun,"'Bi Ayu berkata dengan penuh rasa iba.

"Emm sialan, gak papa jika suaminya tidak bisa merawatnya, biarkan aku yang merawatnya," ucap Erfan.

"Tapi jika tuan muda sudah mendapatkan Serina, jangan lupakan Bibi loh!" ucap Bi Ayu dengan sedih.

"Tentu saja, aku akan meminta jatah ke bibi, saat ada waktu," ucap Erfan, sambil meremas gunung Bi Ayu.

"Ayo sayang main lagi, masih ada waktu," ajak Bi Ayu, tubuhnya sudah kembali panas.

"Bibi yang bergerak, goyangan bibi sangat nikmat," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

Permainan kembali dimulai, Giliran Bi Ayu yang memimpin permainan.

Suara kenikmatan dan benturan kulit bergema di dalam mobil. Goyangan wanita dewasa itu membuat Erfan candu.

Mereka bermain selama 30 mnt, kemudian mengakhiri permainan setelah mereka berhasil mencapi puncak bersama.

"Sayang ayo kita pulang, sudah hampir jam 8!" ucap Bi Ayu, sambil memakai pakaiannya kembali.

"Ayo bi!" balas Erfan.

Erfan memberi uang 1 jt kepada bi ayu. Tentu saja bi ayu tidak menolak. Erfan melajukan mobil nya, meninggalkan huntan tersebut. Sampai di jalan kampung mawar, Bi Ayu meminta turun seperti biasa. Sebelum Bi Ayu turun, mereka saling melumat sebentar.

"Kalo nanti pengen , datang aja ke warung," ucap Bi Ayu, dengan nada menggoda.

"Oke bi, tolong di rawat dada dan gua nya biar enak terus," ucap Erfan dengan nada nakal.

"Siap sayang," ucap Bi Ayu , lalu dia turun setelah dirasa aman.

Erfan kembali melajukan mobilnya.

Di tengah kampung, Erfan melihat bapak bapak yang sedang ronda malam. Erfan memberi uang 200 rb kepada mereka untuk membeli rokis, dan kopi. lalu melanjutkan perjalanannya.

"Tuan muda Erfan sangat baik, walau di kaya tidak pernah sombong," ucap salah satu bapak bapak,

"Iyah, semoga Tuan Muda Erfan selalu sehat, dan di lancarkan rezekinya,"

"Kemajuan ekonomi desa ini, sangat bergantung dengan tuan muda Erfan,"

Semua orang mengangguk, sambil menatap mobil Erfan yang sudah jauh.

Erfan pun sampai di vila, dia melihat masakan yang di masak Serina sore hari. Dia makan dengan lahap setelah makan Erfan pergi mandi lalu tidur.

====

1 minggu berlalu,

Selama 1 minggu ini, Erfan sangat sibuk karena pembukaan lahan baru, Erfan harus memikirkan rencana untuk lahan tersebut. Selama satu minggu Erfan sampai menahan birahi nya saking sibuknya tidak ada waktu sedikit pun.

Tapi dalam 1 minggu, Erfan sudah banyak mengenal karyawan wanita cantik dan juga warga sekitar. Hal yang membuat Erfan bahagia dalam satu minggu ini Serina mulai berubah. Dia bahkan berdandan cantik jika sedang berada di vila dan mau menggunakan pakaian yang di berikan Erfan.

===

Sore hari , Saat Erfan pulang dari kantor,

Erfan melihat di rumah warga yang bernama pak jaki ramai orang. Erfan pun menghentikan lalu keluar dari mobil, Erfan penasaran karena melihat wajah banyak orang sangat panik.

"Pak ada apa?" tanya Erfan . ke Pak RW yang kebetulan ada disana.

"Eh tuan muda, itu pak jaki penyakit jantung nya kambu," ucap Pak RW tersebut.

"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?" tanya Erfan, sambil mengerutkan kening.

"Ini juga sedang mencari mobil tuan muda , jika ingin menggunakan angkutan umum, hanya ada 2 kali pemberangkatan itu pun sudah tidak ada buat hari ini," ucap Pak RW.

"Sudah ada mobilnya?" tanya Erfan.

"Belum ada tuan muda, yang punya mobil kebetulan sedang tidak ada di rumah," jawab Pak RW.

"Ya sudah, tunggu sebentar. saya akan mengambil mobil yang cukup untuk banyak orang di perusahaan," Erfan berkata , lalu pergi dengan terburu-buru.

"Semuanya, yang mau ikut ke rumah sakit siap siap, tuan muda Erfan akan mengantar ke rumah sakit," ucap Pak RW dengan antusias.

"Pak gimana soal biayanya, kami tidak punya biaya," ucap Wanita dewasa, yang masih sangat cantik, dia adalah istri Pak Jaki yang bernama Resti.

"Tidak usah pikirkan itu dulu, yang penting kita bawa dulu Pak Jaki kerumah sakit," ucap Pak RW, karena Pak RW berpikir, dia masih memiliki uang yang diberikan Erfan.

Tidak lama, Erfan kembali membawa mobil Pajero yang tidak terawat, karena digunakan untuk mengangkut buah buahan dari kebun.

Para warga pun menggotong Pak Jaki masuk kedalam mobil.

"Ayo yang mau ikut masuk!" ucap Erfan.

Akhirnya Resti atau istri Pak Jaki, Pak RW, dan 3 tetangga masuk ke dalam mobil.

Erfan langsung melajukan mobil nya.

Saat mobil masuk ke jalanan besar, Erfan melajukan mobilnya lumayan kencang.

"Pak RW, Apakah kita harus memungut iyuran ke warga untuk biaya? atau mengajukan asuransi kesehatan?" tanya salah satu pri disana.

"Itu kita pikirkan nanti. Sekarang bukan waktunya memikirkan biaya," ucap Pak RW dengan tegas.

"Pak memang nya, ada masalah dalam hal biaya?" tanya Erfan santai.

"Iyah tuan muda, maklum Pak Jaki selama ini tidak bekerja karena penyakitnya. Hanya mengandalkan Istrinya yang bekerja di perusahaan anda menjadi petani," ucap Pak RW terus terang.

"Baiklah , kalian jangan khawatir urusan biaya saya akan bertanggung jawab!" ucap Erfan santai.

"Anda serius tuan muda?" tanya Pak RW.

"Tentu saja Pak RW, lagi pula Bu Resti karyawan saya, hal yang benar saya membantu beban nya," ucap Erfan.

Bu Resti yang mendengar hal tersebut sangat senang.

Akhirnya semua orang menghelanapas lega.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 216 Malam Panas Bersama Diva++

    "Ahh...gadis nakal, apa sekarang kamu merasakan sakit?" ejek Erfan.Diva membuka matanya menatap Erfan dengan tatapan tegas."Enggak kok! aku...aku hanya salah bicara!" ucapnya dengan nada tinggi.Diva benar-benar tidak mau di anggap lemah.Erfan tertawa kecil, karena merasa lucu dengan gengsi wanita muda ini.Air mata yang sedikit keluar dari sudut mata Diva langsung Diva hapus."Hey, kamu menangis!" goda Erfan."Apa sih! enggak juga," balas Diva dengan kesal.Erfan mengelus pipi merah muda wanita itu, lalu berkata dengan penuh penghargaan."Wanitaku ini benar-benar kuat! aku salut," Diva mendengus bangga, lalu dia membalas."Hmph, tentu saja! aku memang lah kuat, rasa sakit sedikit ini tidak ada apa-apanya untukku," Erfan mencium bibir seksi wanita itu dalam-dalam, Diva langsung menanggapi yang akhirnya mereka berciuman dengan panas.Setelah puas berciuman bibir mereka terpisah."Sayang, aku mau foto dulu!" ucap Diva sambil mengambil ponsel miliknya yang tidak jauh darinya."Memfo

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 215 Diva Sangat Tangguh++

    Tidak lama Diva kembali. Saat Erfan menatap penampilan wanita itu, api hasrat di tubuhnya semakin membara.Diva mengenakan lingerie seksi berlubang berwarna hitam, yang yang menempel erat di tubuh menggodanya itu."Sayang, apakah indah?" tanya Diva sambil berpose menggoda.Erfan menelan ludah, lalu menganggukkan kepalanya. Matanya tidak berkedip, menatap lekat tubuh panas itu.Diva berjalan menghampiri Erfan, dengan gerakan perlahan dia naik ke atas tempat tidur, matanya terus menatap Erfan dengan tatapan panas dan penuh godaan.Tanpa membuang waktu Erfan langsung menarik wanita itu kemudian menekannya di bawah tubuhnya."Ahh...sayang ayo makan aku!" goda Diva.Erfan dengan ganas menyerang bibir wanita, Diva tidak menghindar dia menanggapinya secara langsung. Mereka pun berciuman dengan panas, lidah keduanya saling melilit, menari, di dalam sana.Tangan Erfan meremas gundukan besar yang kenyal dan padat milik Diva dengan keras, yang membuat wanita itu mengeluarkan suara desahan merdu

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 214 Rido Menjalankan Tugasnya

    Beralih ke Dika, dia nampak sedang berjalan ke menuju ke arah lift hotel berada.Tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggilnya."Dika!" Dika langsung menoleh ke arah suara itu."Kamu Do, mau ke mana?" tanya Dika.Rido terkekeh, sambil berkata."Hehe, aku mau mengajakmu bersantai di tempat kolam berenang!" Ternyata pria itu adalah Rido, setelah Rido pulang dari kamar tempat Erfan berada dia pergi ke kamarnya untuk merancang rencana lalu pergi mencari Dika, akhirnya dia bertemu Dika di tempat tersebut."Bersantai? ayo kalo gitu!" Dika setuju begitu saja."Ehh, ke mana pacarmu? tumben gak ngikut," Rido basa basi menanyakan Geya."Dia lagi mencari uang untukku!" ucap Dika dengan santai, tapi tidak mengatakan hal spesifiknya.Mendengar pertanyaan Dika, Rido mengerutkan keningnya."Mencari uang? apa maksudmu?" tanya Rido.Dika mengibaskan tangannya."Udah, jangan banyak tanya dulu! ayo kita cari tempat bersantai," Dika tidak mau memberi hal spesifiknya.Rido mengangguk saja, dia tidak

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 213 Geya Kembali Di Jual++

    Sambil berjalan, Rido dan Bayu mengobrol."Do, kamu pikirkan baik-baik cara mendapatkan bukti itu, jangan sampai Dika tahu ataupun curiga," ucap Bayu dengan serius.Rido mengangguk tegas."Tenang saja, aku pasti hati-hati,"Bayu berpikir sejenak, lalu berkata."Kalo bisa, bukti itu harus berbentuk rekaman audio jika bagusnya video. Karena itu akan menjadi bukti yang kuat!" Rido berpikir sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Bayu."Tapi gimana cara aku mendapatkannya?" Rido belum memiliki ide yang bagus.Bayu berpikir sejenak, kemudian berkata."Aku ada saran untukmu!" Rido menatap Bayu dengan serius.Bayu melanjutkan."Gali informasi langsung dari mulut Si Dika! kamu ajak dia mengobrol tetang hubungannya dengan Geya sampai dia mengucapkan semua rahasianya. Jangan lupa kamu rekaman obrolan itu, jika bisa rekaman video,"Mendengar ide dari Bayu, Rido langsung setuju. "Ya...ya itu ide bagus! Si Dika pasti mengatakan semuanya," "Tapi ingat jangan sampai menim

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 212 Berkhianat Karena Uang!

    Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhatikan para gadis itu, sambil sesekali memberi pembelajaran ke para gadis itu.Sedangkan Erfan dan Dosen Erika berbaring di kasur dengan posisi intim. Dosen Erika berada di atas tubuh Erfan.Bibir keduanya terjerat dalam ciuman panas.Tangan Erfan meremas pantat gagah wanita itu dengan penuh gairah."Ahh...sayang, jangan nakal! Dosen Ratna ada di sini," ucap Dosen Erika, tapi tidak ada rasa malu sama kali di ekspresi wajahnya.Erfan menyeringai nakal, lalu berkata."Ciuman sama meremas pantat apa bedanya?" Dosen Erika terkikik genit."Hihi, kamu emang nakal yah!" Erfan kembali mencium bibir wanita itu, tangannya meremas area-area yang nyaman di remas di tubuh wanita itu termasuk payudara.Do

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 211 Rencana Erfan Dan Para Wanita

    Erfan berpikir, lalu berkata. "Sebaiknya jangan hubungi secara langsung!" Erfan merubah ide untuk menghubungi Rido. "Ehh, kenapa sayang?" tanya Dosen Erika dengan bingung. Wanita lainnya pun menatap Erfan kebingungan. Erfan melanjutkan perkataannya. "Jika kita menghubunginya langsung dia akan panik. Begini saja! cari mahasiswa pria yang kenal dengan Rido lalu suruh dia mengajak Rido ke sini!" "Iya benar sekali! kita lakukan itu saja!" satu persatu wanita bersahutan menyetujui rencana itu. "Bayu...Si Bayu cukup di takuti, dan dia juga sangat royal! jika Si Rido di ajak pergi oleh Si Bayu pasti tidak akan menolak," Diva berkata terburu-buru. "Iya Si Bayu cocok! lagian ayah Si Bayu kan rekan bisnis kamu juga sayang!" ucap Yesi. "Oh, dia juga anak dari rekan bisnisku?" Erfan bertanya. Dia tidak terlalu tahu satu persatu anak dari rekan bisnisnya. "Iya sayang! dia pernah mengejek Dosen Benny saat Dosen Benny menyinggungmu waktu di kampus," Diva mengingatkan Erfan. Setelah mende

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status