LOGIN"Sayang... ahhh... coba lebih cepat!" pinta Riana. Dia sudah merasakan nikmat saat di gempur pelan, jadi dia penasaran gimana rasanya kalau gempuran itu lebih cepat."Oke... kalau itu yang kamu mau!" balas Erfan, sambil meningkatkan intensitas gempurannya.Meski begitu, Erfan tahu batasan. Riana baru saja di jebol olehnya, jadi dia tak bergerak terlalu keras ~ seperti yang biasa dia lakukan kepada wanitanya yang lain."Ahhh... ahh... sayang, enak... ahh... rasanya lebih jelas, hah... enak banget," Riana tampak sangat menikmati gempuran Erfan."Nikmati sayang... semakin lama, bakalan semakin nikmat," ucap Erfan.Tangan Erfan berpindah dari pinggang Riana ke payudaranya, lalu remasan keras dia lakukan di kedua payudara wanita itu.Mendapatkan serangan di payudaranya, sensasi nikmat yang di rasakan Riana ~ semakin hebat."Ahh... enak sayang... aku gak nyangka, bercinta bakalan seenak ini," racau Riana."Hei... kalau bercintanya sama aku... pasti enak! Kalau sama pria lain, belum tentu! A
Tak lama kemudian, kekakuan Riana berangsur-angsur menghilang. Jilatannya itu menjadi lincah, bahkan terkesan ganas. Rasa nikmat yang di rasakan Erfan, tentu saja semakin besar. "Ahh... ahh, sayang... iya bagus, benar.. kayak gitu... terus sayang, enak banget... ahh.." racau Erfan. Melihat dan mendengar Erfan yang menikmati, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Riana. Karena hal itu, dia berusaha melakukan permainannya sebaik mungkin. Setelah puas menjilat, Riana memasukkan batang itu ke dalam mulutnya. Karena ukurannya yang besar, Riana pada awalnya merasa kesulitan, karena giginya terus bersentuhan dengan batang itu. Namun, setelah berusaha, dia berhasil menyesuaikan. "Ahhh... bagus sayang, kamu hebat banget!" Erfan melontarkan pujian, agar wanita itu lebih bersemangat dan tidak merasa kalau Erfan tidak menikmati permainannya. Riana mulai mengulum batang besar itu. Pada awalnya, kulumannya itu sangat lambat, tapi lama kelamaan ~ kulumannya menjadi cepat. "Ahhh... iya bagus
Satu tangan Erfan turun ke paha bagian dalam Riana, masuk ke dalam CD nya, lalu dua jari menyentuh lubang apem wanita itu.Merasakan sentuhan itu, Riana seperti di sengat listrik. Tubuhnya menegang dan suara desahan keluar dari mulutnya ~ mengalun panjang. "Ahhh..."Erfan merasakan dengan jelas, kondisi apem wanita itu. Di sana, ternyata sudah sangat becek oleh cairan yang terasa licin.Erfan mengeluarkan puting wanita itu dari mulutnya, lalu dia berkata. "Sayang, kamu udah becek banget! Kami juga udah gak tahan, yah?" "Aku udah gak tahan dari tadi! Gara-gara kamu bercinta sama Jessy dan Anne di kolam," Riana akhirnya mengatakan apa yang di pendam di dalam hatinya."Hehe, tenang saja... aku bakalan tanggung jawab, kok," ucap Erfan dengan nada main-main.Dia mulai menggerakkan jarinya di lubang apem itu ~ memberikan gesekan naik turun dan memutar di sana.Namun, saat Erfan ingin memasukkan jarinya itu ke dalam apem Riana, keningnya seketika mengernyit. Karena dia merasakan, kalau lub
Setelah matahari terbenam sepenuhnya, Erfan dan semua wanitanya meninggalkan kolam berenang. Mereka pergi membersihkan diri, setelah itu kembali berkumpul di lantai bawah. Para wanita yang bertugas mengurus vila, langsung sibuk memasak hidangan untuk makan malam. Bahkan, ada beberapa wanita yang bukan tugasnya pun ikut membantu. Setelah hidangan siap, mereka semua pergi menyantap hidangan itu di ruang makan. Saat makan malam sedang berlangsung, para wanita Erfan terus saja melontarkan berbagai godaan kepada Riana. Namun, sekarang Riana berbeda dari sebelumnya. Dia menanggapi godaan itu dengan santai, tidak menujukan rasa malu sama sekali. "Saudari Dokter, kan kamu sekarang jadi wanita pria nakal itu, terus... tunanganmu itu gimana?" tanya Dewi. "Yah... aku putusin dia! Masa aku mau berhubungan sama dua pria... pasti Tuan Muda nakal itu bakalan marah besar," balas Riana dengan nada menyindir. Erfan hanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya perlahan. "Emangnya, keluargamu
Melihat Erfan menuju ke arahnya, Riana merasa sedikit panik. Saat dia hendak berenang menjauh, para wanita Erfan yang berada di sekitarnya itu langsung menutup jalan. Langkah para wanita itu tampak sangat halus ~ seakan-akan itu adalah ke tidak sengaja an.Karena tak ada jalan, pada akhirnya Riana dengan patuh diam di tempatnya.Dalam sekejap, Erfan sampai di dekat para wanita itu. Dia mengusap wajahnya, dan membenarkan rambutnya dengan gaya santai."Sayang, kamu udah puas?" tanya Bu Sandra dengan nada genitnya."Masih belum, apa kamu mau melanjutkan?" tanya Erfan dengan nada santai, sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bu Sandra."Enggak ah, aku mau berenang aja... aku lagi gak mau bercinta," balas Bu Sandra."Ya sudah kalau kamu gak mau," ucap Erfan.Bu Sandra melepaskan tangan Erfan, mata Bu Sandra tertuju ke arah para wanita yang lainnya, tatapan wanita itu seperti memberi sebuah kode. Setelah itu, Bu Sandra berenang menjauh dari sana.Beberapa wanita Erfan yang mendapatkan t
Riana mengira kalau Erfan dan Jessy sudah selesai. Namun, dia merasa sangat heran, saat melihat Erfan kembali memosisikan tubuh Jessy, dan menusukkan batangnya kembali ke apem wanita itu. "Ehh... mereka mulai lagi?" gumam Riana di dalam hati. "Emangnya... miliknya gak lemas? Bukannya milik pria suka lemas pas udah keluar?" Berbagai pertanyaan bersahutan di dalam benak Riana.Permainan panas Erfan dan Jessy di ronde kedua berlangsung selama beberapa menit yang cukup lama. Sampai pada akhirnya, mereka berdua kembali mendapatkan puncaknya.Riana kira, permainan itu telah selesai, karena dia melihat, Erfan dan Jessy berpisah. Namun, tebakannya itu salah. Setelah berpisah dengan Jessy, Erfan menarik wanita yang berada paling dekat dengannya. Wanita itu adalah Anne. Anne langsung paham, kalau Erfan ingin melakukannya dengan dirinya."Sayang, kenapa kamu gak lanjut sama Jessy aja?" tanya Anne dengan nada genit, sambil melingkarkan tangannya di leher Erfan."Aku mau main sama kamu, sudah l
"Sayang, malam ini aku tidur sama kamu yah!" ucap Yesi, karena malam ini gilirannya.Erfan tersenyum, lalu menarik gadis cantik dan seksi itu ke pangkuannya."Malam ini giliranmu kan?" goda Erfan."Iya. Kau sudah menahannya, kamu harus membuatku puas!" balas Yesi dengan tegas."Tentu saja, aku akan
Seorang wanita dewasa cantik berpenampilan anggun, berjalan menghampiri Erfan. Senyuman indah terlukis di bibir merah wanita itu. Senyumannya itu membuat siapa saja yang melihatnya pasti sulit untuk melupakannya. "Tuan Muda! saya Rita, manajer PT Coleri," ucap wanita cantik itu dengan sopan. "Ha
Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhat
Beralih ke tempat Shara dan wanita lainnya berada. Para wanita itu, terlihat sedang berjalan beriringan dengan mahasiswa lainnya. Mereka mengikuti seorang staf pergi ke suatu tempat dia dalam perusahaan tersebut. Shara berjalan sambil mengobrol dengan Diva. Seperti biasa yang mereka bahas hanyalah







