Share

Bab 50 Rencana

Author: Tristar
last update publish date: 2025-12-21 07:26:55

Erfan menjelaskan tentang Serina, yang mendapatkan kekerasan dari suaminya, dan ingin mengumpulkan bukti, agar Serina bisa cerai dari suaminya.

"Sial, si Deni itu dia memang buka manusia!" umat Bi Ayu.

"Ketiga gadis itu sekolah?" tanya Erfan.

"Iyah, mereka belum pulang, nanti jam 3 sore pulangnya," jawab Bi Ayu.

"Aku bawa dulu komputer nya kesini," ucap Erfan.

"Aku bantu!" ucap Bi Ayu,

"Tidak perlu! itu cukup berat, nanti aku suruh para pekerja bangunan saja," ucap Erfan.

Bi Ayu pun mengangguk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mox Theber
ini desa maksiat ya thor seharusnya yang di jerat erfan bukan si dani suaminya serina .. perusak rumah tangga orang dan anak2nya. soal kekayaan kalau begini modelnya gunung pun runtuh.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 414 Alana Terus Di Goda

    Erfan hanya tersenyum, saat mendengar ocehan para wanitanya ~ yang sedang menggoda Alana. Alana tak pernah mengira, kalau ternyata ~ beberapa wanita Erfan pada awalnya punya suami. "Tuan Muda, kamu jahat banget, yah... suka merebut istri orang," ucap Alana sambil menatap Erfan dengan tatapan main-main. "Hey, aku merebut ada alasannya. Buka berati aku jahat! Aku merebut karena aku gak tega melihat wanita cantik gak bahagia," ucap Erfan dengan ekspresi wajah yang dibuat seperti orang bijak. Kemudian, dia menatap para wanitanya. "Iya gak sayang? Ucapanku benar, kan?" "Iya, iya... gimana kamu saja sayang," ucap Bu Sandra. Erfan terkekeh pelan. "Sayang, kalau Alana gak bahagia sama suaminya, apa kamu mau merebutnya juga?" tanya Jessy dengan nada main-main, sambil melepaskan lirikan menggoda ke arah Alana. "Tentu saja! Kalau dia mau... aku gak akan nolak! Sangat di sayangkan menolak wanita cantik," balas Erfan dengan berani, tanpa malu sama sekali. Mendengar itu, seketika jantung Al

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 413 Saran Bisnis Untuk Alana

    Setibanya di vila, Alana langsung di buat terkejut oleh banyaknya wanita cantik di sana. Bahkan ada satu yang dia akui ~ lebih cantik dari Viona. Tentu saja, wanita itu adalah Dewi. Erfan memperkenalkan Alana kepada semua wanita. Pada akhirnya, mereka pun berkenalan dengan penuh kehangatan. Di antara para wanita Erfan, hanya dua wanita yang Alana kenali. Dua wanita itu adalah, Calista dan Tante Yurike. Setelah berkenalan, mereka pun duduk di sofa. Beberapa wanita Erfan, dengan cepat mengambil minuman dan makanan untuk di nikmati Alana dan mereka semua. "Tuan Muda, anda gak pernah berubah!" ucap Alana sambil tersenyum penuh arti. "Hahaha, aku lebih suka seperti ini... jadi buat apa berubah," balas Erfan sambil tertawa. Setelah makanan dan minuman di sajikan, Erfan menceritakan tentang persoalan Viona. Mendengar cerita itu, tentu saja semua wanita sangat terkejut. "Nona Alana, apa kamu gak be

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 412 Selidiki Kembali

    Telepon tersambung. "Halo, Tuan Muda. Sudah lama anda tidak menelepon saya. Ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara pria yang terdengar sangat bersemangat. "Tolong gali lebih dalam masalah Viona! Soalnya... ada hal yang gak beres," ucap Erfan dengan suara tegas. Di seberang telepon, tampak hening sejenak. Tak lama kemudian, terdengar kembali suara pria di sana. "Maaf, Tuan Muda, bak beres gimana maksudnya?" tanya pria itu dengan nada serius. "Pokoknya cari tahu saja! Kalau bisa korek informasi dari orang terdekatnya! Bagaimana pun caranya!" tegas Erfan. "Baik, Tuan Muda! Saya lakukan hari ini juga!" balas pria itu, tanpa banyak bertanya lagi. Erfan pun menutup panggilan telepon tersebut. Melihat Erfan yang langsung menelepon bawahannya, diam-diam Alana bergumam di dalam hatinya. "Dia ternyata masih sangat peduli. Vio, kalau kamu tahu, Tuan Muda Erfan masih sangat peduli sama kamu, kamu pasti merasa senang." Erfan meletakkan ponselnya, lalu menatap Alana kembali.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 411 Kebenaran Tentang Viona

    Erfan menghela nafas dalam-dalam, dia berusaha menenangkan kembali hatinya yang terasa campur aduk itu. "Huh, ternyata Nona teman dia! Pantas saja saya merasa familier," ucap Erfan. Dia berusaha tetap tenang, tidak menunjukkan ekspresi yang salah. Namun, tetap saja, Alana menyadari sesuatu. Dia melihat ada percikan kekecewaan di sorot mata Erfan. Bukan hanya Alana, bahkan Jessy dan Erika pun menyadari itu. Jessy dan Erika secara refleks memegang tangan Erfan. Merasakan sentuhan kedua wanita itu, Erfan merasa lebih tenang. Walau Erfan tidak ingin membahas Viona lebih jauh, namun tiba-tiba dia sangat ingin menanyakan sesuatu tentang Viona kepada Alana. "Gimana kabar dia sekarang?" Itulah yang ingin di tanyakan Erfan. Alana menghela nafas panjang. "Huh... sekarang dia sangat menyedihkan! Sejak keluarga Tuan Muda menyuruh semua perusahaan hiburan memblokirnya, dan semua asetnya di ambil sama keluarga Tuan Muda, dia benar-benar sengsara! Bahkan suaminya pun sama! Gak ada perusa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 410 Teman Viona

    "Sayang, ada ini Nona Alana, pemilik dealer mobil auto, tempat kamu beli mobil," ucap Erika memperkenalkan. "Oh, silakan duduk!" ucap Erfan, sambil memberi gerakan mempersilakan ke arah sofa. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum. Erfan bangkit dari kursi, lalu berjalan ke sofa. Wanita itu buru-buru mengikuti. Jessy mengikuti Erfan, sementara Erika pergi menyiapkan minuman dan camilan. Melihat Jessy yang begitu dekat dengan Erfan, sedangkan tadi Erika memanggil Erfan dengan sebutan sayang, wanita bernama Alana itu secara kasar menebak ~ bahwa semua wanita yang ada di ruangan tersebut adalah wanita Erfan. "Tuan Muda Erfan masih seperti biasa," gumam Alana di dalam hati. Setelah duduk santai di sofa, Erfan mulai berkata. "Nona Alana, ada apa datang jauh-jauh ke mari?" "Saya ke sini hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuan Muda. Soalnya, Tuan Muda sudah membeli banyak mobil mewah di dealer saya,. Saya juga mau minta maaf, karena saat Tuan Muda membeli mobil sa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 409 Pekerjaan Numpuk

    Erfan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak terlalu kencang. Di sepanjang jalan, dia terus bernyanyi dan bersiul, yang menunjukkan bahwa suasa hatinya sangat baik. Beberapa saat kemudian, dia pun sampai di vila. Mendengar ruangan mobil sport masuk ke dalam parkiran vila, para wanita yang ada di dalam vila, langsung beranjak keluar. Setelah mobil terparkir, Erfan turun dari mobil, lalu melangkah ke arah pintu masuk vila. Melihat para wanitanya berjalan cepat keluar dari vila, senyuman cerah perlahan terlukis di bibir Erfan. "Sayang..." sapa Erfan, sambil melangkah lebih cepat. "Sayang... kamu pulang," ucap para wanita itu. Erfan memeluk para wanita itu satu persatu. Bahkan, tanpa sadar ia memeluk Riana ~ yang statusnya bukan wanitanya. Saat wanita itu mendapatkan pelukan, hatinya berdebar seperti genderang perang. Seketika, wajahnya pun memerah. Namun, reaksi Riana itu tak ada yang menyadarinya. "Sayang... beli gak susu buat Serina, Dewi, sama Erlina?" tanya Bu

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 187 Mengangkat Derajat Shara!

    "Shara," sapa para wanita yang tadi bersama Geya. "Eh kalian! lagi beli pakaian hangat buat besok yah?" tanya Shara sambil tersenyum. Para wanita itu mengangguk. "Iya. Tapi kami sudah memilih tinggal membayar saja," ucap salah satu wanita, sambil memperlihatkan pakaiannya. "Eh, kenapa Geya sama

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 175 Membangun Vila Baru

    Setelah cukup beristirahat, keduanya pergi membersihkan jejak permainan di tubuh mereka, dan mengenakan pakaian kembali. Setelah rapi kembali, Mereka kembali ke sofa lalu duduk kembali. Saat Erfan berpikir untuk pulang, Anne dan Erlina datang kembali ke rumah Bu Alin. "Sayang, kamu sangat betah

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 168 Wanitanya Di Bawah Umur

    Wanita itu sudah putus asa, saat ayahnya di beri tahu. Dia hanya bisa menangis tersedu-seduh, sambil membenamkan wajahnya di selimut."Anne, priamu lebih menyukai yang muda!" ucap Erfan dengan ekspresi lucu.Anne mendengus jijik."Hmph, jika wanita mudanya seumuran Tesa atau Frisa, dan memiliki kec

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 163 Pembukaan Club Jessy

    Penampilan Calista selesai pada jam tengah malam, Erfan dan Ketiga wanita itupun kembali keruangan Bu Jessy.Ketiga wanita itu sudah mabuk, karena terlalu banyak minum. "Sayang, Apa di sini tidak ada kamar?" tanya Erfan kepada Jessy."Ti...tidak ada, sayang," balas Jessy, dengan nada khas orang ma

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status