MasukKetika batang itu sudah berada tepat di lubang apemnya, Kak Gisel menurunkan tubuhnya secara perlahan. Terlihat, batang itu menerobos masuk ke dalam apem itu. "Ahhh...." desahan indah keluar dari mulut mereka. Setelah batang itu masuk sepenuhnya, Kak Gisel langsung memulai goyangannya. Rasa nikmat itu, bisa langsung di rasakan Erfan. "Ahh... enak! ternyata... kakak iparku ini... sangat terampil bermain di atas," ucap Erfan. Ekspresi wajah nya tampak sangat menikmati. Kak Gisel tersenyum tipis, ekspresi tampak sangat nakal. Dia meningkatkan intensitas goyangannya, agar Erfan semakin merasa nikmat. "Ahhh... enak banget! sial, kak... kamu begitu hebat!" racau Erfan. Dia tak pernah menyangka, jika kakak iparnya itu sangat pandai bergoyang. Keterampilan goyangannya, hanya sedikit di bawah keterampilan Jessy. Namun itu sudah cukup, membuat Erfan gila. "Ahhh... ahhh, nikmati
Erfan bangkit, lalu duduk di samping wanita itu, sambil melap wajahnya yang terkena cipratan cairan itu. Setelah itu wanita itu cukup menikmati puncaknya, dia langsung berjongkok di bawah Erfan. Tangannya menggenggam batang besar itu, dan mulai mengocoknya perlahan."Kamu ternyata sudah tahu, apa yang aku inginkan," ucap Erfan, sambil mengelus wajah wanita itu."Bagaimana mungkin aku gak tahu," balas Kak Gisel, lalu di mulai menjilati batang Erfan.Merasakan jilatan itu, Erfan langsung mengeluarkan desahan, karena jilatan itu terasa sangat nikmat."Emm... ahh, jilatanmu, ternyata sangat nikmat!" puji Erfan.Mendapatkan pujian itu, membuat Kak Gisel lebih bersemangat. Dia memasukkan batang besar itu ke dalam mulutnya ~ mulai mengulumnya.Rasa basah, geli, dan halus itu, bisa di rasakan Erfan. "Ahhh... enak! kulum lebih cepat!" pinta Erfan.Kak Gisel menaik turunkan kepala lebih cepat lagi, sesuai dengan apa yan
Erfan menelan ludah kasar, ketika melihat payudara besar wanita itu yang semakin terlihat jelas. Dia menggeser tubuhnya, agar semakin dekat dengan tubuh wanita itu. "Kamu, jangan berpura-pura gak mengerti!" ucap Erfan sambil melingkarkan satu tangannya di pinggang wanita itu, dan tangan yang lain menyentuh belahan dada wanita itu. Kak Gisel sedikit terkejut. Dia tak menyangka, Erfan akan seberani ini. Namun, bukannya marah dan melawan, sebaliknya dia menyunggingkan senyuman tipis, dengan ekspresi wajah yang tampak genit. "Kamu berani banget, yah!" ucap Kak Gisel. "Kenapa harus takut? di sini... hanya ada kita! kalau kamu mau teriak meminta tolong pun, gak akan ada yang dengar!" balas Erfan, sambil memasukkan tangannya ke dalam bra wanita itu. Merasakan sentuhan itu, membuat hasrat Kak Gisel meningkat dengan cepat. "Kalau aku menolak... apa kamu akan memaksaku?" tanya Kak Gisel dengan nada main-main, sambil melin
Keesokan paginya, Erfan pergi ke lokasi wisata, mengantar Kak Gisel. Sepanjang perjalanan itu, Erfan mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sikap Kak Gisel. Wanita itu tampak lebih berani dari biasanya ~ kata-katanya mulai diselipi godaan halus, sementara gerak tubuhnya seakan sengaja mempertegas maksud yang tersembunyi. Sikapnya yang dulu cenderung sopan kini berubah menjadi lebih terbuka, bahkan nyaris tanpa ragu mempermainkan suasana di antara mereka. Dari sikap seperti itu, Erfan bisa menebak, kalau wanita itu memiliki ketertarikan kepadanya. Jika itu benar, Erfan tak keberatan melayaninya. Lagipula, Kak Gisel tampak sangat cantik dan memiliki tubuh yang begitu menggoda. Pria nakal sepertinya, tentu tidak akan melewatkan hal baik seperti itu. "Erfan, wanitamu sangat banyak! kalau mereka meminta jatah bersamaan, apa kamu kuat?" tanya Kak Gisel dengan nada main-main. Mata indahnya itu menatap Erfan, terlintas cahaya panas di sorot matanya. "Tentu saja aku kuat! kalau gak
Erfan bersandar di sandaran tempat tidur, sambil memandang Tesa yang sedang menikmati puncaknya. Frisa menghampiri Erfan, lalu dia bersandar di dadanya, tangannya langsung menggenggam batang pria itu, lalu mengocoknya."Kakak, aku mainin, yah?" Erfan mengangguk sambil tersenyum tipis, ekspresi wajahnya tampak sangat nakal, dan sorot matanya terlihat sangat panas.Frisa turun kebagian bawah tubuh Erfan, sampai posisi batang besar itu berada tepat di hadapannya. Tak membuang waktu, gadis itu langsung saja memainkan batang Erfan."Emm... ahh..." rasa nikmat bisa Erfan rasakan, yang membuatnya secara refleks mengeluarkan desahan.Tesa yang sudah selesai menikmati puncaknya, langsung menghampiri Frisa. Dia mengambil posisi seperti Frisa."Fris, bagi-bagi dong! biar nanti hasilnya di bagi-bagi juga," ucap Tesa.Frisa mengangguk setuju, laku dia mengeluarkan batang Erfan. Pada akhirnya, kedua wanita itu bek
"Jadi, gimana perkembangan konten kalian?" tanya Erfan kepada kedua gadis itu. "Meningkat pesat kak! semenjak Kak Calista sering kolaborasi sama kami, penggemar kami meningkat pesat," balas Tesa dengan penuh semangat. "Baguslah! kalian harus tetap semangat!" ucap Erfan. "Kalau kalian semakin terkenal, aku gak perlu mencari orang untuk mempromosikan tempat wisata ~ kalau sudah jadi nanti." "Jangan khawatir! Saat tempat wisata itu selesai di bangun, kami pasti! sudah jadi konten kreator populer," ucap Frisa dengan penuh percaya diri.Erfan mengangguk sambil tersenyum tipis.Tesa bergerak membuka pakaian Erfan."Gadis, kamu sangat buru-buru. Udah gak tahan, yah?" tanya Erfan dengan nada main-main."Iya nih, udah gak tahan," balas Tesa, sambil bertingkah genit.Hanya butuh beberapa nafas, sebelum semua pakaian Erfan terlepas sepenuhnya."Kakak, kita perlu buka pakaian, gak?" tanya Frisa dengan nada main-
Pagi hari, Erfan yang sedang tertidur, matanya terbuka perlahan. Karena dia merasa ada yang bergerak di atas tubuhnya. Saat matanya terbuka, dia melihat wajah cantik Serina berada di atas wajahnya. Serina menatap Erfan, yang terbangun sambil tersenyum indah. Serina berbicara dengan suara lembu
Ucapan Geya, hampir membuat Erfan tersedak makanan. Dia kira Geya akan menyerah kepadanya, karena dia sangat cantik, tidak mungkin kekurangan pria tampan apalagi Geya hidup di kota."Oh sial, apa aku terlalu tampan? ucap Erfan di dalam hatinya, dia merasa tidak berdaya tapi dia hanya bisa menyalahk
Bi Ayu masuk ke dalam studio, membawa kopi. Saat melihat Erfan sedang memeluk Frisa dan Tesa, dia hanya tersenyum."Maaf sayang, tadi gas nya habis, jadi agak lama," Ucap Bi Ayu."Gapapa kok." Jawab Erfan sambil tersenyum.Bi Ayu duduk di sisi Erfan,"Punya mainan baru nih!" ucap Bi Ayu, sambil ter
Anne sampai di vila.Saat dia melihat keadaan di vila, dia sungguh terkejut. karena vila sangat berantakan, terlihat beberapa cairan milik wanita, dan pria tercecer dimana-mana. Melihat itu, Anne hanya menggelengkan kepalanya, sambil menyunggingkan seringai nakal, lalu Anne langsung pergi ke kamar







