Beranda / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 89 Dewi Menyaingi Serina?

Share

Bab 89 Dewi Menyaingi Serina?

Penulis: Tristar
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-28 14:01:56

Untuk sementara ini, Rasa kenikmatan Bu Susan adalah yang terbaik, di antara semua wanita yang pernah bercinta dengan Erfan.

Selama 3 jam, Dewi hanya bisa menonton, sambil memainkan dada besarnya itu, untuk melampiaskan hasrat yang membara di tubuhnya.

"Huh..huh..sayang aku sangat puas!" ucap Bu Susan, dengan suara lemah.

"Kamu juga sangat nikmat!" balas Erfan dengan nada penuh kepuasan.

Setelah cukup lama berpelukan, mereka pun terpisah. Bu Susan mengambil tisu, untuk melap cairan Erfan yang keluar dari guanya, agar tidak tercecer di mana-mana.

Dewi menarik Erfan, dan meminta berciuman. Tentu saja Erfan memberikannya. Beberapa menit berciuman, Dewi melepaskan bibir Erfan.

"Sayang, aku ke kamar mandi dulu! aku mau ganti pembalut, pembalutku sudah sangat basah!" ucap Dewi dengan nada tidak nyaman.

"Kalo gitu sekalian saja, aku juga ingin bersih-bersih," balas Erfan.

"Aku juga ikut dong!" sahut Bu Susan, yang sudah selesai melap pintu guanya.

Dewi tidak ada rasa malu lagi, dia langsung
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 148 Kabar Tentang Geya

    Sampai di vila. Erfan menggendong Nayla masuk ke dalam vila. "Ibu..." sapa Nayla, sambil melambai-lambai kepada para wanita. "Putri ibu pulang! sini, ibu mau gendong putri ibu," Dewi buru-buru mengambil Nayla dari gendongan Erfan. Erfan meletakkan 1 plastik besar jajanan Nayla di meja. "Sayang, kamu kebiasaan ihh! membelikan jajanan terlalu banyak!" tegur Bu Evi, dengan ekspresi serius. "Gak apa-apa, lagi pula hanya jajan, yang penting Nayla senang!" balas Erfan, sambil tersenyum konyol. "Kalo nanti Nayla jadi boros, kamu tanggung jawab yah!" ucap Bu Evi, tatapan tajam itu di tembakan ke wajah Erfan. "Tentu saja aku ayahnya, pastilah tanggung jawab! balas Erfan. Dia mendekatkan tubuhnya ke samping Bu Evi, merangkul pinggang, lalu menariknya ke pelukannya. "Sayang, tahu gak kamu, ada pria yang menemui Nayla tadi!" ucap Erfan, sambil menatap Bu Evi dengan tatapan main-main. "Pria....siapa?" tanya Bu Evi kebingungan. "Siapa lagi? kalo bukan pria yang menginginkanmu," bala

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 147 Menjemput Putri Angkat

    Erfan menggunakan mobil sportnya menjemput Nayla di sekolah TK.Sampai di gerbang sekolah, Erfan melihat para murid sudah banyak yang keluar dari gerbang. Erfan turun dari mobil, lalu menengok ke kanan dan ke kiri mencari Nayla. "Tuan muda, anda mencari siapa?" tanya seorang wanita dewasa, ibu dari salah satu siswa di sana."Saya mau jemput Nayla, apa ibu melihatnya?" tanya Erfan."Nayla, putri Bu Evi?" tanya wanita itu, dengan ekspresi penasaran."Iya benar," balas Erfan, sambil mengangguk."Nayla belum keluar, sebentar lagi sepertinya," balas wanita itu.Erfan mengangguk mengerti."Tuan muda, kenapa anda menjemput Nayla?" tanya wanita itu penasaran."Saya menjadikan Nayla putri angkat saya!" balas Erfan, sambil tersenyum santai.Wanita itu sangat terkejut."Apa anda serius, menjadikan Nayla putri angkat?" wanita itu sedikit tidak percaya.Erfan mengangguk, tidak berbicara lebih banyak dengan wanita itu."Sungguh beruntung Nayla memiliki ayah angkat seperti anda!" ucap wanita itu,

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 146 Tante Erlina ikut Ke Kampung

    Di Kosan Geya.Geya sedang menangis tersedu-sedu, sambil menatap foto Erfan dan dirinya."Sayang, maafkan aku, aku gak bisa lagi bersamamu," "Aku di paksa sayang, jika aku masih berhubungan denganmu, pria itu akan menyebarkan videoku!" Ternyata Pria yang meniduri Geya secara paksa itu, mengirim pesan kembali ke pada Geya. Pesan itu berisi, jika Geya masih berhubungan dengan Erfan, dia akan menyebarkan video Geya, dan juga Geya harus memuaskannya setiap kali dia mau! jika tidak dia akan menyebarkannya juga.Geya sudah pasrah, bahkan dia sudah tidak berani berbicara tentang hal ini kepada ibunya. Yang ada di pikiran Geya sekarang, hanya ingin melindungi reputasinya. Tapi jika Geya berpikir dengan baik, dan memiliki keberanian untuk berbicara kepada Erfan atau pun ibunya, pastilah ada jalan keluarnya.Tapi Geya sangat penakut, menghadapi ancaman seperti itu dia memilih menyerah, hanya diam, sambil berusaha menerima takdir.====Erfan membawa kedua wanita itu mall. Dia membelanjakan k

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 145 Geya Menjauhi Erfan

    Tante Erlina, dan Shara, membuat sarapan bersama-sama. Setelah selesai, mereka pergi membangunkan Erfan.Tapi saat Shara masuk ke dalam kamar Erfan, ternyata Erfan sudah bangun, bahkan dia sudah rapi."Sayang, aku kira kamu masih tidur!" ucap Shara, sambil bergelayut manja, di tangan Erfan."Huh, kalo sudah bangun, mau tidur lagi itu sulit!" balas Erfan, mengelus kepala wanita itu."Kalo gitu ayo kita sarapan!" ucap Shara, dengan nada ceria.Erfan mengangguk, lalu mereka pergi ke ruang malan. Dia ruang makan, Tante Erlina sudah menunggu.Melihat Erfan datang, wanita itu langsung tersenyum indah."Ayo duduk, dan sarapan," ucap Tante Erlina."Kamu yang memasak?" tanya Erfan, sambil duduk di kursi pemimpin."Aku sama Shara yang masak," balas Tante Erlina,sambil tersenyum anggun."Gadis itu apa bisa memasaknya," balas Erfan, sambil melirik Shara, dengan ekspresi mengejek."Hey hey, sayang kamu jangan meremehkan ku! gini-gini juga aku jago memasak tahu!" balas Shara, dengan bibir cemberut

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 144 Geya Di Tiduri Pria!++

    Setelah istirahat, Erfan membawa Tante Erlina ke kamar tempat Shara berada."Fan, kok kesini sih?" tanya Tante Erlina, ekspresinya terlihat panik."Sudah, tenang saja. Ayo kita lanjutkan!" Erfan menjawab, sambil memosisikan Tante Erlina membelakanginya sambil berdiri."Ehh, tapi," sebelum Tante Erlina menyelesaikan perkataannya, dia merasakan senjata besar dan panjang itu menerobos masuk ke dalam guanya."Ahh..." desahan nikmat keluar dari mulut keduanya, saat tubuh mereka menyatu dengan sempurna.Erfan langsung menggempur wanita itu dari belakang, dengan keras. Suara erangan dan benturan kulit bergema di dalam kamar Shara.Karena terlalu lelah Shara tidak terbangun sama sekali, walau di dalam kamarnya sangat bising. ====Di kosan Geya.Terlihat wanita itu masih sibuk dengan laptopnya."Huh, kenapa gak beres-beres sih," gerutunya, tangannya tidak berhenti bermain di keyboard.Terdengar pintu kosannya di ketuk.Geya menoleh, lalu pergi membuka pintu kamar kosannya.Klik.Saat pintu di

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 143 Tante Erlina Di Dapatkan++

    Erfan keluar dari kamar, dia ingin pergi mengambil minum karena dia merasa sangat haus.Saat Erfan menuruni tangga, samar-samar dia mendengar suara desahan, yang berasal dari ruang tamu depan.Erfan dengan rasa penasaran yang tinggi, memutuskan untuk melihat keadaan di sana.Erfan berjalan tanpa suara. Semakin dekat ke ruang tamu, suara itu semakin jelas."Ahh...terus Erfan, tante merasa enak ahh," Mendengar suara itu, Erfan sangat terkejut. Dia sangat jelas mengenali suara itu. Itu suara Tante Erlina. Sekarang Tante Erlina sedang mendesah, apalagi membawa-bawa namanya."Apa Tante Erlina sedang bermain sendiri? dan juga membayangkan di tiduri olehku?" gumam Erfan di dalam hari. Seringai nakal tersungging di bibirnya.Erfan dengan hati-hati mendekat ke arah sofa. Sampai dia berdiri di samping sofa tempat Tante Erlina berbaring sambil bermain sendiri.Erfan menatap Tante Erlina dengan tatapan terpana. Apa lagi, saat matanya dengan jelas melihat dada besar, padat wanita itu, dan juga ar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status